" Kisah seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara yang penuh suka dan duka dalam meraih cita-citanya, hingga pertemuannya dengan seorang Dokter tampan merubah jalan hidupnya"
" Cintaku mungkin tidak akan sama seperti cinta wanita yang telah lama mengisi hatimu , tapi aku yakin dengan kekuatan cintaku akan mampu membuatmu bahagia di sisiku sampai kau akan lupa bagaimana rasanya sakit karna cinta itu sendiri"
Elina Nadhira
" apa kau yakin? bisa membuatku lupa akan luka dan sakit yang selama ini menyiksaku bahkan siang dan malam aku tersiksa dan menderita,lakukan jika kau bisa maka aku akan bertekuk lutut dikakimu "
Dr.Davin Elazar
" mampukah Elina meluluhkan hati Dr Davin yang terkenal dengan pribadi dinginnya dan menyembuhkan luka hati karna masa lalunya "
yuk kepoin 😅 maaf ya kalau kebanyakan typo di novel- novel sebelumnya 🙏🙏 minta dukungan dan votenya ya 😁😇😊☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewyLee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Davin menaiki mobilnya untuk menyisir area hutan bersama Wira, Farhan dan juga orang -orang dari desa yang ingin membantu ketua kelompok bahkan Dosen ikut membantu mencari Elina dan timnya
''Dav, tenangkan dirimu Elina pasti baik-baik saja aku yakin lagi pula ia bersama Hana dan dua teman laki-laki mereka ''
''shittt, siapa mereka ?''
Davin semakin kesal dan tak sabar untuk segera menemukan Elina
''James dan Dion , mereka satu kampus dan satu jurusan juga''
timpah Farhan
Davin berkali-kali mencoba menghubungi nomor Elina namun tidak tersambung karna keterbatasan jaringan rasa cemas semakin mbuat Davin panik
Wira dan Farhan saling pandang satu sama lain melihat Davin begitu panik dan cemas dan tak bisa bersikap tenang
*********
sementara itu Elina, Hana, James dan Dion berhasil keluar dari hutan dan tiba di desa sekitar perkebunan teh puncak
mereka beruntung bertemu warga yang sedang mengambil kayu bakar di hutan dan bisa keluar dari hutan
Elina duduk di sebuah bangku Hana membantu membersihkan luka di lutut Elina sementara James dan Dion nampak kelelahan dan duduk dengan minum juga makan yang di sediakan pemilik rumah yang sangat baik menjamu mereka
''syukurlah kita berhasil keluar dari hutan itu''
ucap Hana
''kau benar Han, kita beristirahat dulu sebentar dan segera kembali ke penginapan mereka pasti mencemaskan kita''
timpal James
''aku penasaran siapa yang melakukan hal pada kita ''
tukas Dion
''aku yakin pasti Sisil hanya dia yang tak menyukaiku dan El''
tutur Hana
semua menatap Hana dan mereka satu pemikiran dengan gadis itu
''kalian jangan berprasangka buruk dulu bisa saja ini memang keteledoran ketua tim atau mungkin penunjuk jalannya jatuh atau bisa saja tertiup angin''
Elina memberikan suaranya tak ingin berprasangka
''El, kau ini terlalu naif coba kau pikir secara logika apa mungkin penunjuk arahnya terbang sementara pita pertama saja jelas diikat dengan kuat bersama penunjuk arahnya ''
ungkap James
semua nampak terdiam dengan penjelasan James yang memang masuk akal
''El, ayo ku gendong lagi kaki terkilir jangan dipaksakan berjalan bisa semakin parah ''
''tapi James , kau pasti juga lelah ''
''aku pria lebih kuat daripada kau wanita''
tukas James
Elina mengangguk tersenyum tipis Hana dan Dion ikut tersenyum melihat James mulai perhatian terlihat jelas James menyimpan perasaan pada Elina
setelah merasa cukup beristirahat Elina, Hana , James dan Dion pamit pada warga yang telah menolong mereka tak lupa mereka berterima kasih sebagai balasan James memberikan uang yang cukup besar untuk warga desa itu sebagai ucapan terimakasih mereka
Elina dan kawan-kawan memutuskan menyewa mobil dengan bak terbuka untuk mengantar mereka kembali kepenginapan setibanya di penginapan James kembali menggendong Elina di ikuti Hana dan Dion
mahasiswa yang melihat kedatangan Elina segera memeberitahu Dosen dan ketua kelompok juga Davin , Wira dan Farhan yang tengah melakukan pencarian ke hutan
''El, kalian kemana saja semua orang mencemaskan kalian, Elina kau terluka ? ya Tuhan ''
salah satu mahasiswa bertanya tampak cemas melihat keadaan Elina digendongan James dengan lutut terluka
''James turun kan aku''
''kakimu terkilir biar kuantar ke kamarmu''
James kekeh menggendong tubuh Elina di ikuti Hana dan Dion.
*******
beberapa saat kemudian Davin tiba setelah ia menerima kabar Elina telah kembali dalam keadaan terluka ia dengan cepat kembali ke penginapan diikuti Wira dan Farhan
Davin segera berlari menuju kamar Elina berada dengan cepat ia menerobos masuk dimana beberapa mahasiswa nampak berkerumun dikamar Elina
''El''
panggil Davin membuat semua orang menatap ke arahnya begitu juga Elina yang tengah di papah James dan Hana
''Dav''
lirih Elina , Davin tanpa meperdulikan semua orang ia menghambur memeluk tubuh Elina di hadapan semua orang ia menciumi wajah dan kening gadis dalam dekapannya itu
'syukurlah kau baik-baik saja ''
ucap Davin
Elina berusaha melepaskan dekapan Davin ia merasa risih semua orang menatapnya terutama James yang tepat berada di sampingnya
''a-aku baik-baik saja jangan cemas aaww''
Elina meringis dan mengaduh saat nyeri di kakinya semakin terasa
''kau kenapa?''
cemas Davin ia pun melepaskan pelukannya dan memeriksa seluruh tubuh Elina ia begitu terkejut mendapati kedua lutut Elina terluka juga kakinya yang nampak seperti menahan sakit
''kau terluka? bagaimana kau bisa mengalami ini katakan padaku''
Davin kemudian menggendong tubuh Elina kedalam pelukannya dan segera membaringan tubuh Elina di tempat tidur James yang melihat hal itu nampak memalingkan wajahnya sesuatu terasa mengusik hatinya Hana menepuk bahu James begitu juga Dion
Davin memeriksa tubuh Elina juga lutut dan kakinya Elina yang nampak membengkak
''kakimu terkilir?''
Elina mengangguk perlahan menahan rasa sakitnya
''biar aku memeriksanya Dav''
Farhan dan Wira menghampiri Elina dan memeriksa kakinya
''kau yakin kau bisa melakukannya ?''
tanya Davin pada Farhan
''aku bisa, aku bisa sedikit masalah seperti ini aku belajar dulu dengan Kakekku''
jawab Farhan
Davin mengangguk , Elina meremas kemeja Davin saat Farhan memeriksa kakinya Davin yang melihat raut wajah Elina ketakutan juga kesakitan merasakan seperti ribuan jarum mengahantam tubuhnya di peluknya Elina untuk membuat gadis itu agar lebih tenang
''Kak Farhan , kau yakin aku khawatir dengan El , ia sudah sangat kesakitan sejak tadi''
ucap Hana
''tenanglah , dan percaya padaku ok''
Farhan mengusap rambut Hana yang mengangguk perlahan
''El, tahan mungkin rasanya akan sakit, tapi kita tak mungkin membiarkan kau terus kesakitan karna kalau dibiarkan bisa sangat berbahaya kau tidak akan bisa berjalan dengan normal jadi tahanlah ok?''
''iya Kak''
Farhan memeriksa kaki Elina ia mulai menyusuri kaki Elina dengan mancari titik dari rasa sakitnya Elina meremas kemeja Davin dengan kuatnya keringat tampak membasahi pelipisnya
''KREEEKKK''
suara tulang kaki Elina saat Farhan mengurutnya sekuat tenaga
''aaaaaaaaaa''
Elina berteriak dengan sekerasnya Davin memeluk tubuh Elina menenangkan gadis itu jeritan Elina membuat siapa pun yang mendengarnya akan merasakan ngilu melihat hal itu Hana , James dan Dion menutup mata mereka begitu juga Wira semua mahasiswa nampak ngeri melihat Elina merintih kesakitan
''El, tenangkan dirimu semua sudah baik-baik saja ok?''
ada aku , aku disini untukmu El''
ucap Davin dengan menciumi kening Elina
''sakit rasa nya sakit sekali Dav''
''aku tau sayang aku tau peluk aku , aku disini untukmu''
Elina menatap Davin untuk sesaat ia seperti dejavu Davin memanggilnya dengan " sayang'' Elina menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan Davin
Wira memeriksa Elina ia pun memberikan suntikan penahan rasa sakit agar Elina lebih tenang dan bisa beristirahat
Elina pun tertidur dalam dekapan Davin , Davin membenahi rambut Elina yang jatuh di wajahnya dan membaringkan tubuh Elina dengan hati-hati di tempat tidur
''apa kau yang Hana sahabat Elina?
tanya Davin
''iya saya Hana''
''tolong kau bantu Elina membersihkan tubuhnya dan jaga dia untukku ''
''ada sesuatu yang harus aku lakukan ''
''tunggu Dav, jangan bilang kau akan melakukannya''
tukas Wira
''gadis sialan itu sudah membuat wanitaku terluka maka dia harus menanggung akibatnya karna berani bermain-main dengan Davin Elazar''
Davin melangkah meninggalkan kamar Elina di ikuti Wira dan Farhan semua orang nampak terkejut dengan apa yang dikatakan Davin begitu juga James , Hana dan Dion saling pandang dengan apa yang mereka dengar
(" El, benarkah kau kekasih pria itu? ")
batin James
please😚😚😚
ih itu mah saiko😏😏🙏