NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perbedaan mantan pacar dan mantan suami

Aza buru-buru melepas sentuhan mereka, menarik tubuhnya hingga ke pojok sofa, melotot menatap ke bawah dengan pipi bersemu merah.

Namun ia segera teringat sesuatu, ia lirik bagian bawah miliknya. Tak ada lagi rasa gatal, semuanya nyaman dan tidak ada lagi bau tak sedap seperti dulu.

"Bukannya waktu itu gatal sekali?" lirihnya merasa heran.

Dewa faham kemana arah fikiran Aza. Saat dimana Aza pingsan, Dewa langsung membawanya ke rumah sakit. Disitu tubuhnya di Rontgen total, danfi cek visum keseluruhan. Sampai akhirnya sakit kelamin yang di derita Aza terdeteksi.

Disitu Dewa benar-benar murka, ia mengutuk Ramdan bajingan itu karena gara-gara dia, Aza yang tidak melakukan penyelewengan pun ikut terkena getahnya.

"Tenang saja, Lea. Kamu sudah sembuh."

Lea yang terkejut lantas menoleh, "Hee...? Sejak kapan?"

Dewa tersenyum, "Kamu tidak perlu tau, yang penting semuanya sudah selesai bukan?"

Aza tertegun, menatap polos Dewa yang tersenyum di depannya. Dewa tak mampu menahan tawanya. Pria itu lantas bangkit, mengulurkan tangannya ke arah Azalea.

Azalea mendongak sembari tertegun kecil, mengerjab lirih menatap telapak tangan Dewa di hadapannya.

"Apa kau akan terus duduk disini?"

Aza mendongak polos, membuat Dewa terkekeh kecil, lantas meraih tangan Aza lalu menariknya menuju lift, "Tidurlah, besok kamu ikut denganku ke Pengadilan Agama."

***

Di tempat lain. Keluarga Ramdan sedang dilanda gelisah. Penghasilan utama Ramdan, sekaligus penyokong utama keluarganya harus terputus tanpa bisa diketahui penyebabnya.

Ramdan meringkuk di pojok ruangan sembari menjambak rambutnya frustasi. Sementara Bu Ratna dan Rara menangis di sofa. Saling berpelukan.

"Kenapa? Kenapa?!" teriak Ramdan melotot.

Ia yakin betul dirinya tidak melakukan hal fatal, namun perusahaan justru memecatnya tanpa alasan yang jelas. Mereka hanya memberikan pesangon lalu menatapnya dengan tatapan jengah sambil bilang.

"Maaf kamu saya pecat, kamu sudah berurusan dengan orang yang salah."

Namun difikir sampai kepala mau meledak pun. Ia tetap tak merasa menyenggol siapapun. Sudah Aza tak bisa lagi ia temukan, kini satu persatu bencana masuk di dalam rumah tangganya.

Ia pun tak jadi menikahi Mia karena dirinya di pecat dan dicap tidak pantas lagi menjadi suaminya. Hal itu membuat kepalanya mau meledak. Ia benar-benar merasa bodoh. Biasanya saat keadaan terpuruk seperti ini, Aza akan selalu menenangkan di sampingnya. Namun sekarang wanita itu telah pergi, dan tak akan kembali lagi. Ia rasanya hampir gila.

"Terus ini gimana, Ramdan?! Minggu besok ibu arisan 2 juta! Sekarang kita bahkan tak punya uang sepeserpun! Rara suaminya pengangguran, gabisa diharepin! Cuma kamu satu-satunya harapan kita, Ramdan!"

Belum juga kepalanya dingin, ibunya sudah melemparkan garam hingga membuat otaknya ingin meledak.

"Bisa tidak ibu berusaha sedikit! Kenapa semuanya harus aku! Lihat sekarang, Aza pergi, keluarga kita langsung berantakan! Ini semua gara-gara ibu yang serakah!"

Terkejut lah Bu Ratna disitu. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba dirinya disalahkan. Wanita paruh baya itu lantas bangkit. Berjalan cepat menuju kamar, diikuti oleh Rara di belakangnya.

"Dasar tidak berguna! Kecewa ibu padamu." desis Bu Ratna di samping Ramdan sebelum akhirnya berjalan menaiki tangga.

Ramdan memukul vas bunga di sampingnya sambil menjerit kuat. Menjambak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tak punya jalan lain sekarang. Semua serasa buntu, dan itu sangat menyebalkan.

***

Siang itu cuaca mendung. Setelah selesai mengurus surat perceraian dirinya dan Ramdan. Dewa mengajak Aza jalan-jalan ke pinggiran pantai. Hanya berdua.

Mereka seperti mengenang kisah masa lalu. Dimana dulu Dewa selalu membawa Aza ke pantai jika wanita itu sedih akibat keluarganya. Kini justru suasana tampak canggung.

Mereka berjalan beriringan, namun jiwa mereka serasa jauh. Tidak ada yang memulai percakapan sedari tadi. Aza akui Dewa lebih cuek daripada Ramdan. Ia jarang mendengarnya berucap kata manis atau mengajaknya ngobrol ini dan itu. Sementara dengan Ramdan, ia tidak perlu khawatir akan kehilangan topik, karena pria itu sangat pandai mengolah kata.

"Anuu...Dewa." ucap Aza akhirnya.

Dewa yang berjalan beriringan dengannya itu menoleh, "Kenapa?"

Aza tertegun. Ia yang nanya ia juga yang bingung harus jawab apa. Akhirnya Aza cuma bisa tersenyum menggeleng sembari menatap tapak kuda di atas pasir.

"Gapapa."

Dewa tertegun kecil. Ia jadi berfikir, apa Lea tidak nyaman di sampingnya? Ia sendiri juga bingung harus bersikap apa pada wanita itu. Sebelum-sebelumnya ia hanya berbicara seperlunya dengan wanita. Tidak ada kata manis atau kata gombal. Karena dia memang tidak pandai dalam hal itu.

"Apa ada yang membuatmu tidak nyaman?" tanyanya lagi.

Aza menggeleng lemah. Namun Dewa yang tak tenang tentu faham. Ia raih tangan Aza, lalu menariknya, berlari mundur ke belakang dengan tubuh menghadap ke arah Aza. Membuat wanita itu melongo tanpa sadar.

"Apa kamu mau menunggang kuda?"

Aza spontan menoleh ke arah kuda yang dijaga dengan baik oleh kusirnya di ujung sana. Aza agak gugup. Pasalnya ia belum pernah menunggang kuda sebelumnya.

Dulu ia ingin menunggang kuda. Namun karena Ramdan ingin menikmati kuda sendirian, ia pun tak jadi memintanya.

Namun sekarang, Dewa mengajaknya. Ia agak gugup jadinya.

"Aku takut ketinggian, dan tidak pandai menaiki kuda. Aku takut akan merepotkan mu." lirihnya merunduk muram.

Dewa tersenyum tipis. Ia tau apa yang wanita di depannya fikirkan. Tanpa fikir panjang, ia ajak Aza berlari mendekat ke arah kuda. Membuat wanita itu terkejut dan melongo, mengikuti langkah pria itu.

"Bang, saya sewa kudanya satu jam."

Sang penyewa kuda tertegun, "Tapi saya akan kehilangan pelanggan lain."

"5 juta, cukup?"

Terkejut langsung si pemilik kudanya itu. Dengan senang hati ia menyerahkannya. Sementara Aza terkejut. Bagaimana bisa Dewa menghamburkan uang hanya demi menunggang kuda?! Gaji 5 juta setidaknya cukup untuk 1 bulan, bahkan lebih! Selama menikah dengan Ramdan saja, nafkahnya tidak pernah sampai 5 juta, tapi Dewa menghamburkan uang sebesar itu hanya demi kuda.

Mau dibandingkan di segi manapun Ramdan tentu kalah telak! Meski Dewa lebih cuek daripada Ramdan yang humoris dan manis.

"Naiklah, aku akan menjaga di belakangmu."

Aza tertegun, ia menelan ludah saya melihat betapa tinggi punggung kuda didepannya. Ia rema ujung dresnya gugup, melirik takut ke arah Dewa.

"Ak-aku...."

Aza benar-benar merasa payah. Ia pasti akan dikatain gadis manja dan tidak becusan. Karena setiap ia takut akan sesuatu, Ramdan pasti kesal dan memilih meninggalkannya.

Dewa tersenyum tipis, pria itu lantas meraih pinggan Aza, lalu mengangkatnya, menjatuhkan tubuhnya tepat di atas punggung kuda, bersamaan dengan dirinya yang melompat di belakang, memeluk pinggang Aza.

"Tenanglah, kau hanya perlu duduk manis. Biar aku yang mengurusnya."

Aza tertegun. Ia terjingkit saat kuda mulai dipacu, berjalan pelan. Tubuhnya mengejang. Ia tak mengira menaiki kuda untuk pertama kali semenakutkan ini.

"Dewa aku takut."

Dewa tersenyum tipis, pria itu mendekatkan wajahnya di bahu Aza. Membisikkan sesuatu.

"Dengan adanya aku, kau tidak perlu khawatir akan apapun."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!