NovelToon NovelToon
HATI YANG TERLUKA

HATI YANG TERLUKA

Status: tamat
Genre:Fanfic / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: Enjang

Retha sudah memutuskan untuk menikahi kekasihnya. Dia berusaha melupakan sang mantan yang sangat dicintainya. Namun seminggu sebelum dia resmi menjadi istri dari Andrian, Bian mantan kekasihnya kembali untuk meminangnya. Lalu apakah Retha akan kembali ke pelukan Bian atau justru memperjuangkan cinta Andrian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enjang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH PENGAKUAN

Hari pertama di awal minggu pun tiba. Retha sudah siap dengan kemeja putih dan celana kain hitam yang dia kenakan. Retha mengikat rambut ikalnya dan mengambil tas selempangnya. Setelah rapi, Retha menghampiri tantenya di dapur.

"Tan, Retha langsung berangkat aja ya. Takut kesiangan." pamit Retha sambil mencium punggung tangan tantenya

"Yakin nggak mau sarapan dulu?" tanya tantenya

"Enggak tan. Nanti sarapan di lapangan aja." balas Retha

Retha mengeluarkan sepedanya dari teras. Mulai mengayuhnya menuju kantor.

Sementara di kantor kegaduhan terjadi. Gosip yang Tya sebarkan sampai ke telinga manager. Tya dan Bian yang hampir bertengkar akhirnya dipanggil ke ruang manager.

Bian berdiri menunduk di hadapan managernya. Sementara Tya yang berdiri tak jauh darinya merasa menang atas masalah yang terjadi.

"Bian? Apa bener kamu pacaran sama Retha?" tanya managernya to the point

"Nggak Pak. Saya nggak ada hubungan apa-apa sama Retha." balas Bian

"Nggak usah ngeles. Buktinya juga udah jelas." ujar Tya memotong pembicaraan

"Kamu ada buktinya?" tanya Manager.

"Jelas ada dong Pak. Saya nggak mungkin ngomong kalau nggak ada buktinya." sombong Tya

Bian melirik tajam ke arah Tya. Tya orang yang licik pasti akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain.

Tya mengeluarkan ponselnya, menunjukkan sebuah foto pada manager.

"Ini saya punya foto pas Bian nyium Retha pada saat event di ekspansi." ujar Tya

Manager pun mengamati sejenak foto itu dan melirik ke arah Bian.

"Ini bener kamu kan An? Ini juga Retha kan?" tanya manager

"I..iya Pak. Tapi itu.. itu nggak seperti yang Bapak lihat. Saya nggak ciuman." bela Bian

"Halah Pak, wong jelas-jelas nempel gitu kok. Nggak ciuman gimana?" ujar Tya

"Tya,Lu nggak usah fitnah ya. Gue itu cuma..."

"Cuma apa? Cuma pura-pura niup mata yang kena debu? Mana mungkin sedekat itu." bantah Tya

"Sudah. Jangan bertengkar disini. Ini ruangan saya." sergah manager

"Sekarang saya tanya sama kamu An. Kamu yang keluar apa Retha yang keluar?" tanya manager.

Bian terhenyak. Kenapa sampai pada keputusan ini.

"Panggil dulu Rethanya Pak. Biar jelas." ujar Tya

"Ya sudah kamu panggil Retha kesini juga." ujar manager

Tya pun tersenyum dan memanggil Retha yang baru saja memarkirkan sepedanya.

"Tha, Lu dipanggil manager tuh." ujar Tya acuh

'Ada apa ya? Kok tumben banget Manager manggil Gue. Apa jangan-jangan...' batin Retha

Retha pun segera meletakkan tasnya dan masuk ke ruang manager.

Tak lama setibanya Retha disana, manager pun bertanya," Tha, kamu bener pacaran sama Bian?"

Retha terdiam sambil sesekali melirik Bian yang masih menunduk.

"Diam itu tandanya iya Pak. Udah Pak pecat aja salah satunya." seloroh Tya

"Nggak Pak. Kita nggak pacaran." ujar Bian tegas

"Saya tanya Retha, kenapa kalian yang jawab?" ujar Manager mulai kesal

"Saya.. saya.. nggak pacaran sama Bian Pak." kata Retha lirih

"Lalu kalau kamu nggak pacaran, ini apa?" tanya manager seraya menunjukkan ponsel Tya pada Retha.

Retha membulatkan matanya. 'Itu foto pas di event pas Bian lagi bantuin Gue ngediriin stan. Kok Tya bisa banget sih ambil foto pas kayak gini.' batin Retha

"Retha, sekarang saya mau tanya. Aturan disini sudah jelas. Jika ada yang pacaran sekantor, harus keluar salah satu. Kamu apa Bian yang resign?" tanya manager

"Saya aja Pak."balas Bian dan Retha bersamaan.

"Ehem, kompak banget sih pengen mengalah satu sama lain." ledek Tya

Retha tertunduk kikuk.

"Biar saya aja Pak yang resign. Saya akan keluar sekarang " pamit Bian

Retha pun hendak mencegahnya dan mengikutinya keluar ruangan. Belum sampai pintu, manager berkata lagi, "Jika kejadian seperti ini terulang lagi Retha, kamu juga akan saya pecat."

Retha pun hanya mengangguk dan keluar. Bian sedang memakai jaket putih kesayangannya. Retha menghampirinya dengan rasa bersalah.

"An, maafin aku ya. Gara-gara aku, kamu harus resign." ujar Retha

Bian tersenyum. "Kita ini cuma korban. Nggak ada yang salah. Jadi,Lu juga nggak boleh minta maaf. Lu harus tetep kerja keras buat bantuin tante Lu."

Retha pun menatap Bian.

"Lu harus buktiin Lu lebih bisa daripada Tya. Karena Lu udah bener-bener dibully sama dia. Lu harus bikin pelajaran buat Tya, Tha. Gue yakin Lu bisa." ujar Bian

"Sebenarnya An, Aku udah mikirin ini semalem. Aku mutusin buat resign. Tapi nggak taunya, malah kamu yang resign." balas Retha sedih

"Udah nggak apa. Gue juga udah nggak cocok kok sama sistem kerja disini. Gue mau nyari kerjaan lain." ujar Bian

Tya yang memperhatikan mereka pun merasa senang. 'Akhirnya Lu berdua ngrasain apa yang Gue rasain.' ujarnya dalam hati

Bian pun menepuk pundak Retha.

"Lu jaga diri ya. Kalau ada apa-apa Lu bilang sama dua sahabat Lu itu. Gue pamit." ujar Bian lalu mengambil motornya

Retha terdiam. Melihat Bian pergi dari kantor semangatnya benar-benar hilang. Retha masih tertunduk menahan tangis. Seketika Rahma datang.

"Udah Tha,ambil pembelajarannya aja. Yuk masuk. udah mau mulai meetingnya." ujar Rahma

Retha pun mengusap matanya yang berair dan masuk ke dalam.

1
Tyas Pesek
Ceritanya bagus kak
perjuangan Retha untuk merubah diri sendiri luar biasa
apalagi dua tokoh cowoknya yang ganteng-ganteng meski beda karakter membuat cerita ini hidup
konflik batin diantara mereka bertiga buat otak travelling
bikin baper juga sih
pokoknya karya ini reccomen banget buat dibaca semua kalangan
Yem: Terima kasih kak Tyas
total 1 replies
Yem
Kepoin kak Diujung Pembalasan
Lanjutan dari Hati yang terluka
Tyas Pesek
Kak, Retha sama Andrian masak cerai sih?
Jangan dong
Tyas Pesek
gak salah kok Ma
pak ilhamnya aja yang keliru
ngakak bener baca ceritanya
Tyas Pesek
asli sakit nih jadi retha
Tyas Pesek
Suka banget kak sama part ini. Sayang sekali Bian ngebayangin Tiwi, aku kira Bian suka beneran loh sama Retha
Tyas Pesek
Pamtat penyet kayak apa ya kak hihihi
Yem
Kisah menarik yang membuat pembaca larut dalam ceritanya.. Ikuti sampai akhir karena Cerita ini berkelanjutan dengan cerita setelahnya.
Mrs.Q
kebanyakan pikiran 🤭🤭
Yem: Iya nih.. Mikir mulu nggak makan-makan.. hehehe

Makasih udah mampir kak..
total 1 replies
Mrs.Q
makasih ya kak udh mampir di komentar. saya bawa bintang 5 nih buat kakak 😍😍 semangat ya kakak. bakalan aku cicil cerita nya 🤗
Yem: Siap Kak..
total 1 replies
Kylukie
Yah, kak author bikin tambah penasaran aja😭 Penasaran ntar kak Retha jadinya sama kak Bian atau kak Andrian🥺 aku tunggu kelanjutannya ya kak author, semangat terus!😊👍
Yem: sabar yak.. Author lg berpikir ending yg terbaik 🤣
total 1 replies
Kylukie
Menurut saya, kisah yang ditulis author ini tu bener-bener ngefeel gitu. Jadi seolah-olah saya tau apa yang dirasain oleh tokoh "Retha" dalam ceritanya. Menurut saya, kisah ini juga punya pesan tersirat gitu. Jadi the best lah pokoknya😍🥰.
Kylukie
Sedih banget kak😭 Kasian kak Andriannya kalo kak Retha pilih kak Bian, tapi kalo jadi kak Retha juga pasti bingung😭... Aku tunggu kelanjutan kisahnya ya kak😍 Semangat terus kak🥰
Kylukie: oke kak😍👍
total 2 replies
🥀
apa yang akan terjadi dengan retha ya. yang tidak pernah keluar sendiri.

mampir nih tor. bawa like dan mawar untukmu.

mampir di loser man ya,

semuanyaaa. semoga suka sama cerita mak😊
Yem: Terima kasih sudah mau mampir kak..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!