NovelToon NovelToon
Skandal Di Balik Layar

Skandal Di Balik Layar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Rizaidhan Luthfian

Ajo dan Elsa dipertemukan dalam proyek film yang sama. Ajo sebagai produser dan Elsa sebagai pemeran utama. Sejak awal pertemuan, ketertarikan satu sama lain sudah terasa. Namun, status mereka yang berbeda – Ajo sebagai duda dan Elsa sebagai aktris yang sedang di puncak popularitas – menjadi penghalang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Ketegangan semakin meningkat ketika skandal masa lalu Ajo terungkap. Hal ini mengancam reputasi dan karir mereka berdua. Mereka harus berjuang melawan tekanan publik, gosip media, dan juga konflik batin mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizaidhan Luthfian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Takhta Kaca

Di tengah pendar lampu blitz kamera yang menyengat dan gertakan Maya yang terkesan tak terkalahkan, Rina—istri Jimi—berdiri di balik tiang kayu rumah tua. Jemarinya yang tenang dengan cepat mengetikkan pesan di layar ponselnya.

Rina tidak sekadar menonton sandiwara Maya dari kejauhan. Diam-diam, ia telah menghubungi Farhan, sahabat lamanya yang merupakan Pemred majalah investigasi independen terbesar di ibu kota—seorang jurnalis senior berintegritas yang tak bisa dibeli oleh uang ratusan juta milik Maya.

Melalui jaringan sinyal desa yang kian menguat, Rina mengirimkan berkas audio rahasia dari ponsel Jimi: rekaman pengakuan polos dan jujur dari Rober saat ditangkap polisi semalam, lengkap dengan rincian nama Maya sebagai pemesan pembakaran kebun serta dalang di balik manipulasi aset Ajo dan Adam.

Bukan hanya itu. Tiba-tiba ponsel Jimi bergetar hebat. Sebuah surel masuk dari sumber tak dikenal membawa dokumen rahasia berkode akses internal tertinggi—dokumen yang memuat seluruh jejak digital, transaksi rekening bodong, dan bukti nyata kecurangan Maya saat mencuri saham rumah produksi Ajo dan meruntuhkan jaringan bisnis Adam secara licik.

Pengirimnya adalah asisten pribadi kepercayaan Maya sendiri di Jakarta, yang selama ini diam-diam muak melihat keserakahan dan kekejaman bosnya yang tega mengorbankan begitu banyak nyawa demi ego pribadi.

"Farhan, tayangkan sekarang," bisik Rina pada panggilan telepon rahasianya.

Di hadapan halaman rumah panggung tua, Maya masih menyunggingkan senyum kemenangannya. Hendra, wartawan bayaran di sampingnya, baru saja hendak membacakan narasi fitnah ke arah kamera live.

Namun, mendadak ponsel para wartawan yang hadir di halaman tersebut berdering serentak. Notifikasi berita darurat dari portal media terbesar di Indonesia pecah membelah keheningan desa.

BREAKING NEWS: Rekaman Suara Rober Terbongkar! Maya Terbukti Menjadi Dalang Pembakaran Kebun dan Konspirasi Pencucian Uang Perfilman Nasional!

DOKUMEN BERSERI BISA DIAKSES: Bukti Manipulasi Aset Ajo dan Penjualan Saham Licik Milik Adam oleh Maya Dirilis Resmi ke Publik!

Suasana di halaman rumah tua berubah gempar dalam hitungan detik. Hendra sang wartawan bayaran membeku, menatap layar tabletnya dengan wajah yang mendadak pucat pasi bagai mayat. Para wartawan lain yang tadinya ditugaskan menyerang Ajo, kini memutarbalikkan kamera dan mikrofon mereka sepenuhnya, menodongkannya secara brutal ke arah wajah Maya.

"Nona Maya! Apakah benar rekaman suara ini adalah suara Rober yang Anda bayar?!"

"Nona Maya! Bagaimana tanggapan Anda tentang dokumen kecurangan yang bocor dari asisten pribadi Anda sendiri?!"

"Apakah ini berarti tuduhan atas Pak Ajo dan Pak Adam selama ini adalah fitnah buatan Anda?!"

Senyum kemenangan di bibir Maya mendadak luntur seketika. Matanya membelalak lebar, memancarkan rasa syok dan kepanikan yang luar biasa hebat. Napasnya memburu, tangannya yang memegang tas mahal gemetar hebat saat melihat ratusan ribu komentar publik secara live berbalik menghujat dan mengutuk namanya di media sosial.

Takhta kekuasaan dan imperium bisnis yang ia rebut secara licik runtuh lumat dalam hitungan menit di depan matanya sendiri.

Ajo melangkah maju menyusuri tanah yang basah. Di samping kanan dan kirinya, Adam dan Jimi berdiri sejajar. Ketiga pria itu memancarkan aura keteguhan "Tiga Jenderal" yang utuh—tanpa ada lagi celah kebencian atau rasa bersalah.

Ajo menatap Maya yang kini melangkah mundur ketakutan dengan tubuh gemetar di hadapan sorotan kamera yang membabi buta.

"Permainanmu sudah berakhir, Maya," pangkas Ajo, suaranya berat, dalam, dan bergema penuh wibawa. "Kau membangun kejayaanmu di atas pondasi kebohongan dan rasa sakit orang lain. Dan hari ini, dunia melihat siapa dirimu yang sebenarnya."

Dari balik kerumunan wartawan, dua mobil kepolisian melaju kencang dan berhenti di halaman rumah. Beberapa petugas kepolisian berseragam lengkap turun, melangkah lurus mendekati Maya dengan membawa surat penangkapan resmi atas tuduhan konspirasi kejahatan siber, perusakan aset, dan pencemaran nama baik.

"Nona Maya, Anda kami tahan atas perintah markas besar kepolisian," ujar petugas polisi tegas seraya memasangkan borgol besi di kedua pergelangan tangan Maya.

Maya menatap Ajo, Adam, dan Elsa bergantian dengan pandangan hampa dan air mata keputusasaan yang akhirnya menetes. Seluruh keangkuhan bertumit tinggi yang selama ini ia agungkan menguap tak bersisa. Saat diseret menuju mobil polisi di bawah kilatan blitz kamera yang mengutuknya, Maya menyadari satu hal yang pahit: ia telah kalah sepenuhnya dari ketulusan dan persahabatan yang coba ia hancurkan.

Di bawah naungan langit desa Gunung Salak yang kian cerah, Ajo menggenggam jemari Elsa erat-erat. Adam tersenyum lega sambil menepuk bahu Jimi, menyaksikan badai panjang yang menyiksa hidup mereka selama sepuluh tahun akhirnya berlalu. Tiga Jenderal telah kembali, dan di atas tanah kelahiran keluarganya, Ajo siap memulai babak baru hidupnya bersama wanita yang amat ia cintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!