WARNING 18++
Kisah ini tentang Anya Safanya, Apakah Ia pantas disebut gadis malang karena dipaksa menikah dengan Tuan Muda Deva Rafka Utama?
Apakah mereka akan bahagia dengan pernikahannya? walaupun tanpa berlandaskan cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 17 (Menyatakan Cinta Lagi)
Selamat membaca gengs..
masih lanjutan dari part sebelumnya ya🔝
..........
Deva mempercepat makannya karena Ia sungguh penasaran dengan jawaban Anya, sedangkan Anya memikirkan jawaban apa yang akan Ia ungkapkan.
"Ayo! jawablah sekarang" ujar Deva lagi.
Anya yang masih asik mengunyah makanannya "Sabar Tuan"
"Kau mencoba menghindar dari pertanyaanku kan?" kata Deva dengan sedikit nada tinggi.
"Tidak kok.. aku akan mengatakannya setelah aku makan, jadi sabar dulu Tuan" ujar Anya sambil binggung mencari alasan yang tepat untuk menolaknya secara halus.
Deva selalu menatap gerak-gerik Anya saat sedang makan, kadang Ia menegur Anya yang sengaja memperlambat makannya, sampai akhirnya makanan di piringnya sudah habis dan Deva menanyakan hal yang sama berulang kali lagi "Ayo jawablah sekarang!"
"Baiklah, akan aku jawab" ujar Anya setelah minum segelas air, "Aku tidak tahu harus menjawab apa Tuan" lanjutnya.
"Kau cukup mengatakan bahwa kau juga mencintaiku" desis Deva.
"Tapi.. aku tidak mencintaimu" ujar Anya ragu.
Deva terkejut mendengar perkataan Anya "Jangan bercanda Anya!" lanjutnya.
"Aku tidak bercanda Tuan.. Perasaan Tuan mungkin sudah berubah, namun perasaanku masih sama seperti pertama kali melihatmu, rasa benci dan ingin membalas dendam itu masih ada, Aku tidak pernah mencintaimu" jelas Anya.
Deva merasa sangat malu dan kesal dengan jawaban dari Anya "Apa kau menyukai lelaki lain?"
"Tidak, Aku tahu posisiku sekarang adalah menjadi tunangan Tuan, walaupun aku tidak mencintaimu, aku harus tetap menghormatimu" balas Anya.
"Aku harap Tuan mengerti dengan perasaanku, hubungan kita diawali dengan paksaan, Aku perlu waktu.." lanjut Anya lagi.
"Baiklah! ayo pulang" ujar Deva yang sudah tak bisa menahan malunya jika terus ditatap oleh Anya, wanita yang sudah menolak cintanya.
"Tidak.. Aku akan pulang sendiri" ujar Anya yang sudah tak enak hati menolak Deva.
"Ya sudah. hati-hati lah" ujar Deva langsung meninggalkan Anya.
Anya menatap kepergian Deva "Maafkan Aku Tuan.. semoga dengan penolakan ini, kau akan meminta Tuan Rafka untuk membatalkan pernikahan kita yang mungkin akan terjadi beberapa bulan lagi" batinnya sedih.
## Keesokan harinya.
"Nya.. didepan udah ada orang nunggu kamu" teriak ayah Andi.
"Suruh tunggu dulu yah" balas Anya yang sedang menyiapkan diri untuk pergi kesekolah.
Anya sudah siap dan membuka pintu kamarnya dan ada Ayah yang dari tadi ternyata menunggu Anya "Loh.. Ayah dari tadi nungguin didepan pintu?" katanya kaget.
"Iyaa, abisnya kamu lama.. kasihan orangnya didepan nunggu kamu lama" balas Ayah lagi.
"Siapa sih.. palingan Reno" batin Anya sambil berjalan kearah ruang tamu.
Anya sangat kaget karena melihat Deva sedang duduk sendiri diruang tamu, Ia bahkan masih mengingat kejadian kemarin saat menolak cinta Deva, namun ternyata Deva sama sekali tidak marah?
"T-uann, ada apa kemari?" tanya Anya telah sampai didepan Deva.
"Kok ngomongnya gitu sih Nya, ya jelas mau nganter kamu kesekolah dong" ujar Ayah nimbrung dan langsung meninggalkan mereka berduaan saja.
"Hmm.. Ada masalah kantor ya Tuan?" tanya Anya lagi setelah ayahnya pergi.
"Tidak.. Ayahmu benar, aku ingin mengantarmu pergi kesekolah" ujar Deva santai.
"Tapi, bukankah hari ini kau ada jadwal meeting klien?" tanya Anya.
"Tidak ada, lagipula kau kan bukan sekertarisku lagi, setelah ini jangan tanyakan kenapa bukan Reno yang menjemputmu, karena jawabannya mulai sekarang aku yang melakukan itu" balas Deva muak mendengar pertanyaan-pertanyaan Anya dan pergi keluar terlebih dahulu.
Benar saja.. Anya juga benar-benar hendak melontarkan pertanyaan itu, untung saja Ia belum mengucapkannya, entah akan se murka apa nanti Deva.
Anya masuk kedalam mobil Deva dan mereka melanjutkan perjalanan menuju kesekolah.
..........
"Terima kasih Tuan" kata Anya tidak lupa akan jasa Deva pagi itu.
"Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Tuan?" tanya Deva.
"Lalu apa?" balas Anya binggung.
"Mas mungkin" kata Deva sambil tersenyum.
"atau sayang, baby, honey" lanjutnya.
"Mas saja deh" balas Anya ngeri melihat perubahan sifat Deva sejak kemarin.
"Baiklah, ayo cepat pergi ke kelas, aku akan menunggumu sampai jam belajarmu berakhir" lanjut Deva menatap Anya dalam.
"Hah? Mas emangnya tidak bekerja?" tanya Anya kaget dengan sifat Deva yang semakin tidak masuk akal.
"Tidak, untukmu aku bisa libur" jawab Deva asal.
Anya cepat-cepat melepaskan seat belt nya dan hendak turun dari mobil sebelum Deva bertingkah konyol lagi, tapi terlambat..
Deva menarik tangan Anya dan membuat Anya menjadi sangat dekat dengannya
"Rambutnya dibenerin dulu dong" ujarnya sambil merapikan rambut Anya dan membuat Anya salah tingkah.
Tidak hanya itu, Deva juga mengecup bibir mungil Anya singkat.
Cup
Cup
Deva mencium bibir Anya yang kini semakin membuat dirinya sangat bergairah.
Emhh.. Masshh
Deva memperdalam ciumannya lagi dan Anya sudah hampir kehabisan nafas, Ia memukul-mukul pundak Deva sebagai isyarat untuk berhenti
"Mashh.. nanti diliat sama orang-orang" ujar Anya melihat keseliling dan ternyata aman karena kaca mobil Deva sangat gelap dari luar.
"Baiklah.. semangat belajarnya ya" balas Deva senang karena mendapatkan jatah ciuman dipagi hari.
Anya turun dari mobil dengan perasaan campur aduk, entah kenapa untuk kesekian kalinya berciuman dengan Deva, namun tak pernah terbesit dalam hatinya untuk menolak ataupun mengelak, Ia bahkan ikut membalas ciuman Deva itu.
Deva melihat Anya yang sudah sedikit menjauh dan tertawa girang "Hahaha tunggu pembalasanku, aku akan buktikan bahwa kau juga pasti akan mencintaiku dan menghilangkan rasa benci itu kepadaku selamanya" katanya bangga.
🔔🔔 Maaf karena kelamaan untuk post part lanjutan ini, semoga gak sampai kelupa jalan ceritanya bagaimana, kalau lupa scroll lagi baca lagi wkwk..
berharap kalian suka, mau comment dan beli koin untuk vote aku, thanks gengss..