NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Katakan padaku Akila, siapa yang membawa mobil itu?!" Ucap William lagi.

-----

Suara dingin William menyadarkan Akila dari khayalan nya.

Dari sorot mata William sudah terlihat dendam yang besar. Akila bisa membaca kalau bagi William sosok Natalie adalah segalanya buat William.

"JAWAB AKU AKILA!" Teriak William membuat Akila beringsut pelan.

Teriakan itu terlalu kuat dan menakutkan.

Ada alasan dimana Akila tak bisa mengatakan bahwa Kiara yang mengemudi malam itu dengan keadaan kacau karena sibuk main handphone.

Akila benar-benar tak bisa mengatakan kebenarannya.

"Kenapa diam? Apa semua yang kau katakan bohong? Apa mungkin Mommy ku sempat bercerita padamu seperti yang kau katakan itu? Kecelakaan itu sangat parah Akila. Aku cuma butuh kau menjawab siapa wanita yang mengemudi mobil itu, karena aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Apakah dia kakakmu?" Tanya William membuat Akila segera menggeleng dengan cepat.

Tidak! Akila tak bisa berucap seperti itu. Ben dan Mathilda memang jahat selama ini tapi Kiara adalah adik tirinya. Lagipula tak ada bukti bahwa Kiara yang ada disana.

"William, kenapa kau berpikir ingin membunuh wanita yang bersamaku? Aku sudah mengatakan kebenarannya kalau malam itu aku sempat berbicara dengan Mommy mu. Jadi artinya kecelakaan itu tidak membuat Mommy mu terbunuh! Sungguh, aku..."

"Akila, apa kau berniat melindungi si pengemudi itu? Siapa dia, jawablah aku. Apa dia orang terdekatmu?!" Tanya William dengan emosinya.

William sedikit bangkit, emosinya membuat William mencengkram rahang Akila lagi dan lagi.

Tidak kuat tapi mampu membuat Akila tak bisa bergerak.

"Katakan padaku Akila!" Ucap William lagi.

Tatapan mereka benar-benar tak terlepas.

Bibir Akila masih bungkam, setelahnya William berdecak.

"Baiklah." Ucap William melepaskan cengkraman di rahang Akila.

William tersenyum kecut, ia menjauh dari Akila. Ia masih marah dan akan tetap mencari tahu siapa pengemudi itu.

"Jangan biarkan dia makan." Singkat William meninggalkan Akila tetap duduk di sofa itu.

Reno hanya bisa mengikuti langkah William yang pergi bersama emosinya.

---

Di ruangan lain William mengepalkan tangannya, amarahnya membuncah. Ia tak bohong kalau saat ini ia benar-benar marah pada Akila.

Akila hanya perlu mengatakan siapa sosok pengemudi itu tapi kenapa Akila malah membuat William bimbang? Cerita dari mulut Akila yang membuat William bimbang.

Apa benar kalau Natalie sempat bicara dengan Akila? Itulah yang saat ini William pikirkan.

"Sialan! Sungguh sialan!" Ucap William semakin emosi.

Pikiran William kacau, kini bukan lagi tentang siapa yang mengemudi mobil itu, tapi William mulai berpikir bahwa kematian Natalie jelas tidak wajar jika memang Akila sempat menyelamatkan Natalie malam itu.

Reno yang muncul membuat William berucap.

"Aku ingin kau urus surat pernikahan antara aku dan Akila. Aku tak peduli kalau dia tak mau menikah denganku. Aku akan mengikatnya bersamaku sampai mati. Akila akan jadi milikku." Ucap William membuat Reno menganggukkan kepalanya.

Reno hanya bisa patuh pada perintah William.

"Baik Tuan, saya akan segera melaksanakan perintah dari Tuan." Ucap Reno.

"Pergilah." Ucap William lagi.

"Baik. Saya permisi Tuan." Ucap Reno seraya keluar dari ruangan William.

William tampak duduk, ia menarik nafas lalu menghembuskannya dengan pelan.

Untuk sementara ini William harus berpikir dengan jernih, ia tak boleh mudah percaya pada siapapun termasuk Akila.

Namun seberapa keras William berpikir, kini sungguh bukan tentang siapa yang mengemudi mobil malam itu.

---

Di sisi lain - Apartemen Akila

Ada dua Anak yang duduk sambil berdekatan, Sari sedang cemas menyembunyikan dirinya menatap ponsel yang sedari tadi ia pegang.

Ia tak mungkin terus bungkam saat ditanya oleh Athena kemana Akila pergi.

"Ya Tuhan, sebenarnya kemana Nyonya pergi. Ini sudah terlalu lama, bahkan ponsel Nyonya Akila saja tak aktif." Ucap Sari cemas.

Satu-satunya cara bagi Sari adalah menanyakan pada karyawan restoran, namun saat ia akan menekan ponsel terlihat Atheos mendekat lalu berucap.

"Apa yang kau cemaskan Sari? Apa kau sedang memikirkan kemana Mommy pergi?" Tanya Atheos.

Sari menunduk lalu tersenyum.

"Tuan muda Atheos, saya hanya..."

"Lupakan saja. Aku memahami Mommy. Jika saat ini belum pulang, pasti pekerjaan Mommy terlalu banyak. Tak masalah, aku akan menenangkan Athena." Ucap Atheos.

Sari heran dengan ucapan Atheos sampai langkah kaki terdengar lagi.

"Cepatlah, kenapa kau lama Atheos? Ayo ke kamar dan bacakan aku sebuah cerita, aku mau tidur siang." Pinta Athena yang diikuti oleh Atheos.

Atheos menoleh ia mengangguk.

"Bantu siapkan makan malam buat kami ya Sari, ini sudah waktunya kami tidur siang." Ucap Atheos.

Sari mengangguk pelan, ia tak bisa menolak perintah dari Tuan kecilnya itu.

Sari bergegas pergi ke arah dapur membuat tatapan Athena seakan ingin memakan Atheos dalam hitungan detik.

"Kau sungguh mendapatkan rekaman CCTV tempat restoran milik Mommy kan? Kau tidak menipuku kan?" Tanya Athena antusias.

"Tidak. Ayo ke kamar." Ajak Atheos.

Keduanya masuk ke arah kamar milik mereka.

---

Waktu terus berjalan.

Tampaklah hari mulai malam.

Di kamar itu terlihat Athena memakai kaca mata menggemaskan menatap Akila dalam rekaman CCTV dari sebuah layar ponsel.

Entah sudah berapa kali ia menonton rekaman yang sama itu berulang kali.

"Kau belum tahu siapa pria ini Atheos?" Tanya Athena tiba-tiba menoleh menunjukkan sosok William yang mendominasi dari rekaman layar CCTV itu.

"Kenapa juga harus tahu, memangnya penting buat aku?" Tanya Atheos acuh.

Athena melotot kesal.

"Apa kau tak berpikir bahwa pria ini sedang menculik Mommy dari kita? Memangnya kau tak berniat melakukan sesuatu? Kau rela kehilangan Mommy ya?!" Marah Athena.

Atheos menghela nafas. "Tenanglah Athena. Aku juga tidak suka melihat Mommy dibawa pergi."

"Lalu bagaimana caranya kita menemukan Mommy? Beberapa jam berpisah saja aku sudah serindu ini, aku tak bisa tidur tanpa memeluk Mommy. Lagipula kenapa juga pria itu membawa Mommy pergi? Apa dia ingin memiliki Mommy? Memangnya siapa dia? Apa dia musuh Mommy?" Tanya Athena beruntun.

Kali ini Atheos berdiri dari posisinya yang awalnya duduk.

Tablet yang sedang Atheos pegang ia tunjukan pada saudara kembarnya.

"Namanya William Hartawan, dia orang kaya di kota X. Sudah aku baca isi artikelnya, sepertinya aku kurang memahami ini. Bantu aku melihat dengan jelas maksudnya." Ucap Atheos.

Athena menarik tablet itu, ada artikel tentang kecelakaan bahkan ada nama Akila Georgina yang terseret didalamnya.

Athena juga ikut membaca namun beberapa saat setelahnya air mata anak itu berjatuhan.

"Hei kau menangis?" Tanya Atheos.

Athena segera mengusap air matanya dengan cepat.

"Mommy akan dijahati, itulah isi artikelnya. Mommy menjadi penyebab kecelakaan terjadi. Bagaimana ini?" Tanya Athena.

Air matanya terus jatuh tapi ucapan Atheos menghentikan isakan Athena.

"Ini artikel tujuh tahun yang lalu, coba kau lihat ini." Tunjuk Atheos pada sebuah pesan yang baru saja ia dapatkan dari ponselnya.

Athena lebih dulu melihat isinya, ada foto kecelakaan dan mobil di sana.

"Hei, ini sebuah bukti kan?" Tanya Athena paham pada pesan itu.

Dengan santai Atheos mengangguk.

"Iya. Mommy bukan pelaku, bahkan Mommy tak bisa disalahkan." Ucap Atheos.

Athena tersenyum senang.

"Darimana kau dapatkan pesan itu?" Tanya Athena penasaran.

"Aku hanya asal mencoba memasuki situs link yang kau kirimkan, tiba-tiba saja aku masuk ke room chat online milik orang ini." Ucap Atheos.

Athena memberikan ide.

"Simpan saja, tapi jangan sampai kau ketahuan." Ucap Athena bersemangat.

"Hm, aku tahu itu tanpa harus kau berucap." Ucap Atheos menarik ponselnya.

Tak lama setelahnya pintu kamar diketuk dari luar.

"Nona, Tuan makan malam sudah siap." Ucap Sari.

Athena dengan terburu-buru menyembunyikan ponsel dan tablet ditangan Atheos ke sebuah laci yang ada di ranjangnya.

"Ayo makan malam, kita bicarakan lagi nanti." Ucap Athena yang lebih dulu pergi.

Sedangkan Atheos hanya menggeleng melihat tingkah adiknya.

"Apa kau punya pikiran yang sama denganku?" Tanya Atheos pada dirinya sendiri.

Ia mengangguk pelan.

"Aku mau ke kota X." Ucap Atheos.

Ia bertekad akan menemukan ibunya.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!