NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangan Iblis Merobek Aula, Hukuman Sang Penguasa

​Aura dingin dan amis darah seketika menenggelamkan kemewahan Paviliun Baicao. Lampu kristal raksasa di langit-langit berkedip tak stabil akibat fluktuasi energi negatif yang dibawa oleh pria tua berjubah hitam tersebut.

​"S-Siapa kau?!"

​Beberapa pengawal keluarga miliarder secara refleks mencabut senjata api mereka. Namun, sebelum jari mereka sempat menarik pelatuk, pria tua itu hanya mendengus dingin dan mengibaskan lengan jubahnya.

​Wusss!

​Sebuah kabut darah tipis menyapu ke depan. Begitu kabut itu menyentuh kulit para pengawal, senapan baja di tangan mereka berkarat dalam hitungan detik, dan tubuh berotot para pengawal itu mengering layaknya mumi sebelum akhirnya ambruk menjadi tumpukan tulang dan kulit.

​Jeritan histeris langsung meledak di seluruh aula. Ratusan elit provinsi yang biasanya angkuh kini merangkak saling injak mencari jalan keluar. Uang triliunan rupiah tidak ada artinya di hadapan kematian yang berdiri di depan mata.

​"Kultivator Jalur Iblis..." Paman Zhao, pengawal Nona Shen dari Ibukota, menggertakkan giginya hingga berdarah. Ia segera berdiri di depan majikannya, melepaskan seluruh tenaga dalam bela dirinya untuk menahan aura pembunuh pria tua itu. "Tetua, ini adalah wilayah hukum fana! Berani-beraninya Sekte Darah Hitam turun gunung dan membuat kekacauan?!"

​"Hahaha! Hukum fana? Di mata Sekte Darah Hitam kami, kalian semua hanyalah ternak pemeliharaan!" Pria tua itu tertawa kejam. Matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah botol kaca di atas panggung. "Elixir Kehidupan... Jika aku membawanya kembali kepada Leluhur, dia pasti akan berhasil menembus Ranah Pembangunan Fondasi!"

​Tanpa mempedulikan Paman Zhao atau para ahli bela diri lainnya, pria tua itu melompat ringan, melesat sejauh belasan meter di udara, dan mendarat tepat di atas panggung. Tangannya yang sekurus ranting kayu mati mengulur ke arah Master Qin, berniat merampas botol tersebut.

​Master Qin Mufeng, yang hanya seorang alkemis fana tanpa kekuatan bertarung, lumpuh total oleh aura penekanan pria itu. Kakinya kaku, tak mampu bergerak seinci pun untuk menyelamatkan harta karun tersebut.

​"Benda ini milikku!" seringai pria tua itu.

​Namun, tepat ketika jari kurusnya hanya berjarak beberapa milimeter dari botol kaca...

​Zing!

​Sebuah cangkir teh porselen melesat dari arah balkon VIP Nomor 1. Cangkir itu terlihat melayang pelan, namun secara mustahil mendahului kecepatan sang kultivator iblis.

​PRANG!

​Cangkir teh fana itu menghantam punggung tangan sang pria tua. Di mata orang awam, itu hanyalah lemparan benda rapuh. Namun bagi pria tua tersebut, benturan itu terasa seperti dihantam oleh palu godam raksasa seberat puluhan ton yang dijatuhkan dari langit.

​"AARRRGH!"

​Pria tua berjubah hitam itu menjerit keras. Tulang pergelangan tangan kanannya hancur berkeping-keping. Tubuhnya terlempar mundur hingga menabrak dinding panggung, meninggalkan kawah kecil berbentuk jaring laba-laba di beton bertulang tersebut.

​Keheningan yang mematikan kembali mengambil alih aula. Para elit yang tadinya merangkak kabur kini membeku, menatap tak percaya ke arah dinding yang hancur. Seorang kultivator iblis mengerikan yang baru saja mengubah manusia menjadi mumi, dikalahkan hanya dengan sebuah cangkir teh?

​Dari balik bayang-bayang balkon VIP, pintu kaca perlahan terbuka.

​Arya Mahendra melangkah keluar, kedua tangannya bertaut santai di belakang punggung. Ia menuruni tangga panggung selangkah demi selangkah. Setiap kali ujung sepatunya menyentuh anak tangga, ritme detak jantung setiap orang di aula itu seolah dipaksa mengikuti langkahnya.

​"Seni Manipulasi Darah tingkat sampah yang bahkan tidak layak menjadi pembersih toilet di Alam Iblis," ucap Arya datar, suaranya menggema di setiap sudut ruangan. "Dan kau berani menyebut dirimu seorang kultivator di hadapanku?"

​Pria tua dari Sekte Darah Hitam itu bangkit dengan susah payah, memegangi tangan kanannya yang hancur. Ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya kini mencengkeram jiwanya. Ia menatap pemuda lusuh yang sedang berjalan turun itu. Pemuda itu tidak memancarkan aura tekanan sedikit pun, namun justru ketiadaan aura itulah yang membuatnya tampak seperti jurang hitam tak berdasar.

​"S-Siapa Yang Mulia ini?! Mengapa ikut campur urusan Sekte Darah Hitam?!" Pria tua itu mundur selangkah, nada suaranya tak lagi sombong, melainkan penuh kewaspadaan.

​"Aku yang membuat cairan itu. Kau mencoba merampok barangku, dan kau masih bertanya mengapa aku ikut campur?" Arya tiba di dasar panggung. Matanya yang sedingin es menyapu tubuh pria tua itu, sebelum akhirnya terpaku pada sebuah kantong kain kecil yang diikatkan di pinggang sang kultivator iblis.

​Mata Wawasan Dao milik Arya menangkap fluktuasi energi yang sangat kental dari dalam kantong tersebut.

​"Kantong Penyimpanan Spasial tingkat rendah," gumam Arya, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum tipis. "Di dalam kantongmu itu, ada Jamur Darah Ilusi berusia lima ratus tahun. Kebetulan sekali, itu adalah bahan penyusun Array yang paling kubutuhkan saat ini."

​Mendengar rahasia terbesarnya terbongkar hanya dengan satu pandangan, pupil pria tua itu menyusut seukuran jarum. "M-Mata surgawi?! Kau... kau Monster Tua yang menyembunyikan level kultivasimu!"

​Menyadari ia berhadapan dengan eksistensi yang jauh melampaui pemahamannya, pria tua itu menggertakkan gigi. Ia tahu ia tidak bisa melarikan diri. Dengan raungan buas, ia membakar esensi darah dari jantungnya sendiri. Tubuhnya seketika membengkak, otot-ototnya memerah dan menonjol hingga merobek jubah hitamnya.

​"Seni Terlarang: Pengorbanan Darah Dewa Iblis! Mati kau, sialan!!"

​Pria tua itu menerjang maju bagaikan meteor berdarah, mengumpulkan seluruh sisa kekuatannya ke dalam satu pukulan mematikan yang diarahkan tepat ke dada Arya. Gelombang kejut dari pukulannya membuat kursi-kursi di barisan depan aula hancur beterbangan.

​Namun Arya tidak menghindar, tidak juga mengangkat tangannya. Ia hanya berdiri diam, membiarkan tinju berlumuran darah itu menghantam dadanya.

​BUMMM!

​Sebuah ledakan energi pecah, menyebarkan debu ke seluruh panggung. Paman Zhao, Nona Shen, Master Qin, dan seluruh elit menahan napas mereka.

​Ketika debu perlahan menyibak, pemandangan yang tercipta membuat lutut semua orang lemas tak bertulang.

​Arya masih berdiri di tempatnya semula, pakaian usangnya bahkan tidak kusut sedikit pun. Di depannya, pria tua berjubah iblis itu mematung dengan mata terbelalak ngeri. Lengan kanan sang pria tua yang digunakan untuk meninju Arya kini telah hancur dari buku jari hingga ke bahu, tulang dan dagingnya meledak tak tersisa akibat gaya pantulan yang luar biasa mengerikan.

​"Seni terlarangmu bahkan tidak bisa membuatku merasakan gatal," bisik Arya.

​Dengan kecepatan yang tak tertangkap mata fana, Arya mengulurkan tangannya, merampas kantong penyimpanan dari pinggang pria tua itu, lalu menempelkan telapak tangannya di Dantian sang kultivator iblis.

​"Kultivasimu, aku yang akan memanennya."

​Zzzzz!

​Dalam sekejap mata, Arya menggunakan pusaran Qi miliknya untuk menyedot seluruh fondasi energi murni milik pria tua itu, mencucinya dengan paksa, dan mengubahnya menjadi makanannya sendiri. Pria tua itu menjerit tertahan saat tubuhnya mengering dengan sangat cepat, kehilangan seluruh kultivasi dan vitalitasnya, sebelum akhirnya ambruk ke lantai menjadi mayat keriput.

​Menyingkirkan debu tak kasatmata dari tangannya, Arya berbalik menghadap Master Qin dan ratusan elit yang kini bersujud gemetar di lantai.

​"Lelangnya sudah selesai," ucap Sang Penguasa dengan nada absolut.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!