NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konspirasi di Balik Layar

Siska yang baru saja mencondongkan tubuhnya ke depan langsung terlonjak kaget dan buru-buru berdiri tegak. Walaupun biasanya ia tampil sangat dominan dan tangguh layaknya 'Wanita Besi', saat ini wajah cantiknya tak kuasa menahan rona merah karena salah tingkah. Banyu juga menggerutu penuh penyesalan di dalam hati. Andaikan saja orang itu masuk semenit lebih lambat, ia pasti sudah menikmati ciuman manis dari Siska!

Orang yang melangkah masuk ternyata adalah Pak Yapto Liem. Melihat Banyu sudah siuman dan rona wajahnya terlihat cukup baik, ia akhirnya bisa mengembuskan napas lega yang panjang. "Syukurlah kepada Tuhan, Saudaraku Banyu, kau akhirnya bangun juga! Kali ini semua berkat dirimu, kalau tidak, aku pasti sudah tamat!"

Banyu benar-benar menganggap Pak Yapto Liem sebagai temannya. Ia membalas dengan senyum tenang, "Pak Yapto, di antara kita berdua tidak perlu ada kata terima kasih, rasanya jadi terlalu kaku dan canggung."

"Baik, baik. Budi yang besar memang tidak cukup hanya dibalas dengan kata terima kasih!" ujar Pak Yapto Liem dengan nada sangat serius. "Saudaraku, hutang nyawa dan kebaikanmu ini akan selalu kuingat seumur hidup."

Perkataan Pak Yapto Liem itu bukanlah basa-basi kosong. Berkat bantuan Banyu-lah ia akhirnya bisa memiliki keturunan, dan sekarang nyawanya pun diselamatkan oleh pemuda itu. Pak Yapto Liem merasa kata-kata apa pun tidak akan cukup untuk mengungkapkan rasa syukurnya. Ia hanya bisa mengukir hutang budi ini dalam-dalam di hatinya dan tak akan pernah berani melupakannya.

Teringat bahwa Pak Yapto Liem mungkin saja melihat adegan di mana ia nyaris mencium Banyu tadi, Siska merasa sedikit canggung. Memastikan bahwa kondisi Banyu sudah cukup segar, ia tersenyum pada sang taipan dan berkata, "Kalian mengobrol saja dulu, aku mau pergi menemani Mbak Ratna."

Pak Yapto Liem mengangguk pada Siska. Setelah wanita itu keluar dari kamar rawat, ia menatap Banyu dengan senyum penuh arti. "Perlakuan Nona Siska padamu benar-benar luar biasa, lho. Begitu mendengar kau terluka parah, dia langsung terbang meninggalkan pekerjaannya di New York dan sudah menemanimu di sini selama sehari semalam penuh!"

Banyu menebak bahwa Siska mungkin tidak ingin hubungan spesial mereka diketahui oleh terlalu banyak orang. Oleh karena itu, ia hanya tertawa kecil pada Pak Yapto Liem, "Dulu aku pernah menyelamatkan nyawa ayah Nona Siska. Dia melakukan ini cuma sebagai bentuk balas budi saja, kok."

Banyu tidak ingin membuang waktu membahas masalah asmaranya, jadi ia segera mengalihkan pembicaraan. "Pak Yapto, apakah Bapak punya masalah dengan Triad Malaysia? Salah satu pembunuh bayaran itu, tepat sebelum dia tewas, mengaku dari mulutnya sendiri bahwa mereka adalah anggota Triad Malaysia."

"Triad Malaysia?!" Pak Yapto Liem mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Aku sama sekali tidak pernah berurusan dengan orang-orang sindikat hitam itu. Kenapa mereka malah mencari masalah denganku?"

Banyu mengingatkan, "Bisa saja ada seseorang yang menyewa mereka untuk membereskan Bapak? Coba ingat-ingat, apakah belakangan ini Bapak sedang mengurus proyek bisnis yang berkaitan dengan pihak Malaysia? Atau mungkin ada orang sana yang tersinggung oleh Bapak?"

Pak Yapto Liem mencoba mengingat-ingat. "Belakangan ini aku memang sedang menegosiasikan sebuah kesepakatan bisnis dengan Keluarga Lin di Malaysia. Tapi, posisiku adalah membeli sebidang tanah dari mereka, dan harga yang kutawarkan sangat adil di atas pasar. Hubungan kami murni sebatas mitra kerja sama, bukan persaingan. Rasanya mustahil mereka menyewa pembunuh untuk menghabisiku."

"Keluarga Lin di Malaysia?" Banyu bertanya dengan raut penasaran. "Apakah Bapak sedang berbisnis dengan Tuan Lin Zukang?"

Pak Yapto Liem terkekeh. "Proyek kecil yang kuurus ini mana mungkin sampai merepotkan Tuan Lin Zukang secara langsung. Aku bekerja sama dengan salah satu keponakan jauhnya yang berbasis di Singapura. Namanya Lin Ming Ho."

Mendengar nama itu, Banyu tak kuasa menahan senyum geli. Bukankah Lin Ming Ho itu adalah pengusaha Singapura yang dulu berkomplot dengan Bos Baha, bajingan yang berniat meratakan Lahan Mustika untuk membangun lapangan golf? Setelah Bos Baha dan ayahnya ditangkap, pria bermarga Lin itu menghilang tanpa jejak. Ternyata dia kabur kembali ke Singapura dan sekarang malah berbisnis dengan Pak Yapto Liem! Yang lebih mengejutkan lagi, bajingan tengik itu ternyata punya hubungan kerabat dengan Tuan Lin Zukang! Banyu hanya bisa menghela napas panjang dalam hati, menyadari betapa sempitnya dunia ini.

Namun, Banyu tidak membeberkan riwayat konfliknya dengan Lin Ming Ho kepada Pak Yapto Liem. Ia sangat paham watak taipan itu; jika Pak Yapto Liem tahu bahwa Banyu pernah bermusuhan dengan Lin Ming Ho, pria itu pasti akan langsung membatalkan kerja samanya. Banyu tidak ingin urusan pribadinya mengacaukan proyek bisnis Pak Yapto Liem. Teman yang baik tidak akan melakukan hal seegois itu.

Pak Yapto Liem sendiri tidak bisa membayangkan bisnis mana lagi yang bisa bersinggungan dengan Triad Malaysia. Pada akhirnya, dengan ekspresi wajah yang sangat dingin dan mematikan, ia berkata pada Banyu, "Apa pun yang terjadi, aku pasti akan menyeret keluar bajingan yang mengincarku dari lubang persembunyiannya. Saudaraku Banyu, kau fokus saja memulihkan lukamu. Biar aku yang mengambil alih dan mengurus kelanjutan masalah ini!"

Banyu sadar betul bahwa dari segi kekuasaan, kekuatan finansial, dan jaringan koneksi, Pak Yapto Liem memang sosok yang jauh lebih kompeten untuk menginvestigasi masalah ini secara mendalam. Oleh karena itu, ia tidak berpura-pura sok jago dengan menolaknya. Ia hanya mengangguk dan berkata, "Baiklah, Pak Yapto. Tapi kalau Bapak butuh bantuan apa pun, jangan sungkan memberitahuku. Kalau urusan investigasi intelijen mungkin aku kurang ahli, tapi kalau sekadar urusan menghajar dan memberi pelajaran pada preman, keahlianku masih sangat bisa diandalkan!"

Walaupun Pak Yapto Liem tahu persis bahwa kemampuan bela diri Banyu sangat mengerikan, ia sama sekali tidak berniat menjadikan pemuda yang sedang terluka parah itu sebagai tameng di garis depan lagi. Ia hanya merespons dengan anggukan pelan tanpa memberikan janji apa pun, lalu melangkah keluar meninggalkan kamar rawat.

---

Di saat yang bersamaan, di belahan bumi yang lain, tepatnya di sebuah lokasi rahasia di Malaysia, dua orang pria sedang duduk mengobrol dengan suara berbisik. Raut wajah keduanya diselimuti oleh beban pikiran yang berat. Salah satu dari pria itu tak lain dan tak bukan adalah Lin Ming Ho, sosok yang baru saja dibicarakan oleh Banyu dan Pak Yapto Liem.

Dengan wajah pucat pasi penuh kepanikan, pria itu melapor pada pemuda di sebelahnya, "Tuan Muda Albert! Aku baru saja mendapat informasi yang seratus persen akurat. Operasi pembunuhan yang dilakukan Triad di Amerika... gagal total!"

Pemuda yang dipanggil "Tuan Muda Albert" oleh Lin Ming Ho itu memiliki paras yang sangat tampan, dengan gestur dan pembawaan yang memancarkan pesona elit kelas atas. Seandainya Banyu ada di sana, rahangnya pasti akan jatuh ke lantai karena terkejut mendapati bahwa pemuda ini adalah orang yang sangat ia kenal! Ya, "Tuan Muda Albert" yang dimaksud Lin Ming Ho itu adalah Albert Wu pria arogan yang dulu pernah berusaha membeli anggrek mutan langka milik Banyu dengan harga selangit di pameran tanaman hias, semata-mata demi menarik simpati Siska!

Namun saat ini, senyum ramah nan palsu yang biasa menghiasi wajah Albert telah sirna, digantikan oleh seringai kejam dan haus darah. Mendengar laporan dari Lin Ming Ho bahwa operasi pembunuhan berencana di Amerika berakhir berantakan, wajah Albert langsung menggelap. Ia mendesis marah, "Selama ini kau selalu membusungkan dada menyombongkan betapa hebat dan mematikannya para pembunuh Triad itu! Nyatanya?! Membereskan satu urusan sepele begini saja mereka tidak becus! Kau benar-benar membuatku kecewa berat!"

Keringat dingin mengucur di dahi Lin Ming Ho. Ia berujar dengan nada gemetar ketakutan, "Tuan Muda Albert, bagaimana kalau kita... hentikan saja semua kegilaan ini? Menyewa pembunuh bayaran untuk mencabut nyawa orang... astaga, memikirkannya saja sudah membuat jantungku mau copot."

"Hentikan katamu?!" Albert mencibir dengan sinis. "Silakan saja kalau kau berani mundur! Kalau kita berhenti sekarang, Yapto Liem pasti akan terus melanjutkan proses negosiasi dan pengembangan lahan tersebut. Cepat atau lambat, saat kontraknya ditandatangani, kebusukanmu yang diam-diam menjual tanah milik Tuan Lin Zukang secara ilegal itu akan terbongkar sepenuhnya! Setahuku, pamanmu yang super kaya itu bukan orang yang bisa diajak bercanda. Mari kita lihat, apakah saat beliau tahu kelakuanmu, dia akan sudi melepaskanmu begitu saja?!"

Intimidasi dari Albert sukses membuat Lin Ming Ho mandi keringat dingin. Saking paniknya, urat lehernya menegang dan ia balas berteriak, "Aku nekat menjual tanah itu murni karena kau yang menghasutku dari awal!"

Raut wajah Albert seketika berubah menjadi sangat suram dan mengancam. Ia menjawab dengan nada sedingin es, "Bagus! Coba saja kau pergi mengadu dan menangis di depan Tuan Lin Zukang. Buktikan sendiri apakah dia akan percaya pada omongan bajingan sepertimu!"

Baru membayangkan dirinya harus berlutut mengakui kejahatannya di hadapan sang paman, sisa keberanian Lin Ming Ho langsung menguap tak berbekas. Dengan wajah meratap layaknya orang yang sedang melayat, ia merintih putus asa, "Aduuuuh... nasibku benar-benar sial!"

"Saudara Lin, dengarkan aku. Asalkan kita bisa membungkam Yapto Liem selamanya, rahasia ini akan ikut terkubur bersamanya ke liang lahat! Lagipula, paman tuamu yang bau tanah itu sisa berapa tahun lagi umurnya? Begitu orang tua itu mati, siapa lagi di Keluarga Lin yang berani menyentuh seujung rambutmu?" Menyadari bahwa mental Lin Ming Ho mulai goyah dan kehilangan nyali, Albert segera mengubah taktiknya menjadi lebih persuasif dan bersahabat. "Percayalah padaku. Kita ini berada di kapal yang sama, aku juga terlibat dalam skandal ini. Mana mungkin aku sengaja menjerumuskanmu?"

Di tengah kepanikan dan hilangnya akal sehatnya, Lin Ming Ho akhirnya menyerah pada bujukan setan itu. Ia bertanya dengan suara bergetar, "Lalu... sekarang apa yang harus kulakukan?"

"Tentu saja kita harus menyelesaikan misi berdarah ini sampai tuntas!" seringai Albert penuh kelicikan. "Kebetulan aku punya ide brilian. Rencananya begini..."

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!