NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:228
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prajurit Gabungan

"Ada." seorang prajurit melihat ada dua cangkir teh dan roti. Mereka memegang gagang cangkir dan roti itu masih hangat.

"Pak, kemungkinan mereka belum jauh." ucap seorang prajurit memberitahu. Lalu para prajurit berlari ke belakang kedai dengan melompat dan memeriksa dapur. Lalu ada pintu belakang terbuka dan mereka mengeluarkan pedang karena ada sosok sepasang wanita berdiri memegang pedang sakti.

"Sring. Sring. Sring."

"Mereka di sini, cepat bersiap." ucap seorang prajurit berteriak beri perintah.

"Biar kan kami lewat, cepat!" teriak Rio.

"Serahkan pedang itu. Lalu kalian boleh pergi!" teriak seorang prajurit.

"Rio, mereka prajurit yang berbeda saat kita di kejar pertama kali." ucap Jinsin.

"Kita akan melawan mereka." ucap Rio.

"Beritahu kepada semua pasukan kalau target ada di timur desa." ucap seorang prajurit beri perintah.

"Baik."

"Ting."

Jinsin menangkis serangan pertama prajurit tanpa topeng memakai seragam hijau dengan pedang besar. Lalu mendorongnya dan menebas leher sampai terjatuh. Rio dan Jinsin tidak punya cara lain untuk menghadapi mereka semua. Satu demi satu Jinsin lawan yang berada di hadapan dia. Namun Rio dengan singkat mengeluarkan jurus terbaiknya dengan memutar pedang ke segala arah.

"Hei, Rio hati-hati, aku di sini." ucap Jinsin jongkok dan mundur dekat Rio.

"Haaaaaaaaaaa......."

Semua prajurit berteriak terkena serangan pedang sakti kuat sampai tubuh mereka semua yang mengepung Rio dan Jinsin dari segala arah terpental jauh sampai menghancurkan sebuah kedai minum. Lalu Rio bernapas dengan terengah-engah memegang pedang sakti itu.

"Ayo Jinsin." ucap Rio pegang tangan kanan Jinsin. Lalu Rio da Jinsin melewati prajurit yang mereka kalahkan berlari ke depan di gelap malam. Para prajurit mengejar mereka dari belakang. Setelah mereka berlari cukup lama, mereka terpojok di sebuah tembok tinggi.

"Kalian tidak bisa lari, menyerah lah!" ucap seorang prajurit menggertak.

"Sring. Sring. Sring." Jinsin melempar tali ke atas tembok, lalu tali itu tersangkut di atasnya. Para prajurit kaget melihat ke atas dan tali.

"Pergi kalian semua!" teriak Rio menebas pedang ke depan." tebasan pedang sakti Rio menghempas para prajurit yang mengepung. Namun seorang prajurit mampu menyerang Rio dari depan dengan cepat.

"Ting." Jinsin menangkis serangan seorang prajurit itu tepat di dekat tubuh Rio berdiri. Lalu Rio menebas tubuh seorang prajurit dengan pedang sakti sampai tubuh dia di tebas dari dekat. Dia terpental jauh dan tubuh dia mengalami luka berat sampai tidak bisa bergerak tepat di pojok kanan mereka berdiri menghancurkan peti kayu.

"Ayo kamu lebih dulu." ucap Rio menyuruh manjat tali. Rio melihat sekeliling dengan kerusakan dan banyak prajurit tergeletak cukup jauh. Lalu setelah Jinsin naik ke atas, Rio ikut manjat tali itu, tapi para prajurit baru telah berlari mendekati Rio yang sedang manjat.

"Dia memanjat ke atas tembok. Beritahu yang lain mereka hendak kabur keluar desa." ucap seorang prajurit beri perintah. Rio dan Jinsin sudah sampai di atas tembok desa yang tinggi. Dia melihat sekeliling jalan tembok besar itu tidak ada yang berjaga. Lalu mereka berjalan ke sisi tembok lain untuk turun ke bawah.

"Ayo Jinsin melompat." ucap Rio menyuruh.

"Hah, itu tinggi sekali." ucap Jinsin kaget. Mereka berdua pun turun dengan menggunakan tali yang di sangkutkan. Setelah turun ke bawah, mereka berlari ke arah hutan tanpa di kejar oleh sekelompok prajurit.

"Hah kita selamat." ucap Rio telah berlari cukup jauh ke dalam hutan dengan wajah sangat lelah. Lalu mereka berdua meletakkan barang bawaan dan bersandar di pohon. Lalu Rio mengibas wajahnya dengan daun. Setelah beberapa lama mereka istirahat, Jinsin membuka tas berisi gulungan pelatihan pedang.

"Ini hebat sekali, aku akan coba." Jinsin menuju ke tempat rumput tanpa hutan yang tidak luas.

"Hiyap hap. Hap." ucap Jinsin berlatih jurus pedang. Lalu Rio membuat api unggun di sekitar hutan dan mengambil air di sumur yang berada di dekat hutan. Setelah beberapa saat Jinsin berlatih, dia hendak duduk di depan api unggun di sore hari.

"Hah, hari yang melelahkan." ucap Jinsin meletakan diri berbaring dengan kedua tangan ke atas.

"Kau berlatih setelah kabur dari pengejaran prajurit. Apakah tubuh kamu itu tidak lelah?" tanya Rio berdiri membawa kayu api.

"Lelah sih, namanya juga tidak sabaran." ucap Jinsin menjawab.

"Kalau begitu besok kamu harus latihan bersamaku." ucap Rio meletakkan kayu di api unggun. Malam telah tiba, Jinsin dan Rio bersantai di depan api unggun. Rio tertidur dan Jinsin membaca gulungan berisi teknik rahasia menggunakan pedang sakti.

"Hei, Jinsin. Kau masih membaca gulungan itu?" tanya Rio.

"Iya aku membacanya." ucap Jinsin memegang dua sisi gulungan sambil tertidur.

"Awas jangan sampai terbakar, ingat, itu api unggun." ucap Rio.

"Kau berisik, tidur sana." ucap Jinsin risih.

Pagi telah tiba, mereka berdua sudah siap berdiri untuk berlatih sebuah jurus di dalam gulungan itu. Rio sebagai orang pertama akan mencoba teknik pedang sakti ini. Rio melompat ke atas dan menebas rumput. Seketika pedang itu mengeluarkan udara panas yang dapat membuat layu sekeliling rumput.

"Wah kekuatan yang hebat." ucap Jinsin kaget.

Namun pedang itu memiliki kelemahan bagi pengguna dan sebaiknya digunakan pada kondisi tertentu saja. Lalu Rio membaca isi gulungan yang lain. Setelah minggu Rio berlatih dengan mempelajari teknik penggunaan pedang tersembunyi yang mereka curi dari sebuah desa besar. Mereka akhirnya dapat menguasai dan memahami penggunaan jurus pedang yang mereka baca dari dalam gulungan dan buku tersebut.

Rio telah menguasai penggunaan jurus baru teknik pedang sakit dan teknik penggunaan pedang biasa yang baik dan benar. Lalu di dalam gulungan itu tercantum kalau pedang sakti ini memiliki peringkat kedua sebagai pedang terkuat. Jinsin juga telah mempelajari teknik menggunakan pedang biasa baik pedang kecil maupun pedang besar. Melalui gulungan dan tempat latihan di hutan yang memadai.

"Kita telah mempelajari rahasia teknik penggunaan pedang Rio." ucap Jinsin.

"Benar, kita telah menguasainya dengan baik di dalam hutan ini."ucap Rio duduk bersama di dalam hutan. Lalu saat mereka sedang duduk berdua, muncul lima orang prajurit mendekati mereka berdiri di segala arah.

"Siapa kalian, semua!" teriak Rio.

"Serahkan pedang itu sekarang!" teriak seorang prajurit memakai pakaian yang sangat bagus.

"Tidak, siapa kalian!" teriak Rio berdiri memegang pedang sakti.

"Sepertinya ini akan jadi hal yang sulit untuk ku." ucap seorang prajurit penampilan bagus. Rio dan Jinsin diam mendengar perkataannya lalu tetap berdiri waspada melihat ke empat dari mereka.

"Itu adalah sebuah pedang terkuat bernama pedang Zen Xi. Pedang ini punya 14 jurus yang dapat di gunakan untuk melawan semua petarung liar dan prajurit. Pedang itu termasuk aset berharga dari Kerajaan kecil yang di simpan untuk tidak di gunakan demi kepentingan buruk." ucap seorang prajurit elit bicara kepada Rio.

1
Firdaus Rangkuti
Selamat datang di karya saya berjudul Kisah cinta pendekar pedang. mohon di baca setiap bab atau episode ya. terima kasih.
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!