NovelToon NovelToon
Dia Pelakunya?

Dia Pelakunya?

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:482.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: irma erviana

Bagaimana perasaanmu jika kamu memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, tapi dirimu justru malah dianggap sebagai anak yang paling aneh di sekolah dan bahkan dicap sebagai pembawa sial.

Livia seorang murid baru sekolah Harapan Bangsa. Kehadirannya membuat kasus setahun yang lalu terulang kembali. Semua itu bermula dari di terornya Bu Ratna yang merupakan seorang Guru BP di sekolah Harapan Bangsa.

Maka ia dan Indira, teman barunya ingin menyelidiki kembali kasus itu. Karena kasus yang terjadi setahun yang lalu adalah tentang misteri hilangnya Indrika. Saudara kembar Indira.
Akankah mereka menemukan pelaku-pelaku yang sesungguhnya atas kasus teror dan pembunuhan yang terjadi di sekolah dan mengungkap siapa pelaku yang sebenarnya??....

*jangan lupa bintang 5, dan like tiap episode ya 😉😉😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irma erviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Aku langsung teringat tujuan utamaku, yaitu mencari Indira untuk memberitahukan perihal surat dari si pelaku teror.

Namun, ketika sampai di kelas. Aku tidak menemukan Indira. Mungkinkah ia belum berangkat ke sekolah? Aku pikir begitu. Karena sepertinya aku datang terlalu pagi. Tapi ketika aku menuju mejaku, mataku menangkap sesuatu di kolong meja Indira. Ya, itu tas milik Indira. Dan itu artinya Indira sudah berada di sekolah. Kira-kira kemana ya dia? Aku putuskan untuk mencarinya ke taman sekolah. Dan benar saja Indira berada di situ. Ia sedang duduk di kursi teman. Sepertinya dia sedang berada dengan seseorang yang sepertinya seorang lelaki, karena terlihat gerak-gerik tubuhnya bahwa mereka sedang berbicara. Namun aku tak bisa melihat dengan jelas seseorang yang sedang bersama Indira karena dari tempatku berdiri, orang itu sedikit terhalangi oleh pohon yang berada di dekatnya.

Setelah aku melihatnya dari dekat. Ternyata cowok itu tak lain adalah Kak Denis. Indira sangat terkejut saat menyadari kehadiranku.

Ia pun bangkit dari duduknya. "Via, elo ada di situ dari tadi?"

"Ya," jawabku singkat.

Hatiku rasanya sakit melihat mereka sedang berduaan di taman. Entah mengapa. Meskipun Indira sahabatku. Yeah, tadinya aku menganggap dia sahabatku.

Tetap saja aku cemburu. Aku egois sekali, aku nggak seharusnya cemburu. Memang aku siapanya Kak Denis. Hak Kak Denis dong mau ngobrol sama siapa juga. Kenapa aku jadi begini.

"Elo cemburu, ya, gue ngobrol sama denis?" tuding Indira.

"Indira!" sentakku.

Ya ampun cewek keceplosan atau sengaja sih?

"Apa benar kamu cemburu, Via?"

Astaga, apa yang harus aku katakan pada Kak Denis. Aku tak mungkin berkata 'iya Kak aku cemburu. Karena aku suka sama Kakak pada pandangan pertama', itu terlalu kuno. Aku ingin membela diri. Namun, tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku. Tiba-tiba Indira menertawaiku. Begitupun Kak Denis, ia tertawa geli padaku. Kenapa dengan mereka berdua. Apa ada yang salah denganku?

Astaga, aku baru tersadar bahwa sedari tadi mulutku terbuka lebar-lebar saking nggak taunya harus berkata apa, jadi aku membiarkannya terbuka begitu saja. Aku segera mengatupkan mulutku. Sial, aku malu sekali.

"Ng ... nggak kok. Buat apa aku cemburu. Aku 'kan bukan siapa-siapanya Kak Denis," sergahku.

Tawa Kak Denis pun terhenti. Seketika raut wajahnya terlihat murung. "Kamu benar. Aku memang bukan siapa-siapa kamu."

Astaga, apa aku salah bicara begitu? Apa aku sudah melukai hatinya. Tapi itu 'kan memang kenyataan bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kak Denis, kecuali hanya sekedar teman biasa.

"Aku harus pergi ke kelas." Saat itu juga ia langsung pergi meninggalkan kami.

"Elo udah bikin Denis patah hati, Via," kata Indira sambil memandangi kepergian Kak Denis.

Aku memicingkan mata, tidak mengerti maksud dari ucapan Indira. "Patah hati? Maksud lo?"

Indira menepuk pelan jidatnya seolah-olah aku ini melakukan kesalahan.

"Masa elo nggak sadar kalau si Denis suka sama lo?"

Mataku langsung terbelalak. Aku segera mengorek-ngorek kuping. Apa aku sudah salah dengar. Indira hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkahku itu.

"Temen gue yang satu ini ternyata bodoh, ya, kalau soal cinta."

Hei! Aku ingin memprotes. Aku tidak terima dengan ucapan Indira. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena pada kenyataannya aku ini memang bodoh dalam hal cinta. Aku bahkan belum pernah pacaran. Aku terlalu sibuk mengejar prestasi-prestasi yang akan membuat Ayah dan Ibu bangga padaku, karena itu membuatku bahagia.

"Jadi?" tanyaku sambil melangkahkan kaki menuju kursi dan duduk cantik.

Indira mengikutiku dan duduk di sampingku. "Jadi, tadi itu Denis bilang ke gue kalau dia sebenarnya suka sama lo. Tapi dia malu buat menyatakan perasaannya itu."

Aku mulai tertarik. "Terus lo ngomong apa ke dia?"

"Ya gue bilang, lah, kalau elo juga sebenarnya suka sama dia."

Aku memukul pelan pundak Indira, ia merintih. "Aww ... kok elo mukul gue sih?"

"Abisnya elo kok jawab gitu, sih?"

"Tapi 'kan emang benar elo suka sama dia."

"Iya tapi jangan terlalu jujur gitu, ah. Gue 'kan jadi malu."

"Malu tapi mau, kan?" goda Indira sambil menyenggolku. "Tuh 'kan idung lo terbang. Awas pegangin," ejeknya.

"Apaan, sih." Aku menutup wajahku yang memerah karena malu, kemudian tawa kami pun lepas.

"Oh ya, kok elo tumben datang pagi-pagi begini?" tanyanya tiba-tiba di sela-sela tawa kami.

Astaga, aku hampir saja lupa tujuan utamaku berangkat pagi-pagi untuk apa. Aku pun langsung mengeluarkan kertas itu dari saku bajuku.

"Kertas apa ini?" tanya Indira.

"Elo baca aja sendiri." Aku menyodorkan kertas itu dan Indira pun membacanya.

Mata Indira perlahan-lahan membulat seakan merasakan apa yang aku rasakan.

"Sepertinya si pelaku udah tahu misi kita," ucapnya serius.

Aku hanya mengangguk. "Tapi dari mana mereka tahu?"

Indira menepuk-nepuk dagunya dengan jari telunjuknya. Ia diam berpikir.

"Mungkin saja salah satu diantara 'mereka' itu siswa di sini. Bisa jadi berkeliaran di sekitar kita," kata Indira, matanya awas menatap ke sekeliling.

"Bagaimana jika bukan salah satu. Bagaimana jika 'mereka' semua siswa di sini?" ucapku bergidik.

Aku tidak bisa membayangkan jika 'mereka' benar-benar satu sekolah denganku. Pastinya nyawaku benar-benar dalam bahaya. Tidak, bukan hanya aku saja. Tapi Indira dan Kak Denis juga.

1
Shinta Teja
"Riana" kali Thor ...🤭😁🤣
sicimot (ig: @ierviana31): heheh aku bikin sebelum Riana viral 🤭 malah baru ngeuh ini kayak ciri2 Riana kalau kakaknya GK komen mah
total 1 replies
Kamila Grosir
keren
Trii Ernaa Wijayanti
nama pemainnya pke Zodiak semua ya Thor😂😂, Virgo, Aries, Leo.
Dennis Aries nih Zodiak akuh🤣🤣🤣
Trii Ernaa Wijayanti
menarik d awal bab..tinggalin jejakk
Putri Minwa
jangan lupa saling dukung ya thor
Putri Minwa
Tara ini kayaknya, nggak suka bicara banyak ya
Putri Minwa
yang semangat nulisnya ya thor
Putri Minwa
Tara ternyata punya Indra ke enam, yang bisa melihat makhluk gaib dong
Putri Minwa
ceritanya asik Thor, semangat terus
Putri Minwa
lanjut, jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor
Putri Minwa
mantap thor
Putri Minwa
jangan lupa untuk saling dukung ya thor
Putri Minwa
awal cerita yang menarik thor
Putri Minwa
hai thor putri Minwa hadir ya
atmaranii
aduh thorr endingnya mksain bgd...pdhal dr awal aku dh SK ma ni novel...knp tara jg pk acara skit jiwa n SK ma leo...klopun mau ada season 2...knpa GK mrka jd bentuk Tim br3..knp jd hrus Sling bunuh....
atmaranii
prtama ada 3 algojo...mrka Genta Fadil n Feby
dan ada LG 2 algojo..mbrarti Denis n indira
atmaranii
wAhhhh...Genta n Fadil trlibat jg
atmaranii
ko bnyak yg mngarah k tersangka ya...bsa jg jg Genta n Fadil trlibat...bisa jd yg naro kttas ancam k via itu Genta..scra Dy kan yg badannya gede
atmaranii
ahh pokonya BKN Leo...aku mah curiga SMA 3org...taara...Denis n indira....LBH tepatnya sih ke Denis n indira...krna pas mau pulg Dy ijin dlu mau ktmu tmnnya yg lain mgkin ajh Dy yg naro sobekan bajunya Leo....n ancaman itu "jangan cba2 tuk ikut cmpur urusan kami...JK kmu ingin slmat" kata " kami" brart orgnya LBH dr satu...n kata " kamu" brart satu org...knpa yg d ancam cm Livia...kan yg ikut nyelidikin kasus ada Indira jg Denis...tp seolah2 cm via yg dlm bhya...
atmaranii
pokony 3 org itu mncurigakan....Tara...Denis n indira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!