NovelToon NovelToon
The Silent Empire

The Silent Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Sistem
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: General Blast

Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.

Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.

Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Orang-orang kepercayaan

Gedung D&D Company berdiri megah di jantung Kota Drep. Bangunan setinggi puluhan lantai itu menjadi salah satu ikon baru kota. Setiap hari, ribuan karyawan keluar masuk dengan kesibukan masing-masing, mencerminkan besarnya perusahaan yang terus berkembang di berbagai sektor bisnis.

Di lantai paling atas, suasana jauh lebih tenang.

Di balik sebuah pintu kayu berwarna hitam terdapat ruang kerja Presiden Direktur D&D Company.

Clev duduk santai di kursinya sambil membaca beberapa laporan proyek yang baru dikirim pagi itu. Secangkir kopi hangat berada di samping laptopnya.

Tok...Tok...

"Pagi, Clev."

Seorang wanita berambut cokelat muda membuka pintu tanpa menunggu jawaban.

"Pagi juga ,Rosa" Clev menjawab tanpa menoleh

"Sudah kubilang berkali-kali, kalau aku yang masuk jangan formal" ujar Rosa

Rosa adalah sekretaris utama D&D Company sekaligus sahabat Clev sejak mereka masih sekolah. Berbeda dengan sekretaris pada umumnya, Rosa sudah memahami kebiasaan Clev. Ia tahu kapan harus serius dan kapan boleh bercanda.

"Ada lima jadwal rapat hari ini. Tapi aku sudah membatalkan dua"

"Kamu pasti bosan kalau rapatnya terlalu banyak" ujar Rosa

Clev tertawa kecil.

"Keputusan yang bagus"

Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka.

Seorang pria berjas abu-abu masuk sambil membawa map tipis.

"Clev, klien dari luar negeri ingin bertemu minggu depan."

Berry meletakkan map di atas meja.

Berry merupakan tangan kanan Clev di D&D Company. Hampir seluruh kerja sama dengan perusahaan lain diwakili olehnya. Jika Clev memilih tetap berada di kantor, Berry akan menghadiri pertemuan penting di luar.

"Kalau menurutmu kerja samanya bagus, lanjutkan saja" kata Clev

"Jawabanmu selalu sama" kata Berry

"Karena aku percaya penilaianmu" tambah Clev

Berry hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.

"Kalau suatu hari perusahaan ini bangkrut, itu salahku ya?" tanya Berry

"Belum tentu" jawab Clev santai

"Kenapa?"

"Karena Helen pasti lebih dulu memarahimu"

Seolah dipanggil, seorang wanita berambut hitam memasuki ruangan sambil membawa beberapa dokumen keuangan.

"Aku dengar namaku"

Berry langsung mengangkat kedua tangan.

"Nah, kan"

Wanita itu adalah Helen, kepala divisi keuangan D&D Company. Tidak ada satu rupiah pun yang keluar dari perusahaan tanpa sepengetahuannya.

Helen meletakkan laporan di atas meja.

"Laporan bulan ini selesai. Pendapatan meningkat delapan persen"

"Bagus" jawab Clev

"Tapi jangan asal menyetujui proyek lagi sebelum aku melihat anggarannya."

Berry menghela napas panjang.

"Lihat? Aku sudah diperingatkan."

Ruangan kembali dipenuhi tawa kecil.

Beberapa menit kemudian, seorang wanita lain masuk dengan membawa map berwarna biru.

"Kalian ribut dari luar sudah terdengar"

Wanita itu adalah Karen, penasihat hukum pribadi Clev sekaligus kepala divisi hukum D&D Company.

Karen menatap Clev.

"Ada beberapa kontrak yang harus kamu tanda tangani. Dan jangan lupa membaca isinya dulu"

Clev mengangguk pelan.

"Baik, Bu Pengacara"

Karen tersenyum tipis.

"Bagus"

Hubungan mereka berempat memang berbeda dengan karyawan lain. Mereka telah berteman sejak lama, sehingga tidak pernah memanggilnya "Tuan Cleverley". Di kantor sekalipun, mereka tetap memanggilnya Clev dan berbicara santai seperti sahabat.

Meski begitu, ketika menyangkut pekerjaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas.

Di lantai dasar gedung, suasana jauh berbeda.

Puluhan pria dan wanita berseragam hitam sedang menjalani latihan fisik dengan disiplin tinggi.

Di depan mereka berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan tajam.

Namanya Mario.

Ia adalah kepala keamanan D&D Company, sekaligus pemimpin Unit Blackbird, organisasi keamanan khusus yang dibentuk langsung oleh Clev.

Blackbird bukan sekadar tim satpam perusahaan,mereka adalah unit dengan struktur organisasi yang rapi, disiplin tinggi, dan pelatihan layaknya pasukan militer. Setiap anggotanya memiliki tugas yang jelas, mulai dari pengamanan gedung, perlindungan eksekutif, pengawalan aset perusahaan, hingga operasi darurat apabila terjadi ancaman terhadap D&D Company.

Mario berjalan perlahan di depan para anggotanya.

"Ingat. Tugas kita bukan mencari masalah"

Semua anggota berdiri tegak.

"Tugas kita adalah memastikan setiap orang di gedung ini pulang dengan selamat"

"Siap!"

Suara mereka menggema memenuhi ruang latihan.

Di lantai atas, Clev berdiri di depan jendela kantornya sambil memandangi Kota Drep yang membentang luas.

Gedung-gedung tinggi terus bermunculan. Jalanan dipenuhi kendaraan. Dari luar, kota itu tampak berkembang pesat.

Namun Clev tahu, di balik kemajuan tersebut masih ada organisasi mafia yang bergerak dalam bayang-bayang.

Ia tersenyum kecil.

Pembangunan D&D Company baru saja dimulai.

Begitu pula langkah pertama untuk mengubah seluruh Kota Drep.

1
dinda ayugunawan
disini menyentuh bangeett
dinda ayugunawan
aku suka bagian kalimat ini, rasanya tersentuh, dipeluk langsung sama author🥰 makasih ya, karena aku juga gak punya teman
dinda ayugunawan
Ganteng bangett CEO nyaaa... 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!