Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.
Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Di taman belakang kediaman Antonio Cassano..
Kabar hilangnya Emily sampai juga di telinga Belinda dan kedua orang tuanya. Mereka begitu senang karena dendamnya kepada Leon dibalas dengan hilangnya Emily.
"Kita tak perlu mengotori tangan ini untuk membalasnya!" Belinda tersenyum seringai.
"Mama tak bisa bayangkan rasanya menjadi Leon yang kehilangan istri tercintanya!" sahut Caroline yang tertawa senang.
"Dia pantas mendapatkannya karena sudah menyakiti kita!" timpal Antonio.
"Kalau saja dia mau kita bawa pulang, pasti nasibnya takkan seperti ini!" kata Caroline.
"Aku harus memberitahu Jason tentang ini!" ucap Belinda.
"Pergilah. Kalau perlu, kamu rayu dan goda dia!" saran Caroline.
Belinda lalu tersenyum seringai, ia akan menggunakan hilangnya Emily untuk menggaet Jason.
Belinda kemudian pamit dengan kedua orang tuanya dan berangkat ke apartemennya Jason mengendarai mobilnya sendiri.
Selang 15 menit kemudian, Belinda yang tampil dengan pakaian yang sedikit lebih terbuka. Belahan dada sengaja diumbar dan memakai rok mini.
Belinda berulang kali menekan bel.
Jason membuka pintunya masih mengenakan piyama dan rambut berantakan. "Belinda!"
"Hai!" sapa Belinda.
"Mau apa kau ke sini?" tanya Jason yang malas berhubungan dengan kakaknya Emily itu.
"Aku mau memberikan kabar gembira buatmu!" jawab Belinda tersenyum.
Jason menautkan alisnya.
Belinda lalu masuk tanpa dipersilakan dan Jason segera menutup pintunya.
"Kabar apa?" tanya Jason penasaran.
"Emily hilang," jawab Belinda.
"Apa??" Jason begitu terkejut.
"Ya, Emily hilang. Tadi pagi aku sengaja lewat di depan rumahnya Leon. Rumahnya dipenuhi para wartawan dan aku penasaran apa yang terjadi. Aku mendengar dari salah satu wartawan kalau Emily jatuh ke jurang dan jasadnya tidak ditemukan!" jelas Belinda.
Mendengar kabar itu mendadak kaki Jason lemas, ia tak percaya jika Emily tiada. "Ini pasti tak mungkin!"
Belinda tersenyum dan berkata, "Memang kenyataannya begitu!"
"Kenapa Emily terjatuh?" tanya Jason.
"Aku tak tau. Pastinya Leon sangat bersedih," jawab Belinda.
"Aaargghh...!! Emily tak mungkin mati!!" teriak Jason memegang kepalanya dan menunduk , ia tak terima kabar itu.
Belinda mendekati Jason dan memeluknya.
Jason yang tak suka Belinda memeluknya lantas mendorong wanita itu.
"Sudahlah lupakan Emily. Dia itu istri orang lain dan dia juga sudah mati!" kata Belinda yang kesal karena Jason menolak dipeluk.
"Emily belum mati!!" sergah Jason.
"Terima saja kenyataannya!" kata Belinda lagi.
"Diam!!" bentak Jason.
Belinda tersentak.
"Pergi dari sini!" usir Jason menatap Belinda.
"Kau tidak ingin aku temani?" Belinda menawarkan dirinya.
"Pergi!!" teriak Jason.
"Hmm... baiklah!" Belinda kemudian berlalu.
Setelah Belinda pergi, Jason menarik taplak meja tamu sehingga vas bunga jatuh dan pecah. Ia meluapkan kekecewaannya.
"Emily pasti belum mati. Aku yakin!!" lirihnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu dikediaman Leon, para wartawan akhirnya satu persatu bubar. Charles diminta untuk meladeni para pencari berita. Leon sendiri enggan menemui mereka karena masih berkabung dan takut pertanyaan mereka memancing emosinya.
"Apa mereka semua sudah pergi?" tanya Leon yang berada di taman belakang. Ia dan Emily lebih sering menghabiskan waktu di sini sebelum melakukan kegiatannya.
"Sudah, Tuan," jawab Charles.
"Pastikan mereka besok tidak lagi datang ke sini!" ucap Leon.
"Baik, Tuan."
Selepas Charles berlalu, Leon memandangi sebuah bunga dalam pot besar yang ditanam Emily 2 bulan lalu. Tanaman itu semakin besar dengan bunga yang begitu indah warnanya.
"Aku merindukanmu, Emily. Aku harap kamu dan calon anak kita baik-baik saja!" lirihnya sendu.