emelli adalah gadis tomboy yang cantik karna perjodohan yang di lakukan orang tua nya ia harus menikah dengan seorang mafia,sebenar nya mafia tersebut di suruh untuk memilih antara emelli dan amella sang kembaran nya tapi mafia itu memilih emelli,amella marah karna yang di pilih bukan dia melain kan emelli kembaran nya ia sangat mengidolakan mafia itu ia juga ingin menikah dengan nya karna cemburu dan iri ia balas dendam dengan trik trik yang menghancur kan hubungan emelli dan rian(mafia).
emelli berubah drastis alasan nya karna ia sudah jatuh cinta kepada rian tapi hati nya hancur kala mendengar dari cinta pertama rian kalo dia sedang mengandung anak rian.
benar benar hancur ia merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan orang yang mengaku hamil anak rian itu meminta nya untuk meninggal kan rian demi anak nya dan rian. emelli yang tidak bisa berfikir jernih lagi dan juga ia tidak bisa egois demi bayi yang belum lahir dalam kandungan wanita itu. ia dengan sedih dan hati yang hancur pergi sejauh jauh nya tanpa sepengetahuan rian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode ke tujuhbelas
wajah pucat dan tenang dengan kepala yang di perban dan di bantu alat oksigen terbaring di tempat tidur.rian memegang tangan yang di perban itu yang terasa sangat dingin.
rian tau kalo itu bukan lah kecelakaan biasa melainkan unsur dari kesengajaan yang di rencanakan seseorang dan sekarnga ia menyuruh orang orang untuk menelusuri siapa dalang di balik semua ini
"emelli"ucap rian lirih itu adalah kali pertama rian menyebut nama emelli.
"emelli bangun lah buka mata mu semua orang menghawatir kan mu"ucap rian sedih tapi yang di ajak bicara malah diam atau pun tidur.
tiga minggu telah berlalu tetapi ia enggan untuk membuka mata nya.
rian memutus kan untuk tinggal di rumah sakit tepat nya di ruangan emelli ruangan yang khisus untuk keluarga varadex yang lebih besar dari ruangan vip. ia juga bekerja dari rumah sakit ketakutan terbesarnya adalah sewaktu waktu ia tidak ada emelli akan pergi meninggal kan nya.
tiga minggu yang lalu emelli di nyatakan koma kapan ia akan sadar tergantung pada tuhan.
padahal orang tua dan mertua nya menawar kan diri untuk merawat emelli tapi apalah daya mereka seorang rian sekali tidak tetap tidak.
sekarang ia sedang duduk di atas kasur yang bersebelahan dengan tempat tidur emelli yang sedang sibuk dengan laptob nya ruangan itu di sediakan tiga tempat tidur yang satu nya lagi untuk lio rian yang memaksa nya untuk tinggal di rumah sakit.
tiba tiba ruangan itu terbuka seorang gadis bak model berjalan ke arah rian dengan pakaian seksi nya dan dengan gaya angkuh nya dan wajah yang nampak marah
"jesi,kenapa kamu bisa ada di sini"tanya rian sedikit terkejut.
"kenapa kamu terkejut gitu, udah tiga minggu ini kamu gk ada kabar"jesi nampak marah.
"sekarang aku mau nagih janji kamu untuk ninggalin wanita pho ini"ucap jesi sambil menunjuk emelli yang sudah tiga minggu terakhir ini tidak sadar kan diri.
"kamu gk liat dia lagi koma gini aku gk tega ninggalin dia saat dia seperti ini"ucap rian nampak emosi.
"aku gk mau tau pokok nya kamu harus ninggalin dia sekarang aku juga lagi sakit rian dan kamu sama sekali gk peduli sama aku hiks hiks"
rian langsung memeluk jesi yang menangis sesegukan pasal nya jesi adalah wanita yang ia sukai sejak sma tapi mereka pacaran lima tahun belakangan ini karna jesi baru bisa menerima nya lima tahun yang lalu entah apa gerangan.
rian memang selalu mencintai jesi,kalo jesi aku tidak tau bagaimana perasaan nya terhadap rian
"kalo kamu memang bisa sembuh jika aku menceraikan nya aku akan melakukan nya tapi tunggu sampai ia sadar"jawab rian yang masih tetap memeluk jesi yang menangis.
di saat yang bersamaan bulir bulir bening menetes di wajah yang sekarang begitu pucat bahkan lebih pucat dari yang kemari kemarin.
rian yang melihat hal itu melepas kan pelukan jesi dan menghampiri tubuh yang terbaring di tempat tidur itu ia menghapus setiap tetesan air yang menetes dari pelupuk mata itu yang rasa terus mengalir rian tidak tau kenapa seperti itu ia langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.
"kenapa istri saya seperti ini dokter apa ini efek dari koma"tanya rian bingung.
"tuan ini adalah air mata mungkin nona emelli bersedih atau terharu karna sesuatu"jawab dokter sahril dokter keluarga varadex.
"kamu bilang sedih"tanya rian semakin bingung.
"benar tuan mungkin sesuatu yang di ucap kan tuan membuat nona bersedih pasal nya jika orang koma hati tetap bisa merasakan dan telinga masih tetap mendengar dan hal itu berpengaruh terhadap kesehatan nya"jelas dokter sahril.
rian yang mendengar hal itu sadar kalau ucapan nya beberapa menit yang lalu membuat emelli sakit hati dan sedih.
sebenar nya ia juga merasa bersalah telah mengucap kan nya.
"keluarlah"suruh rian pada dokter sahril dengan suara lirih
"sayang jangan lupa dengan janji mu"ucap jesi dan meninggal kan rian yang sedih.
rian mengusap rambut emelli dan mencium nya"maaf aku telah membuat mu bersedih"ucap rian dan tidur di tempat tidur yang sama dengan emelli.
seminggu telah berlalu lagi tanpa emelli masih setia berbaring di tempat tidur itu.
rian sedang duduk di kursi yang telah di sediakan di samping tempat tidur emelli.
ia mengamati tubub emelli dari atas sampai bawah yang mulai mengurus ia menggenggam tangan dingin itu dan meletak kan tangan itu di wajah nya.
"jangan tinggal kan aku,aku juga ikut jika kau pergi"ucap rian menitis kan air mata nya membasahi tangan dingin itu.
tubuh yang tidak bergerak selama satu bulan ini tiba tiba menggerakan tangan nya mata indah yang selama satu bulan ini tertutup kini terbuka.
ia menggerakan tangan kirinya untuk menghapus air mata dari wajah mulus yang sedang menggegam tangan kanan nya dan terpancar senyum indah dari wajah cantik nya meski pucat sekali pun.
rian yang merasa wajah nya di sentuh tangan yang dingin langsung membuka mata nya
spontan ia memeluk tubuh yang ia rindu kan sebulan ini telah sadar ia tak henti henti nya mencium kening wanita yang ia rindukan itu.
emelli yang mendapat perlakuan itu menjadi geli.