Raisa bersumpah bahwa dia akan membalaskan dendamnya pada sang kakak tiri karena telah membuatnya kehilangan banyak hal dalam hidupnya dan aia akan mengambil apa yang menjadi sumber kebahagiaan wanita itu.
Setelah menghilang selama 10 tahun, dia kembali dengan identitas barunya sebagai Aluna dan merencanakan banyak kehancuran untuk Deswita, kakak tirinya yang ternyata memiliki kehidupan yang begitu luar biasa.
Merasa iri dengan semua itu membuat dendamnya semakin membara dan dia akan merebut semua kebahagiaan Deswita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAWI. 17
"Astaga!" Andra kaget ketika dia bangun ternyata dia berada di kamarnya Aluna. Itu artinya semalaman dia tidur bersama dengan wanita itu. Bahkan mereka tidur di satu ranjang yang sama.
Andra benar-benar kaget karena dia berada di tempat tidur yang sama dengan Aluna. Tidak hanya itu saja, Aluna juga memeluknya sampai pagi dan mereka berpelukan di atas ranjang yang sama. sumpah demi apa pun ini benar-benar membuatnya kaget bukan main.
"Astaga, aku harus pergi sekarang!" Andra pun bergegas pergi meninggalkan kamar Aluna dan dia kembali ke dalam kamarnya.
Andra takut jika terjadi sesuatu pada mereka hingga sesuatu yang tidak di inginkan pun terjadi.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Andra langsung memikirkan apa yang terjadi pada mereka tadi malam. Sumpah, ini sangat membuatnya ketakutan. Dia merasa bersalah dengan Deswita. Andra merasa telah mengkhianati pernikahan mereka.
"Ahhkk..." Andra menjambak rambutnya dengan begitu frustrasi.
Dia sangat frustrasi dengan apa yang baru saja terjadi. Bagaimana tapi saya tertidur di kamar Aluna padahal tadi malam dia sudah Ndak pergi meninggalkan wanita itu. Tapi dia malah bertahan dan menemani wanita itu hingga pagi hanya karena merasa kasihan karena dia terus-terusan mengigau.
"Tapi siapa Raisa yang disebut alunan tadi malam? kenapa aku merasa bahwa ada sesuatu yang janggal di sini. Ada hubungan apa Aluna dengan Raisa itu?" Andra baru mengingat jika tadi malam kan udah terus aja menyebut nama Raisa.
Itu membuatnya merasa penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara Aluna dengan Raisa? siapa Raisa tersebut karena dari apa yang didengarnya karena menyebut nama wanita itu dengan penuh perasaan seolah-olah dia mengenal dengan dekat. Mereka seperti memiliki kedekatan yang luar biasa. Itu yang Andra perhatikan.
"Apa aku harus mencari tahu tentang hal ini? tapi bagaimana? dari mana aku harus memulainya?" tanya Andra lagi karena dia benar-benar merasa penasaran dengan Aluna.
Siapa wanita bernama Raisa itu? Dia merasa bahwa mereka berdua memiliki kedekatan yang luar biasa. Apa mungkin Raisa itu saudara Aluna?
Ya, mungkin mereka benar-benar bersaudara. Mereka pasti bersaudara. Itu ya Andra pikirkan saat ini.
Setelah memikirkan hal itu, Andra pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tapi sebelum itu dia juga memesankan pakaian untuk Aluna karena tidak mungkin wanita itu terus memakai kemeja putih miliknya. Itu sangat tidak baik untuk pemandangan mata dan juga hatinya.
Andra bukan laki-laki munafik, dia mengakui kecantikan dan kesaksian Aluna. Jadi daripada terjadi sesuatu yang kita tidak nantinya, lebih baik Andra mencegahnya lebih dulu. Setidaknya dia bisa menghindarinya.
Di saat Andra sedang membersihkan tubuhnya dalam kamar mandi, Aluna pun terbangun dari tidurnya. Dia bahwa tidurnya benar-benar sangat nyaman tadi malam. Tapi tunggu dulu, dia baru mengingat sesuatu di sini. Seingatnya tadi malam dia ketakutan karena tiba-tiba saja lampu mati dan hujan deras. Dia mengingat dengan jelas bahwa Andra datang mencarinya dan dia langsung memeluk laki-laki itu.
Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah apa yang menceritakan sesuatu? Aluna takut jika dia mengatakan sesuatu yang mungkin saya membuat Andra penasaran dan mengetahui rahasia yang dia sembunyikan.
"Tidak! aku yakin pak Andra tidak mengetahuinya. Aku benar-benar berhak bahwa tidak ada yang mengetahui rahasiaku. Tidak ada yang boleh mengetahui siapa diriku sebenarnya. Raisa, dia sudah mati. Aku benar-benar meyakini pada hatiku bahwa Raisa telah mati. Tidak ada lagi Raisa di dunia ini karena dia sudah mati. Aku bukan Raisa! aku adalah Aluna. Aluna yang penuh dengan dendam!" ucap Aluna yang terus meyakinkan pada dirinya bahwa dia tidak akan pernah mengingat lagi wanita bernama Raisa.
Raisa telah mati dan dia tidak akan mengingatnya lagi. Tidak akan ada lagi wanita bernama Raisa yang lemah itu. Raisa sudah mati dan tidak akan hidup lagi. Tapi dendam yang masih hidup dan dia yang akan membalaskannya.
"Apa dia tidur di sini tadi malam?" tanya Luna setelah dia mencium rumah parfum milik Andra di tempat tidurnya.
Dia juga merasa bahwa tidurnya begitu nyenyak karena ada seseorang yang memeluknya. Apa benar itu Andra? bagaimana jika memang Andra memeluknya tadi malam.
"Astaga! aku belum ngerti kan dengan ini semua. Bagaimana bisa dia tidur di sini?" tanya Aluna yang belum percaya jika Andra benar-benar tidur bersamanya.
Karena tidak ingin terus-terusan memikirkan tentang hal itu, akhirnya Aluna pun memilih pergi dari kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Dia mulai merasa pusing karena tadi malam tidak berani keramas setelah terkena hujan. Pagi ini dia benar-benar membersihkan tubuhnya dan ketik aja selesai, sudah ada pakaian di atas tempat tidurnya.
"Siapa yang mengirimkannya?" tanya Aluna lagi setelah mengetahui ada pakaian perempuan di atas tempat tidurnya.
Dia bila ini hanya ada mereka berdua saja. Hanya ada Aluna dan juga Andra. Apa laki-laki itu yang memberikan ini?
"Ah, sudahlah. Ini pasti dari pak Andra." jelas Aluna dan dia langsung memakai pakaian tersebut dan keluar dari dalam kamarnya.
Tujuan Aluna saat ini adalah dapur karena dia ingin membuatkan sarapan untuk mereka berdua. Sedangkan di dalam kamarnya, Andra masih berdebat dengan Deswita karena tadi malam ponselnya tidak bisa dihubungi. Sebenarnya bukan tidak bisa dihubungi karena dia memang tidak mengetahui jika istrinya itu menghubunginya hingga 24 panggilan tak terjawab.
"Aku sudah mengatakannya bukan aku sengaja tidak menjawab panggilan telepon darimu Deswita. Tadi malam hujan deras makan juga mati lampu. Aku kelelahan yang tertidur hingga tidak tahu jika kau menghubungiku." jawab anda karena memang itu yang terjadi.
Dia memang tidak tahu jika istrinya itu menghubunginya karena dia memang sudah tidur dan yang lebih parahnya lagi dia tidur bersama dengan Aluna. Bagaimana jika sampai Deswita mengetahui bahwa dia tidur bersama wanita yang tidak disukai oleh istrinya.
"Setidaknya kamu bisa menjawab panggilan telepon dariku agar aku tidak merasa khawatir."
"Lalu bagaimana dengan diriku kemarin? aku menghubungimu berulang kali namun tidak ada satupun panggilan yang kau jawab karena kamu sibuk dengan teman-temanmu. Sedangkan aku, aku istirahat karena aku kelelahan tapi kamu terus saja mengatakan hal yang tidak tidak tentang diriku. Jika kamu terus-terusan seperti ini jangan salahkan aku jika apa yang kamu pikirkan terjadi nantinya."
"Apa maksud kamu mengatakan hal seperti itu?" katanya Deswita karena dia tidak suka dengan apa yang suaminya katakan.
"Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya mengingatkan saja pada kamu Deswita, jangan pernah memikirkan sesuatu yang belum tentu benar. Jika kamu terus-terusan menyuruhku seperti itu maka jangan salah salahku jika suatu saat itu terjadi dan kamu sendiri yang akan menyesal nantinya!" jelas Andra.
***