Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Jeritan ketakutan bergema memecah keheningan malam di kediaman mewah keluarga Zhao.
Zhao Tian jatuh tersungkur ke belakang, menabrak sofa mahal di ruang tengah rumahnya.
Wajahnya pucat pasi seperti kertas, dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.
Di atas meja kaca di depannya, tergeletak sebuah kotak kayu kecil yang baru saja diantarkan oleh pria misterius berjaket hitam.
Isi kotak itu telah membuat tuan muda arogan ini kehilangan separuh nyawanya.
Di dalam kotak tersebut terdapat sebilah belati patah dan sebuah telinga manusia yang masih berlumuran darah segar.
Zhao Ming, kepala keluarga Zhao, bergegas menuruni tangga dan terkejut melihat putranya meringkuk ketakutan di lantai.
"Ada apa ini, Tian'er? Siapa yang berani mengirim benda menjijikkan ini ke rumah kita?"
Zhao Ming bertanya dengan nada marah sambil menatap isi kotak tersebut.
"Itu... itu telinga Kalajengking Hitam, Ayah."
Zhao Tian menjawab dengan suara bergetar dan terbata bata.
"Satpam itu membunuh mereka semua. Dia mengirim ini sebagai pesan bahwa dia akan segera menemuiku."
Zhao Ming mengerutkan keningnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Satu orang satpam membunuh belasan pembunuh bayaran profesional? Itu mustahil."
"Itu benar, Ayah. Pria itu bukan satpam biasa, dia adalah iblis."
Zhao Tian memeluk kaki ayahnya dengan wajah penuh keputusasaan.
"Kita harus mempekerjakan lebih banyak pengawal, kita harus membunuhnya sebelum dia membunuhku."
Zhao Ming memijat pelipisnya, menyadari bahwa mereka telah salah memilih lawan.
Keluarga Zhao mungkin kaya dan berkuasa, namun mereka tidak siap menghadapi monster yang kebal terhadap uang dan kekuasaan.
"Tenanglah, Tian'er. Ayah akan mengurus ini."
Zhao Ming menatap kotak kayu itu dengan pandangan dingin.
"Jika pembunuh bayaran tidak bisa membunuhnya, maka kita akan menggunakan cara lain yang lebih mematikan."
Keputusasaan telah mendorong keluarga Zhao untuk mengambil langkah terakhir yang sangat berisiko.
Pagi hari di kediaman keluarga Shen terasa jauh lebih canggung dari biasanya.
Lin Yuan duduk di meja makan sambil menyendok bubur ayamnya dengan santai.
Namun dia bisa merasakan tatapan mematikan yang menusuk punggungnya dari arah meja seberang.
Shen Yuxuan duduk dengan punggung tegak dan postur kaku seperti patung es.
CEO cantik itu mengenakan setelan jas wanita berwarna hitam yang sangat tertutup, bahkan kemeja dalamnya dikancingkan hingga ke leher.
Dia menolak untuk menatap mata Lin Yuan, namun sesekali melirik dengan ekor matanya.
Setiap kali tatapan mereka tidak sengaja bertemu, wajah Shen Yuxuan akan langsung merona merah dan dia buru buru membuang muka.
Insiden handuk semalam jelas masih membekas kuat di benak tsundere keras kepala ini.
"Kenapa kau tidak makan, Yuxuan? Wajahmu juga terlihat sedikit merah, apa kau demam?"
Nyonya Shen bertanya dengan polos sambil menatap putrinya.
"A-aku baik baik saja, Ibu, hanya sedikit kepanasan."
Shen Yuxuan menjawab dengan cepat sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangan.
"Kepanasan? Tapi AC ruangan ini sudah diatur di suhu paling rendah lho, Kakak ipar bahkan harus memakai jaket yang sedikit tebal."
Mengyao menyela dengan nada mengejek sambil tersenyum licik ke arah kakaknya.
Gadis genit itu masih merasa cemburu dengan kejadian semalam dan sengaja ingin menyudutkan Shen Yuxuan.
"Tutup mulutmu, Mengyao."
Shen Yuxuan mendesis pelan, memberikan peringatan mematikan kepada adiknya.
Lin Yuan hanya tersenyum simpul menikmati pemandangan komedi pagi ini.
"Kau harus makan yang banyak, sayang, agar tubuhmu tetap... sehat dan proporsional."
Lin Yuan sengaja menekan kata proporsional sambil mengedipkan sebelah matanya.
Wajah Shen Yuxuan semakin merah padam mendengar godaan tersirat tersebut.
Dia langsung berdiri dari kursinya dan mengambil tas kerjanya dengan kasar.
"Aku sudah selesai makan, aku akan berangkat ke kantor sekarang."
Shen Yuxuan setengah berlari menuju pintu utama, tidak ingin berlama lama berada di dekat pria menyebalkan itu.
Lin Yuan segera meletakkan sendoknya dan ikut berdiri.
"Tunggu, Bos cantik, aku ikut denganmu."
Lin Yuan berjalan menyusul Shen Yuxuan ke arah mobil sedan mewah yang sudah menunggu di pelataran rumah.
"Aku bisa menyetir sendiri, aku tidak butuh pengawalanmu hari ini."
Shen Yuxuan mencoba menolak saat Lin Yuan membuka pintu kemudi.
"Paman Shen menugaskanku untuk menjagamu dua puluh empat jam sehari, Nona."
Lin Yuan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi tanpa memedulikan penolakan bosnya.
"Lagipula, kau terlalu gugup hari ini, bisa bisa kau menabrak pohon kalau menyetir sendiri."
Shen Yuxuan menggigit bibirnya kesal namun akhirnya mengalah dan duduk di kursi penumpang belakang.
Brummm.
Mobil sedan mewah itu melaju meninggalkan kediaman keluarga Shen menuju kawasan bisnis Kota Hai.
Suasana di dalam mobil sangat hening dan canggung.
Shen Yuxuan pura pura sibuk membaca dokumen di tabletnya, sementara Lin Yuan fokus menyetir.
Namun, insting tajam Lin Yuan mulai menangkap sesuatu yang tidak beres.