NovelToon NovelToon
BAKTI BUTA SUAMIKU

BAKTI BUTA SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Bagas, surga ada di telapak kaki ibu. Namun sayang, baktinya buta. Sebagai anak keenam dari tujuh bersaudara, Bagas selalu memaksakan diri membayar iuran Bagi Rata yang dituntut kakak pertamanya demi menyenangkan sang Ibu. Ia menutup mata bahwa ekonomi mereka pas-pasan, jauh di bawah kakak-kakaknya yang sukses.

​Keuangan rumah tangga terkuras habis. Beruntung, Adinda sang istri adalah wanita tangguh. Lewat usaha katering rumahan dan kue online yang dibangunnya dari nol, Adinda berhasil membeli sebuah rumah sederhana satu kamar untuk tempat mereka berteduh bersama anak laki-laki mereka yang kini sudah SMP.

​Bukannya sadar, Bagas justru menjadikan kemandirian Adinda sebagai tameng untuk terus menyetor uang ke keluarga besarnya. Puncaknya, modal katering Adinda dikuras sepihak, dan rumah mungilnya itu mulai diincar untuk kenyamanan sang mertua.

​Saat anak laki-lakinya mulai ikut menderita dan berontak, Adinda akhirnya menyalakan mode tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAKTI BUTA SUAMIKU

​Lampu-lampu gantung berbahan kristal memancarkan pendar kuning keemasan yang mewah di ruang privat restoran bintang lima malam itu. Suara denting gelas kaca bersentuhan dengan piring porselen terdengar beradu halus dengan dentingan piano klasik yang mengalun lembut di sudut ruangan.

​Di tengah meja panjang yang dihiasi buket bunga segar dan jajaran hidangan kuliner kelas atas, Bagas duduk di posisi tengah dengan kemeja ikatan desainer yang terpasang sempurna di tubuhnya. Senyum percaya diri tak henti-hentinya mengembang di bibirnya. Wajahnya berseri-seri, memancarkan aura seorang pria sukses yang baru saja berada di puncak kejayaan.

​Malam ini, Bagas mentraktir seluruh rekan kerja satu divisi dan para manajer senior sebagai perayaan atas pencapaian luar biasanya. Proyek ekspansi pasar yang dipimpinnya berhasil menembus target hingga dua ratus persen, membuat direksi memberikan bonus bernilai sangat fantastis untuknya. Ditambah lagi, kebebasannya dari ikatan pernikahan dengan Adinda tanpa harus kehilangan harta sepeser pun membuat ego Bagas melambung tinggi ke angkasa.

​"Sekali lagi, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Pak Bagas!" seru Rendy, sahabat dekat sekaligus rekan kerja seperjuangannya di divisi pemasaran, seraya mengangkat gelas minumannya tinggi-tinggi.

​Seketika seluruh riuh tepuk tangan dan seruan kagum membahana di dalam ruangan privat tersebut.

​"Pak Bagas ini memang gila! Baru juga pertengahan tahun, bonusnya sudah bisa buat beli mobil baru tunai!" celetuk salah satu staf dengan nada iri bercampur kagum.

​"Bukan cuma masalah bonus, Bro. Lihat tuh, posisi Manajer Senior Pemasaran tinggal tunggu surat keputusan resmi minggu depan dari Pak Direktur Utama!" timpal rekan kerja lainnya.

​Bagas tertawa kecil, mengangkat gelasnya seraya meminum jus anggurnya dengan penuh gaya. "Ah, kalian ini bisa saja. Ini semua juga berkat kerja keras tim kita bersama. Saya cuma mengarahkan strategi."

​Meskipun mengucapkan kata-kata yang terkesan rendah hati, sorot mata Bagas memancarkan kesombongan yang amat sangat. Ia sangat menikmati momen di mana semua orang di ruangan itu memujinya, menghormatinya, dan menganggapnya sebagai bintang utama di perusahaan.

​Di saat riuh gelak tawa masih berlangsung, pintu ruang privat bergeser pelan. Seorang wanita paruh baya dengan penampilan sangat anggun dan berkelas melangkah masuk. Ia mengenakan gaun malam berwarna gelap yang simpel namun memancarkan kemewahan, dilengkapi perhiasan berlian yang melingkar indah di lehernya.

​Ruangan yang tadinya riuh mendadak menjadi tenang. Beberapa manajer senior langsung berdiri dari kursinya dengan sikap hormat.

​Dia adalah Bu Maya, istri dari Pak Kusuma pemilik sekaligus Direktur Utama perusahaan tempat Bagas bekerja. Bu Maya hadir malam itu untuk mewakili suaminya yang berhalangan hadir karena harus menghadiri rapat mendadak di luar kota.

​"Selamat malam semuanya. Maaf ya, Ibu sedikit terlambat," sapa Bu Maya dengan suara yang sangat halus namun berwibawa, disertai senyuman ramah.

​Bagas dengan sigap berdiri paling depan. Ia melangkah menghampiri Bu Maya, menyambutnya dengan senyuman paling manis dan gestur tubuh yang sangat sopan.

​"Selamat malam, Bu Maya. Sama sekali tidak terlambat, Bu. Justru kami yang merasa sangat terhormat karena Ibu berkenan meluangkan waktu hadir di acara perayaan kecil kami," tutur Bagas seraya memandu Bu Maya menuju kursi kehormatan di sampingnya.

​Bu Maya duduk dengan anggun, menatap Bagas dengan binar mata penuh rasa bangga dan apresiasi.

​"Pak Kusuma tadi titip pesan dan titip salam hangat untuk kamu, Bagas," buka Bu Maya seraya melipat serbet di pangkuannya. "Suami saya puji-puji kamu terus di rumah. Katanya, dalam lima tahun terakhir, belum ada manajer muda yang punya eksekusi proyek secemerlang kamu. Kinerja kamu benar-benar luar biasa."

​Bagas mengatupkan kedua tangannya di dada, membungkuk pelan dengan raut wajah gembira yang tak tertahankan. "Terima kasih banyak atas pujian dan kepercayaannya, Bu Maya. Ini semua berkat bimbingan Pak Kusuma dan dukungan penuh dari Ibu juga."

​"Saya tahu mana anak muda yang punya ambisi dan kapasitas besar, Bagas," puji Bu Maya lagi seraya menatap Bagas dari atas ke bawah. "Kamu tidak cuma cerdas secara eksekusi, tapi penampilan dan pembawaan kamu juga sangat representatif untuk membawa nama baik perusahaan kita di tingkat internasional."

​Pujian dari istri pemilik perusahaan itu seperti siraman bahan bakar yang menyambar api kesombongan di dalam dada Bagas. Ia merasa dirinya kini tidak tersentuh. Karirnya meluncur bagai roket, uang mengalir deras, dan orang-orang paling berpengaruh di perusahaan bertekuk lutut memujinya.

​Suasana acara traktiran berlanjut dengan sangat hangat. Bu Maya menikmati hidangan seraya terus berbincang akrab dengan Bagas mengenai proyek-proyek masa depan perusahaan. Tampak jelas Bu Maya sangat terkesan dengan gagasan dan rasa percaya diri yang ditunjukkan oleh Bagas.

​Di tengah-tengah acara, Bu Maya pamit sebentar menuju ruang rias.

​Bagas yang merasa tenggorokannya agak kering berdiri melangkah menuju area bar privat di sudut ruangan untuk mengambil minuman dingin. Saat sedang menunggu pelayan meracik minumannya, Rendy sahabatnya sejak pertama kali masuk kantor menghampirinya dari belakang.

​Rendy merangkul pundak Bagas seraya terkekeh pelan, menatap Bagas dengan pandangan yang penuh arti.

​"Gila lu ya, Gas. Lu bener-bener lagi ada di atas angin," bisik Rendy seraya menyenggol lengan Bagas.

​Bagas menyunggingkan senyum miringnya. "Namanya juga usaha, Ren. Rezeki orang berkelas ndak bakal ketuker."

​Rendy tertawa kecil, lalu memajukan tubuhnya, memelankan suaranya menjadi bisikan yang sangat tajam di telinga Bagas.

​"Tapi gua perhatiin dari tadi... Bu Maya nempel banget sama lu, Gas. Tatapan matanya ke lu beda banget. Bukan cuma tatapan atasan ke bawahan, tapi tatapan wanita yang kepikat sama pesona lu."

​Bagas terkekeh gegabah, mengibaskan tangannya. "Hus! Lu kalau omong suka sembarangan. Dia itu istri bos besar kita, Ren."

​"Halah, sok suci lu!" tembak Rendy seraya tersenyum culas. "Lagian lu sekarang kan sudah duda keren, Gas. Sudah bebas, ndak ada beban istri kampung di rumah. Bebas mau manuver ke mana aja."

​Rendy menyipitkan matanya, mengamati sosok Bu Maya yang baru saja berjalan kembali dari ruang rias menuju meja mereka dengan anggun. Sebuah ide gila dan jahat mendadak melintas di pikiran Rendy.

​"Gas... gua mau nantang lu," bisik Rendy tiba-tiba dengan nada provokatif.

​Bagas menoleh, mengerutkan dahinya heran. "Nantang apa?"

​Rendy merogoh kantong jasnya, mengeluarkan sebuah kunci mobil berlogo merk eropa mewah yang baru diluncurkannya di meja bar.

​"Lu lihat kunci mobil sedan sport gua ini?" tanya Rendy dengan binar mata liar. "Gua tahu lu dari dulu ngidam banget mau punya mobil tipe ini kan?"

​Bagas menatap kunci mobil itu dengan tatapan berbinar. Mobil sedan sport buatan Eropa itu adalah salah satu impian terbesarnya sejak lama.

​"Gua tantang lu," lanjut Rendy seraya menepuk dada Bagas. "Kalau lu bener-bener jago, dan pesona lu sebagai duda sukses itu bukan cuma omong kosong... bisa ndak lu taklukin Bu Maya? Bikin dia kepikat sama lu, bikin dia bener-bener jatuh cinta sama lu secara pribadi!"

​Mata Bagas seketika membelalak kaget. "Lu gila ya, Ren?! Itu istri Pak Kusuma! Kalau ketahuan, mampus karir gua!"

​"Makanya gua bilang ini permainan kelas tinggi, Bro!" potong Rendy memanasi ego Bagas. "Gua ndak suruh lu ketahuan Pak Kusuma. Gua cuma mau lihat seberapa jauhkah pesona seorang Bagas. Kalau dalam waktu tiga bulan lu bisa bikin Bu Maya bertekuk lutut dan kepikat sama lu secara rahasia... ini mobil sedan sport Eropa gua kasih ke lu gratis, lengkap sama BPKB-nya!"

​Rendy menepuk-nepuk kunci mobil itu di meja bar, menatap Bagas dengan tatapan meremehkan.

​"Tapi ya... kalau lu takut dan merasa diri lu cuma selevel manajer papan bawah yang cuma berani mimpi... ya udah, anggap aja tantangan gua ini ndak pernah ada," cibir Rendy seraya berpura-pura hendak menarik kembali kunci mobilnya.

​Seketika, ego dan kesombongan Bagas mendidih hebat!

​Ditolak dan diremehkan adalah hal yang paling dibenci oleh Bagas di dunia ini. Selama ini ia merasa tidak ada wanita yang bisa menolak pesona dan ketampanannya. Ditambah lagi, bayangan memiliki mobil sport mewah tanpa bayar serta pengakuan bahwa dirinya adalah pria penakluk kelas atas benar-benar membakar pikiran sehatnya.

​Bagas menahan tangan Rendy yang hendak mengambil kunci mobil itu. Sorot mata Bagas berubah menjadi tajam, dingin, dan penuh dengan ambisi gila.

​"Jangan pernah remehkan gua, Ren," ucap Bagas dengan suara berat dan percaya diri yang membumbung tinggi. "Mobil lu itu... anggap aja sudah jadi milik gua dalam tiga bulan ke depan."

​Rendy tersenyum puas, matanya berbinar melihat sahabatnya telah masuk ke dalam jebakan taruhan gilanya. "Deal?"

​Bagas menjabat tangan Rendy dengan genggaman yang sangat kuat, menyatukan kesepakatan taruhan terlarang itu.

​"Deal."

​Bagas mengambil minumannya dari meja bar, lalu membalikkan badan. Ia menatap ke arah meja makan utama, di mana Bu Maya sedang duduk anggun menunggu kehadirannya kembali. Senyuman tipis yang penuh dengan rencana licik dan ambisi terlarang mengembang di bibir Bagas.

​Ia tidak lagi menatap Bu Maya sebagai istri atasannya melainkan sebagai sebuah target yang harus ia taklukkan demi memuaskan kesombongannya.

1
ros
sukses konon,rumah pun x ada
Rina Arie
good
JasmineA
dimas anak kecil?bukan nya udah smp ya?umurnya di awal 14 tahun....masa 14 tahun masih anak kecil sih
blcak areng: bab berapa kak🙏
total 1 replies
Arieee
mantap 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
falea sezi
kok tamat pdhl nunggu keajaiban siapa tau dinda bisa hamil. lagi
blcak areng: maaf ya kak Karna memang harus tamat
total 1 replies
Elina thea
tamat~~~padahal masih seru~~~
blcak areng: maaf ya Kak karena memang harus tamat
total 1 replies
Elina thea
loh...bukannya adinda masih punya kakak yg bernama Danu yah...harusnya izin dulu kali sebelum menentukan tempat dan tanggal jadinya...
stela aza
duda punya masalalu cerai hidup ,,, Nnti giliran udh nikah sama adinda si mantan pada datang ganggu hubungan mereka 🤭
Elina thea
terima aja herdi adinda... perceraian yg terjadi dgn ayahnya Dimas itu kan masalalu...begitu juga dgn herdi yg memiliki masalalu,jadikan masalalumu sebagai pelajaran hidup...dan jadikan herdi sebagai masa depanmu juga Dimas.
Heni Setiyaningsih
semoga Herdi jodoh terbaik untuk Adinda 😍
Elina thea
kayaknya mau ada yang di lamar nich...🤭
Elina thea
gak masuk di akal dech...aku ngerti kalo karyawan bermasalah di blacklist dari sesama perusahaan karna ada istilah partner kerja,teman atau karna berkuasa soal jabatan dan juga uang,tapi masa sampe toko kecil,toko bangunan,di pasar aja sampe di larang/blacklist...apa hubungannya coba,kan yg suruh blacklist itu pengusaha bukan presiden... presiden aja gak segitunya juga kali,dia bekerja juga harus hati-hati...tapi ini pengusaha serasa pemilik dunia,gak masuk di akal....
Heni Setiyaningsih
mungkin kamu akan dilamar mas Herdi🤭🤭
Agunk Setyawan
kualat Sama mantan mantunya
falea sezi
😒 mampus lu
falea sezi
🤣🤣sudah kere
Zhafran Althaf
menyala saldonya Dinda setelah ketuk palu
apakabar bagassss enak kedinginan diluar sanaaa🤣🤣🤣
Zhafran Althaf
pakek tanya salah saya apa nohhhh tanya sama author 😄😄😄
Zhafran Althaf: aku pas ngetik aja ngakak kak apa lagi kakak waktu ngetik narasi ceritanya otomatis lebih ngakak lagi😄😄😄
total 2 replies
Anonim
GAK USAH BAWA BAWA NAMA TUHAN LO
Arieee
mantapppppp👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!