NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Pindah Hati

Ketika Cinta Pindah Hati

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:727k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Blurb



Kiran Hanna Yasmin, merasakan hidupnya hampir sempurna dan jatuh cinta pada pria terbaik. Nyatanya bukan cinta, dirinya hanya dijadikan alat untuk balas dendam cara cepat untuk menuntut hak dari seorang Indra Jaya. Kehidupan Kiran seakan jungkir balik dan berubah ketika ayahnya memutuskan menikahkan Kiran dengan orang kepercayaannya.

Bukan kisah benci jadi cinta, tapi keadaan yang semakin rumit manakala Kiran hamil dan merasa diabaikan. Pecundang datang dengan penyesalan dan berjanji akan mengembalikan semua pada tempatnya, situasi menjadi semakin sulit macam benang kusut.

Kepada siapa cinta Kiran akan berpindah hati?

***

“Ini bukan kisah drama seperti tulisan-tulisanmu, tapi kehidupan nyata yang harus kita jalani. Sama seperti dirimu, aku pun memiliki kisah cinta sendiri.” == Brama Aji Sena.

“Aku tidak butuh rasa kasihan, pergilah dengan rasamu karena cintaku akan berpindah pada hati yang tepat." == Kiran Hana Yasmin

======
Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 ~ Penyesalan Indra

“Rumahku kecil, tidak seperti kediaman Ayahmu. Bahkan kalau kamu sembunyi di sana, belum tentu aku bisa temukan.”

Kiran yang sedang menatap sekeliling pun menoleh dan mengatakan tidak masalah. Tidak membuang waktu, tadi pagi Brama diminta menemui ayahnya untuk izin membawa Kiran. Tentu saja Yudis mengizinkan, karena sebagai suami sudah tanggung jawab Brama terhadap Kiran termasuk membawa gadis itu keluar dari rumah.

Bergegas Kiran packing pakaian dan perlengkapan yang dibutuhkan. Bukan karena dia sangat bahagia dengan pernikahannya bersama Brama dan tidak ingin ada gangguan menikmati awal pernikahan mereka. Namun, Kiran ingin menjauh untuk sementara. Mengobati lukanya dan memberi waktu pada keluarganya. Berharap semua akan berubah dan dia akan mendapatkan tempat kembali dari keluarga yang sempat membencinya.

“Kamarku yang mana?” tanya Kiran.

Brama menghela nafasnya. Jika mereka tinggal di kamar terpisah, bagaimana bisa membuka hati dan mulai menerima pernikahan ini. Tangan Brama menunjuk salah satu kamar.

“Itu kamarku. Di sana ada kamar tamu bisa kamu gunakan, di sebelahnya juga ada kamar tapi belum ada perlengkapannya. Sementara digunakan untuk ruang kerjaku.”

Kiran mengangguk pelan lalu menarik kopernya, Brama mengambil alih dua koper yang dibawa oleh gadis itu. Tempat tinggal Brama hanya satu lantai dengan tiga kamar, bahkan kamar Kiran tidak memiliki toilet dalam kamar. Hunian sederhana jika dibandingkan rumah tempat tinggalnya.

“Kita bisa tukar kamar, kalau kamu tidak suka dengan yang ini,” usul Brama.

“Oh, tidak. Ini cukup, biar aku pakai yang ini Mas.”

“Ada Bi Ati, setiap hari dia datang untuk bersih-bersih. Tadi sedang berbelanja, sampaikan saja ke beliau ingin menu apa. Aku jarang makan malam di rumah, sebab … kamu tahu jam kerjaku.”

Setelah Brama keluar dari kamar, Kiran duduk di tepi ranjang dan menatap sekeliling kamar tersebut. Kamar yang akan menjadi peraduannya ke depan, sudah saatnya dia bangkit.

Semangat Kiran, percuma meratapi dan menangisi hidupmu. Tidak akan merubah apapun, batin Kiran.

Sempat ada penyesalan saat menjejakan kakinya di rumah ini, seharusnya Brama mengajak wanita idamannya. Malah membawa istri yang dinikahkan karena perintah majikannya. Bergegas Kiran membongkar isi koper dan merapikan di lemari.

Sedangkan Brama setelah menutup pintu kamar langsung menjauh karena seseorang menghubunginya. Urusan di kantor, karena Yudis belum beraktivitas normal seperti biasa.

***

“Shittt.” Indra mengumpat lalu melempar ponselnya ke atas ranjang. beberapa kali menghubungi Kiran tapi tidak tersambung. Sepertinya sudah diblokir. Entah mengapa Indra ingin menemui Kiran, karena dibayangi rasa bersalah.

Tablet serta laptop miliknya masih disita oleh Brama. Tentu saja untuk memastikan tidak ada lagi file-file berkaitan dengan Kiran.

“Kenapa Kiran terima menikah dengan Brama. Dia cinta aku, tidak semudah itu menerima pria lain apalagi … Brama.”

Tidak dianggap oleh Lidia dan Vira, juga diabaikan oleh Kiran. Indra tidak ingin terpuruk dengan kesalahan dan kebodohannya, dia ingin bangkit. Namun, sebelum memulai Indra ingin menemui Kiran. Tidak habis akal, dia menggunakan nomor baru untuk menghubungi gadis.

Panggilan dilakukan dan terdengar nada tunggu. Dua kali panggilan tidak terjawab. Panggilan ketiga Indra menghela lega, terdengar suara di ujung sana.

“Halo.”

Indra mengepalkan tangannya ke udara, akhirnya bisa mendengar suara Kiran. Alih-alih bicara, mulut Indra tidak sanggup untuk bersuara. Lidahnya terasa kelu.

“Halo.”

Terdengar lagi suara Kiran, Indra mengusap wajahnya dengan tangan kanan. Suara Kiran terasa bagaikan penyejuk di hatinya yang gundah karena rasa bersalah. Entah bagaimana gadis itu melewati masalahnya kemarin, karena ulah dirinya dan sekarang sudah menjadi istri pria lain. Karena Indra tidak mengucapkan apapun, panggilan itu pun diakhiri.

“Kiran, maafkan aku.”

Sedangkan di tempat berbeda. Kiran dan Brama baru saja selesai makan malam, lalu membantu Bi Ati membereskan piring kotor. Meskipun asisten rumah tangga itu menolak bantuan Kiran. Brama sudah berada di kamar yang disebut ruang kerjanya.

“Selamat atas pernikahannya ya Mbak, kalian terlihat serasi. Mas Brama tampan, Mbak Kiran cantik.”

“Terima kasih Bik. Masa sih serasi?”

“Iyalah Mbak.”

Mas Bram akan lebih cocok bersama wanita yang seumuran dengannya, kalau sama aku kelihatan seperti om dan keponakan, batin Kiran.

“Sudah Mbak Kiran istirahat saja,” ujar Bi Ati. Sepeninggal Kiran dari dapur, wanita itu menghela nafasnya. Pasangan itu baru menikah dan sekarang tinggal di kamar yang berbeda, bahkan tidak terlihat ada rasa diantara keduanya.

Kiran membuka laptopnya dan duduk bersandar pada headboard. Ponselnya bergetar, ada nomor tidak dikenal tampak di layar. Dahinya berkerut menduga-duga siapa yang menghubungi. Masih ragu untuk menjawab, bahkan sampai dua kali panggilan. Khawatir penting dan mungkin saja berhubungan dengan pekerjaannya, pada panggilan ketiga akhirnya dijawab.

“Halo.”

Tidak ada sahutan. Kiran menunggu beberapa detik.

“Halo,” ujarnya lagi. Masih tidak ada sahutan. Gadis itu menjauhkan ponsel dari telinganya memastikan panggilan masih tersambung. Karena tidak jelas, akhirnya panggilan berakhir.

Kembali fokus pada layar laptop mengecek sejauh mana pekerjaan yang sudah ditinggal dan tidak disentuh beberapa hari ini. Ponselnya kembali bergetar, ada notifikasi pesan masuk di layar.

“Siapa sih,” gumam Kiran. Ternyata nomor yang tadi menghubungi, mengirimkan pesan.

081xxx : Kiran

Kiran : Maaf, ini siapa?

081xxx : Kiran, aku Indra. Apa kabarmu? Bisa kita bertemu

Kiran melempar ponselnya. Indra, pria yang membuatnya mengenal cinta dan sekarang merasakan betapa sakitnya membenci. Pria yang sudah membuatnya dalam masalah dan sekarang harus dirundung rasa bersalah. Pria yang sudah mengantarkannya pada sebuah pernikahan bukan karena rasa cinta.

Ponselnya kembali bergetar karena sebuah panggilan. Nomor yang tadi menghubungi … Indra Jaya.

 

1
Tamia Akhildadanwidyan
aq greget sama kiran,,,
sikepang
jdi ingat juragan kontrakan si Rama personil grup pencari kitab suci
sikepang
apa si vina itu selingkuh y si indra soalnya dia senyum sinis kan
Mini Amora
baca karyamu yg lain ini thor...
dari awal bab, dah trasa beda aja👍
istri darmayanty
memang benar harusnya curhat itu ke keluarga sendiri . Krn dengan begitu tidak ada yg adu domba
Ray Aza
manggil mertua sendiri kok tuan, yg kebangetan menantu ato mertuanya ini?
Ray Aza
bpk kiran selamanya menganggap brama babu bkn menantu.. seklrga mmg ga ada yg bener otaknya. gara2 lo erlan gue terdampar di sini. 🤣
Ray Aza
lah bkne brama udah diksh laporan sm toni ?
Ray Aza
aq kesini nyari rmh erlan ternyata disini cm figuran, mana tokoh utama jauh dr ekspektasi lg. di rmh mada sm bayu msh bs letawa kitiwi. disini kok ga nemu momennya. 😜
Rsi Anindyatama
karya yang bagu, runut dan jelas. terima kasih atas karyanya, tetap semangat dan terus berkarya 👍
LikCi Vinivici
kasih banget jd brama... antara istri. mertua & bos.. hadeeh
LikCi Vinivici
kenapa sih kiran nya dibuat naif??
LikCi Vinivici
sdh lulus skripsi emran, g nyadar diri klo emang bodohhh
LikCi Vinivici
anaknya Yudis sebodoh itukah??
LikCi Vinivici
bodonya amit2 ya si kiran?? polos nya kebangetan
LikCi Vinivici
sekelas brama g tau gimana vira?? kacau
LikCi Vinivici
sukses ni dikadalin si kiran...
LikCi Vinivici
bucin jd g melek mata niih
Elok Pratiwi
tidak nenarik ... keira nya bodoh lemah .. tidak seru tidak ada greget nya cerita nya
Erna Suryani
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!