NovelToon NovelToon
My Teacher Love You

My Teacher Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:956k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tia Oktavianti

"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~

"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~

Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.

Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~MTLY 17~ Pengakuan Tak Terencana

Ai pun menghubungi Fira untuk memberitahu bahwa ia tidak akan masuk kelas hari ini. Ai takut Fira khawatir dengan dirinya.

Me

Fir gue hari ini ga ngampus.

Me

Gue lagi ada urusan

Sekarang gue lagi

di apartemen kak Nay

Fira

Urusan lo ga kelar-kelar?

Fira

Iye deh ntar gue kabarin ke PJ.

Fira

Tapi lo sehat kan Ai?

Me

Oke siap

Gue sehat kok

Hati gue aja yang lagi ga baik

Fira

Haa?

Hati lo ngapa lagi Ai

Fira

Ya udah balik ngampus ntar

gue samperin di apartmennya

Kak Nay  dan lo harus cerita.

Ai hanya membaca pesan terakhir dari Fira. Mungkin sudah wakunya ia jujur pada sahabatnya mengenai perjodohannya dengan Davier. Jika ia sembunyikan hal ini terlalu lama akan menjadi masalah kedepannya.

Ai pun menonton televisi dan mengerjakan beberapa kontrak redaksi yang harus ia selesaiakan. Ia berusaha untuk melupakan sejenak masalahnya untuk fokus mengerjakan tugas kantornya.

Ketika ia sedang fokus dengan pekerjaannya ada notifikasi pesan masuk di handphonenya. Ia pun membukanya dan bingung dengan nomor yang tidak dikenal tersebut.

0878xxxxxxxx

Hai apa kabarmya?

Ia terus memandangi nomor dan pesan tersebut. Siapa sebenarnya orang dibalik nomor tersebut.  Ia pun mengabaikan pesan tersebut dan kembali menyelesaikan pekerjaannya. Tapi ada notifikasi pesan yang sama dari nomor tersebut.

0878xxxxxxxx

Ai, kamu apa kabar?

0878xxxxxxxx

Kenapa diam Ai

Me

Lo siapa sih?

Me

Jangan ganggu gue bisa?

0878xxxxxxxx

Ai, kamu becanda kan

0878xxxxxxxx

Ini bukan waktunya bercanda

Aku kangen banget sama kamu😔

Me

Lo gila, kenal aja ga

Main bilang kangen aja👊

0878xxxxxxxx

Ai, kamu kok galak gini sih

0878xxxxxxxx

Yank, aku kali ini serius, jangan

bercanda gini dong

Me

Siapa yang bercanda sih

Lo gila apa, gue ga punya

waktu buat ngeladenin lo

apalagi mau bercanda sih.

Ai pun melemparkan handphonenya ke arah sofa. Ia benar-benar di buat kesal oleh si pemilik nomor. Ia pun lebih memilih mengacukannya. Lagi pula tidak ada balasan apaun lagi.

Di Kampus Fira sudah selesai dengan kelasnya. Ia pun akan menuju ke parkiran untuk menemui Ai. Namun langkahnya terhenti ketika namanya di panggil oleh seseorang.

"Safira, tunggu." ucap orang tersebut yang ternyata adalah Davier.

"Ehh iya, ada apa ya Pak?" tanya Fira.

"Kamu melihat Aira? Saya ada keperluan dengannya." ucap Davier.

"Oh Aira, dia ga ngampus hari ini Pak. Lagi ada urusan yang mau diselesaikan katanya. Memang Bapak ada keperluan apa ya sampai mencari Ai?" tanya Fira penasaran.

"Saya ingin menyelesaikan masalah diantara kami." ucapnya santai.

"Masalah kami? Maksud Bapak apa ya?" tanya Fira bingung.

"Aira belum cerita tentang saya pada kamu?" tanya Davier memastikan.

"Tidak ada, belakangan ini kami jarang bertwmu selain di Kampus.  Kalo mau cerita pun, Ai bilang dia mau ketemu saya dan ngomong sesuatu." jelas Fira.

"Jadi kamu tau Aira dimana?" tanya Davier.

"Iya saya tau. Bapak mau ketemu Ai bisa pergi bareng saya aja. Itu pun jika Bapak berkenan dan tidak ada jadwal mengajar lagi." ucap Fira.

"Boleh,  saya sudah tidak ada jadwal lagi." balas Davier.

"Kalau begitu, mari kita berangkat. Tapi Bapak ikutin mobil saya aja ya. " pinta Fira.

"Baiklah, tidak masalah." balas Davier.

Davier dan Fira pun menuj parkiran fakultas dan segera masuk ke dalam mobil mereka masing-masing kemudian segera melajukan mobilnya. Tiga puluh menit kemudian mereka akhirnya sampai di halaman aparteemn. Mereka turun  dan mulai masuk.

Davier mengikuti Fira yang memasuki lift dan memencet tombol 4. Itu artinya mereka akan menemui Ai di lantai 4. Di dalam lift mereka berbincang.

"Kamu sudah berteman lama dengan Aira?" tanya Davier membuka pembicaraan.

"Sudah cukup lama, sejak SMP berarti sudah hampir  9 tahun lamanya Pak." jelas Fira.

"Itu artinya kamu mengenal dia dengan baik." ucap Davier.

"Sangat mengenalnya Pak. Mulai  dari luar dan dalamnya saya hafal banget." ucap Fira dengan santai.

Ketika akan mengajukan pertanyaan lagi pintu lift sudah terbuka. Fira pun melangkahkan kakinya keluar dari lift diikuti oleh Davier dan berjalan menuju salah satu kamar apartemen. Fira mulai memasukkan passwordnya.

"Ayo masuk Pak." ucap Fira lembut.

"Terimakasih." balas Davier.

Fira pun berjalan mencari keberadaan Ai. Dan ia menemukan Ai tengah tertidur di atas meja kerja milik Nayla dengan laptop yang masih menyala.  Fira pun membangunkan Ai.

"Ai bangun dong, nih gue udah dateng. Katanya lo mau cerita." ucap Fira sambil membangunkan Ai.

"Emm, iyaa gue bangun nih." balas Ai sambil mengucek matanya agar pandangannya lebih jelas.

"Cuci muka dulu gih sana." perintah Fira dan diikuti oleh Ai.

"Loh ngapain Bapak diam disitu, silahkan duduk aja Pak. Sebentar saya ambilkan minum dulu." ucap Fira dan hanya dibalas senyum oleh Davier.

"Fir lo tadi ngomong sama siapa?" tanya Ai sembari mengelap wajahnya dengan handuk.

"Pak Davier." balasnya singkat.

"Apa? Kok dia bisa datang ke sini?" tanya Ai kaget.

"Bisalah kan gue yang ajak." balas Fira santai.

"Haaa? Lo sadar ga Fir atau lo lagi kesambet?" tanya Ai dengan berteriak sembari memegang wajah Fira.

"Ya sadarlah. Udah lo temuin gih dan selesain masalah lo ama Pak Davier. Jarang banget lo dosen yang nyamperin mahasiswa buat nyelesain masalahnya." ucap Fira.

"Masalah? Apa maksud lo? Gue ga ada masalah ama tu dosen." balas Ai.

"Loh Pak Davier tadi bilang mau nyelesain masalah antara lo dan dia. Makanya gue bawa dia ke sini." balas Fira bingung.

"Buruan ah lama." ucap Fira sambil menarik tangan Ai menuju ruang tamu.

"Ini Pak silahkan minun, dan selesaikan masalah Bapak dan juga Ai. Saya permisi dulu." ucap Fira.

"Kamu duduk aja di samping Ai. Lagi pula kamu berhak tau juga, kamu kan sahabatnya." balas Davier.

"Haaa? Eh ga usah Pak." ucap Fira.

"Duduk aja Fir. Kan gue mau ngomong ama lo." ucap Ai yang mengerti maksud Davier barusan.

"Iya deh." ucap Fira.

"Baiklah, kamu atau aku yang cerita?" tanya Davier.

"AKU? KAMU? Apa maksudnya nih Ai?" tanya Fira.

Aira menarik nafas panjang, menandakan bahwa ia yang akan menceritakan semuanya pada Fira.

"Lo ga salah dengar kok Fir. Gue sama Pak Davier udah di jodohin sama keluarga dan bulan depan kita menikah." jelas Ai. Fira mengaga dibuatkan oleh cerita Ai.

"Lo serius kan Ai? Jangan bercanda deh."  ucap Fira.

"Gue ga bercanda Fir, memang itu kemyataamnya. Gue di jodohin." ucap Ai lirih.

"Beanar apa yang dikatakan oleh Aira. Kami memang dijodohkan dan sebentar  lagi akan menikah." timpal Davier.

Fira menatap Ai dengan mata yang sulit diartikan. Namun Ai paham betul arti tatapan itu.

"Gue baik-baik aja Fir. Gue udah lupa eemuanya jadi lo ga perlu khawatir." ucap Ai, dan Davier yang mendengar ucapan Ai dibuat bingung dengan maksud perkataannya.

"Gue percaya sama lo Ai. Pak tolong jangan buat Ai sedih, nangis apa lagi kecewa. Cuma itu yang saya minta ke Bapak." ucap Fira yang membuat Davier terkejut.

"Lo ngomong apaan sih Fir. Udah deh jangan ngomong yang bukan-bukan." desis Ai kepada Fira.

"Gue kan ga mau lo kenapa-napa Ai. Ga mudah jadi cewek sekuat, setegar pemaaf kek lo gini Ai." ucap Fira

"Lebay deh lo ah." ledek Ai.

"Ya udah tadi kan Bapak sama Ai mau nyelesain masalahnya, jadi kalian selesain dulu aja yaa. Tapi ingat jamgan ngelakuin hal yang ga seharusnya ya. Saya permisi pulang." ucap Fira beranjak dari duduknya sambil menahan tawa.

"Safira Adelia Hutama!! Awas aja lo yaa." teriak Ai.

"Bye semua." ucap Fira.

Setelah kepergian Fira semuanya hening. Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka. Hingga salah satu diantara mereka pun mulai bersuara.

"Kamu mau ngomongin apaan? Kalo ga ada mending kamu balik, aku masih banyak kerjaan." ucap Ai sambil merapikan timbunan kertas yang berserakan.

"Emang kamu ga bjsa nunda dulu ya ngerjain beginian? Pake acara izin ga ngampus lagi. Kamu itu statusnya Mahasiswi dan itu jadi prioritas utama kamu dong." ucap Davier sembari membantu Ai merapikan kertas-kertas yang berhamburan di lantai.

"Ga bisa, ini harus segera diselesaikan." balas Ai ketus.

"Kamu pasti ngerjainnya deadline kan, makanya buru-buru." ucap Davier.

"Bukan urusan kamu." ucap Ai.

"Mulai hari dimana kita dijodohkan kamu udah jadi tanggung jawab dan urusan aku." balas Davier.

"Oh yaa? Kita lihat aja sampai dimana batas kesabaran kamu ngurusin aku. Atau kamu juga mau ninggalin aku tanpa kabar seperti yang lain? Mending sebelum itu terjadi kamu mending jujur aja." ucap Ai semakin ketus.

"Ai, kamu ini ngomongin apa sih? Ninggalin tanpa kabar apa? Kalo aku punya salah aku minta maaf." ucap Davier lembut.

"Kamu ga salah, tapi aku yang salah karena terlalu egois."  balas Ai yang tengah menahan tangisnya.

"Kok omongan kamu makin ngelantur sih Ai. Kamu marah sama aku gara-gara aku ga bales pesan kamu? Iya gara-gara itu?" tanya Davier lembut dan tangannya meraih jemari Ai.

"Davier, aku itu egois jika menerima perjodohan ini. Aku buat kamu merasa tekekang. Kamu ga lagi bebas. Seharusnya kamu nolak aja saat itu, tapi kenapa kamu juga menerimanya. Kamu buat aku jadi merasa bersalah." jelas Ai. Hiks.. Hiks...

Air matanya tak mampu ia sembunyikan lagi. Semuanya lewat begitu saja. Davier yang melihat  Ai menangis langsung memeluknya.

"Jangan nangis gini, aku ga mau liat kamu sedih. Ai kamu ga egois. Kamu juga ga salah. Ini semua keinginan aku. Ga ada yang memaksa aku Ai." bujuk Davier kepada Ai.

Davier berusaha menenangkan Ai. Ia terus memeluk Ai erat. Ai tak henti-hentinya menangis. Begitu merasa bersalahnya Ai. Ia menyalahkan dirinya tanpa ia tau apa yang Davier rasakan.

"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu itu butuh usaha, dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."

Ai yang mendengar ucapan Davier mendongak  dan menatap Davier sendu. Matanya masih di selimuti dengan air mata. Davier memperlihatkan seulas senyum di bibirnya.

"Apa kamu yakin dengan yang kamu katakan?" tanya Ai sembari melepaskan tubuhnya dari pelukkan Davier.

"Apa mata aku ada menunjukkan kebohongan?" balas Davier dengan tersenyum sembari mengusap pucuk kepala Ai.

"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"

"Ai kita pasti bisa kalo kita selalu saling percaya. Kamu dan aku akan bersama dan ga akan ada yang bisa merobohkan kepercayaan kita." balas Davier.

"Kamu ga ngerti Vier." ucap Ai

"Justru itu kita harus belajar saling mengerti satu sama lain." balas Davier.

"Kamu ga paham Vier." ucap Ai.

"Justru itu kita harus belajar saling memahami." balasnya lagi.

"Kamu tuh kenapa malah ngelanjutin ucapan aku sih." ucap Ai kesal.

"Karena kamu separuh jiwa aku dan begitu pun sebaliknya. Maka kita harus saling melengkapi."

Pipi Ai sontak memerah. Ia tak percaya Dosen yang terkeanal killer bin kutub ini bisa begitu romantis hingga membuatnya menjadi malu.

---------------Next Update------------------

Selasa, 16 Juni 2020

Salam Hangat

Author Halu

1
Sulastrie Herlina
masa panggil suami nama doang,
Cut Yulia Riza
krng suka ama sikap nya ai.. kyk gak menghargai suami bgt
Yenni Safitrii
hallo thorr semangat ya ceritanya menarik cukup bikin penasaran 🤭👍
Ikaa Sri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ikaa Sri
sudahhh kepooo aja pak dosenn mahhh
Tia Oktavianti: Halo Ika Sari, Have an ya baca ceritanya.
Kepo dong Dosen kan juga manusia 🤣🤣
total 1 replies
Zuny Achmad
za allah brrti tdi ksayangan yng di mksud pandu ya kak 😭😭😭
Zuny Achmad
q pnasaran ksayangan itu siapa ya kak yng dmakamkan?
Tia Oktavianti: Halo Zuny Achmad, have an dengan ceritanya.
Kalo kamu penasaran yuk lanjut dibaca
total 1 replies
Zuny Achmad
😂😂😂 ada yng cemburu 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Hadeeehhh nyesek aku,,yg paling kasian itu Davier,,,😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Aira tega banget gak mau jujur ama keluarga,,Ayah nya ngotot tuh mau Ai nikah cepat,,🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Waahh bakal kasian deh Davier nanti kalo mereka jadi nikah,,tp semoga aja setelah menikah Aira bisa sembuh ya,,
Qaisaa Nazarudin
OMG Aira menghidap kanker???!!😱😱😱😭😭😭Semoga Aira bisa sembuh🤲🏻🤲🏻🤲🏻🥲
Qaisaa Nazarudin
Adek kamu tuh Vina yg jadi suaminya Ai,,Kamu tenang aja,calon adek ipar kamu tuh,,😂😂
Qaisaa Nazarudin
Nah ntar ketemu nih sama Aira dan pandu,,pasti Aira akan mengira kalau vina itu istrinya Vier,kan di kampus perkenalan diri nya udah status nikah kan..??
Qaisaa Nazarudin
Takutnya Aira udah nyaman aja sama Pandu,,gimana ya..?
Qaisaa Nazarudin
Kan udah ketemu ama calon nya juga keluarganya tadi pak,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Wahhh berarti waktu perkenalan di kampus tadi Davier boong dong ngaku nya udah nikah,,Takut di incar mahasiswi sendiri ya pak??🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Oohh baru aku ngeuh kenapa Aira manggil diri nya dan Pandu Mommy dan Daddy nya Disti,,Anak angkatnya Aira ya,kasian deh Disti yatim piatu😭😭
Qaisaa Nazarudin
Waahh mulai kepo nih pak disen nya😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Udah menikah??bukan kah ini jodohnya Ai??🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!