NovelToon NovelToon
Di kejar om-om gila.

Di kejar om-om gila.

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zia Lin

Naura Aurora, (18thn). Gadis SMA yang memiliki nasib menyedihkan, karena selalu diremehkan oleh ketiga kakaknya bahkan dia nyaris dijual untuk membayar hutang sang kakak.


Arnold William Maxime (35thn). Seorang pengusaha besar, tampan dan gagah yang memiliki hobi membawa racun serangga kemanapun dirinya pergi, memiliki tangan ajaib, takut ketinggian, dan hal-hal aneh yang belum pernah dia lihat.


Kira-kira, bagaimana jadinya jika mereka disatukan secara tidak sengaja dalam satu rumah? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Di malam yang gelap gulita, Naura melangkahkan kakinya gontai. Kedua matanya tak hentinya terus mengeluarkan bulir bening yang seakan tak ingin surut. 

Di bawah sinar rembulan yang cukup terang, Naura terus menggerek kopernya. Ia tidak menyangka, kehidupannya akan seperti ini. 

Pada siapa dirinya harus marah? Haruskah dia marah pada Tuhan? Karena sudah membuat takdir hidupnya terus menderita atau dia harus marah pada mendiang orang tuanya karena telah tega meninggalkan dirinya untuk selamanya. 

Entahlah, saat ini dirinya hanya marah pada takdir yang selalu mempermainkannya. Tidak bisakah dirinya merasakan kebahagiaan walau untuk selamanya. 

"Sudah Naura, kamu sudah mengambil keputusan yang benar untuk pergi dari rumah kakak kamu. Ibu yakin kamu akan menjadi anak yang sukses meski tanpa mereka," ucap ibu Calista mengusap punggung Naura yang sedang menangis dalam pangkuannya.

"Naura bingung Bu, Naura harus pergi kemana lagi? Naura tidak punya siapapun lagi di dunia ini." 

"Kenapa mesti bingung? Kamu bisa tinggal disini bersama ibu dan juga Calista." 

"Iya, Ra. Lagian gue juga udah anggap lo kayak saudara kembar gue sendiri," kekeh Calista.

"Tapi gue nggak mau punya saudara kembar' kayak Lo, Ca," jawab Naura mengusap air matanya.

"Sialan lo, udah ah nggak usah mewek lagi. Lo udah jelek ditambah nangis makin jelek aja Lo, Ra." 

"Calista," tegur sang ibu pada anaknya.

"Hehe, bercanda Bu … ya udah ayo ke kamar, besok kita harus sekolah," ujar Calista menarik tangan sahabatnya ke kamar. 

🌸🌸🌸

"Ra, lo yakin mau nyari kontrakan?" Calista duduk sambil menyodorkan jus strawberry pada Naura. 

"Iya, gue nggak enak kalau terus repotin lo sama ibu." 

"Ah elah, lo nggak punya alasan lain apa selain ngerepotin," cibir Calista yang bosan dengan alasan sahabatnya.

"Ya udah deh gue ralat, gue takut ibu lebih sayang sama gue haha." 

"Oh, aku tidak akan membiarkan itu terjadi Ferguso." kedua gadis itu terkekeh secara bersamaan.

🌸🌸🌸🌸

"Sore pak," sapa Naura pada Ujang.

"Sore Neng, baru pulang sekolah ya," ujar Ujang yang membuka pintu gerbang untuk Naura.

"Iya, pak. Saya ke dalam dulu." 

"Iya, silahkan Neng. Pak Dafa juga ada kok."

"Pak Dafa? Tumben." Naura mengerutkan dahinya heran dan meneruskan langkah kakinya.

"Permisi," ucap Naura mengetuk pintu ruangan Dafa.

Dafa menoleh ke hadapan Naura sambil tersenyum. "Eh, Naura sudah datang." 

Naura hanya menganggukan kepalanya. 

"Sini duduk, ada hal yang mau saya sampaikan," pinta Dafa membuat jantung Naura berdebar takut.

"Kok gue jadi takut, pak Dafa mecat gue ya," bisik Naura gugup. 

Ia pun duduk di hadapan Dafa. 

"Ada apa ya, pak?" 

"Begini Naura, Tuan Arnold meminta kamu untuk tinggal disini. Soalnya beliau selalu ingin masakan yang masih hangat dan selalu membutuhkan hal lain yang tidak bisa dia lakukan sendiri, apa kamu mau?" 

Naura berpikir untuk sejenak.

"Kebetulan banget, gue lagi butuh tempat tinggal. Kan lumayan kalo tinggal disini, jadi nggak perlu keluar duit buat bayar kontrakan, lagipula nggak akan ribet juga kan cuman ngurusin satu om-om yang jarang ada di rumah," gumam Naura sambil terkekeh dalam batinnya.

"Naura! Gimana, apa kamu keberatan?" tanya Dafa yang membangunkan Naura dalam lamunannya.

"Ah, i-iya pak … saya mau," jawab Naura tersenyum. 

"Baiklah … oh iya kamu harus ingat satu hal, Tuan Arnold punya tangan ajaib jadi usahakan jangan biarkan dia menyentuh barang-barang yang ada di dapur atau barang yang mudah pecah," lanjut Dafa membuat Naura menautkan kedua alisnya tidak mengerti. 

"Oke, setelah racun serangga kini tangan ajaib … apa maksudnya?" tanya Naura dalam hatinya. 

"Baiklah, urusan saya disini sudah selesai saya harus kembali ke kantor. Selamat bekerja." 

Naura menganggukan kepalanya. "Eh, pak tunggu!" Naura menghampiri pria yang sudah memegang handle pintu mobilnya. 

"Ya?" 

"Ini, saya mau tanya. Apa bapak nggak salah ngasih uang makan sebanyak ini ke saya?" 

Dafa tersenyum pada Naura. "Tidak kok, ini benar buat kamu." 

Naura mengulum senyum di bibirnya merasa senang karena untuk pertama kali dalam hidupnya ia memegang uang sebanyak itu. 

"Ya ampun, ni anak kalau senyum kenapa manis sekali," gumam Dafa dalam hati. "Ada yang mau ditanyakan lagi?" 

"Oh, tidak pak. Hati-hati di jalan." 

Dafa mengangguk dan masuk ke dalam mobil lalu, menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan pelataran rumah tersebut. 

Melihat Ujang sedang menutup pintu gerbang. Naura menghampirinya dan memberikan satu lembar uang berwarna merah pada Ujang.

"Pak, ini buat beli kopi." 

Ujang menerima uang tersebut. "Apa ini neng?" 

"Uanglah, masa bapak nggak tahu," celoteh Naura polos.

Ujang terkekeh. "Si neng, saya juga tahu ini teh uang, duit. Maksud saya buat apa?" 

"Buat beli kopi, saya lagi ada sedikit rezeki jadi mau berbagi sama bapak." 

"Ih, nggak usah Neng. Mending neng simpen aja buat keperluan neng sehari-hari, lagian gajian juga masih lama Neng," tutur Ujang mengasongkan kembali uang tersebut.

"Nggak apa-apa pak, buat bapak aja. Kalau bapak nolak saya marah nih." 

Ujang menggelengkan kepalanya. "Ya sudah, saya terima ya uangnya … terimakasih banyak ya Neng semoga rezekinya makin melimpah dan neng jadi orang yang sukses." 

"Aamiin, makasih pak doanya. Kalau begitu saya masuk dulu mau beres-beres." 

"Sok, mangga Neng," pungkas Ujang menatap punggung Naura dan uang di tangannya secara bergantian sambil tersenyum senang. 

Sambil merapikan kamar milik majikannya yang selalu berantakan, Naura selalu bertanya-tanya seperti apa sosok Tuan Arnold itu? Sudah satu Minggu dirinya bekerja di rumah tersebut, tapi belum pernah bertemu dengannya. 

Sibuk dalam pekerjaan selalu menjadi alasan yang diberikan oleh Dafa padanya, dan yang lebih heran lagi, tidak ada satupun foto yang terpajang di rumah itu yang ada hanya lukisan-lukisan abstrak dengan nilai jual yang sangat mahal.

Sekretaris Dafa mengatakan pada Naura, jika Tuan Arnold menyukai seni lukis jadi dia lebih memilih memajang lukisan di banding foto keluarga atau dirinya sendiri. 

Berbicara mengenai Arnold. Gadis itu jadi penasaran pada status lajang majikan gaibnya, Dafa bilang usia Arnold sekitar tiga puluh lima tahunan tapi kok bisa sih pria mapan seperti mereka masih belum menikah? Bukankah mereka selalu menjadi idaman para wanita? Atau mereka banyak memilih atau …. Naura langsung menggelengkan kepalanya ketika pikirannya mulai berpikir yang aneh-aneh.

"Eh, tapi apa ya maksudnya dengan tangan ajaib? Apa tangan Tuan Arnold bisa merubah benda jadi emas seperti yang ada di cerita-cerita itu? Kalau iya itu pasti keren, gue bisa minta bantuan buat ngerubah batu kerikil jadi tumpukan emas, dan dengan begitu gue nggak perlu lagi capek-capek kerja kayak gini." Naura terkekeh.

Ia mulai kembali berkhayal, hidup di rumah mewah dengan banyak perhiasan yang menempel di tubuhnya. Memiliki banyak pelayan dan apapun yang dia inginkan, dia hanya perlu menunjuk dan semua akan menjadi miliknya 

Bersambung.

1
Herlina M. Siman
cepat tangkap orang yang jahat perusahannya arnold
Muji Lestari
Naura ini ngeyel kalo di bilangin/Grin/
Anna Khairurr
Luar biasa
Neng Alifa
lahhh Kaka lucknut
Lilik Dewi
punya anak kembar ya
Yuli Ani
thorr bisa ga jangan berbelit ceritanya
Yuli Ani
bisaga thorr jangan mnoton dong jdi sbel deh
Zia_Lin: di akhiri saja kak bacanya, jangan mempersulit sendiri🙏
total 1 replies
Yuli Ani
cape bacanya terlalu gimana gitu jadi bosen aku bacanya perasaan kpan mau bahagianya yg ada gaji Mulu
Lilik Dewi
tiga roda aja kuat ,5 roda, kasi 7 roda thor/Joyful//Joyful//Joyful/
Lilik Dewi
kaciiian deh farel
Lilik Dewi
asiiik
Ranita Rani
emang ya masa SMA masa paling uhuuuuiiii,,,, gk bisa ngerjain soal y conteklah wlau itu gk baex tp tetep ja bandel,,,
Ranita Rani: q jd keingat pas waktu ujian semua yg q tulis itu hasil dr temenq semua,,,,
total 2 replies
Ambu_Radul
kenapa Didin sih /Drowsy/
Ambu_Radul: mantan eyke itu thooor /Grievance/
total 2 replies
Elizabeth Zulfa
ini dialog sama narasi /monolognya sama za gada beda gitu
Zia_Lin: penulisannya aja yang berantakan kak🤭 aku juga baru ngeuh
total 1 replies
Meili Rahma
untung kedua istrinya jaka ngak seperti novel sebelah syukurlah
Zia_Lin: kenapa memangnya kak🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit banget perutku ketawa mulu
Zia_Lin: jangan lupa bintang limanya ya 🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit perutku thor wkwkwkwkwkwk
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwkwk, authornya gabut yah.
Windakiki Lestari putri taswinhn
sama thor aku juga ngayal dari istri Yoongi
Zia_Lin: semangat ya suaminya lagi wamil😂
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwk bawang jahat, kek berasa nonton film.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!