NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 14

Di area bermain restoran yang luas itu, dunia orang dewasa yang penuh kepalsuan dan intrik seolah lenyap tak berbekas. Bagi Cantika dan Farrel, siang itu hanya berisi tentang warna-warni bola plastik, tawa lepas, dan piala emas yang mereka letakkan dengan hati-hati di atas meja tunggu, seolah takut benda berharga itu akan lecet jika ditinggal bermain.

​"Cantika, ayo lewat sini! Ini terowongan rahasia!" seru Farrel heboh, dia memang sangat hiperaktif sehingga tak bisa diam kecuali saat tidur saja, dan Ghani juga sekarang mulai akan memasukkannya les drum. Dengan begitu Farrel bisa menyalurkan minat dan bakat juga kemampuannya ke beberapa bidang yang di sukainya.

​Tubuh mungilnya dengan cekatan merangkak masuk ke dalam terowongan plastik berwarna hijau terang. Cantika, yang biasanya lebih pendiam dan pemalu, hari ini tampak begitu berbeda. Senyumnya terkembang lebar. Dengan langkah riang, dia mengikuti Farrel dari belakang, merangkak membelah terowongan hingga mereka berdua keluar di ujung yang lain, langsung menghadap ke kolam mandi bola yang sangat luas. Seolah Cantika tak peduli dengan tak adanya sang ayah datang ke acara besarnya.

​"Satu... dua... tiga... lompat!"

​Byuuurrrrrr

​Farrel melompat lebih dulu, disusul Cantika yang mendarat tepat di tumpukan bola-bola plastik berwarna kuning dan biru. Keduanya tenggelam dalam lautan bola, lalu muncul kembali ke permukaan dengan rambut yang sedikit acak-acakan dan tawa yang melengking riang.

​Cantika mengambil beberapa bola plastik dan melemparkannya ke arah Farrel sambil menjerit kecil karena gembira. Farrel yang tidak mau kalah segera membalas, membuat area mandi bola itu penuh dengan suara gemerincing plastik dan pekikan jenaka khas anak-anak.

​Dari meja makan, Aulia tidak bisa melepaskan pandangannya dari sang putri. Matanya berbinar haru. Sudah lama sekali ia tidak melihat Cantika tertawa lepas tanpa beban seperti ini. Selama ini, atmosfer dingin dan ketegangan di rumah akibat sikap Galang tanpa sadar telah ikut membayangi tumbuh kembang Cantika. Namun siang ini, di tempat ini, Cantika kembali menjadi anak kecil seutuhnya.

​"Lihat itu, Bu Aulia," suara Ghani mengalihkan perhatian Aulia sejenak.

Pria itu sedang tersenyum sambil menunjuk ke arah perosotan besar di sudut area bermain.​ Farrel rupanya sudah naik ke pun-cak perosotan tertinggi. Dengan sikap seorang kakak pelindung, dia berdiri di atas sambil melambaikan tangan, memberi instruksi dan semangat kepada Cantika yang sedang berusaha menaiki tangga tali di bawahnya.

​"Ayo, Cantika! Pegang yang kuat! Kamu pasti bisa, seperti di panggung tadi!" teriak Farrel menyemangati.

​Cantika mendongak, menatap Farrel dengan mata bulatnya yang berbinar penuh tekad. Perlahan tapi pasti, kaki kecilnya melangkah mantap menaiki satu demi satu anak tangga tali. Ketika tangannya berhasil menggapai puncak, Farrel langsung menarik lengan Cantika dengan sigap, membantu sahabatnya itu berdiri tegak di area meluncur.

​Mereka berdua duduk bersisian di pangkal perosotan ganda yang meliuk. Sambil berpegangan tangan, keduanya menghitung mundur dengan kompak.

​"Satu... dua... tiiiigaaa!"

​Tubuh mereka meluncur deras, membelah angin restoran yang sejuk, dan kembali mendarat dengan sukses di kolam bola terbawah. Cantika tertawa sampai matanya menyipit, sementara Farrel langsung berdiri dan melakukan pose kemenangan dengan mengangkat kedua tangannya ke udara, meniru gaya pahlawan super di televisi.

​Kehangatan dan keseruan alami kedua anak itu seolah menjadi obat penawar yang paling mujarab bagi luka di hati Aulia. Setiap tawa yang keluar dari bibir Cantika seperti menyuntikkan energi baru ke dalam nadinya. Aulia mengepalkan tangannya di bawah meja, bukan karena marah, melainkan karena sebuah tekad yang kini sudah bulat sempurna.

​Demi senyum ini, batin Aulia mantap, aku akan pastikan tidak akan ada lagi orang yang bisa merenggut kebahagiaanmu, Cantika. Bahkan ayahmu sendiri. Setelah Cantika melihat kelelahan bermain akhirnya Ghani berinisiatif mengajak mereka pulang. Karena kalau menunggu Farrel lelah tak akan ada habisnya kecuali kalau dia mengantuk. Mobil mewah milik Ghani perlahan berhenti tepat di depan pagar rumah Aulia. Di kursi belakang, Cantika dan Farrel masih sibuk tertawa, membandingkan dua piala emas yang mereka pangku dengan bangga.

​"Terima kasih banyak atas tumpangannya, Pak Ghani. Juga untuk makan siangnya... Dan terima kasih untuk hari ini, Cantika terlihat sangat bahagia," ucap Aulia tulus sambil menoleh ke arah Ghani yang berada di balik kemudi.

​Ghani tersenyum hangat, sorot matanya memancarkan ketenangan yang sangat meneduhkan.

"Sama-sama, Bu Aulia. Hari ini hari bahagia untuk anak-anak kita. Saya senang bisa ikut merayakannya. Lagi pula Cantika adalah anak yang riang kok... Namun Farrel justru sepertinya jauh lebih senang bisa bermain karena biasanya dia bermain sendirian..." Pria itu kemudian menoleh ke belakang.

"Farrel, ayo pamit dulu..." ujar Ghani menggantung saat melihat di kursi kemudi sudah kosong. Ternyata mereka sudah turun lebih dulu.

"Astaga, anak itu malah ikut turun, Bu Aulia..." Kekeh Ghani yang akhirnya turun dari dalam mobil di ikuti oleh Aulia.

"Fareeell... Chantikaa..." Seketika Ghani dan Aulia terdiam dan saling pandang saat melihat kedua anak mereka akan di jewer oleh Bu Ratna.

"Bu! Jangan pernah berani berbuat ka-sar pada anakku!" Teriak Aulia membuat Bu Ratna menghentikan gerakan tangannya. Bahkan sebelum Aulia berteriak, Farrel sudah lebih dahulu menarik tangan Bu Ratna dan menggigitnya.

"Anak-anak kurang ajar kalian! Tak punya sopan santun! Dasar anak-anak ca-cat!"

"Bu...! Cukup jangan keterlaluan!"

"Papaa... Ada mak lampir!" Teriak Farrel menarik tangan Cantika dari sana dan mendekat ke arah kedua orang tuanya.

​"Anak ca-cat kurang ajar kalian! Apa kalian tak bisa mendidik anak dengan baik? Pantas saja anak cacatmu semakin kurang ajar karena berteman dengan anak nakal seprti dia!" Emosi Bu Ratna menunjuk wajah Aulia.

​Di teras rumahnya, sudah berdiri tiga orang yang sangat Aulia kenal, Bu Ratna (ibu mertuanya), Pak Hendra (ayah mertuanya), dan Rika (kakak iparnya). Wajah ketiganya tampak bertekuk masam dan dipenuhi amarah yang siap meledak. Apalagi melihat Aulia dan Cantika turun dan di antar menggunakan mobil mewah milik Ghani.

​"Oh, bagus ya! Jam segini baru pulang! Suami kerja keras banting tulang, istrinya malah keluyuran bawa anak ca-cat dengan pria lain! Wanita macam apa kamu?" semprot Bu Ratna tanpa basa-basi, suaranya melengking tinggi hingga membuat Cantika ketakutan dan langsung bersembunyi di balik kaki Aulia. Farrel masih berdiri di samping Cantika, bahkan kini berdiri di depan sahabatnya seolah dia siap menjadi tameng Cantika.

​Aulia refleks mendekap pundak putrinya, mencoba menenangkan.

"Ada apa ya, Bu, datang tiba-tiba? Kalau mau bertemu dengan Mas Galang, bukannya dia selalu ke rumah ibu? Karena tak mungkin ibi datang kesini untuk menemui aku atau Cantika," tanya Aulia, suaranya diusahakan tetap datar dan tenang.

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!