NovelToon NovelToon
I Love You Kakak

I Love You Kakak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani

Lanjutan dari karya Perjodohan membawa bahagia. Disarankan mampir ke karya sebelumnya agar tidak menimbulkan kebingungan.

Karena sebuah wasiat dari orang tua kandung kakak angkatnya, ia dan sang kakak angkat dinikahkan. Pernikahan karena perjodohan itu menimbulkan banyak masalah, terutama masalah hati. Karena sesungguhnya, sang kakak angkat sudah memiliki wanita lain yang ia cintai dengan sepenuh hati dan hanya menganggap dia sebagai adik.

"Aku mencintai kamu sebagai kekasih, kakak." Yolanda Aditama.

"Maaf Yolan. Aku tidak bisa menerima cinta itu. Karena selamanya, kamu akan tetap berada dalam hatiku sebagai adik. Aku tidak bisa menggubah perasaan itu." Dewa Sujianda.

Akankah perasaan Dewa bisa berubah? Atau bahkan, akan tetap selamanya bertahan seperti itu? Mungkinkah pernikahan mereka akan bertahan? Atau bahkan, akan hancur karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 17

Yola merasa kepalanya bagai dipukul dengan benda keras, ketika Dewa menyebut nama Hanas sambil melihat ke arah suster yang sedang berdiri tegak di depan pintu ruangan tersebut. Di tambah, tatapan sayu penuh cinta itu Dewa perlihatkan sambil melihat suster tersebut.

"Kamu sudah baik-baik saja, Hanas?" tanya Dewa sambil bagun dari duduknya.

"Aku ... aku seperti yang kak Dewa lihat sekarang. Sudah baik-baik saja dan sudah bisa memulai pekerjaan." Hanas bicara dengan nada bahagia. Berbeda dari Hanas yang Dewa jumpai beberapa hari yang lalu.

"Syukurlah kalo gitu," ucap Dewa sambil berniat untuk mendekat. Ia bahkan melupakan keberadaan Yola di dalam ruangan tersebut.

Melihat hal itu, Yola tidak ingin tinggal diam. Bagaimanapun, Dewa itu adalah suaminya. Orang yang ia cintai dengan sepenuh hati. Rasa sakit jangan ditanya lagi. Sudah pasti bersarang dalam hati Yola saat ini. Tapi, ia berusaha menahan rasa sakit itu sekuat tenaga agar tidak dilihat oleh siapapun.

"Aduh!" Yola berteriak keras sambil memegang tangannya.

Seketika, semua perhatian orang yang ada di sana terpusat kan pada Yola. Dewa yang ingin mendekati Hanas, kini ikut membatalkan niatnya itu. Bergegas, ia menghampiri adik angkatnya dengan wajah panik.

"Ada apa, Yolan? Ada apa? Apa yang sakit?" tanya Dewa dengan nada panik.

"Ya Tuhan! Nona kecil kenapa lagi ini?" tanya bu Erni juga ikut memasang wajah panik.

"Dokter! Panggilkan dokter!" ucap Dewa dengan nada tinggi.

"Hanas! Tolong panggilkan dokter!"

Hanas yang terdiam di depan pintu, mau tidak mau terpaksa menyeret kaki meninggalkan ruangan tersebut. Wajah panik Dewa membuat hatinya tersayat-sayat sakit bukan kepalang.

Meskipun ia awalnya berniat membalas sakit hati itu dan berniat menghapus rasa cinta untuk Dewa. Tapi tetap saja, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cinta tidak gampang dilupakan.

"Yolan. Katakan padaku apa yang sakit?" tanya Dewa sambil membelai pelan rambut Yola yang sedang menundukkan wajahnya sambil terus memegang tangan kiri yang terbalut perban.

"Perih dan panas, kak Dewa. Auh, sakit sekali." Yola berucap dengan wajah sedih.

"Tahan, Yolan. Tahan sebentar saja lagi."

"Sini-sini, biar aku tiup-tiup kan agar rasa panas itu bisa sedikit mereda," ucap Dewa sambil memegang tangan Yola dengan lembut.

Lalu kemudian, ia meniup-niupkan tangan Yola dengan penuh kasih sayang. Sejujurnya, ia sangat menyayangi adik angkatnya ini. Bagaimana tidak, sejak kecil, ia jaga dengan sepenuh hati. Selalu berusaha membuat Yola bahagia bagaimanapun caranya. Selalu mengalah jika ada masalah. Dan selalu menerima masalah yang Yola buat. Mengakui kesalahan yang Yola buat adalah kesalahannya.

Hanya saja, saat rasa sayang sebagai adik itu diubah dengan pernikahan. Ia merasa sangat sulit untuk menerima kenyataan itu. Karena rasa sayang yang ada dalam hatinya, sudah tertulis sayang sebagai adik. Bagaimana bisa ia mengubah hal itu?

Tapi, sesungguhnya, pernikahan itu tidak akan ia laksanakan jika Yola juga tidak setuju. Pernikahan itu terjadi, dan masih ia pertahankan, karena ia tahu, Yola menerima pernikahan itu dengan sepenuh hati. Bahkan, Yola bahagia dengan pernikahan itu.

Hanas pun datang kembali bersama seorang dokter. Dokter yang sebelumnya merawat tangan Yola.

Melihat kedatangan dokter tersebut, Dewa segera meminta sang dokter untuk memeriksa keadaan tangan adiknya. Tentunya, dengan wajah cemas dan nada panik.

"Dokter tolong! Tolong periksa keadaan Yolan, Dok!" ucap Dewa sambil memegang erat bahu dokter tersebut.

"Sabar-sabar. Tolong tenang dulu. Biar saya periksa kembali tangannya."

"Lakukan yang terbaik, Dok. Tolong adik saya."

"Iya. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik mungkin," ucap dokter tersebut dengan nada sedikit kesal mungkin.

Dokter itupun memeriksa kembali tangan Yola. Mengulangi hal yang sebenarnya tidak perlu ia lakukan. Karena sebenarnya, tangan Yola sudah baik-baik saja. Alias, Yola hanya pura-pura sakit karena ingin diperhatikan oleh Dewa.

"Sepertinya, tangan nona ini sudah tidak apa-apa. Sudah baik-baik saja," ucap dokter itu sambil beranjak meninggalkan Yola.

"Benarkah? Apakah yang dokter katakan itu benar?"

"Tentu saja, iya. Karena saya sudah banyak menangani kasus serupa dengan yang nona ini alami. Bahkan, ada yang lebih parah lagi. Dia sudah baik-baik saja. Tinggal menunggu sembuh saja."

'Dokter sialan! Bisa-bisanya ia berkata seperti itu pada kak Dewa,' kata Yola dalam hati dengan wajah kesal.

"Iya kak Dewa. Dilihat dari perbannya saja sudah bisa ditebak, kalau cederanya gak parah. Cuma cedera ringan saja. Kak Dewa gak perlu sepanik itu. Dia gak akan kenapa-napa kok, kata Hanas pula menambahkan dengan nada ejekan.

"Yolan itu tidak sama dengan perempuan pada umumnya, Hanas. Kulitnya terlalu sensitif. Makanya, aku merasa sangat cemas barusan."

Seketika, wajah bahagia Hanas berubah kesal kembali. Sedangkan Yola, ia begitu bahagia dapat pembelaan secara terang-terangan oleh Dewa.

"Oh, pantas saja kak Dewa begitu cemas. Ternyata kulit adiknya begitu sensitif," ucap Hanas dengan menekankan kata adiknya saat ia ucapkan.

Terasa kesal dalam hati Yola ketika mendengar Hanas mengatakan hal itu.

'Ini orang maunya apa sih? Ngajak perang beneran?' tanya Yola dalam hati dengan tatapan tajam ke arah Hanas.

"Oh ya, apakah resep obat tadi sudah kamu berikan, suster?" tanya dokter itu memecah obrolan Hanas dengan Dewa.

"Maaf, Dok. Belum."

"Kalau belum, berikan padaku. Ada obat yang harus aku ganti. Karena jika nona ini punya kulit yang sensitif, maka ada beberapa obat yang tidak boleh dia minum."

"Ini, Dok." Hanas menyerahkan resep yang ia genggam sedari tadi.

"Ayo ikut aku! Kamu ambil sekalian obat untuk nona ini," kata dokter itu pada Hanas.

Hanas merasa kesal. Tapi, ia tidak bisa menolak apa yang dokter itu katakan. Karena sebagai suster magang, dia tidak punya keberanian untuk melawan, apalagi bikin ulah di rumah sakit ini. Jika tidak ingin impiannya menjadi suster pupus begitu saja.

Hanas lalu mengikuti dokter tersebut ke ruangannya. Setelah menulis ulang resep obat untuk Yola, dokter itu langsung meminta Hanas mengambil obat sesuai dengan yang ia telah ia tulis.

Saat itulah, ide jahat untuk menyakiti Yola tiba-tiba saja muncul dalam benak Hanas.

"Dok, biar saja bawa sekalian kertas ini untuk dibuang ke tong sampah," ucap Hanas sambil mengambil resep obat sebelumnya.

"Silahkan. Tapi hati-hati, jangan sampai tertukar."

"Iya, Dok."

'Hati-hati tertukar? Tenang saja, dokter. Tidak akan tertukar. Tapi ... memang sengaja aku tukar iya,' kata Hanas dalam hati sambil tersenyum.

Hanas lalu mengambil obat yang tertulis dalam resep pertama, sedangkan resep kedua, ia buang ke tong sampah. Sambil tersenyum bahagia penuh kemenangan. Ia membawa obat itu untuk ia berikan pada Dewa.

1
M Bibin
🥰🥰
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sakura
....
Shifa Burhan
kau thor apa yang jadi masalah dalam novel mu adalah sikap tidak adil mu dalam memperlakukan emeran utama wanita (istri) dan pemeran utama pria (suami)

*saat novel mu yang konfliknya suami melakukan kesalahan pasti kau buat istri tidak mudah memaafkan, pasti kau buat suami dapat balasan, mengemis maaf dan berjuang keras, dan pasti kau hadirkan lelaki lain yang membuat istri membalas perlakuan suami

banding dengan novel yang konfliknya istri melakukan kesalahan semudah itu dimaafkan, karakter suami kau buat bodoh dan semudah itu memaafkan malah balik minta maaf kayak pengemis, dan kalian tidak berani hadirkan wanita lain (kayak kalian hadirkan lelaki lain)

karena ini lah pola pikir egois wanita ketika suaminya salah tidak semudah itu dimaafkan tapi ketika dia salah mau dimaafkan begitu saja dan sikap egois ini mereka bawa kedalam novel

adalah lagi pola pikir egois yang terkesan munafik wanita dalam berkarya yaitu mereka melaknat pelakor tapi memuja pebinor

miris
Atik Bunga
apa ini kakah burhan
Atik Bunga
jangan ladang bunga yg dimaksud saka itu kebun bunga punya mamahnya yola
Atik Bunga
jangan2 dokter leo suka sama yola
Atik Bunga
kasihan hanas anak yg tdk diharapkan oleh johan malah tersakiti
sharvik
sulis it siapa y dewa ya . . d eps sblm y mngatakan yola adalah orang yg sngat dewa syang stelah sulis. .
watini fitrah
knpa rata rata CEO bodoh klu udh di depan pelakor
Rani: nah, ceo kek gini cuma ada di dalam karya aja yah. keknya, di dunia nyata ngga akan nemu🤣
total 1 replies
Rika Fitria
zaka kayaknya anak Zara
Rika Fitria
Luar biasa
Mas Sigit
itu kakekmu yolan
Mas Sigit
bagus yolan kmu hrs tegas biar dewa sadar bagaimana jahatnya si hanas
Mas Sigit
dadaku sdh mulai sesak bayangin jd yolanda
Mas Sigit
pasti Hanas ga bakalan tinggal diam mlihat dewa sm yolan mrnikah
Al Fatih
iya,, kadang sbg perempuan,, merasa miris,, sdh d hina,, d tolak,, masih ngemis2 juga,, jujur lebih suka karakter perempuan kuat,, ga mudah d tindas....,,
Al Fatih
lengkap sdh semuanya,, wlwpun itu wasiat,, harusx Brian dan Kania pastikan dulu dewa ad pacar ga,, wlwpun Yola cinta dewa,, tapi dewa kan ga,, beresiko Yola akan d tersakiti,, dewa juga plin plan,, Johan juga gitu,, anaknya Johan juga gt...😅
ShaHana Rania Norali
menarik.. dan tak sabar baca sampai episode akhir. 🥰
alnino
drma bnget bnyak omong wkwk si yola keburu nyampk rumh mreka ado argumen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!