Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 Laila mulai berubah
Fajri dan Rama menghampiri Ramli yang duduk sedang memikirkan kejadian barusan.
"Itulah resikonya man kalau pacaran. akan ada yang tersakiti. Secara tidak sengaja hati keduanya tersakiti. coba lihat Fajri man kebal bro.
" Biasa saja. jawab Fajri."jangan berlebihan menilai, aku juga manusia biasa.
"Ya.... betul ucapan mu ram aku sudah menyakiti mereka."
"Fajri menepuk pundak Ramli "itulah Cinta ibarat mata air yang selalu mengalirkan kesegaran kepada jiwa yang dahaga. Oleh karena itu, agar cinta selalu terjaga kesuciannya, tumbuh berkembang secara baik, hendaknya seseorang mengetahui cara merawatnya.
" Lanjutkan man." Rama antusias
"Luruskan niatmu. kau mencintai seseorang apa niatmu? jika kau mendekatinya hanya bermain-main lebih baik berhenti. karena suatu saat nanti dampak dosanya akan kamu rasakan. bisa jadi akan berdampak dalam rumah tanggamu kelak. kita tidak pernah tahu kan? seperti apa kedepannya." Fajri menepuk bahu Ramli kemudian melanjutkan perkataannya
"Setiap manusia yang hidup pasti akan memiliki rasa cinta. Rasa cinta adalah fitrah yang sudah wajar dimiliki dan merupakan anugerah Allah SWT. Tidak ada manusia yang ingin disakiti melainkan ingin mendapatkan rasa cinta yang mendalam dalam hidupnya." Fajri kembali melanjutkan
" Begitupun Allah memerintahkan manusia untuk terus memiliki rasa cinta dan kasih sayang antar sesama manusia dan khususnya sesama muslim agar terjalin rasa persaudaraan dan keluarga, namun berbeda saat seseorang jatuh cinta dengan lawan jenisnya.
"Ada sebuah perasan aneh, getaran dalam hati.rasa memiliki begitu tinggi, bahkan membayangkannya saja membuat kita terlena. untuk itu Jangan sampai jatuh cinta kita menjadi arah pada mendekati zinah. Mendekati zinah tentunya adalah hal yang sangat dilarang dan diharamkan oleh Allah. Untuk itu jangan sampai kita melakukan khalwat atau berdua-duaan dengan lawan jenis, walaupun dalam konteks kita sedang jatuh cinta.
"hingga akhirnya kita mengikuti bisikan-bisikan halus itu hingga membawa sebuah perzinahan yang dapat menghancurkan kita.
Rama dan Ramli hanya bisa melongo mendengar perkataan Fajri.
" Pilih diantara keduanya man. ajak ta'aruf menuju halal. nikah baru pacaran. jika memang hati sudah mantap. Rama dan Fajri tersenyum melihat raut wajah Ramli berkerut.
"Tatapan itu ada dua, tatapan nafsu dan tatapan kasih sayang. seperti kau menatap seseorang berbuat kebaikan dalam hatimu muncul rasa haru, bangga. beda dengan tatapan nafsu, ini yang perlu dihindari. Fajri berhenti berbicara saat ponsel miliknya berdering. " Ok. sepertinya aku harus pergi. ada sesuatu yang penting.
****
Disisi lain Mala menangis mengingat perkataan Marni. Entah mengapa hatinya begitu sakit saat Marni menghina cara berpakaiannya.
Rani duduk di samping Mala dan menatapnya. Laila menghampiri kedua sahabatnya dan merangkulnya.
"Suka dan duka kita lewati bersama. kalian sahabatku, tak ada yang perlu kamu tangisi, memang yang dikatakannya itu, benar lihatlah.......
" iya, tapi..... Mala masih tak Terima perkataan Marni.
"Hidup menjadi lebih baik butuh proses bersyukur masih dikasih waktu oleh Allah. tidak semua orang diberikan cukup waktu untuk berubah menjadi lebih baik.
Mala dan Rani lagi-lagi tercengang dengan Perkataan Laila yang sekarang.
" Tuhanmu tidak akan merubah seorang hamba kecuali dia merubah dirinya sendiri. Laila menarik napasnya.
"Maksudmu?
" Ya.... pelan tapi pasti. Aku berusaha menjadi diriku sendiri mengikuti kata hatiku, bahwa aku lelah seperti ini, masih bersyukur aku diberi kesempatan untuk memujinya, mengapa tidak aku tidak melakukannya, belajar dari sekarang menjadi seorang manusia yang bertuhan.
"Semua orang punya masa lalu... yang suram..... seperti aku mungkin. Laila berdiri menghadap ke jendela kamar Mala. cinta pertamaku pergi meninggalkanku, aku menguburnya dalam..... saat Fajri datang di kehidupanku aku jatuh cinta padanya, aku begitu gila dengannya. sungguh. " Laila melihat kedua sahabatnya yang mengikutinya dengan tatapan. "tapi, semakin aku mengejarnya dia semakin menjauh. Laila meneteskan air mata. " pada awalnya aku memang kecewa, sangat. kedua sahabatnya menatap Laila yang sekarang duduk di sisi ranjangnya meneteskan air mata.
"Tapi, itu tidak mungkin, lanjut Laila. "Aku memaksakannya untuk menerimaku. Mungkin perkataannya benar bahwa, cintaku dilandasi dengan nafsu. Laila memperbaiki rambutnya, menghapus air matanya dengan punggung tangannya dan berdiri tersenyum. Saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita tidak bisa berhenti memikirkannya. Kita semua mengaku cinta kepada Allah, tapi seberapa sering kita mengingat-Nya."
"Laila kau sudah berubah..... aku terharu dengan ucapan mu. Rani dan Mala memeluk Laila dan ketiganya menangis sejadinya.
" Aku hanya berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tangis Laila. "