Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.
Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.
Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.
Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
Ji Yu terkapar di atas rerumputan, napasnya tersenggal, wajahnya memerah ia benar-benar kelelahan, pakaiannya yang penuh dengan tambalan, basah kuyup oleh keringat, dan tubuhnya bergetar hebat.
"Nona-... tolong... ha.. Ji Yu...hampir mati... " ujar Ji Yu tersenggal, ia sudah di siksa sejak tadi. Tapi Nona mudanya tidak juga melepaskan.
Li Zie berjalan mendekat langkah tegap. Rambutnya di sanggul asal dengan tusukan ranting, dan sebagiannya berantakan karena sejak tadi ia berlatih dengan sangat keras.
Li Zie membawa dahan pohon lalu memukul perumputan di samping telinga Ji Yu.
Plak!
"Mati?! Sudah ku katakan, jangan manja jika masih ingin berada di dekat ku, lebih baik mati saat berlatih dari pada mati di tampar Cui Ma, " ujar Li Zie ia berjongkok dan menatap pada pelayanannya.
"Dengar Ji Yu, Jika kamu lemah kamu akan dijadikan keset kaki oleh mereka, apa kamu sangat menikmati saat Cui Ma menamparmu? apa kamu juga ingin terus-terusan makan air tajin itu, hah? " ujar Li Zie mengingatkan bagai mana nasibnya jika ia tidak mau berubah.
Ji Yu menggeleng, ia tidak mau jika terus di hina dan di anggap sampah, wajahnya memerah karena terlalu lelah berlatih, lebih tepatnya, nona mudanya begitu tegas saat berlatih.
Li Zie berdiri dengan ekpresi wajah datarnya, sudah tidak ada lagi nona muda yang lemah lembut, Li Zie berdiri memberikan waktu sebentar untuk Ji Yu bernafas, setelah nafas Ji Yu terdengar teratur.
Li Zie yang juga basah kuyup oleh keringat, ia meneguk air spiritual itu langsung dari guci yang sudah jelek bentuknya itu, Li Zie menyodorkan pada Ji Yu dan berkata, "Minumlah, dan kita latihan kembali."
Ji Yu langsung meneguk minuman itu, seperti yang di lakukan oleh Nona mudanya, membuat tubuhnya menjadi sangat bugar kembali, ia sangat yakin bisa lebih kuat dari yang sebelumnya.
Saat Ji Yu masih lengah, Li Zie langsung meluncurkan tendangan rendah ke kaki Ji Yu.
Buk!
Ji Yu terjatuh dengan bunyi berdebam, Ji Yu tercengang dengan perubahan sikap nona mudanya yang sangat kasar dan satu lagi, penampilan nona mudanya sangat amburadul, rambut di sanggul asal dengan ranting kayu, dan tatapannya yang tajam dan liar seperti srigala, itu bukan nona mudanya yang lemah lembut, itu adalah jenderal perang.
"Nona.... Nona sangat berbeda," ujar Ji Yu.
Li Zie mengambil apel spiritual yang ukurannya juga berbeda lebih besar dari buah apel yang pernah ia lihat, lalu mengunyah apel itu dengan kasar dan melemparkannya pada Ji Yu.
Li Zie berkata, "Makan itu! jangan manja! Di dunia lama ku, anak kecil saja mampu mematahkan kayu dengan tangan kosong, kamu baru push up delapan puluh kali saja sudah hampir mati. "
"Dunia lama? apa Nona-" Ji Yu ragu mengatakannya. Tapi ia sangat heran, karena Nona mudanya berubah jadi galak dan amburadul, tidak peduli pada penampilan.
Li Zie menggaruk rambutnya yang berantakan itu, Ia melihat kebingungan di wajah Ji Yu, Li Zie pun berkata, " Anggaplah aku pernah bermimpi, mimpi yang sangat panjang, Aku pernah menjadi seorang dokter, maksud ku tabib dan menjadi seorang ahli bela diri, aku akan menerapkan di kehidupan ini agar kita tidak lagi ditindas.''
Ji Yu langsung berdiri, dengan kagum pada Nona mudanya karena semangatnya sangat luar biasa, Ji Yu pun kembali siap berlatih lagi, ia juga ingin kuat seperti nona mudanya, Ji Yu memasang kuda-kuda.
Li Zie tersenyum lalu melakukan gerakan karate dengan sangat cepat, pukulan gyaku zuki yang membelah udara sampai menciptakan bunyi wush! yang sangat tajam.
"Ji Yu lihat tangan ku ini, "Li Zie mengepalkan tinjunya di depan wajah Ji Yu yang sedang ketakutan.
"Ini tangan seorang dokter. Aku tahu persis Di mana letak titik saraf yang dipukul sedikit saja, orang tersebut akan lumpuh seumur hidup. Aku akan ajarkan itu padamu tapi Kalau kamu masih cengeng pergi sana keluar dan biarkan mereka membunuhmu,'' ujar Li Zie berkata dengan kejam agar pelayan setianya menjadi terinspirasi dan lebih semangat untuk berlatih.
Ji Yu terdiam. Ia melihat aura Li Zie yang sangat haus akan kekuatan, Ji Yu segera menghabiskan apel tersebut, sehingga tenaga benar-benar pulih kembali, tubuhnya tidak lagi bergetar.
"Hamba.... hamba mengerti Guru, hamba akan berlatih sampai mati," ujar Ji Yu dengan yakin dengan keputusannya, Ji Yu berdiri dengan semangat yang besar.
Li Zie menyeringai tipis, sebuah senyum miring yang sangat nakal sekaligus berbahaya, lalu berkata, " bagus sekarang lakukan posisi kuda-kuda lagi. "
...****************...
Li Zie sudah mengajarkan teknik karate dasar, yang di kombinasikan dengan kitab arus langit pada Ji Yu.
"Tendang lebih kuat lagi Ji Yu dan bayangkan jika itu adalah kepala Cui Ma," ujar Li Zie menggelegar.