NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 26

Keheningan di kamar itu terasa menyesakkan, seolah setiap oksigen yang ada telah habis tersedot oleh ketegangan di antara mereka. Alysia duduk tegak di tepi ranjang, tangannya bertaut di atas pangkuan, tidak berani menatap pria yang selama enam tahun ini menjadi suaminya, namun kini terasa begitu asing.

Damian masih berdiri di dekat pintu, langkah kakinya seolah berat untuk melangkah lebih dekat. Dia melihat Alysia yang tampak begitu rapuh, dan setiap detik yang berlalu membuatnya sadar bahwa dinding yang dia bangun selama bertahun-tahun telah runtuh, menyisakan reruntuhan yang siap menimpanya.

Dia sadar atas segala kesalahannya selama ini. Dan dia juga tahu jika Alysia tak akan dengan mudah memaafkan dirinya begitu saja. Tapi, dia sudah mengambil keputusan, dia juga tak ingin lagi menjadi boneka siapapun, termasuk ibunya. Dia akan mempertahankan Alysia dan juga Arkhasa.

"Alysia..." panggil Damian lirih.

Alysia mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang sembab menatap Damian dengan tatapan yang sulit diartikan. Bukan lagi tatapan penuh harap, melainkan tatapan seseorang yang sudah sampai di titik nadir. Hati Damian rasanya tercabik melihat sorot mata Alysia. Wanita yang biasanya menatap dia dengan penuh cinta dan juga pengharapan. Kini terlihat benar-benar hancur.

"Apa lagi yang ingin kamu katakan, Damian?" tanya Alysia.

Suaranya datar, tanpa emosi, namun itulah yang justru membuat Damian merasa lebih sakit daripada jika istrinya itu berteriak marah.

Damian berjalan mendekat, lalu berlutut di hadapan Alysia. Dia tidak berani menyentuh tangan istrinya, seolah takut sentuhannya akan semakin membuat Alysia marah padanya.

"Aku sudah bicara dengan ayah," ujar Damian dengan suara bergetar.

"Aku mengakui segalanya. Aku adalah pengecut yang bersembunyi di balik ketiak Ibu dan ambisi yang tidak ada ujungnya. Aku tahu, aku telah mencuri enam tahun masa mudamu, dan aku tidak punya hak untuk meminta apa pun darimu saat ini."

Alysia memalingkan wajah, menatap jendela kamar yang memperlihatkan langit yang mulai berwarna keemasan. Pertanda hari sudah semakin sore.

"Enam tahun bukan waktu yang sebentar, Mas. Aku bukan hanya kehilangan masa muda, aku kehilangan diriku sendiri. Aku mencoba menjadi istri yang sempurna untuk pria yang hatinya terkunci rapat untuk wanita lain. Aku mencoba menjadi ibu yang baik untuk anak yang bahkan tidak tahu siapa ibu kandungnya."

"Aku... Bahkan berharap kepada pria yang selama enam tahun tak pernah melihatku. Aku masih terus berusaha meyakinkan diriku kalau kamu akan melihatku suatu hari nanti sebagai istrimu. Tapi! Ternyata aku salah. Sampai kapanpun kamu tak akan pernah bisa melihatku sebagai istrimu, Mas. Karena kamu memang tak pernah benar-benar menganggapku sebagai istri ataupun wanita dewasa. Tapi kamu hanya membutuhkan aku sebagai ibunya Arkha saja! Dengan kata lain aku tak lebih dari sekedar pengasuh!" ujar Alysia dengan suara bergetar dan tangisnya kembali pecah.

Sesak sekaligus rasa sakit yang tak pernah bisa dia tahan lagi di hadapan suaminya. Damian menggeleng cepat namun dia menunduk semakin dalam, bahunya bergetar.

"Tentang ibu Arkha... itu adalah masa lalu yang aku simpan karena aku terlalu takut menghadapinya. Aku takut jika aku membuka luka itu, keluargaku akan hancur, terutama Arkha. Tapi, Alysia, saat aku melihatmu pergi pagi tadi, saat aku menyadari bahwa mungkin kamu benar-benar akan menghilang dari hidupku. Aku baru sadar bahwa duniamu adalah satu-satunya dunia yang ingin aku tinggali,"

"Apakah itu cinta? Atau hanya rasa nyaman karena ada seseorang yang mau mengurus anakmu dan menutupi aib keluargamu? Juga ada asisten pribadi yang mengurus semua kebutuhan pribadimu! di dalam kamar dan ran-jang yang sangat dingin selama enam tahun. Bahkan dengan bo-dohnya, bertahun-tahun aku selalu mencoba mencuri perhatian kamu, Mas!"

"Namun kamu selalu memalingkan wajahmu dariku. Apa kamu tahu? Seberapa hancurnya aku setiap kali kamu menolakku. Bukan hanya satu kali, tapi mungkin ratusan atau mungkin ribuan kali selama enam tahun ini. Kamu pasti selama ini mengira kalau aku adalah wanita mura-han yang berusaha untuk mencari perhatian kamu kan?" luapan emosi Alysia tak bisa di bendung.

Dia menatap tajam tepat ke mata Damian yang baru saja mendongak mendengar ucapan istrinya. Damian terdiam. Pertanyaan itu menghantamnya tepat di jantung. Ia ingin membantah, ingin bersumpah, namun ia sadar bahwa tindakannya selama ini telah membunuh kepercayaan Alysia.

"Tidak Alysia. Kamu salah. Bukan seperti itu..."

"Lalu seperti apa?"

"Aku akan menjelaskannya padamu, Alysia. Tapi tidak dalam keadaan kita seperti ini! Aku janji akan menjelaskan semuanya kepadamu, tentang aku, tentang Arkha..."

"Sekarang Aku akan membuktikannya satu persatu padamu, Alysia. Mulai hari ini, aku bukan lagi pria yang bisa disetir oleh ibuku. Aku akan melepas jabatan yang selama ini menjadi racun dalam rumah tangga kita. Kita akan mulai dari nol, jauh dari sana, jauh dari tuntutan mereka. Aku siap melepaskan segalanya demi memenangkan hatimu kembali."

Alysia tertawa getir, sebuah tawa yang justru terdengar seperti isak tangis.

"Kamu pikir kamu bisa membuang segalanya begitu saja? Dan apa kamu bisa hidup dalam kesederhanaan? Aku tak yakin, apalagi kamu sangat mencintai dewakan pekerjaanmu di banding dengan Anakmu selama ini! Kamu sangat egois, Mas Damian!"

"Aku memang egois," potong Damian cepat.

"Tapi kali ini, aku egois karena ingin mempertahankan satu-satunya hal yang paling berharga dalam hidupku, kamu dan Arkha. Berikan aku kesempatan, Alysia. Tidak sekarang, tidak hari ini. Tapi izinkan aku membuktikan bahwa aku bisa menjadi pria yang pantas untuk kamu. Menebus semua kesalahanku selama ini! Selama enam tahun padamu, Alysia!"

Alysia terdiam cukup lama. Dia menatap Damian yang kini terlihat begitu hancur, jauh dari sosok suami dingin dan berwibawa yang selama ini dia kenal. Namun, luka itu masih terlalu dalam, kenyataan yang baru dia tahu terlalu pahit. Dia tidak tahu apakah masih ada ruang di hatinya yang tersisa untuk memaafkan, atau apakah dia hanya sedang menunda kehancuran yang lebih besar. Dia tak tahu dengan keadaan hatinya saat ini.

"Mas," ucap Alysia pelan, suaranya kini lebih tenang namun menyimpan ketegasan.

"Ada satu hal yang harus kamu tahu. Malam ini, aku bukan lagi Alysia yang akan diam dan menelan semua duri itu. Jika kamu ingin kita mencoba, maka jangan pernah berharap aku akan kembali menjadi bonekamu atau ibumu."

Damian mendongak, matanya berkaca-kaca melihat secercah peluang meski sangat tipis.

"Aku mengerti. Apapun syaratmu, aku akan turuti."

Alysia berdiri, berjalan menuju jendela, meninggalkan Damian yang masih berlutut di lantai.

"Pergilah, Mas. Malam ini, biar aku dan Arkha tetap di sini. Aku butuh waktu untuk berpikir, apakah pria yang ada di hadapanku sekarang adalah suami yang sebenarnya, atau hanya pria yang sedang ketakutan karena kehilangan zona nyamannya. Atau pria yang sedang takut kehilangan kendali atas orang yang selama ini seluruh menurut padanya!."

Damian berdiri perlahan, merasakan nyeri di lututnya, namun tak sebanding dengan nyeri di hatinya. Dia mengangguk patuh, menyadari bahwa ia telah kehilangan hak istimewanya sebagai kepala keluarga di rumah ini.

"Aku akan menunggu dan buktikan padamu, Alysia! Terima kasih masih memberikan aku kesempatan kedua..." bisik Damian sebelum berbalik melangkah keluar.

Pintu tertutup kembali. Alysia memeluk tubuhnya sendiri, menatap pantulan dirinya di kaca jendela yang buram. Di luar sana, di balik pintu, dia tahu hidupnya tak akan pernah sama lagi. Apakah dia akan memberinya kesempatan, atau apakah ini adalah awal dari perpisahan yang tak bisa di hindari?

1
nely_48
jd curiga klau bu cyntiya itu bkn ibu kandung Damian n antara bu cyntiya n pak Kuncoro ada jalinan kasih terselubung
nely_48
semangat damian
maya ayu
bagussssss
maya ayu
akhirnyaaaaaaaaa......






lanjut lg thooorrrr🥳🥳🥳🥳
nely_48
langkah awal yg berani untuk melaporkan ibu kandung sendiri k polisi,, semangat Damian
nely_48
semangat dam
Oma Gavin
modarrr kalian bertiga saatnya mempertanggung jawabkan perbuatan kalian kuncoro selingkuhan nya cynthia sedangkan berlian terobsesi sama damian keluarga gila
Ambu Rinddiany Thea
tah kitu ari jadi lalaki tegas punya prinsip. ulah kahasut kunu teparuguh
Muft Smoker
jgn mudah memaafkan ddamian ,, biar dy membuktikan dlu semua ucapan ny ,,
biar dy juga merasakan apa yg km rasakan Selama 6th Alysia ,,
Ma Em
Apakah Alysia akan memaafkan Damian karena selama enam thn Alysia selalu diacuhkan dan tdk dianggap istri sama Damian , kalau menurut ku lbh baik Alysia pergi saja jgn mau kembali pada Damian .
Ambu Rinddiany Thea
bentar lagi juga bucin akut s damian mah 🤭 apalagi udh d kasih sesuatu ma alisya 🫣😁
Nasir: Kak, mampir di cerita saya ya "Dinikahi Papa Pacarku."
total 1 replies
Elina thea
si Damian banyak alasan,mau menjelaskan di saat waktu yg tepat katanya...waktu yg tepat itu kapan?
cowok yg kayak gini nich...yg berpotensi menghancurkan rumah tangga sendiri,usia boleh dewasa tapi sifatnya yg masih belum dewasa....cerai aja sich alysia,di luar sana masih banyak laki-laki yg lebih dari si Damian,ngapain kamu masih mempertahankan laki laki yg masih belum selesai sama masa lalunya...cuman buang waktu juga nyakitin dirimu sendiri aja.
Ambu Rinddiany Thea
tenang dam masih ada jalan menuju roma ..
Muft Smoker
jgn hanya byak bicara Damian ,,
bukti kan dg tindakan mu
nely_48
sok lah Damian buktikan kesungguhan mu
Lee Mba Young
Cihh masih gk berani cerita masih bertele tele. masih nyimpen rahasia. Banci.
Elina thea
si Damian ini bertele tele DECH...katanya minta kesempatan untuk berbicara sama alysia,saat ada kesempatan dia malah minta waktu buat memberi penjelasan soal ibunya Arkha,minta kesempatan kedua tapi dia sendiri malah masih ragu buat jujur...udah alysia cerai aja sich buat apa juga peduli sama anak yg bukan anakmu,toh anak itu kan masih ada bapaknya...jadi udah cerai aja,bebaskan semua penderitaanmu.
Lee Mba Young
Buang saja laki model bgitu alisya. laki gk mandiri, hidup di setir ortu.
6th sia sia buang waktu.
cerai trus upgrade diri ntar semoga dpt jodoh yg lebih Dr Damian. yg penting gk di setir ortu plus laki yg terbuka dng masa lalu serta yg sdh moveon.
Muft Smoker
jgn mudah luluh Alysia ,, biar Damian merasakan penderitaan mu Selama 6th di abaikan ,,
jika km tlah melihat kesungguhan serta bukti bahwa Damian bnr2 berubah ,, baru deh kesempatan mau km kasih atau gx ,,
Agunk Setyawan
6 tahun gak dianggap istri dijadiin pajangan rumah aja jgn mau luluh alsya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!