NovelToon NovelToon
Kau Hancurkan Surga Kita

Kau Hancurkan Surga Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Poligami
Popularitas:380.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eva silviana

Nadin dan Amran mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga di karuniai seorang anak yang bernama Zahra.

keluarga mereka juga sangat bahagia biasa di bilang sakinah.

Tapi semenjak seseorang di masa lalu Amran datang semuanya seakan hancur seketika.

"Tapi apakah Nadin dapat bertahan di madu oleh suaminya Amran?."

"Atau kah perempuan itu yang akan memiliki semua?."

"Dan apakah Amran akan memilih keduanya atau hanya salah satu dari mereka?."

Terus aja pantau dan baca di novel saya😊
jangan lupa komen, share dan sukai ya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prat 17

MINTA IJIN.

Waktu cuti untuk Nadin pun sudah habis kini sudah waktunya Nadin untuk kembali bekerja di kantor nya.

Di pagi hari yang cerah mumpung ada kedua orangtua nya di rumah Nadin pun bertekad untuk meminta ijin ke pada suaminya dan kedua orangtua nya, meminta ijin untuk kembali bekerja di kantor nya.

Di tempat seperti biasa di ruangan nonton televisi Nadin memberanikan diri nya untuk berbicara kepada suami dan kedua orangtua nya.

Dengan perasaan yang sangat bingun antara berbicara dan tidak mengatakan nya, tapi di harus memberitahu keluarga nya agar tidak terjadi cekcok nanti nya.

Kemudian Nadin pun berkata,"Mas,Ayah dan Ibu Nadin ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting kepada kalian."

"Kamu mau berbicara apa Nad." Jawab Amran.

"Iya sepertinya sangat penting sekali," ucap ibu.

"Berbicara lah kami akan mendengarkan apa yang kamu akan katakan," ucap ayah.

"Nadin, ingin meminta ijin kepada Ayah Ibu dan Mas Amran."

"Meminta ijin apa sampai sampai kamu membicarakan nya kepada kami semua," ucap ibu.

"Nadin ingin meminta ijin untuk kembali bekerja, karna hari ini hari terakhir Nadin cuti dari pekerjaan Nadin."

"Hufff." Amran menghela nafas.

"Menurutku untuk saat ini lebih baik kamu diam saja di rumah jaga kandungan Kamu jaga anak kita nanti kalau sudah saat nya aku ijin kan Kamu untuk kembali berkerja."

"Jadi... Mas Amran tidak mengijinkan Aku untuk kembali bekerja lagi Mas?" tanya Nadin.

"Ya Aku melarangmu untuk kembali bekerja."

"Ta-tapi Mas." Tepotong oleh Ibu.

"Nad... terkadang menjadi seorang ibu juga harus ada perjuangan,bukan soal mengurus dan melahirkan anak saja tapi juga merelakan sesuatu yang sangat berharga untuk kamu seperti keluar dari pekerjaan kamu itu."

Nadin pun langsung terdiam mendengar perkataan ibu nya mengenai dirinya.

"Sayang, nanti kalau sudah waktu nya aku ijinkan kamu untuk kembali bekerja. "

"Tapi kapan Mas?."

"Tak tau kapan pasti waktu itu akan ada saat nya."

"Benar kata Suamimu akan ada saat nya," ucap ayah.

Nadin pun merenungkan perkataan ayah,ibu dan suaminya itu.

"Benar kata mas Amran dan ayah, akan ada saat untuk aku melanjutkan pekerjaan itu," ungkap nya dalam hati.

"Nad?."

"Iya Mas."

"Kenapa bengong."

Nadin pun terdiam.

"Kalau Kamu memang tetap memaksakan diri untuk terus bekerja,jika seperti itu keadaan nya aku tidak akan memaksamu untuk berhenti dari pekerjaan itu," ungkap Amran.

Nadin pun melihat raut wajah suami nya yang seakan akan kecewa kepada nya, Nadin pun mulai memikirkan kembali keputusan yang akan dia buat.

Amran pun kembali berbicara, "Aku tau pekerjaan itu yang sangat sangat kamu ingin kan,tapi coba kamu pikir pikir lagi ini demi anak kita anak yang sedang Kamu kandung Nad."

Dengan memantapkan diri untuk berhenti bekerja,Nadin pun dengan perasaan yang sangat sedih mungkin tapi apa boleh buat yang di katakan suami nya terlalu benar untuk di salahkan.

"Iya Kamu benar Mas, Aku akan berhenti dari pekerjaan itu dan memulai menjadi ibu rumah tangga yang seutuh nya, tapi aku mohon jika sudah waktu nya tolong ijinkan aku untuk kembali bekerja."

"Baik lah jika sudah waktu nya aku akan mengijinkan Kamu untuk kembali bekerja," ungkap Amran.

Sambil melihat suaminya Nadin pun tersenyum kecil.

"Ya sudah Nadin akan masuk ke kamar dulu untuk mengambil gelas bekas tadi malam."

Kemudian Nadin pun langsung memasuki kamsr nya dan duduk di kursi meja rias nya, sambil menatap di depan cermin dalam hati nga bicara,"Ya allah apakan ini memang jalanku mengiklaskan semua nya yang telah menjadi miliku mengiklaskan semua yang telah aku perjuangan kan dari dulu."

Sambil menatap dirinya di depan cermin tak di sangka kemudian suaminya datang menghampiri nya.

Memeluknya dari belakang dan memegang tangan Nadin kemudian di letakan nya di atas perut Nadin.

"Coba Kamu rasakan keadaan bayi kita, Kamu tidak seharusnya bersedih karna harus kehilangan pekerjaan Kamu, pekerjaan bisa di cari tapi kebahagiaan dengan sang buah hati susah di dapatkan jika kita tidak memulai nya," ungkap Amran.

Kemudian Nadin pun berbalik arah dan menatap suaminya, sambil memegang wajah suami nya Nadin pun berkata, "Tidak Mas, aku tidak menyesal karna harus kehilangan pekerjaan aku ini,aku bahagia karna keberadaan anak kita." Tersenyum Manis.

Kemudian Amran pun mencium kening istrinya dengan halus.

"Apapun akan ku perjuangkan untuk keharmonisan rumah tangga kita Mas," ungkapan nya dalam hati.

"Ya sudah Mas aku akan mengirim surat pengunduran diri ke kantor."

"Iya sayang."

Amran pun yang melihat istri nya terlihat seperti sedang bersedih walau wajah Nadin menunjukan kebahagiaan tapi Amran sangat sangat mengetahui nya bahwa ada kesedihan di wajah istri nya.

"Aku mengerti kamu pasti sangat bersedih," ungakap di hatinya.

Setelah selesai kemudian Nadin mengirimkan surat pengunduran diri itu lewat email ke kantor nya.

"Semoga keputusan ini adalah yang terbaik untuk ku," ungkap dalam hati nya.

Nadin pun tersenyum kecil sambil mengirimkan surat tersebut di depan layar laptop nya. Kemudian Amran suaminya menghampiri dirinya dan memeluknya tanda untuk menenangkan perasaan istri nya.

Setelah itu terlihat sekali perasaan bahagia di antara kedua nya.

Merekapun kembali keruangan tempat tadi berkumpul bersama kedua orangtua nya.

Saat semuanya berkumpul tiba tiba handpone Nadin pun berdering di atas meja.

Kemudian Nadin mengangkat telpon dari teman nya itu Rini.

"Assalamualaikum Rin."

"Wa'alaikumsalam, Ada apa Nad kamu tadi telpon."

"Eum, enggak Rin tadi aku ingin meminta pendapat mu."

"Soal apa?" tanya Rini.

Kemudian Amran memanggil nya dari dalam.

"Nad." Teriak Amran.

"Rin sudah dulu yah telpon nya suamiku manggil."

"Iya Nad."

"Assalamualaikum."

"wa'alaikumsalam."

Tut

Nadin pun mengakhiri telpon nya dengan Rini dan Amran langsung menemui istri nya yang berada di luar di depan rumah.

"Siapa yang telpon," tanya Amran.

"Ini Rini Mas."

"Tumben dia menelpon mu."

"Iya kita cuman bertukar kabar saja Mas," ucap Nadin.

"Oh, kalau begitu ayo kita ke dalam mbak Imah sudah menyiapkan makanan untuk kita."

"Baik lah Mas."

Kemudian Amran dan Nadin pun masuk kedalam rumah dan makan bersama dengan ayah ibu istri nya yang akan pulang setelah makan siang bersama selesai.

Setelah makan siang selesai kemudian Amran dan Nadin mengantarkan kedua orangtua nya kedepan teras rumah untuk pulang kerumah nya.

"Nak Ibu dan Ayah pulang dulu yah."

"Iya Bu, hati hati di jalan."

"Assalamualaikum. "

"Wa'alaikumsalam Bu."

Kemudian kedua orangtua nya pun langsung pulang.

BERSAMBUNG...

...****************...

1
elly fitriyatun
seharusnya nadia peka ada hawa2 pelakor ini mlh diksh kesempatan...bego bgt jd istti
November
lanjut
Kasma Aisya
lanjut Thor...
Nisa Amalia
Bahasanya sopan dan tersusun rapih
Nisa Amalia
hmmm curiga nihh ada yg dikangenin di kantor
Nisa Amalia
ayah Nadin udah nga sabar pingin punya mantu
Nisa Amalia
kasihan Amran
Soraya
ditunggu updatenya ya thor
Soraya
suka Visual nya thor artis lokal
Soraya
mulai deh Amran gak jujur lagi mending kmu jujur aja Amran klo ada sekertaris baru di kantor mu dri pada nti ada mslh lagi
Soraya
klo bos bebas mecat karyawan nya klo dia gak suka
Soraya
Luar biasa
Soraya
Amran cari penyakit buang nya kok dirumah
Soraya
Amran jg bodoh
Soraya
Alan aja yg bodoh
Soraya
Alan harusnya gak usah nyampein titipan dri Mae walaupun itu amanah tpi resikonya berpengaruh besar buat rumah tangga nadin
Soraya
knp Amran gak boleh masuk harusnya klo istri mau melahirkan suaminya mendampingi bukannya disuruh nunggu diluar thor
Soraya
bingung mau komen apa ksh jempol aja ya thor
Soraya
nama nya Nadin apa Aisyah thor
Soraya
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!