NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:101k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Utang Budi yang Menyesatkan

Arvin ragu melanjutkan kalimatnya. "Selama ini kamu rela biayain kuliah Daril, bantu ekonomi keluarganya, bahkan terus bertahan sama mereka... karena merasa berutang nyawa sama Daril?"

Vira tertawa pelan. Namun tawa itu terdengar begitu getir. Air matanya justru semakin deras mengalir.

"Itu benar." Suaranya lirih, nyaris seperti bisikan. "Aku pikir... kalau bukan karena Daril, aku pasti sudah mati."

Ia menatap aliran sungai di depannya. "Makanya apa pun yang dia minta selalu aku usahakan. Dia bilang butuh biaya kuliah, aku bantu. Keluarganya kesulitan ekonomi, aku bantu. Dia gagal usaha, aku bantu lagi."

Vira berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Bahkan ketika ibunya mulai merendahkanku..." Vira tersenyum masam. "...aku tetap bertahan. Karena aku merasa semua itu gak sebanding dengan nyawa yang sudah dia selamatkan."

Arvin membeku. Dadanya terasa sesak. Selama ini ia mengira Vira hanya terlalu mencintai Daril.

Namun ternyata...

Perempuan itu bertahan bukan semata karena cinta. Melainkan karena rasa utang budi yang selama ini salah alamat.

Arvin mengepalkan tangannya erat. "Berarti..." gumamnya pelan. "...Daril tahu kamu salah paham?"

Vira mengingat kembali setiap kejadian setelah kecelakaan itu. Daril tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa bukan dia yang menariknya dari sungai. Ia juga tidak pernah membenarkan. Tetapi... Ia juga tidak pernah meluruskan. Bahkan mengalihkan pembicaraan jika Vira membahas soal itu.

Mata Vira perlahan membelalak.

"Selama ini..." bisiknya lirih. "...dia membiarkanku mempercayai kebohongan itu."

Rasa sesak memenuhi dada Vira. "Ternyata..." suaranya bergetar. "...bukan cuma cintaku yang dimanfaatkan."

Ia tertawa lirih, tetapi tawanya terdengar begitu pahit. "Bahkan rasa terima kasihku yang paling tulus pun dijadikan alat oleh Daril untuk mengikatku selama bertahun-tahun."

Arvin terdiam.

Tangan yang sedari tadi memegang bungkus batagor perlahan mengepal. Dadanya ikut terasa sesak.

Ia baru menyadari alasan sebenarnya Vira bertahan begitu lama bersama Daril bukan hanya karena cinta, melainkan karena merasa memiliki utang nyawa.

"Ra..." panggilnya pelan.

Namun tak ada kata-kata yang sanggup menghibur perempuan di sampingnya. Arvin hanya menatap Vira dengan sorot mata penuh iba.

Dalam hati ia bergumam, "Seberapa berat hidup yang kamu jalani selama ini sampai ketulusanmu dimanfaatkan seperti itu?"

Beberapa saat kemudian, Arvin menarik napas panjang. "Aku gak tahu harus bilang apa."

Ia menatap aliran sungai di depan mereka. "Tapi satu hal yang aku tahu..."

Arvin menoleh kepada Vira. "...orang yang benar-benar berjasa gak bakal biarin orang lain hidup dalam kesalahpahaman selama bertahun-tahun."

Kalimat itu membuat Vira kembali menitikkan air mata. Ia menundukkan kepala, lalu menggenggam kedua tangannya sendiri.

Untuk pertama kalinya...

Ia merasa benar-benar terbebas dari bayang-bayang Daril. Bukan hanya karena rasa cintanya telah hilang.

Melainkan karena alasan terbesar yang selama ini menahannya ternyata tidak pernah benar-benar ada.

Angin sore kembali berembus pelan. Aliran sungai tetap mengalir seperti bertahun-tahun yang lalu. Yang berbeda hanyalah hati Vira.

"Hari ini... Akhirnya aku tahu siapa yang sesungguhnya nyelametin aku. Dan aku senang karena itu bukan Daril."

***

Arvin dan Vira akhirnya meninggalkan tepian sungai ketika matahari sudah condong ke ufuk barat. Sesampainya di persimpangan jalan, keduanya berhenti.

"Aku duluan ya, Ra."

Vira mengangguk pelan.

"Hati-hati, Vin."

"Kamu juga."

Arvin tersenyum tipis sebelum berbelok ke arah rumahnya. Vira memandang punggung pemuda itu hingga perlahan menghilang di balik tikungan. Barulah ia kembali melangkah.

Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai perasaan yang saling bertabrakan.

Ada kelegaan karena akhirnya mengetahui siapa penyelamatnya yang sebenarnya. Namun, di saat yang sama, penyesalan memenuhi dadanya.

"Selama ini... aku benar-benar salah." Ia menggigit bibir bawahnya. "Orang yang nyelametin aku justru hidup serba kekurangan."

Bayangan rumah reyot yang ditempati Arvin bersama ibunya kembali terlintas di benaknya.

Bekas kandang kambing yang disulap menjadi tempat tinggal sederhana. Dinding bambu yang mulai lapuk. Atap yang bocor ketika hujan turun.

Sementara itu...

Selama bertahun-tahun, ia rela menghabiskan tabungannya demi Daril. Membiayai kuliahnya. Membantu kebutuhan hidup Mirna. Membayar biaya berobat ketika penyakit darah tinggi Mirna kambuh akibat tidak menjaga pola makan.

Bahkan ikut menanggung berbagai kebutuhan keluarga mereka.

Vira memejamkan mata sesaat. "Harusnya... Harusnya rasa terima kasih itu kuberikan kepada orang yang benar."

Dadanya kembali terasa sesak. Arvin bahkan tidak sempat melanjutkan sekolah. Setiap hari ia bekerja apa saja demi bertahan hidup sekaligus merawat ibunya yang mengalami gangguan kejiwaan akibat trauma masa lalu.

Sedangkan Daril...

Sudah dibiayai kuliah hingga lulus, tetapi tetap enggan berjuang dan lebih sering bergantung pada bantuan orang lain.

Dan yang lebih menyakitkan...

Di kehidupan sebelumnya, Arvin meninggal karena kecelakaan. Dan setelah itu ibunya juga meninggal karena tenggelam di sungai sebab tak ada lagi yang mengurusnya. Sampai akhir hayat mereka hidup dalam kemiskinan.

Sementara Daril, saat sudah sukses, pria itu malah melenyapkan nyawanya demi menguasai semua hartanya. Bahkan ternyata telah lama berselingkuh dengan Yanti.

Air mata kembali menggenang di pelupuk mata Vira.

"Maaf, Vin..." batinnya. "Aku bahkan gak pernah tahu siapa orang yang sebenarnya nyelametin aku."

Tanpa terasa, langkahnya telah sampai di depan rumah.

Begitu memasuki halaman, Vira melihat Yanti sedang membungkuk mengelap meja teras pelan. Melihat Vira datang, Yanti segera berdiri.

"Ra... kamu udah pulang." Nada suara Yanti terdengar lebih lembut dari biasanya.

Vira hanya mengangguk singkat. "Iya."

Yanti tersenyum canggung. "Soal tadi di balai desa..." ucapnya pelan. "Aku benar-benar nyesel."

Ia menundukkan kepala, berusaha tampak tulus. "Kalau kamu masih marah, aku ngerti. Tapi aku berharap kamu masih mau ngasih aku kesempatan buat berubah."

Vira menatapnya beberapa saat. Sorot matanya datar. "Aku capek, Yan."

Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Vira. Tanpa menunggu respons, ia melangkah masuk ke dalam rumah.

Yanti tetap berdiri di tempat. Senyum yang tadi dipaksakan sedikit demi sedikit memudar. Sorot matanya berubah dingin.

"Percaya aja terus..." batinnya. "Malam ini, kamu gak akan sempat mikirin Arvin ataupun Daril lagi."

Tangannya perlahan merogoh saku pakaian. Ponselnya bergetar pelan. Satu pesan baru masuk.

> Kami sudah di sekitar rumahmu. Tunggu aba-aba.

Sudut bibir Yanti terangkat tipis. Ia menghapus pesan itu, lalu ikut masuk ke dalam rumah seolah tidak terjadi apa-apa.

 

...✨"Yang paling menyakitkan bukanlah dikhianati, melainkan menyadari bahwa ketulusan kita selama ini diberikan kepada orang yang salah."...

..."Ada luka yang sembuh setelah air mata habis, tetapi ada pula luka yang baru terasa ketika seluruh kebenaran akhirnya terungkap."✨...

.

To be continued

1
Kyky ANi
Daril sama Mirna sama aza,,, ngak tahu diri,,
Kyky ANi
dasar,,tukang ngutil kamu Yanti,,
Kyky ANi
ya,,ampun,,Yanti,, malah nambahin fitnah,,,
Kyky ANi
Yanti, ini memang licik ya,,,
Kyky ANi
jahat banget,kamu Mirna,, menyebarkan fitnah,,
Kyky ANi
akhirnya kamu bisa membantu Arvin,,Ra,, kasian dia,,,
Kyky ANi
apakah Mirna juga akan menyuruh Daril,untuk melamar Vira,,
anonim
Arvin ini suami idaman. Bikin sarapan masak nasi goreng. Hari pertama setelah menikah coba.

Juga sudah terbiasa memasak dan meladeni Ibunya.

Vira melihat Arvin meladeni Ibunya, menuangkan air minum ke dalam gelas, mengambilkan sepiring nasi goreng untuk Ibunya. Berkata lembut pada Ibunya.

Lalu mengambilkan nasi goreng untuk Vira juga.

Apa yang dilakukan Arvin yang baru sehari menjadi suaminya, Vira jadi ingat Daril lagi dengan segala perlakuan buruknya.
anonim
Arvin anak yang berbakti kepada Ibunya. Ibunya sedang haid dia yang mengurusnya.

Jadi tak ada kata jijik terucap ketika tahu Vira haid, Arvin yang mau membereskan tempat tidur dengan mengganti sprei yang ada noda haid.

Vira keluar dari kamar mandi tersenyum melihat sprei sudah berganti baru.

Vira jadi ingat masa lalu ketika Daril yang menjadi suaminya. Mana mau mengganti sprei. Melihat noda jijik langsung pergi.
Kyky ANi
si Yanti,,, emang kucing garong,,kamu,,,
Kyky ANi
benar itu kata ibumu Daril,, kerja,, jangan jadi pemalas,,,
anonim
Daril kapan tertangkapnya. Masih berani berkeliaran di desanya.

Arvin dan Vira menikah kenapa Daril merasa mereka bahagia di atas penderitaannya

Daril sendiri yang berulah, malah menyalahkan Vira dan Arvin.
anonim
Arvin dan Vira melangsungkan akad nikah di rumahnya Vira.

Hartato datang bersama kedua orang tuanya.

Ijab kabul dimulai, penghulu sebagai wali nikah mengucapkan ikrar kabul sampai selesai.

Arvin mengucap kabul dengan mantap.

Kata "Sah" dari para saksi terdengar hampir bersamaan.

Ibunya Arvin kambuh trauma diusir dari rumahnya.
Kyky ANi
kamu memang baik Vira,mau bantuin Arvin,,
Kyky ANi
ada gosip lagi,,nih ibu ibu,,
Kyky ANi
beritahu aza Ra,, kamu bisa melihat masa depan,,
Kyky ANi
jangan harap Vira, mau membantu kamu Daril,,
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah sehat selalu buat kk author nya,
cerita nya aku suka dan tidak berbelit belit,
sukses selalu ya ka,
aku mau baca cerita mu yg lain lagi
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Makasih, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Hartato pemuda yang lumayan baik. Dia memang punya segalanya yang menurutnya bisa membuat Vira memilihnya.

Dia merasa tampan dan mempunyai pekerjaan tetap. Dari keluarga terpandang pula.

Vira punya alasan lain kenapa memilih Arvin.

Hartato mendengar kalimat-kalimat yang ducapkan Vira, jadi mengerti dan tidak akan memaksa lagi.

Bahkan mendoakan Vira benar-benar bahagia, sambil mengulurkan tangannya.

Vira menyambut uluran tangan Hartato, dengan tersenyum hangat mengucapkan - terima kasih, Har.

Indah sekali.
Kyky ANi
rasain kamu Yanti,malah dikerjain,,balik sama Vira dan Emak,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!