NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Ridwan Pulang

Anak-anak Desi kini sudah terbiasa hidup tanpa ayah meteka. Bahkan seringkali mereka tidak perduli jika ayah mereka nelpon. Mereka lebih fokus dengan apa yang mereka jalani saat ini. Mereka tidak perduli walau kadang ada teman mereka yang mengatakan mereka tidak punya ayah. Desi hanya bisa beristigfar di dalam hati. Desi pun sebenarnya sudah tidak mau ambil pusing dengan semua ini. Kenyataannya memang seperti ini, dia bisa apa. Mungkin ini sudah takdir yang harus dia jalani.

Malam itu, Desi sedang menemani dan mengajari anak-anaknya belajar. Bagas dan Rafi sedang mengerjakan PR. Bila ada yang tidak mengerti, Desi bantu menjelaskan. Sedangkan Aqilla sedang belajar mewarnai gsmbar. Desi sedang fokus mengajari Bagas, tiba-tiba suaminya datang.

"Assalamu'alaikum...Bagas, Rafi..." , ujar Ridwan suami Desi.

"Ma, itu suara ayah." , ucap Bagas.

"Iya ma, ayah datang." , jawab Rafi.

"Iya sayang. Itu ayah. Bagas bukain pintu sana." , ucap Desi.

"Wa'alaikumsalam..." , jawab Desi.

Kemudian, anak-anak Desi semua berlari ke depan untuk melihat ayah mereka.

"Ayah..." , panggil ketiganya.

"Ayah...kok baru pulang." , tanya Rafi.

"Iya sayang. Ayah kerja." , jawab ayahnya.

"Ayah kok kerjanya jauh, nggak disini aja?" , tanya Aqilla.

"Iya qilla, ayah kerja jauh supaya bisa beli mainan qilla." , jawab ayahnya.

"Asyik, berarti besok bisa beli mainan ya ayah?" , tanya qilla.

"Iya sayang. Besok kita beli mainan buat abang Bagas, abang Rafi dan adek Qilla." , jawab ayahnya lagi.

"Hore...aku juga dibeliin mainan. Makasih ayah." , ucap Rafi.

Kemudian, mereka masuk ke dalam rumah. Desi sedang merapikan buku-buku pelajaran anak-anaknya.

"Anak-anak, besok lagi belajarnya ya, sudah malam, kalian harus istirahat biar besok bisa bangun pagi." , ucap Lisa.

"Iya ma." , jawab Bagas dan Rafi sambil merapikan buku mereka dan menyimpan tas sekolahnya.

Kemudian, Bagas dan Rafi segera tidur karena hari sudah malam. Desi pun segera menidurkan Aqilla, sementara suaminya sedang mandi. Setelah Aqilla tidur, Desi segera bangun untuk menyiapkan makan suaminya.

Desi lalu memasak untuk makan malam suaminya. Setelah matang, Desi memanggil suaminya.

"Mas, sudah matang. Ayok makan, nanti keburu dingin. Sudah malam juga, biar bisa cepat istirahat." , ujar Desi.

"Iya dek." , jawab suaminya.

Kemudian, Ridwan makan ditemani Desi. Kebetulan Desi sudah makan sore tadi. Setelah selesai makan, Desi segera merapikan piring-piring kotornya. Lalu mereka beristirahat.

"Mas, kok lama baru pulang. Kan kasihan anak-anak." , ucap Desi.

"Kasihan anak-anak apa kasihan adek nie?" , tanya Ridwan.

"Ya, dua-duanya mas. Paling nggak sebulan sekali lah pulang mas." , ucap Desi.

"Kalau sebulan sekali belum bisa dek. Ini aja mas ambil cuti tahunan. Setahun bisa cuti 12 hari kerja. Sekarang mas ambil 3 hari. Insyaallah bulan depan atau bulan depannya lagi mas ambil 3 hari lagi. Begiti dek." , jawab Ridwan menjelaskan.

"O begitu ya mas. Ya sudah, sekarang kita bobo mas, sudah malam." , jawab Desi.

"Nggak kangen nie sama mas?" , tanya Ridwan sambil menaik turunkan alisnya.

"Ya kangen lah mas. Mungkin mas yang sudah nggak kangen lagi." , jawab Desi.

"Siapa bilang. Mas kangen banget lah. Kalau nggak, ngapain mas pulang." , jawab Ridwan sambil memeluk Desi.

"Ih, mas ini." , jawab Desi malu-malu.

Keesokkan paginya, Desi bangun kesiangan karena kemalaman tidur nya.

Kebetulan hari ini hari minggu. Pagi itu, Ridwan mengajak ketiga anaknya jalan-jalan keliling kompleks. Bagas, Rafi dan Aqilla sangat senang diajak jalan-jalan oleh ayahnya. Mereka tertawa ceria sepanjang jalan. Desi tidak ikut, dia lebih memilih memasak untuk sarapan mereka nanti. Pulang dari jalan-jalan, Ridwan membelikan ketiga anaknya mainan. Kebetulan di taman tempat mereka bermain tadi, ada abang penjual mainan.

Bagas dan Rafi minta dibelikan tembak-tembakan sedangkan Aqilla minta dibelikan mainan masak-masakkan. Setelah itu, mereka semua pulang karena hari sudah mulai siang dan juga mereka sudah capek berkeliling dari pagi.

N    Sesampainya di rumah, Desi menyambut mereka dengan hati yang riang.

"Wah, anak mama dari mana aja nie? Kok lama banget sih jalan-jalannya." , ucap Desi.

"Kita dari taman bermain mama. Tadi ayah ngajak kita ke taman bermain." , ucap Aqilla.

"O iya sayang." , jawab Desi.

"Aku dibelikan tembak-tembakan ma, abang juga sama. Nih lihat ma, bagus kan?" "Wah, bagus sekali tembakannya. Bisa bunyi lagi." , ucap Desi.

ʼn"Iya dong ma. Ini mahal loh ma harganya." , ucap Bagas menambahkan.

"Iya sayang." , ucap Desi lagi.

"Sekarang kita sarapan dulu ya.Mama sudah masak makanan kesukaan kalian. " , ajak Desi.

"Iya mama." , jawab ketiganya.

Kemudian, mereka sarapan bersama. Sambil sesekali  bersenda gurau. Selesai makan, Bagas dan Rafi langsung bermain tembak-tembakan yang baru dibelinya tadi di taman. Begitupun Aqilla langsung bermain mainan masak-masakannya. Setelah lelah bermain, mereka pun beristirajat.

Siang hari, saat anak-anak sedang tidur, Desì dan Ridwan berbincang-bincang berdua. Mereka ngobrol tentang banyak hal, hingga akhirnya Ridwan pun tertidur.

Kini, tinggal Desi sendiri yang tidak tidur. Dia tidak bisa tidur. Dia tidak terbiasa tidur siang. Sehingga dia lebih memilih bebenah saja, beres-beres rumah dan juga membuat es mambo untuk dia jual besok di sekolah.

Sore hari, anak-anak Desi terbangun. Kemudian, Desi menyuruh mereka untuk mandi. Selesai ketiganya mandi barulah ayah mereka bangun.

"Wah, anak-anak ayah sudah harum semua nie. Mau pada kemana sih?" , Ridwan pura-pura bertanya.

"Mau jalan-jalan lagi ayah." , jawab Aqilla.

"Aqilla mau jalan-jalan kemana emang nya?" , tanya Ridwan.

"Mau jalan-jalan ke mall ayah." , sahut Aqilla.

"O iya, ya sudah kita ke mall yuk. Ajak mama gih." , ucap Ridwan.

"Mama kata ayah, kita mau jalan-jalan ke mall. Ayok mama cepat ganti baju." , ucap Aqilla.

"Ayah, sku ikut dong." , ujar Rafi.

"Iya sayang, Rafi ikut tapi Bagas di rumah aja ya, motornya nggak muat." , ucap ayah nya.

"Iya ayah, nggak papa. Aku di rumah aja. Mau ngerjain PR juga. " , jawab Bagas.

",Anak pintar. Nanti ayah belikan makanan kesukaan Bagas ya." , jawab Ridwan lagi.

"Ok ayah." , jawab Bagas.

Akhirnya, mereka berempat pergi ke mall. Sedangkan Bagas di rumah aja karena motornya tidak muat. Sesampainya di mall, Aqilla langsung berlari di mall itu. Dia dan Rafi kejar-kejaran. Mereka sangat gembira terutama Aqilla. Meteka berkeliling mall. Aqilla dibelikan baju baru oleh ayahnya, ngan Bagas dan Rafi.

Setelah lelah berkeliling. Mereka pun beristirahat sejenak untuk melepas lelah.  Sambil membeli es dan makanan.

Setelah dirasa cukup lama berkeliling, Meteka pun akhirnya pulang. Begitu sampai di rumah , Aqilla dan Rafi langsung memanggil abangnya Bagas. Aqilla bercerita pada kakaknya itu. Apa saja yang mereka lalukan di mall. Aqilla juga menunjukkan baju buat Bagas yang dibelikan oleh ayah mereka. Bagas senang sekali dibelikan baju.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!