NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Menunggu

Aku mengaduk-aduk cangkir teh beberapa kali lalu meminumnya seteguk. Entah sudah berapa puluh kali aku melakukan hal ini. Padahal aku sengaja meminum sedikit demi sedikit agar pesanan tehku tidak banyak, tetapi Presdir itu membuatku memesan lebih banyak teh.

Satu jam kulewati dengan bermain permainan di aplikasi gawai sambil menunggunya. Dua jam terlewati dan aku masih bermain. Tiga jam kulewati, aku berhenti bermain karena gawaiku kehabisan baterai.

Dan sialnya aku lupa membawa alat pengisi daya. Empat jam kulewati hanya dengan mengaduk teh sambil bengong melihat orang-orang yang datang dan pergi.

'Aakkkhhh ... Presdir kejam itu! Teganya dia membuatku menunggu selama lima jam di Gardenia Restoran.'

Aku uring-uringan. Rambutku pun sudah mulai berantakan. Kembang seperti singa. Kugigit bibir bawahku karena kesal. Embusan napasku terdengar kasar. Sudah, ini sudah cukup.

Aku tidak bisa menunggunya lebih lama lagi. Bokongku sudah panas dan kebas. Dari jalanan sepi hingga macet karena malam ini adalah malam pergantian tahun, tetapi baru saja aku hendak bangkit, seseorang yang kutunggu akhirnya muncul batang hidungnya.

Tuan Asland dengan cara yang anggun duduk di depanku. Lantas memesan secangkir kapucino. Ia mengambil gawainya, melihat pada layar gawai itu sebentar lalu memasukannya lagi ke saku bagian dalam jas. Ia bahkan tidak menyapaku yang sudah berambut seperti singa karena terlalu lama menunggunya.

"Apa yang mau kamu bicarakan?"

'Seenak jidatnya dia bicara padaku tanpa merasa bersalah.'

"Tuan ... Kenapa lama sekali datangnya?" sergahku yang sudah tak bisa memendam rasa uring-uringan.

"Siapa kamu berani mengeluh? Sudah untung aku mau datang menemuimu!" Mata birunya menatapku tajam.

Glek!

Kutelan saliva, menurunkan level emosiku.

"Maaf Tuan, tapi Tuan bilang mau bertemu sepulang kerja. Sekarang sudah menjelang tengah malam. Sudah lima jam aku di sini."

Volume suaraku memelan di akhir kalimat. Kulipat bibir agar rasa sedih yang membuat air mataku nyaris tumpah sedikit berkurang. Namun, respon dingin Tuan Asland malah berubah menjadi sadis.

"Aku bilang sepulang kerja dan ini masih berada di lingkup jam sepulang kerja. Aku tidak bilang jam berapa aku datang. Jadi aku tidak bersalah. Dan satu lagi, kamu yang membutuhkan aku. Jadi kamu tidak punya hak untuk mengeluh!"

Aku menghela napas dalam. Perlakuannya padaku sungguh menguras kesabaran. Sebegini sulitkah bila kita meminta bantuan pada seseorang?

Di sela ketegangan yang melingkupi kami berdua, seorang pramusaji datang membawa pesanan Tuan Asland. Pramusaji itu meletakan secangkir kapucino di atas meja bundar yang menjadi pemisah di antara aku dan Si Presdir kejam itu.

"Silakan diminum, Tuan," ujarnya dengan ramah dan seulas senyum yang mengembang.

"Terima kasih," sahut Tuan Asland dengan nada yang santun.

'Sama orang lain bicaranya sopan. Kenapa cuma samaku kalau bicara mau marah melulu.'

Pramusaji tadi mengangguk singkat kemudian berlalu pergi setelah menyelesaikan tugasnya. Sedangkan Tuan Asland menyeret pandangannya padaku lagi.

"Apa yang mau kamu bicarakan?"

Aku mengambil surat perjanjian yang sudah kubuat dari dalam tas selempang. Surat perjanjian itu pun kusodorkan ke arahnya. Tak membuang waktu kali ini, Tuan Asland lekas mengambil surat itu dan membacanya dengan cermat.

"Apa ini? Surat perjanjian untuk tidak bersentuhan?" Dahi Tuan Asland mengernyit.

"Ya Tuan, aku rasa perlu membuat ini agar tidak ada kesalahpahaman yang bisa terjadi di masa mendatang. Ada batasan yang harus kita jaga untuk saling menghormati satu sama lain selama aku tinggal di apartemen Tuan."

"Lalu?"

Kulanjutkan penjelasanku. "Ada sentuhan yang wajar karena hal yang tidak disengaja. Dan ada sentuhan yang disengaja, tentu ada konsekuensinya. Jadi tolong Tuan tandatangani surat perjanjian ini, ya."

"Baiklah."

Kuberikan sebuah pena pada tuan Asland. Dengan cepat ia menandatangani surat perjanjian yang kubuat.

"Sekarang kamu ikut aku!" ajaknya.

"Ke mana Tuan?"

"Kamu tidak berhak bertanya! Kamu sudah pernah berjanji mau menuruti semua perkataan dan perintahku."

"Tapi...."

"Satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak suka dibantah."

Tuan Asland menyelaku, melontarkan ucapan yang bagaikan sebuah dekret, mutlak kupatuhi. Sesuai janji yang kubuat, aku pun tidak punya pilihan lain.

"Baiklah Tuan."

Pria itu bangkit dari duduknya, serta-merta pergi tanpa meminum kapucino yang sudah dia pesan. Aku sebagai orang yang terikat dengannya, ikut berjalan di belakang.

Asisten June yang sedari tadi menunggu di mobil segera membukakan pintu kabin belakang begitu melihat Tuan Asland datang. Tuan Asland pun masuk ke mobil lebih dulu. Aku pula ingin masuk melalui pintu yang sama. Namun, buru-buru Tuan Asland mencegahku.

"Kamu!" serunya dari dalam.

"Ya Tuan."

"Masuk dari sebelah sana!"

'Eh, Presdir kejam ini, tidak mau menggeser duduknya sebentar saja. Seperti bokongnya sudah dipaku.'

"Ya Tuan."

Aku pun terpaksa menurut.

Ini pertama kalinya aku naik mobil Tuan Asland. Bagian dalam mobilnya nampak luas dan elegan. Di dominasi warna gelap, sangat cocok dengan mobilnya yang hitam. Hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, aku dapat duduk di samping Tuan Asland meski jarak kami cukup berjauhan. Dan hal yang membuatku melunak adalah,

Bunga-bunga bermandikan air hujan.

Wangi itu memenuhiku sekarang. Kuhirup napas dalam. Dapat jelas kucium aroma wangi ini. Begitu menyegarkan hidung dan pikiran. Wangi ini adalah aroma parfum Tuan Asland.

"Tuan kita harus memutar arah karena jalan sangat macet di depan..."

Suara Asisten June membuat buaian lamunanku tersadar.

"Baiklah," jawab Tuan Asland singkat.

Lantas ke mana Tuan Asland membawaku pergi?

'Apa! Toko perhiasan?'

Mobil yang kami naiki sekarang berhenti di halaman parkir tepat di depan sebuah. toko perhiasan terkenal. Toko perhiasan itu besar. Bangunannya bergaya Eropa klasik. Dicat warna krem. Aku terbengong mengamati toko itu dari balik kaca jendela mobil Tuan Asland yang gelap.

'Apa hubungannya perjanjian kami tadi dengan toko perhiasan? Sumpah, aku tidak mengerti.'

Asisten June membukakan pintu mobil untuk Tuan Asland. Tuan Asland pun turun.

"Ayo turun!" perintah Tuan Asland yang melihatku masih bengong di dalam mobil.

Mendengar ia memanggilku, aku pun menoleh.

"Tuan, kenapa kita ke sini?" tanyaku heran.

"Apa kamu belum pernah melihat toko perhiasan!!"

"Tuan, kenapa kita ke sini?" Aku bertanya lagi.

"Turunlah, nanti kamu akan segera tahu."

Tuan Asland menungguku di depan pintu mobil yang masih terbuka. Aku pun turun dari mobilnya.

"Ikuti aku!" perintahnya lagi.

Lalu ia berjalan ke arah pintu masuk toko perhiasan. Aku yang tidak mengerti dengan rencana Tuan Asland terpaksa mengikutinya saja.

"Selamat datang, Tuan dan Nona."

Seorang karyawan toko menyambut kami dengan ramah. Ada sekitar tiga orang pengunjung lain di dalam toko perhiasan ini ketika kami masuk ke dalam. Mereka adalah seorang pria dan dua orang lainnya adalah pasangan.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya seorang wanita muda yang merupakan karyawan toko.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!