"Jangan plagiat, kalau plagiat aku sumpahin kehidupan cintanya akan tragis dan miskin "!
Akibat cinta terlarang antara Dewi Angin dan Raja iblis, lahirlah seorang pangeran naga api yang mempunyai kekuatan super dan tak tertandingi karena perpaduan kekuatan antara iblis dan dewi khayangan yang bergabung menjadi satu.
Pangeran Naga Api mempunyai mata ketiga sehingga bisa hidup di tiga dunia, yaitu alam dunia, negeri iblis, dan negeri langit. Untuk menutupi identitas putranya, Dewi Angin menitipkan Pangeran Naga Api kepada seorang siluman rubah, yang merupakan salah satu teman kepercayaan Raja iblis. Setelah menitipkan anaknya, Dewi Angin kembali ke khayangan untuk menerima hukumannya bersama kekasihnya Raja Iblis.
Pangeran naga api terbiasa hidup di malam hari karena mengikuti kebiasaan siluman rubah. Hingga suatu hari Pangeran naga api jatuh cinta kepada putri raja yang bernama putri ping er
Akankah pangeran Naga Api bisa merubah takdir langit yang tidak membolehkan pernikahan beda alam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai berjuang
Biksu Sani mulai membaca surat pemberian dari Raja Mojo. Inti surat tersebut adalah Memey akan menjadi biksu sepanjang hidupnya.
"Memey, aku sudah menerima surat dari Raja Mojo" ucap biksu Sani sambil membelai rambut Memey yang panjang.
"Kau, akan menjadi biksu seperti kami dan mengabdikan diri di Wihara ini selamanya"
"Apakah kau sanggup?" tanya biksu Sani kepada Memey.
"Aku sanggup asal aku tidak dihukum mati biksu" jawab Memey dengan wajah yang berbinar.
"Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan pemotongan rambut dan mulai sekarang hidupmu akan penuh kegembiraan karena kau akan dekat dengan Budha" ucap biksu Sani kepada Memey.
"Terimakasih biksu" jawab Memey.
Biksu Sani mulai melakukan pemotongan rambut Memey dan akhirnya seluruh rambut memey telah habis tak tersisa.
Memey menyerahkan diri sepenuhnya kepada Budha dan terus berdoa dengan tulus.
Sementara itu, permaisuri Wijin sangat kesal karena misinya untuk mempermalukan Ping er tak membuahkan hasil.
"Aku kalah sekarang"
"Tapi, aku tak kan menyerah"
"Aku akan terus mengganggu ketenangan mu ping er" gumam permaisuri Wijin dalam hati.
Acara yang digelar oleh Raja Mojo rupanya telah selesai dan seluruh penghuni istana telah kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Ping er dan Raja Mojo juga telah meninggalkan istana dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Hanya pangeran Siliang yang tetap berada di tempat itu.
Sambil memandang ibu nya yang juga masih duduk di tempatnya, pangeran Siliang mulai mendekati ibunya dan berkata
"Ibu, aku harap engkau tidak mengganggu ping er lagi"
"Dia cukup menderita di sini"
"Jangan tambah penderitaan nya"
"Aku ingin membawa ping er keluar dari istana ini ibu" ucap Pangeran Siliang berterus terang.
"Anakku"
"Kau jangan tergoda akan kecantikan ping er" ucap permaisuri Wijin
"Kecantikan nya ada karena adanya pengaruh iblis yang selalu membantunya" ucap Permaisuri Wijin
"Jika kau membawa ping er pergi dari istana ini, ayahmu akan marah besar karena ayah mu sangat mencintai ping er" kata permaisuri Wijin.
"Ibu, aku tak peduli"
"Aku tetap mencintai ping er dan ingin selalu dekat dengan ping er" jawab pangeran siliang terus mempertahankan pendapatnya di depan ibunya
Permaisuri Wijin hanya terdiam. Ucapan Pangeran siliang membuat dirinya semakin membenci ping er karena kedua lelaki yang dicintainya mulai jatuh cinta kepada ping er dan pelan-pelan mulai pergi meninggalkan dirinya.
"Tunggu pembalasan ku ping er"
"Aku akan selalu mengawasi mu dan tak kan membiarkan mu lolos" gumam Permaisuri Wijin.
Sementara itu, Ping er berada di kamar pribadinya. Dia mulai menutup seluruh pintu dan jendela kamarnya.
Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh ping er, sampai-sampai seluruh pelayan ping er tak diizinkan untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
Seluruh pelayan ping er menyangka ping er telah trauma karena ulah Memey salah satu pelayan kepercayaannya yang hampir saja mencelakakan dirinya.
Setelah menutup semua pintu dan jendela kamarnya, Ping er mulai memanggil pangeran naga api yang sedang bersembunyi di dinding kamarnya.
"Sujoku, keluarlah" panggil ping er
Tak membutuhkan waktu lama, pangeran naga api keluar dari persembunyiannya dan terlihat lemas. Mulutnya mengeluarkan banyak darah.
"Kenapa dengan mu"?
"Kenapa kau terluka cukup parah" tanya ping er sambil meletakkan kepala pangeran naga api di pangkuannya.
Aku dubber yang lanjutin Audiobook novelmu ini. Yuks intip. semoga gak mengecewakan, ya.
Salam kenal😊
Salam dari novel Do It All For You 😘
jangan lupa feedback ya
d tggu jejaknya