NovelToon NovelToon
Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kamila Putri

"Aku pikir setelah bertemu denganmu aku akan bahagia, tapi yang aku dapatkan hanya kecewa!"

Namun, awal pertemuan yang diharapkan akan menjadi kesan indah yang membahagiakan, justru berbanding terbalik saat Eva mengetahui siapa orang yang selalu ada untuknya. Akankah cinta itu hadir kembali dalam hidupnya, atau hanya akan menjadi kenangan saja?


Ilustrator: Sky_graphic

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamila Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yuda...?

Sampai di tempat kerja, Eva menekuk wajahnya. Masih terbawa suasana tadi saat ngobrol dengan Arya di jalan.

Kecewa? tentu saja. Dia tidak menyangka hanya dirinyalah yang menjadi budak cinta, sedangkan Arya? Mungkin tanpa sepengetahuan dirinya, dia selalu bermain dengan perempuan lain.

Dan prasangka buruk tentang Arya bermunculan begitu saja, dia menjadi kesal sendiri memikirkannya.

Setelah masuk ke dalam toko, suasana seperti biasanya. Tidak ada yang berubah, mungkin hanya moodnya saja yang kurang bagus. Untuk menyapa teman-temannya pun dia merasa enggan, bibir seperti sudah terkunci rapat.

Ini tidak benar, tidak boleh bekerja dengan wajah yang suram. Eva berusaha menenangkan diri dan menarik napas dalam-dalam.

"Eva! kamu kenapa," tanya Ita mengagetkannya.

Eva hanya menoleh tanpa menjawabnya. Kenapa susah sekali untuk terlihat biasa saja, pikirnya.

"Tidak ada apa-apa Ta. Aku cuma kurang tidur, makanya lemes banget."

"Tau gak? Hari ini setelah pulang pak Evan ngajakin kita semua makan bersama loh, katanya buat syukuran gitu."

"Syukuran apaan," tanya Eva mengerutkan dahinya. Raut wajah yang di pasang oleh gadis itu membuat Ita ingin tertawa.

Ita mengangkat kedua bahunya, karena dirinya pun tidak tahu.

"Itu bibir kamu juga, kenapa bisa luka sih Va," tanya Ita. Gadis itu memperhatikan luka kecil yang ada di bibir bagian bawahnya. Eva menutupinya dengan tangan. Dia ingat bekas luka itu yang di tinggalkan oleh Evan semalam. Tapi dia tidak bisa menceritakan kejadian itu kepada Ita, cukup dirinya saja yang tahu.

"Kemarin aku jatuh, tersungkur ke tembok," jawab Eva tidak jujur.

"Kok bisa?" Ita mengerutkan dahinya tidak percaya.

"Ya... habis mandi, lantainya licin jadi kejedot tembok."

"Makanya, lain kali hati-hati!"

__

Hari ini toko tutup lebih awal. Semua karyawan bersiap-siap untuk menghadiri acara yang di buat oleh Evan, walau hanya sekedar makan-makan.

Eva merasa ragu, antara ikut pergi dengan yang lain atau memilih untuk pulang. Di kosan pun tidak ada yang menarik untuk di lakukan. Tapi, jika dia ikut makan, dia akan bertemu lagi dengan Evan.

Sejujurnya, kejadian semalam pun masih meninggalkan trauma. Dia takut bertemu lagi dengan Evan, takut apa yang di perlakukan pemuda itu terulang lagi padanya.

Toko sudah di tutup. Semua sudah siap untuk pergi, tapi Eva masih duduk menunduk sambil menatap layar ponselnya.

Tidak ada satu pun pesan dari Arya. Dia merasa sangat kesal, walau tidak dia tunjukan pada teman-temannya.

"Va! Ayo ikut gak," tanya yang lain.

"Ayo Va, ngapain masih di sini?" Ita menarik tangannya. Namun Eva tidak beranjak sedikitpun.

"Aku gak ikut Ta. Aku lagi gak enak badan, nanti tolong sampaikan maaf ku buat yang punya acara ya...."

"Ya udah deh, kamu hati-hati ya pulangnya Va."

Eva tersenyum sambil menganggukkan kepala.

Semua sudah pergi, tinggal dirinya yang masih bertahan duduk di depan toko. Dengan malas Eva bangkit dan berjalan perlahan menyusuri jalanan. Tidak ada tujuan.

Akhirnya Eva berhenti di sebuah taman kecil di sudut jalanan. Sambil menikmati kendaraan yang berlalu lalang. Sejenak memejamkan mata. Sesak di dada yang dia simpan sejak tadi pagi, seakan-akan meledak seiring air mata mengalir dari pelupuk mata.

"Aku bodoh," ujarnya lirih.

"Kenapa aku harus jatuh cinta...?" Eva bergumam di sela tangisannya, sambil sesekali menyeka air mata yang kembali membasahi pipinya.

Sudah beberapa jam Eva duduk di taman tanpa pergerakan. Matanya sedikit sembab karena menangis. Karena hari sudah hampir gelap, dia pun segera meninggalkan tempat itu.

Kembali berjalan menyusuri jalanan. Tapi, dia lupa dan tidak tahu arah mana yang akan dia susuri. Baterai ponselnya pun habis, dia tidak bisa memesan ojek online di salah satu aplikasi kesayangannya.

Di tengah-tengah perjalanannya pulang, Eva bertemu sekelompok orang-orang yang tengah berkumpul sambil meminum minuman beralkohol. Eva merasa sangat takut, takut sekali. Dia takut di ganggu oleh mereka.

Saat pikirannya mulai pergi jauh entah kemana, memikirkan cara agar mereka tidak melihatnya. Tapi, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundaknya. Eva terkejut dan melirik ke arah belakang.

Apa yang dia takutkan terjadi, mereka mengepung dirinya yang lemah tidak berdaya ini.

"Neng, mau kemana? Abang temenin ya," ujar salah satu dari mereka sambil mencolek pipinya. Mereka bau alkohol, Eva ingin berlari sejauh mungkin tapi, mereka terus saja menghalanginya.

"Jangan pegang-pegang," bentak Eva tidak terima.

"Yang galak gini emang asik bro," ujar pria yang kini memegang tangan kanannya.

Eva sangat ketakutan, sampai-sampai kata tolong saja tidak dapat dia lontarkan. Mereka membawa paksa Eva ke sebuah tempat sepi, sambil menutup mulutnya dengan tangan salah satu dari mereka.

"Tuhan... tolong selamatkan aku, aku mohon," ujar Eva di dalam hati.

Air matanya tidak berhenti mengalir, saat mereka melemparkan dirinya ke lantai. Eva menatap mereka yang terlihat senang dengan ketakutan yang dia rasakan, perlahan dia menjauhi mereka sambil merangkak mundur.

Tubuhnya terhenti mengenai salah satu dinding. Ini benar-benar berakhir, pikirnya. Tapi di dalam hati dia tidak pernah berhenti meminta pertolongan.

Mereka mulai mendekati dirinya, dan menyentuh tubuhnya. Tapi satu persatu, mereka tersungkur ke lantai dengan luka lebam di pipinya. Eva terkejut, matanya berkaca-kaca. Ternyata Tuhan mengabulkan permintaan nya.

Wajah orang yang memukuli preman-preman itu terlihat samar, wajah orang itu tidak tersorot lampu. Eva berdiri dan mengintrogasi. Dengan suara gemetar dia mulai mencari sosok orang itu.

"Kamu si-apa...?"

Orang itu berdiri mematung menatapnya. Eva merasa dirinya belum aman, dia mencoba mencari celah agar bisa lari dari orang itu.

"Kamu tidak usah takut Ev," ujar si misterius itu.

Eva bingung, kenapa orang di hadapannya bisa tahu namanya. Dan dia yakin ini bukan orang yang dia kenal sebelumnya.

"Ka-kamu! kenapa bisa tau namaku," tanyanya sambil terus waspada.

Eva tetap mencari sosok yang bersembunyi di balik kegelapan.

"Aku orang yang kamu kenal Ev. Sebenarnya... aku tidak ingin bertemu kamu dalam keadaan seperti ini. Selama ini aku selalu ada di belakangmu, mengawasi kamu dari jauh."

"Untuk apa? Apa itu penting? Aku merasa kamu sama aja seperti mereka," ujar Eva.

"Bahkan kamu gak balas pesanku tadi siang."

Eva berpikir keras, siapa yang mengirim pesan padanya tadi siang?

"Kamu pasti penipu. Aku tidak dapat pesan dari siapapun tadi siang," teriaknya.

"Oh iya...? coba kamu lihat di sosial mediamu!"

"Kamu Yuda...?"

"Iya, aku Yuda. Aku senang karena kamu ingat aku."

"Kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini? Aku sama sekali tidakk kenal sama kamu!"

"Ini sudah malam. Kita bisa bicarakan ini baik-baik besok. Aku akan tunggu kamu di taman dekat kosanmu, aku tunggu jam sembilan pagi," ujarnya.

"Sekarang kamu pulang. Aku tetap akan mengawasi kamu dari jauh, preman-preman itu tidak akan mengganggumu lagi."

Sosok Yuda itu pergi menghilang. Saat melihat sekitar, Eva buru-buru meninggalkan tempat itu. Takut jika orang-orang yang mengganggunya kembali sadar. Eva berlari mencari jalanan, dan pulang menaiki taksi yang dia pesan.

1
Kam_🍃
Semangat
liana
nextttttt
liana
next dong kk
Novi Elitra
penasaran
Irma14889579
lanjut donggg
jangan patah semangat ea thoor 😘
Liana Robiana
lanjut...
Irma14889579
aku selalu menunggu mu Thor🤗🤗🤗
Irma14889579
aku tunggu kelanjutannya thor 😞
Hiatus🐤: 🤧 aku pikir tidak ada yang nungguin lanjutannya.. Aku usahakan dua hari lagi update kak❤️❤️
total 1 replies
Irma14889579
semangat thor 💪
Hiatus🐤: Terima kasih ❤️🙏
total 1 replies
Muzayyanah
waduh kasiah Eva kpn dia bisa bahagia sayang gk ada lanjutany
Irma14889579
sedih
cookiess
ulalaaa 😄😄

ohyaa, akuu jugaa writtrer lohh btw, bisaa juga kalian baca ceritakuu, namanya "My Girlfriend Is Mafia". Mohon dibacaa yaa eehhehehee.. Makasi bangett bagi yang sudah nyempetin baca 😊😊

semangat buat thor nyaa!! 💪💪
Ning Rum
ko critanya jdi kya gini
Hiatus🐤: Ngga vulgar Banget kok kak
total 1 replies
park seul lee (박 슬 이)
nyimak
Sagita Chn
lanjut Thor, like mendarat yah...

salam dari: Monopoli Cinta Tuan Muda.
Anindha.
Semangat Up thor 👌

Mari saling mendukung ☺
Martina Tina
kelanjutan nya mana
anggrymom
knp ga coba utk ngungkapin si arya ma eva, emessh nih
anggrymom
gagal deh romantisnya gara2 satpol PP kurang ajar😂😂😂😂
anggrymom
hihi..
suka...🤩🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!