Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Permainan dimulai
Pagi hari di kantor D&D Company.
Karen datang membawa beberapa map berisi dokumen, di ruang rapat sudah ada Clev, Mira,Rosa, Helen Berry, dan Mario.
Karen membuka percakapan
"Semua bukti sudah lengkap" lalu Karen menjelaskan satu per satu di layar monitor
"Rekaman CCTV gudang yang memperlihatkan tiga pelaku memasuki area gudang bersama dengan wajah ketiganya yang terlihat jelas saat masuk ke gudang maupun keluar gudang" jelas Karen untuk bukti pertama
"Lalu rekaman kendaraan sedan putih yang digunakan saat sabotase bersama dengan foto kawat pagar yang dipotong sebagai bukti pembobolan dan hasil penyelidikan tim D&D yang menemukan sisa cairan mudah terbakar" lalu Karen membalik Dokumen nya
Dan melanjutkan
"Juga kesaksian dua anggota Blackbird yang menyamar sebagai penjaga gudang lalu laporan kerusakan dari tim pemadam kebakaran" jelas Karen detail
Lalu Karen memberikan salah satu map ke Helen,
"dan ini nilai kerugian resmi perusahaan" menyerahkan salah satu dokumen yang menjelaskan kerugian dari pembakaran itu kepada Helen
Helen melihat dan membaca tiap rinci kerugian nya
"saya tidak mau tahu,mereka harus mengganti ini semua.." kesal Helen
Karen lalu duduk di meja
"Dengan bukti ini, kita bisa menuntut mereka atas perusakan properti, pembakaran, pembobolan, dan sabotase terhadap kegiatan usaha" jelas Karen menutup penjelasan nya.
Berry terlihat puas
"Berarti mereka tidak bisa mengelak lagi"
Karen menggeleng,
"Belum, yang kita proses hanya pelaku lapangan,mereka mungkin memilih diam daripada mengkhianati Bruno"
Clev menjawab
"Itu memang tujuan kita" jawab nya tenang
Semua dia dan kemudian Clev melanjutkan,
"Aku tidak sedang mengejar Bruno."
Rosa sedikit bingung
"Lalu?"
Clev tersenyum
"Kejadian ini adalah cara yang dibutuhkan untuk menghancurkan kepercayaan anak buahnya"
Lalu Clev melanjutkan untuk menjelaskan strateginya,
"Mulai hari ini setiap anggota Karibia akan tahu bahwa siapa pun yang menyerang D&D akan ditangkap, sementara Bruno tetap aman di belakang,lalu jika Bruno tidak melakukan apapun mereka para anak buah Bruno akan bertanya 'apakah Bruno benar-benar akan melindungi kita'.." jelas Clev sambil bersandar santai di kursi nya
Ruangan menjadi hening
Mario perlahan tersenyum.
"Jadi yang di serang bukan organisasi mereka..Melainkan loyalitas mereka" ujar Mario
Clev mengangguk dan tersenyum.
Setalah itu rapat berakhir dan semua berjalan menuju tugas mereka masing-masing lagi.
Karen bersama dua orang tim hukum nya menuju kantor polisi, di ikuti oleh Rosa dan juga Helen yang ingin menuntut ganti rugi yang di alami oleh D&D.
Sementara Mario kembali ke Markas Blackbird untuk mengontrol situasi dan pergerakan terbaru dari Mafia Karibia.
Berry bersama tim nya kembali mengendalikan aset-aset D&D termasuk menjaga Logistik D&D agar tak terkena dampak.
Di kantor polisi laporan Karen sudah diserahkan, bersamaan dengan itu laporan ganti rugi juga sudah di serahkan.
Sementara di sebuah lorong sunyi, seorang anggota polisi menelepon seseorang melalui ponsel nya
Saat telepon itu diangkat,polisi itu langsung berbicara
"Laporan resmi D&D Company sudah masuk ke dalam kepolisian" jelas oknum polisi tersebut memberikan laporan
"kalau begitu.. permainan sudah benar-benar dimulai sekarang" jelas pria yang di telepon polisi itu, dan dia adalah Bruno .. sedangkan oknum polisi tersebut adalah orang dalam kepolisian yang juga mata-mata dari Mafia Karibia.
Sore hari nya di butik Bella Casa, pusat kota Drep
Sebuah sedan berhenti di depan butik Bella Casa, Derina turun lebih dulu sambil melihat bangunan butik yang mewah
"Jadi ini Bella Casa... cantik juga"
Mira ikut turun sambil tersenyum,
"Kalau tidak bagus, Clev tidak akan menyuruh kita datang"
Derina tertawa kecil
"Benar juga" lalu keduanya masuk ke dalam butik, bel kecil di pintu berbunyi pelan.
"Selamat datang di Bella Casa" seorang pegawai menyambut mereka dengan ramah.
"Silakan melihat-lihat ,kalau membutuhkan bantuan, panggil kami saja"
Derina langsung berjalan ke deretan pakaian terbaru
"Wah... koleksinya banyak sekali"
Mira justru memperhatikan tata letak butik, rak-raknya tersusun rapi lalu beberapa kamera CCTV dipasang di sudut ruangan, pegawai bergerak dengan disiplin.
"Pengelolaannya cukup profesional..." pikir Mira.
Tak lama kemudian..
Bella turun dari lantai dua setelah selesai memeriksa laporan butik,lalu berjalan melewati beberapa pelanggan sambil sesekali menyapa mereka.
Saat melewati Derina dan Mira, Bella hanya berhenti sebentar,
"Selamat datang,semoga kalian menemukan koleksi yang cocok" Bella memberikan senyum tipis yang sopan.
Derina membalas dengan ramah
"Terima kasih"
Bella mengangguk lalu melanjutkan langkahnya menyapa pelanggan lain.
Tidak ada percakapan panjang, tidak ada perkenalan.
Bella sama sekali tidak mengetahui siapa Derina maupun Mira.
Beberapa menit kemudian
Derina keluar dari ruang ganti memakai sebuah jaket berwarna putih
"Mira, bagaimana menurutmu?" tanya Derina
kemudian Mira mengangguk
"Cocok"
Derina lalu melihat ke rak lain
"Tapi coba lihat koleksi di sebelah sana dulu" Derina kembali melihat-lihat.
Sementara itu Mira diam-diam memperhatikan Bella yang sedang berbicara dengan manajer butik.
"Dia menangani semua urusan sendiri..."
"Cara berbicaranya tenang, pegawainya juga sangat menghormatinya" ujar Mira dalam hati
"Sulit dipercaya dia adalah putri Bruno" tambah nya
Setelah lama memilih mereka lalu menuju kasir.
Seorang pegawai melayani pembayaran
"Totalnya 8,5 juta, Nona" lalu Mira menyerahkan kartu pembayaran nya
Pegawai tersenyum dan menyelesaikan pembayaran
"Terima kasih telah berbelanja di Bella Casa" ujar pegawai tersebut ramah,
Derina mengambil kantong belanjaannya
"Ayo pulang" ajak Derina
Mira mengangguk
Keduanya keluar dari butik.
Dari balik jendela lantai dua, Bella tanpa sengaja melihat mereka meninggalkan Bella Casa,lalu memperhatikan beberapa detik.
"Sepertinya mereka puas dengan pelayanan kita" ujar Bella
Bella kemudian kembali ke ruang kerjanya tanpa sedikit pun mengetahui bahwa dua pelanggan tadi adalah adik dan asisten pribadi orang yang sedang menjadi perhatian ayahnya.