NovelToon NovelToon
Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

(Ngakaklah sebelum ngakak dilarang)

Buku lanjutan Bukan Kontrak Pernikahan (silahkan baca buku pertama lebih dulu)

Kehidupan Skala dan Bianca berlanjut, setelah terungkapnya dementor yang menyebabkan kecelakaan kedua orang tua Skala. Keduanya masih mencari kebenaran di balik meninggalnya Kiran, ibunda Bianca.

Kekonyolan dan keromantisan duo Amazon berlanjut disini.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S2 : Side Story : Tama Felisya

Felisya mencubit pipi Tama gemas. "Kamu itu gak sabaran banget, harusnya yang sakit itu mulut kamu aja, biar gak bawel lagi," gerutu Felisya seraya merambat naik ke atas ranjang.

"Sembarangan kamu nyumpahinnya, Fel. Emang kamu mau punya suami bisu apa?" tanya Tama menggerutu. Ia melipat tangannya di depan dada. Pura-pura kesal dengan omongan menyebalkan sang istri.

"Siapa yang nyumpahin kamu bisu, Tamia! Aku cuma bilang harusnya mulut kamu yang sakit, bukan mulut kamu jadi bisu." Mata Felisya menukik tajam. Menatap pria itu tidak senang.

"Aku bukan Tamia, jangan ikut-ikutan gayanya Skala," protes Tama tidak terima. "Terus apa kalau bukan bisu?"

"Ya .... misalkan, kamu dikasih sariawan yang parah gitu." Felisya tergelak. Suara tawanya menggema di ruangan itu.

"Ya jangan dong, nanti aku kesusahan bahkan gak bisa cium bibir kamu yang menggoda ini." Tama meraub bibir Felisya dengan rakus. Menyesapnya agak kuat sampai wanita itu diam tak berkutik.

Dalam sekejap, Felisya sudah berada di atas pangkuan Tama. Di mana tangan pria itu mulai menggerayang ke segala tempat.

"Tunggu dulu, Tam!" cegah Felisya agak bingung. Ia melepas tautan bibirnya tanpa aba-aba.

"Kenapa lagi?" Tama mendengkus hingga rongga hidungnya kembang kempis seperti ingsang ikan.

"Kamu serius kuat? Aku takutnya kamu berhenti di tengah jalan. Takut kaki kamu tambah parah juga," ucap Felisya meyakinkan sekali lagi. Hasrat cinta dan rasa rakut menyatu sempurna. Antara ingin menyentuh Tama, tapi takut mengganggu kaki Tama yang sedang digips.

"Aku yakin, kamu tenang aja, Fel. Aku tidak akan berhenti di tengah jalan, Sayang .... Buruan puasin aku, jangan bertele-tele." Tama merampas baju Felisya satu-persatu. Hingga baju itu sedikit robek karena ulahnya.

"Sabar Sayang. Waktu kita masih panjang," ucap Felisya sambil menahan lengan suaminya. Wanita itu sedikit mendesah saat kepala Tama terus maju dan menerobos pagar pembatas jalan. Meraup buah melon milik Felisya dengan buasnya.

"Tak ada kata sabar untuk yang satu ini," ucap Tama seraya mendongak. Lalu menjatuhkan bibirnya kembal di atas buah melon Felisya.

Permainan di mulai. Baik Felisya atau pun Tama sangat menikmati gaya gajah duduk ketindihan kandang yang Felisya praktekan untuk pertama kalinya, jelas Ia terinspirasi dengan ucapan mesum Bianca. Felisya lebih dominan menguasai jalannya permainan malam itu, membuat suaminya benar-benar merasa dimanjakan.

***

Mengerjap-ngerjap, Felisya sedikit terbangun saat Tama mengecupi kelopak matanya terus-menerus. Wanita itu mengerang, lantas memeluk sang suami dan menyembunyikan kepalanya di ketiak sang suami.

"Eng ... masih ngantuk, tau!" erang Felisya manja.

"Pagi, Sayang." Tama menyapa, membuat Felisya mau tidak mau harus membuka matanya. Membalas sapaan hangat sang suami dengan senyuman.

"Pagi juga, Tamaku sayang," sapa Felisya sambil mengecup pipi Tama satu kali.

"Hari ini aku seneng banget, pokoknya makasih banyak ya buat semalam. Kamu hebat banget, kalau begini caranya aku rela sakit terus. Asal mendapat servis puas dari kamu," ujar Tama nakal. Mata genitnya berkedip diikuti dengan pipi yang mengembang sempurna.

"Sembarangan, kalau kamu sampai gak bisa jalan aku mau cari berondong aja," seloroh Felisya tanpa rasa dosa.

"Jahat kamu, Fel. Gak setia, hiks!" Tama pura-pura menangis sendu seperti bayi.

"Memang aku jahat, makanya cepet sembuh. Aku bukan istri baik hati seperti yang kamu pikirkan," ucap Felisya sedikit mengajak Tama bercanda.

"Aku janji akan cepat sembuh, tapi nanti malam kayak gitu lagi ya," ajak Tama sambil alisnya naik turun seirama.

"Gak mau, cukup sekali aja di atas. Aku capek," tolak Felisya jutek.

"Baru sekali udah capek, gimana rasanya jadi aku? Yang pernah di atas sampai lima ronde?" protes Tama, ia membuka memori lama panasnya di atas ranjang.

Detik itu juga wajah Felisya merona. Malu sendiri dengan uraian dari suaminya. Setelah sama-sama mengungkapkan rasa cinta mereka tak malu-malu lagi saling memuaskan seperti itu.

"Kamu tuh, ungkit-ungkit yang udah lalu. Nyebelin tau." Felisya memukul dada Tama kesal. Di mana pria itu langsung memeluk istrinya.

"Iya nyebelin ... tapi kamu suka 'kan?" bisik Tama penuh arti.

Felisya terdiam kaku. Dasar Tamia, paling bisa bikin aku malu. Sedetik kemudian bibirnya menyunggingkan senyum Ia sangat bahagia. Ia masih nyaman menyembunyikan wajahnya di ketiak suaminya.

"Kamu jadi setelah sembuh mau keluar dari rumah ini?" tanya Felisya mengingat ucapan sang suami semalam. "Serius mau tetanggaan sama Skala dan Bianca?"

"Hem, bahkan sebenarnya rumah itu sudah aku bayar lima puluh persen, bagaimana kalau nanti setelah pindah kita bikin acara selamatan dan syukuran atas kehamilan kamu di sana?"

Tama menurunkan pandangannya, menatap geli istrinya yang seolah terbius dengan aroma tubuhnya.

"Lakukan saja, aku sudah bilang akan ikut kemanapun kamu pergi," tegas Felisya.

Otor : Sebenernya Mau ku kasih judul gajah ketindihan kandang, tapi ga jadi. Ntar di demo PRHH karena ga hot.

PRHH : Kutunggu Bab dengan judul itu.

Otor : Keysippp

Reader yang nungguin ocehan otor: Stikernya mana?

Otor : Ga ada waktu buat edit 😓

...LIKE...

...KOMEN yang banyak...

...VOTE...

...ADD FAVORITE...

...love you sekandang Dino 🥰...

1
Evi Nopianti
baca ulang cerita mu thor ngakak Mulu /Kiss//Kiss//Kiss/
jumirah slavina
dasar Aki² Sultan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
habislah Kauuu Tamiyaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
banting aja Ca... banting...
tindih yg kuat....

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
Aku gak gitu...
malah Suami Aku yg gitu...
klo Aku orang'y malas bahas masalalu,..

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
lha... langsung mau... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
klo para Suami² dunia nyata gini juga gak ya
Nurul Badriyah
aaadikk ipaarkku sayaang🤭
Nurul Badriyah
kebiasaan gak mau kunci pintu🤭
Indahokt
luar biasa
Indahokt
Buruk
jumirah slavina
dia cenayang 🤣🤣🤣
jumirah slavina
siap² d'hukum ena² km Ca🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
kunciiiii wwoooiii....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Bayu : mataku ternoda

🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ish... kerennnnn....
jumirah slavina
aacciieeeee Saketek sm Fargoy tiuman🤣🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃🏃
jumirah slavina
pengen neriakin s' Bianca deh...
itu cerita kamuuuuuu dodol🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ya ampunnnnn Akiiii jatuh cintrong pada pandangan pertama 🤦🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!