NovelToon NovelToon
Cakrawala

Cakrawala

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 5
Nama Author: Cellestinee

Karena kemurkaan sang ayah, Khanza harus menjadi dokter relawan di daerah perbatasan. Tapi bukan Khanza namanya kalau tidak mengacau, apalagi dia dikelilingi tentara-tentara tampan dan seksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Kelopak mata Malahar mulai bergerak-gerak. Menyadari hal itu, Khanza sedikit menepuk-nepuk bahu Malahar, mencoba menyadarkan anak itu dari tidurnya.

 

"Malahar.. Malahar.. Sudah bangun?" tanyanya pelan.

 

Bocah berumur sekitar sepuluh tahun itu memindai sejenak keadaan di sekelilingnya. "I..ni di.. ma..na?" tanya lirih dan terbata-bata.

 

"Malahar di klinik. Tadi Malahar pingsan di kelas. Ingat?" balas Khanza.

 

"Awh.." anak itu sedikit mengaduh lalu mencoba bangun dari ranjang.

 

"Eh jangan bangun dulu" Khanza panik, "Tubuh kamu masih lemah, Malahar"

 

"Aku harus pulang" tegasnya keras kepala.

 

"Tapi Malahar masih sakit!" Khanza tak kalah tegas pada pasiennya.

 

"Kasian Wa'i, Wa'i lagi sakit. Tidak ada yang membantu mengurus Kalere. Ama belum pulang"

 

"Iya, nanti Malahar pulang. Tapi sebelum pulang Malahar harus sembuh dulu. Lagian ini udah malem"

 

"Enggak. Nanti Kalere kasian. Wa'i nggak bisa jalan jauh-jauh. Kalau sudah petang pengelihatannya juga agak terganggu. Malahar nggak pa pa kok bu dokter, Malahar bisa pulang sendiri."

 

"Tapi.."

 

"Tadi Sa'e sudah titip pesen sama Malou suruh bilang ke Wa'i kalau Malahar lagi dirawat di klinik" ucap gue menginterupsi. Ya, tadi gue sempet titip pesen ke salah satu teman sekelas Malahar yang memang tinggal tidak jauh dari rumah Malahar. Gue minta Malou memberi tahu neneknya tentang keadaan Malahar.

 

"Kasian Kalere, Sa'e.. Kalere baru berumur satu tahun. Wa'i juga lagi sakit"

 

Gue nggak tega. Ya, Malahar hanya tinggal bersama nenek dan adik perempuannya di atas bukit. Nenek Malahar sudah sangat tua Beliau juga menderita rabun senja, jadi pengelihatannya agak terganggu jika sudah malam. Setiap hari Malahar membantu neneknya mengurus rumah, menyiapkan makan, dan mengasuh adik perempuannya. Baru setelah agak siang, Malahar turun bukit untuk bersekolah. Ibunya sudah meninggal ketika melahirkan Kalere. Dan ayahnya hanya pulang sebulan sekali karena pekerjaannya.

 

Gue menarik Khanza sedikit menjauh untuk berdiskusi. Gue ceritain semua tentang kehidupan Malahar. Khanza tpak tersentuh dan menimang-nimang sesuatu di pikirannya. Gue tahu, dia keberatan melepas Malahar pulang karena memang keadaan anak itu masih butuh pengawasan.   Akhirnya gue menyarankan satu solusi.

 

"Biar nanti gue sama Tristan anter Malahar. Lo siapin aja obat-obatan yang harus dibawa Malahar"

 

"Nggak. Gue ikut." dia keras kepala

 

"Ini udah malem Sa. Bahaya"

 

"Kan ada elo"

 

"Ya tapi kan gue nggak bisa jamin lo nggak bakalan kenapa-napa. Kalau ditengah hutan ketemu hewan buas gimana?"

 

"Hewan buas?  Lebih buas mana sama lo?" Gila nih cewek. Di saat kayak gini masih sempet-sempetnya mancing pikiran gue.

 

"Sa, bukan saatnya bercanda ini."

 

"Siapa yang bercanda sih. Gue kan dokter, tugas gue mastiin pasien gue nggak kenapa-napa. Nah bapak yang ganteng ini kan tentara, tugasnya menjaga keamanan dan keselamatan. Nanti kalau ditengah jalan Malahar tambah sakit gimana? Makanya, gue jagain Malahar. Elo jagain kita semua. Beres kan"

 

Gue memijit kening kepala gue. Batu banget sih nih cewek.

 

"Ya udah lo siap-siap dulu. Gue ijin komandan"

 

"Siap pak." Heleh, gayanya pake hormat-hormat segala. Kan jadi tambah kiyut.. Achu ndak kuat..

 

 

 

 

Wa'i : nenek

Sa'e : kakak

Ama : ayah

1
Langit Biru
Jadi shower? 🤣🤣🤣 biar bisa ngintipin mamas mandi ya?
Fitriana Yusuf
suka dgn smua karyamu🙏🙏
Baper kusut
Nie novel pertama gw baca awal² punya Nt, hp lama yg udah d museum kan hehehe... eh nongol LG, tetep sukaaaa
scoup
Luar biasa
Dinda Apriani
alur cerita sangat bagus
missdy10
baca lagiiii...entah yg ke berapa
daraadf
Luar biasa
Mulyani Asti
nyusu terooossss Kendra hadeuhhh
Mulyani Asti
ahhh mau dong di peluk dari belakang
Mulyani Asti
aku malah mewek😭
Mulyani Asti
jadi patung gak tuh ke dra
Mulyani Asti: Kendra maksudnya hehe
total 1 replies
Mulyani Asti
malah Kendra yang takut di apa²in wkwkwk
imei
Luar biasa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
Khanza dari orok udah centil
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
brownies e tanek,kematengen
😆😆😆
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
terhura aku
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
yeeee
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
dramatis kamu sa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
kejutan....
g sabar baca selanjutnya
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
thor kamu sukses bikin aku nangis,dan sekarang senyum seperti pesannya mas Ken
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!