NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Kapal kecil Ryden dan Elira merapat perlahan di sebuah teluk tersembunyi, dikelilingi tebing tinggi berbentuk aneh yang kini semakin jelas menyerupai sosok-sosok wanita raksasa yang berdiri megah menjaga garis pantai.

Kabut tipis yang sejak tadi menyelimuti mereka perlahan menghilang, memperlihatkan hamparan hutan tropis lebat dengan bunga-bunga eksotis berwarna cerah yang tidak pernah Ryden lihat sebelumnya, bahkan dalam ingatannya tentang dunia ini.

"Tempat ini... indah sekali," gumam Elira, terpana menyaksikan keindahan alam yang jarang ditemukan di pulau-pulau lain yang pernah mereka singgahi.

Namun keindahan itu tidak berlangsung lama sebelum suara terompet kerang kembali menggema, kali ini jauh lebih dekat dan lebih mengancam.

Dari balik rerimbunan pohon, puluhan sosok wanita bersenjata tombak dan busur muncul serentak, mengepung mereka berdua dengan gerakan terlatih dan penuh permusuhan.

"Pria!" salah seorang dari mereka, seorang wanita berambut merah dengan tato suku di lengannya, berteriak lantang dengan nada penuh kebencian yang tak tersembunyikan.

"Seorang pria berani menginjakkan kaki di Pulau Amazon Lily!"

Ryden merasakan firasatnya terkonfirmasi sepenuhnya—nama itu, Amazon Lily, langsung membangkitkan seluruh ingatannya tentang pulau khusus yang menjadi rumah bagi suku Kuja, sebuah pulau yang secara turun-temurun menjadi wilayah terlarang bagi kaum pria.

"Elira, jangan bergerak tiba-tiba," bisik Ryden pelan, mengangkat kedua tangannya perlahan sebagai tanda tidak melakukan perlawanan, meski insting bertarungnya tetap siaga penuh menghadapi puluhan tombak yang kini terarah langsung ke tubuh mereka berdua.

"Kami tidak bermaksud jahat!" seru Elira, suaranya sedikit gemetar namun berusaha tetap tenang. "Kami hanya tersesat mencari jalur pelayaran, kami akan segera pergi jika kalian mengizinkan!"

Wanita berambut merah yang tampaknya menjadi pemimpin kelompok penjaga itu melangkah maju, mengamati Ryden dengan tatapan tajam penuh kecurigaan. "Tidak ada pria yang pernah kembali hidup-hidup dari pulau ini kecuali diizinkan langsung oleh Sang Ratu. Kalian berdua akan kami bawa menghadap pengadilan suku Kuja."

Ryden menghitung cepat peluangnya—puluhan warrior terlatih mengepung mereka dari segala arah, sebuah pertarungan langsung jelas bukan pilihan bijak, apalagi dengan Elira yang tidak memiliki kemampuan bertarung sama sekali berada di sampingnya.

Ia memutuskan untuk tidak melawan, membiarkan dirinya dan Elira diborgol dengan tali khusus yang tampaknya dirancang untuk menahan kekuatan Buah Iblis—sebuah detail kecil yang membuat Ryden semakin yakin bahwa suku ini memiliki pengalaman panjang menangani ancaman berbahaya.

Mereka digiring melewati hutan lebat menuju sebuah kota megah yang tersembunyi di balik tebing-tebing tinggi—bangunan-bangunan indah bergaya arsitektur unik, dipenuhi penduduk wanita dari berbagai usia yang semuanya menatap kedatangan mereka dengan campuran rasa penasaran dan permusuhan yang jelas terlihat di wajah masing-masing.

"Ryden, apa yang akan terjadi pada kita?" bisik Elira ketakutan, berjalan berdampingan dengannya di bawah pengawalan ketat para prajurit Kuja.

"Aku tidak yakin sepenuhnya," jawab Ryden jujur, meski dalam benaknya ia mencoba mengingat kembali setiap detail yang pernah ia ketahui tentang pulau ini dan penguasanya—seorang wanita bernama Boa Hancock, yang dalam ingatannya memiliki reputasi sebagai salah satu Shichibukai terkuat sekaligus salah satu wanita tercantik di seluruh dunia.

"Tapi kurasa kita akan segera bertemu langsung dengan penguasa pulau ini."

Mereka akhirnya tiba di sebuah istana megah bertingkat, dengan patung-patung ular raksasa menghiasi setiap sudutnya.

Ryden merasakan tekanan Haki yang luar biasa kuat memancar dari dalam istana itu, jauh melampaui apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya sepanjang perjalanannya—sebuah kekuatan yang membuatnya sadar sepenuhnya bahwa pertemuan berikutnya akan menjadi salah satu momen paling penting dan berbahaya dalam seluruh perjalanannya di dunia One Piece.

Pintu besar istana itu perlahan terbuka, memperlihatkan sebuah ruang singgasana megah, dan di atas singgasana itu, duduk sesosok wanita dengan kecantikan yang nyaris tak masuk akal, matanya menatap tajam ke arah Ryden dengan ekspresi yang sulit diartikan—campuran rasa penasaran, kewaspadaan, dan sesuatu yang lain yang bahkan Ryden sendiri tidak bisa menebaknya.

"Jadi," suara wanita itu menggema anggun namun penuh wibawa ke seluruh ruangan, "seorang pria berani datang ke pulauku. Katakan namamu, sebelum aku memutuskan apakah kau pantas hidup atau tidak."

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!