NovelToon NovelToon
MY IDOL MY SUGAR DADDY

MY IDOL MY SUGAR DADDY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

MY IDOL MY SUGAR DADDY Disya Putri, mahasiswi ekonomi yang berjuang menopang hidup dan ibunya, terpaksa menyetujui tawaran tak terduga dari Min Jae—idol papan atas yang dikenal dengan nama panggung Zelo. Hubungan mereka bermula dari perjanjian tanpa cinta: ia melayani, ia dibayar. Namun perlahan transaksi itu berubah menjadi rasa tulus, hingga masa lalu kelam Min Jae kembali hadir. Li Bora, mantan kekasih sekaligus produser yang dulu pergi tanpa penjelasan, kini kembali membawa ancaman dan rahasia besar. Di tengah tekanan publik, penolakan keras ayah Min Jae yang menganggap latar belakang Disya tidak setara, serta bukti perjanjian awal yang dijadikan senjata, mereka diuji hingga ke titik terberat. Di saat yang sama, tersembunyi kebenaran mengapa Li Bora dulu pergi, dan siapa yang sebenarnya mengatur semua ini dari balik layar. Akankah cinta yang tumbuh di antara keterpaksaan mampu bertahan melawan ambisi keluarga, masa lalu yang kelam, dan dunia yang menentang? Atau mereka justru menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah lama disiapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~PELANGGAN DI SUDUT KAFE

Musim gugur di kota Seoul terasa dingin menusuk. Daun berwarna jingga berjatuhan di sepanjang jalan raya, terbawa angin yang mulai kencang. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, kafe bernama Nudake berdiri tenang dengan lampu yang hangat. Aroma biji kopi sangrai tercium hingga ke luar pintu.

Kafe ini lokasinya sangat strategis. Tak jauh dari sini berdiri gedung perkantoran dan beberapa agensi hiburan ternama. Sering ada orang yang menutupi wajah datang ke sini, mencari tempat sepi agar tidak dilihat penggemar atau kamera.

Di balik meja kasir, Disya Putri sedang sibuk menyusun pesanan. Gadis berusia dua puluh tahun itu tampak tergesa-gesa. Rambut hitamnya yang pendek sebahu diikat asal-asalan agar tak mengganggu pekerjaannya. Wajahnya yang mungil cantik dengan perpaduan darah Indonesia dan Korea. Matanya sipit seperti ibunya, warna kulitnya hangat seperti ayahnya yang sudah tiada. Saat ia tersenyum, dua lesung pipi yang indah terlihat jelas di pipinya.

Hari ini Disya terlihat lelah. Sejak pagi ia duduk berjam-jam di ruang kuliah Universitas Hayang, mendengarkan penjelasan dosen jurusan Ekonomi. Biaya hidup di Seoul mahal, termasuk sewa apartemen kecil dan kebutuhan lain. Ibunya hanya mengelola rumah makan kecil bernama Ga Ne di Pulau Jeju. Disya bekerja di sini agar tidak membebani ibunya.

"Disya, pelan-pelan saja," kata Lee Tae Hee, pemilik kafe. "Kau ini kadang ceroboh."

"Maaf Oppa Tae Hee," jawab Disya sambil tertawa. "Aku janji hati-hati."

"Jangan sampai jatuh ya," tambah Lee Mi Ran, kekasih Tae Hee yang bekerja sebagai psikolog. "Kau sudah makan belum?"

"Sudah sedikit Unnie Mi Ran, terima kasih," jawab Disya sopan.

Pintu kafe terbuka perlahan. Seorang pria bertubuh tinggi besar masuk. Ia memakai jaket hoodie hitam, topi hitam, masker hitam, dan celana hitam. Tidak ada warna lain di pakaiannya. Ia berjalan lurus tanpa menoleh, menuju meja paling pojok dan tersembunyi di balik tanaman hias.

Disya menghampirinya. "Selamat datang Oppa. Seperti biasa? Kopi hitam tanpa gula, suhu panas sedang, dan sepotong roti gandum panggang?"

Pria itu mengangkat kepala sedikit. Dari balik topi, sepasang mata tajam dan dingin menatapnya. "Benar. Jangan ganggu aku sampai pesanan datang."

"Baik Oppa." Disya pergi menyiapkan pesanan.

"Itu Min Jae atau Zelo ya?" bisik Tae Hee. "Katanya dia jarang keluar rumah, tidur adalah hal yang paling ia sukai."

"Iya Oppa," jawab Disya. "Dia diam saja, tapi tidak jahat."

Tak lama kemudian Disya mengantar pesanan. Ia melihat Min Jae menyandarkan punggung lemas ke kursi, matanya terpejam tampak sangat lelah. "Silakan dinikmati Oppa."

Min Jae membuka mata sebentar. "Terima kasih." Ia menyesap kopi pelan.

Tiba-tiba pintu didorong kasar. Alice, keponakan pemilik agensi Blue Sky, masuk sambil berbicara keras di telepon. Ia berjalan tergesa-gesa tanpa melihat ke depan, bahunya menabrak lengan Disya yang membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk. Nampan terlepas, gelas jatuh dan pecah berantakan.

"Maaf Unnie! Aku tidak sengaja!" seru Disya panik berjongkok. "Biarkan aku bersihkan sekarang, aku akan ganti rugi bajamu!"

Alice menendang pecahan kaca hingga melayang ke arah Disya.

"Kau ini buta ya?! Kau tahu berapa harga baju ini? Kau takkan sanggup bayar walau bekerja seumur hidup! Orang rendahan memang tak tahu aturan!"

Disya menunduk diam menahan tangis. Ia tak berani membalas, takut dipecat.

Di sudut ruangan, Min Jae melihat semuanya. Tangannya yang memegang cangkir berhenti bergerak. Matanya menatap Alice dengan dingin, lalu beralih ke Disya yang gemetar menahan sedih. Ia tidak ikut campur, tapi memperhatikan gadis itu terus.

Setelah puas memaki, Alice mendengus kasar dan pergi. Disya membersihkan lantai dengan hati-hati, lalu meminta izin sebentar ke balkon belakang untuk menenangkan diri.

Di balkon yang berangin, ia menelepon Jack. Tak lama suara Jack terdengar. "Halo cantikku. Kenapa baru menelponku? Ada yang membuatmu kesal?"

Disya menghela napas panjang. "Ah, capek sekali hidup Oppa. Kerja keras dari pagi sampai malam, dapat uang sedikit, eh masih sering dimaki orang yang sombong begitu. Kadang aku berpikir... bagaimana caranya mendapatkan uang banyak tanpa harus secapek ini? Aku ingin sekali hidup tenang, tidak perlu pusing mikirin uang kuliah, sewa apartemen, atau kebutuhan Ibu di Jeju."

Jack tertawa renyah. "Mudah saja. Jadilah istriku saja. Kamu tidak perlu kerja lagi, semua terjamin."

Disya pura-pura batuk dan menutup mulut. "Eugh! Terima kasih Oppa, tapi aku tidak mau barang bekas!"

Keduanya tertawa lepas melupakan kesedihan tadi.

"Ya sudah," kata Jack. "Kalau butuh bantuan apa pun, panggil aku saja. Aku pasti datang."

"Iya Oppa. Sampai nanti," jawab Disya lalu menutup telepon.

Disya tidak tahu, Min Jae berdiri di balik pintu kaca balkon yang sedikit terbuka. Ia hendak mencari udara segar, dan mendengar seluruh percakapan itu dengan jelas.

Min Jae kembali ke meja pojoknya. Ia berpikir panjang. Ia tidak ingin menjalin cinta serius atau pernikahan, tapi hatinya sepi dan hasratnya tak bisa dilampiaskan ke sembarang wanita. Disya butuh bantuan hidup. Mungkin mereka bisa membuat perjanjian saling menguntungkan.

"Aku berikan apa yang dia butuhkan. Dia berikan apa yang aku butuhkan. Tanpa cinta, tanpa janji," batin Min Jae.

Malam itu takdir mulai menyatukan dua dunia yang berbeda.

1
Eomma'Drakor 01
Alice😡
Eomma'Drakor 01
disya kenapa ga pacaran Ama Jack aj sih?
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya, nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Tere Rere
keren
Flm Rendom
kisah cinta yg Berawal dari transaksi..
Flm Rendom
kira2 siapa nih yang bakalan melanggar aturan transaksi...
Wae
suka dengan persahabatan Jack dan disya😍 ceritanya bikin baper
Wae
my idol may sugar Daddy 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!