NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2

"Justin... kenapa kau malah menutup kedua matamu dengan rapat sejak kita lepas landas? Buka matamu dan lihatlah ke bawah, pemandangan lanskap bumi dari atas sini benar-benar teramat indah!" seru Alan setengah berteriak menembus deru angin malam, terkekeh geli melihat tubuh Justin yang menegang kaku di dalam cengkeramannya.

"Aku... aku hanya takut pegangan tanganmu lepas dan aku jatuh berkeping-keping ke bawah, Alan!" bisik Justin dengan nada suara yang bergetar ngeri, jemari tangan kecilnya mencengkeram erat lengan baju Alan seolah-olah itu adalah satu-satunya pelampung keselamatannya di dunia.

"Buang pikiran burukmu itu, Justin! Jaminan mutlak kau tidak akan pernah terjatuh karena aku sedang menggunakan manipulasi kekuatan sihir anginku untuk menahan beban berat tubuhmu agar tetap mengapung dengan ringan," balas Alan menenangkan.

Mendengar garansi magis dari mulut sahabatnya, Justin akhirnya memberanikan diri untuk menggerakkan kelopak matanya. Perlahan namun pasti, dia membuka matanya, dan detik itu juga, napas sang pangeran vampir seolah terhenti oleh rasa takjub yang luar biasa murni.

Hamparan hutan kabut Luminara yang biasanya terlihat menyeramkan dari bawah, kini tampak seperti karpet hijau keperakan yang teramat megah di bawah siraman cahaya bulan purnama abadi. Ini adalah kali pertama dalam catatan hidup empat puluh tahun pertumbuhan vegetatifnya merasakan sensasi magis terbang membelah langit.

Saking asyiknya terbuai oleh keindahan panorama malam dan obrolan ringan di udara, kedua bocah berusia tujuh tahun itu sama sekali tidak menyadari bahwa pergerakan terbang mereka telah melaju terlalu jauh, melewati garis batas pertahanan teritori luar klan malam Jacob. Kesadaran logis mereka baru dipaksa kembali ke realitas saat sebuah suara lolongan melengking yang teramat buas dan parau mendadak membelah keheningan hutan di bawah sana.

AHOOOOOUUUUUWWWW!

"Justin... suara mengerikan apa itu?" tanya Alan, gerakannya terbangnya mendadak melambat di udara. Struktur vokal dari suara itu belum pernah ada di dalam memori fauna Planet Diamond.

"Sepertinya... itu adalah suara lolongan kawanan serigala liar, Alan. Dan dari frekuensi gelombang energinya, itu bukan jenis serigala biasa," jawab Justin, ekspresi wajah takjubnya instan lenyap, berganti dengan raut kewaspadaan tingkat tinggi.

"Lalu... jenis makhluk serigala apa yang sedang kita hadapi di bawah sana?" Alan menyipitkan kelopak mata ungunya, mencoba menembus kegelapan pekat di balik rimbunnya dedaunan dahan pohon purba di bawah mereka.

"Kemungkinan besar itu adalah sekumpulan Rogue," bisik Justin dengan tubuh yang kembali menegang.

"Istilah asing apa lagi itu? Rogue?" Alan mengernyitkan dahinya, merasa semakin bingung dengan keanekaragaman klasifikasi makhluk supernatural di planet Bumi.

"Secara garis besar, Rogue adalah sebutan untuk para serigala gelandangan. Mereka adalah para kriminal atau penyendiri yang telah dibuang, tidak lagi terikat oleh aturan kawanan, dan tidak memiliki struktur Pack resmi layaknya ras murni mereka yang diidentifikasi dunia sebagai bangsa Werewolf," jelas Justin mencoba memberikan edukasi taktis.

Alan semakin didera kebingungan massal. "Ada Rogue, ada Werewolf... mengapa di planet tempat tinggalmu ini dihuni oleh terlampau banyak jenis makhluk aneh dan rumit, Justin?"

Justin menghela napas panjang yang sarat akan rasa jengkel, memutar bola matanya malas mendengar rentetan pertanyaan interogasi ilmiah dari mulut Alan di tengah situasi darurat wilayah udara musuh. "Akan membuang jatah waktu kita jika aku harus menjelaskan seluruh kasta tingkatan ras mereka saat ini, Alan! Inti simplenya, Werewolf adalah manusia yang memendam kutukan sihir untuk bermutasi menjadi serigala raksasa."

"Hmm, penjelasan yang menarik. Tapi jujur, rasa penasaranku saat ini justru kian bergejolak, Justin. Aku sangat ingin turun ke bawah untuk melihat bagaimana rupa fisik dan wajah mereka secara langsung dari jarak dekat," ucap Alan dengan binar mata ungu yang mendadak dipenuhi antusiasme nekat seorang bocah.

"Jangan pernah berpikir untuk melakukan tindakan gila itu, Alan! Jika kau masih menyayangi jatah nyawamu, jangan pernah sekali-kali mencari masalah atau mendekati area mereka! Sejak zaman leluhur kuno, bangsa Vampir klan kita tidak pernah memiliki hubungan yang akur dengan ras mereka! Pertemuan di antara kedua klan ini selalu berakhir dengan genangan darah!" Justin memberikan peringatan keras, matanya menatap lurus ke arah kegelapan hutan di bawah dengan raut wajah kaku.

"Tapi aku benar-benar hanya ingin mengintip rupa mereka sebentar saja," pinta Alan dengan wajah yang sengaja dilesukan, mencoba memelas pada Justin.

Namun, Justin membalasnya dengan gelengan kepala yang cepat dan tegas. "Tidak tetap tidak, Alan! Kita harus putar balik ke kastil sekarang!"

Menampilkan keras kepala khas garis keturunan pemimpin Pegasus Diamond, Alan justru mengabaikan total seluruh rentetan protokoler keselamatan dari Justin. Tanpa diduga sedikit pun, Alan menukikkan sayapnya ke bawah, mendarat secara senyap di atas salah satu dahan pohon ek raksasa yang posisinya berada sangat dekat dengan titik sumber suara sekumpulan Rogue tersebut berada.

BRUKK!

Setelah menurunkan tubuh Justin dengan aman di atas dahan pohon tebal yang terlindung dedaunan, Alan melakukan tindakan nekat lainnya: dia langsung melompat turun dari ketinggian dahan menuju ke permukaan tanah hutan yang basah.

"Alan! Apa otak kecilmu itu sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya?!" jerit Justin tertahan dengan mata membelalak lebar, menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya pada kegilaan di depan matanya.

Dia tidak habis pikir bagaimana bisa seorang anak yang tampak rapuh dan baru berusia tujuh tahun memiliki tingkat ketakutan yang berada di titik nol.

Meskipun secara biologis Justin memendam status sebagai Pangeran Vampir, dia sadar betul bahwa tingkat kapasitas kekuatan tempur fisiknya saat ini belum cukup matang untuk menghadapi amukan sekumpulan Rogue liar sendirian tanpa bantuan pengawal zirah hitam.

Dadanya didera kecemasan yang masif karena dia sama sekali tidak mengetahui apakah Alan memendam kapabilitas sihir tempur untuk membela diri jika terjadi serangan dadakan.

Untuk melesat kembali ke kastil meminta bantuan Paman Gustav pun sudah terlambat karena jarak geografis mereka telah terlampau jauh. Saat ini, Justin hanya bisa duduk mematung di atas dahan, menyaksikan dengan jantung berdebar apa yang akan dilakukan oleh sahabat nekatnya itu di bawah.

Sementara itu, Alan sama sekali tidak menghiraukan seluruh kepanikan batin Justin di atas pohon. Dengan langkah kaki yang ringan dan wajah yang dipenuhi ekspresi riang seolah sedang bermain di pekarangan rumah, bocah berambut putih itu berjalan santai menyibak semak-semak belukar, melangkah mendekat ke arah titik perkumpulan para Rogue.

Namun, ayunan langkah kaki Alan mendadak terkunci dan berhenti total saat jarak tubuhnya tinggal beberapa meter dari sebuah area kliring kecil di tengah hutan. Alan tertegun membeku, senyum riangnya lenyap seketika, berganti dengan kerutan dalam yang bingung berbaur ngeri di dahinya.

Di depan matanya, di bawah temaram cahaya purnama, tampak tiga ekor serigala berukuran masif dengan bulu abu-abu kotor dan mata kuning kelaparan sedang merubung sesuatu di atas tanah. Mereka sedang melahap dengan buas sebuah objek hasil buruan malam mereka.

Namun, dari sela-sela robekan daging dan struktur anatomi buruan yang sedang dicabik-cabik oleh taring tajam para serigala tersebut, objek itu memendam ciri-ciri fisik yang teramat familier di mata Alan. Objek itu memiliki sepasang lengan, struktur jemari, dan pakaian kain yang robek bersimbah darah murni.

Apakah... apakah mahluk yang sedang mereka mangsa hidup-hidup itu adalah seorang ras manusia normal? batin Alan bertanya-tanya di dalam benaknya. Sebuah gelombang rasa ngeri, dingin, dan mual yang teramat pekat

perlahan-lahan mulai merayap naik dari perut, mencengkeram seluruh sistem kewarasan bocah dari Planet Diamond tersebut untuk pertama kalinya sejak dia mendarat di planet Bumi.

"Halo, Paman semua? Apakah kedatanganku yang mendadak ini mengganggu acara makan malam kalian?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!