Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 11
15:00
Joan masih terpikirkan soal kejadian siang tadi saat dirinya tak sengaja mencium bibir Liana, dirinya tau bahwa itu kecelakaan.
Namun yang membuat Joan bingung mengapa dirinya terus memikirkan kejadian itu, jika di ingat lagi dirinya sudah dua kali...
" WOI BUDEG! "
Joan menutup telinganya saat Bram berteriak tepat di sampingnya " Apaan sih Lo, berisik! "
Bram mengangkat satu kakinya, melihat joan lemas dan terus melamun seperti itu membuat Bram di penuhi pertanyaan " Lagian Lo di tanya malah bengong " Cibir Bram.
Dika yang baru selesai memanaskan motornya pun ikut duduk di samping Joan
" Lo liat Yesa gak? Tumben tu anak ga ikut kumpul "
" Mana gue tau, emang gue bokapnya " Jawab Joan.
Dika dan Bram saling tatap, Joan mencurigakan bagi mereka, sudah dua hari ini sikap Joan jauh berbeda.
" Lo lagi ada masalah apa sih Jo? " Tanya Dika.
Joan menolehkan wajahnya datarnya itu
" Gue ada problem apa selain bokap gue? "
" Iya juga sih, masalah hidup Lo cuma ada di bokap Lo " Gumam Bram, Bram mengambil botol minuman yang ada di meja kayu kecil dan meneguknya " Tapi bukan itu yang gue maksud Jo, selain bokap Lo sih feeling gue, Lo bukan emosi atau keliatan marah tapi Lo lebih kaya lagi mikirin sesuatu yang rumit "
Joan diam, apa ini saatnya dirinya bertanya pada teman temannya itu.
Joan berdeham dan menyamankan posisi duduknya " Jadi gue ada temen, nah Temen gue tuh lagi kebingungan dan tanya satu hal, dia tanya mungkin gak sih seorang cowo suka atau jatuh cinta sama cewe yang baru dia kenal belum lama dan terbilang singkat? "
Bram dan Dika langsung tersenyum sumringah.
" Mungkinlah, bahkan ada yang di sebut cinta pada pandangan pertama, apalagi udah kenal beberapa hari, di saat-saat itu bisa aja buat salah satunya suka atau jatuh cinta " Jelas Bram.
" Jangan ngarang Lo, gue serius! " Ujar Joan, dirinya tak percaya jika Bram yang mengatakannya.
" Se sering seringnya gue bercanda ada waktunya gue serius ya sat "
Tiba tiba yoga si pemuda tinggi itu datang menghampiri mereka " Anjayyyy, liat insta story Yesa woi cepetan! " Heboh Yogas yang berdiri tak jauh dari sana.
Dika dan Bram pun segera memeriksa ponselnya dan melihat apa yang yogas maksud, Joan tak tertarik dirinya memilih untuk bersandar dan memejamkan matanya membiarkan ketiga temannya itu sibuk dengan ponsel mereka.
" Anjir gercep juga ni cowo, Jo Liana Jo jalan sama Yesa " Ujar Dika menunjukkan layar ponselnya pada joan.
Mata Joan terbuka lebar dan langsung meraih ponsel milik dika dan melihat apa yang di tunjukkan di ponsel itu.
Jadi seseorang yang Liana maksud tadi siang itu temannya sendiri, seseorang yang Liana bilang akan ada urusan sore ini itu jalan bersama Yesa.
" Apaan banget, ada urusan ada urusan bilang aja mau jalan sama cowo " Cibiran itu terucapkan begitu saja, Joan berusaha memelankan suara namun ketiga temannya itu tetap saja mendengar.
" Lo cemburu Jo? " Tanya Bram dengan mimik wajah menjengkelkan.
Joan memberikan ponselnya pada Dika
" Gue cemburu? Hubungannya sama gue apaan? " Balas Joan ketus, Wajah Joan terlihat kesal kala melihat foto Liana dan Yesa.
" Ya Lo secara gak langsung nunjukin kalo Lo cemburu Jo, apalagi waktu Lo liat fotonya kaya gak suka gitu " Ujar Dika.
Bram menimpali dengan pernyataan " Temen yang Lo maksud itu Lo sendiri kan Jo? "
" Ngaco, dahlah "
Joan meraih jaketnya dan bangkit, tanpa berpamitan Joan pergi begitu saja membuat ketiga temannya kebingungan dan juga curiga secara bersamaan.
Sepertinya dugaan mereka benar soal jika seorang Joandra sebenernya menyukai gadi cantik itu, Joan menyukai Liana.
...----------------...
3 hari kemudian.
Puluhan murid di area lapangan kini tengah berkumpul, ada yang masih semangat bermain futsal ada yang meengobrol di bangku pinggir lapangan dan ada yang berteduh di bawah pohon, waktu pelajaran olahraga baru saja selesai 5 menit lalu.
Liana dan Jihan kini tengah berteduh di bawah pohon besar dan duduk di atas rumput sembari meneguk minuman soda.
" Eh Li denger denger si yera adik kelas kita pacaran sama sama cowo SMA lentera biru, lebih tepatnya balikan " Jihan tentunya selalu update tentang gosip terpanas, apalagi jika berita atau rumor yang tersebar menyangkut sekolahnya.
Liana sebenarnya tak tertarik, namun rasa penasaran tetap saja muncul alhasil Liana pun bertanya " Siapa cowonya? "
" Gue pernah liat cowo, kapan tapi ya?,,,, Kapan ya " Jihan mencoba mengingat ingat sosok lelakinya, Jihan pernah sekali melihatnya namun lupa.
Liana berdecak, dan juga jihan yang sering lupa, temannya ini selalu bergosip tapi selalu lupa setelah beberapa hari membicarakannya, apa karena terlalu banyak yang Jihan ketahui maka dari itu Jihan sering lupa.
" IYA! COWO YANG KETEMU SAMA LO! "
Liana tersedak minumannya saat Jihan tiba tiba teriak sembari mukul keras pahanya
" Astaga kaget Jihan arynaa! Sakit Han! " Seru Liana.
" Cowo yang ketemu di tempat fotocopy, yang kasih Lo hadiah inget gak? "
" Iya gue tau " Balas Liana, sebenarnya Liana sudah tahu terlebih dahulu, dia lihat sendiri di story insta si cewe yang foto bareng sama Joan dengan caption super Bucin.
Lagian buat apa juga dirinya peduli toh itu kehidupan Joan.
" Minggu sialan Lo ngagetin " Liana kaget tiba tiba Minggu berdiri di belakang dia sewaktu Liana berbalik buat ambil minum dia
Si pelakunya malah bales pakai senyuman jahil " Gua bukan sengaja Li astaga, nih dari Joan gue di suruh dia kasih ini buat Lo "
Liana ambil paper bag yang cukup besar dari tangan Minggu " Apaan isinya? " Tanya Liana sembari cek isinya.
" Mana gue tau, dah ah gue mau latihan mau nonton gak yang? " Tanya Minggu, mana segala colek colek tangan Liana lagi.
Liana pukul tangan Minggu " Niatnya mau, tapi liat Lo kaya gitu ga minat lagi gue "
" Yee si sayang malah gitu, yaudah lah aa latihan dulu, dadah kesayangan " Minggu pun pergi.
Liana tertawa pelan, sikap Minggu memang begitu adanya lebih tepatnya memang Minggu buaya.
Liana mulai keluarin isi di dalam paperbagnya, ternyata itu sepatu dan ada kertas warna kuning cerah di dalamnya, Liana baca apa tulisan yang ada di kertas itu.
" Maafin gue soal kemaren, gue gak sengaja,,,,, " Ucap Liana membaca tulisannya, ingatan Liana langsung tertuju ke kejadian di rumah Joan kemarin.
" Malah di ingetin bangs-hmmpp " Liana pukul tangan Jihan yang tiba tiba membekap mulutnya " Apaan si Han? "
" Gue baik gagalin Lo ngomong kasar malah di marahin " Heran Jihan, Liana kadang minta di tampar mulutnya.
" Yaaa,yaa kan keceplosan bukan sengaja "
Ini Liana juga pinter banget lagi cari alasan.
Lagi lagi ada yang samperin Liana, kini adik kelas " Ka Liana, di cariin ka Jeff tuh dia nunggu di koridor deket mading " Ujarnya, siswi itu pun duduk di dekat Jihan.
" Mau? " Tanya Liana.
Siswi itu menggeleng " ga tau juga, samperin aja sih ka siapa tau penting "
Liana menghela nafasnya, dia pun bangkit dan ambil kotak sepatunya " Gue samperin dulu Jeff sekalian simpen ini, gue balik lagi kesini "
" Okray, no lama intinya " Balas Jihan dan dia pun lanjut main ponselnya.
...TO BE CONTINUED ...