NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Supernatural / Dokter Genius / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Harem
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Novi

Selama lima tahun, Arka Pradana hidup sebagai suami miskin yang dianggap gagal. Ia bekerja siang malam demi membayar utang keluarga istrinya, Hana. Namun semuanya hancur ketika Arka menemukan kenyataan pahit: Hana dan selingkuhannya diam-diam meracuninya selama bertahun-tahun.
Saat pernikahannya runtuh, sebuah liontin tua justru membangkitkan Warisan Hantala dalam tubuh Arka. Ilmu pengobatan, feng shui, tenaga dalam, dan kemampuan melihat rahasia manusia mengalir ke dalam dirinya.
Dari pelayan klub malam yang diremehkan, Arka berubah menjadi pria berbahaya yang ditakuti dunia bawah Jakarta. Di sisinya muncul Maya Santoso, wanita matang pemilik klub malam; Bianca Lestari, CEO cantik yang dingin dan penuh rahasia; serta wanita-wanita lain yang terseret oleh kekuatan dan pesonanya.
Dulu ia diinjak. Sekarang, siapa pun yang berani mengkhianati, menghina, atau menyentuh orang-orangnya harus siap berlutut di hadapannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Bab 16

Bianca membawa Arka naik ke lantai dua. Ruang kerjanya berada di ujung lorong, pintunya berwarna kayu gelap, aromanya bersih seperti kertas baru dan parfum dingin. Arka baru saja melangkah masuk ketika ponsel Bianca berdering.

Nama Liana muncul di layar.

Bianca menerima panggilan. "Ada apa?"

Suara Liana langsung meledak dari speaker, cukup keras sampai Arka ikut mendengar. "Bu Bianca, kacau! Master yang kita sewa untuk pameran batu mulia kabur!"

Bianca berhenti di samping meja kerja. "Kabur dengan siapa?"

"Dengan Rangga Wiratama dari Pesona Group!" Liana terdengar seperti ingin memukul meja. "Mereka kasih bayaran tiga kali lipat. Baru saja orangnya kirim pesan, katanya tidak bisa datang. Ini jelas sabotase, Bu!"

Wajah Bianca langsung dingin.

Pesona Group adalah pesaing utama Lestari Intimates di lini kecantikan, lingerie, dan belakangan juga mulai masuk ke aksesori wanita. Setelah skandal Mira Surya terbongkar, Bianca memang menduga Pesona tidak akan diam. Ia hanya tidak menyangka mereka bergerak sekasar ini.

"Pertama mereka menyuap orang kita untuk mencuri desain," kata Bianca pelan. "Sekarang mereka merebut ahli batu yang sudah kita kontrak."

"Pameran sebentar lagi mulai. Mau aku cari orang lain? Mungkin kalau bayar lebih mahal..."

"Tidak akan sempat."

Arka yang sejak tadi diam akhirnya membuka mulut. "Kalau hanya butuh orang untuk menilai batu mentah, aku bisa mencoba."

Bianca menoleh.

Di telepon, Liana langsung berseru, "Sepupu, kamu juga bisa lihat batu? Kamu ini manusia atau aplikasi serba bisa?"

"Sedikit," jawab Arka. "Di warisan keluargaku ada beberapa cara membaca aura benda. Batu bagus biasanya punya aliran yang berbeda."

Itu tentu saja bukan penjelasan yang lengkap. Dalam warisan Hantala memang ada teknik melihat isi benda dengan qi, semacam mata batin yang bisa menembus lapisan. Namun teknik itu berat. Arka belum pernah memakainya secara serius, apalagi di depan umum.

Namun jika ia ingin mendekati Bianca dan mencari petunjuk tentang masa kecilnya, ia harus tetap berada di dekat wanita itu.

Bianca menatapnya cukup lama. "Kamu yakin?"

"Aku tidak janji selalu tepat. Tapi lebih baik daripada datang tanpa siapa pun."

Bianca menutup panggilan setelah memberi instruksi pada Liana. "Baik. Hari ini aku mengandalkanmu."

"Aku akan berusaha."

Mereka turun ke halaman. Cullinan melaju menuju Kemayoran, tempat pameran batu mulia privat diadakan. Acara itu tidak terbuka untuk umum. Undangannya hanya untuk pemilik brand, kolektor besar, pengusaha perhiasan, dan beberapa keluarga kaya yang gemar membeli benda mahal bahkan sebelum tahu mau dipakai untuk apa.

Begitu mobil berhenti di depan gedung pameran, perhatian langsung jatuh pada Bianca.

Ia keluar dari mobil dengan gaun hitam yang dipadukan blazer putih, elegan tanpa berlebihan. Wajahnya tetap dingin, tetapi justru itu yang membuat orang lebih ingin melihat. Beberapa pria berpakaian mahal segera mendekat menyapa, namun Bianca hanya menjawab seperlunya.

Arka berjalan di sampingnya, dan itu cukup membuat banyak tatapan berubah tajam.

Sopir?

Konsultan?

Atau laki-laki baru yang membuat Bianca Lestari membiarkannya berjalan sedekat itu?

Arka tidak peduli. Ia sudah terlalu sering dihina untuk takut pada tatapan orang kaya.

Mereka baru masuk ke area utama ketika suara tawa terdengar dari samping.

"Wah, Bu Bianca akhirnya datang juga."

Seorang pria paruh baya memakai setelan merah muda berjalan mendekat bersama beberapa pengawal dan dua pria tua berpakaian batik mahal. Rambutnya disisir licin, senyumnya lebar, dan matanya menatap Bianca dengan cara yang membuat Arka ingin menutup wajah pria itu pakai nampan.

Rangga Wiratama.

CEO Pesona Group.

"Aku dengar ahli batu Bu Bianca mendadak berhalangan," kata Rangga dengan nada pura-pura prihatin. "Sayang sekali. Kalau butuh bantuan, aku bisa pinjamkan masterku. Jangan sampai salah pilih batu dan membuang uang."

Di belakangnya, salah satu pria tua berjanggut tipis menghindari tatapan Bianca. Dialah master yang sebelumnya disewa Lestari, lalu dibajak Pesona beberapa jam sebelum acara.

Bianca menjawab dingin. "Tidak perlu. Aku membawa ahli baru."

Rangga baru memperhatikan Arka. Ia melihat kemeja sederhana, usia muda, dan wajah yang sama sekali tidak cocok dengan dunia batu mulia. Senyumnya langsung melebar.

"Ahli baru? Dia?"

Beberapa orang di sekitarnya ikut tertawa.

"Bu Bianca, jangan bercanda. Anak ini terlihat seperti baru belajar membedakan batu akik dan batu kali."

Arka menatap wajah Rangga beberapa detik, lalu tersenyum.

"Pak Rangga lebih baik sempatkan waktu untuk medical check-up."

Tawa di sekitar mereka berhenti.

Rangga mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?"

"Wajah kusam, bawah mata gelap, napas berat, hati panas, ginjal lemah." Arka berkata santai. "Orang yang terlalu sering main malam biasanya memang begitu. Tapi kondisi Pak Rangga sepertinya sudah lewat dari sekadar capek."

Wajah Rangga berubah.

Arka melanjutkan dengan nada ringan, "Kalau mau lebih jelas, periksa penyakit menular. Jangan hanya beli obat kuat. Salah-salah bukan tambah kuat, malah tambah rusak."

Beberapa orang menahan tawa. Reputasi Rangga yang gemar menggoda model dan selebgram bukan rahasia. Ia bahkan punya tim brand ambassador yang lebih sering dibicarakan karena pesta pribadi daripada pekerjaan.

"Kamu berani memfitnahku?" Rangga menunjuk Arka.

Bianca membuka suara sebelum Arka menjawab. "Kalau Arka bilang kamu sakit, kemungkinan besar memang ada yang salah."

Kalimat dingin itu menusuk lebih dalam dari makian.

Rangga marah sampai wajahnya merah. "Kita lihat saja di dalam. Jangan sampai ahli barumu membuatmu kehilangan uang lebih banyak."

Ia membawa rombongannya masuk.

Bianca menoleh pada Arka. "Dia benar-benar sakit?"

"Paket lengkap."

"Paket lengkap?"

"Semua jenis masalah yang sebaiknya tidak dibahas saat orang hendak makan."

Bianca menatap punggung Rangga, lalu tersenyum kecil. "Pantas."

Senyum itu pendek, tetapi cukup membuat beberapa orang di dekat mereka kehilangan fokus. Arka juga sempat terpaku.

"Bu Bianca," katanya tanpa sadar, "kamu lebih bagus kalau tersenyum."

Wajah Bianca langsung sedikit memerah. Ia memalingkan wajah dan berjalan lebih dulu.

"Pameran sudah mulai."

Arka mengikuti sambil menahan senyum.

Di aula utama, batu-batu mentah diletakkan di atas panggung dan meja display. Lampu diarahkan dengan hati-hati, membuat setiap retakan dan tekstur tampak lebih menggoda daripada aslinya. Di ruangan itu, satu keputusan bisa menghasilkan ratusan juta, atau membuat orang kaya terlihat seperti orang bodoh yang membeli batu taman dengan harga mobil sport.

Pelelangan pertama dimulai.

Sebuah batu abu-abu dengan beberapa pola hijau dinaikkan ke panggung. Dua master milik Rangga memeriksa dengan kaca pembesar dan senter, lalu mengangguk pada bos mereka.

Rangga langsung mengangkat nomor. "Rp3 miliar."

Ruangan berbisik. Harga itu tidak kecil, bahkan untuk peserta pameran privat.

Bianca tidak berniat ikut, tetapi ia menoleh pada Arka. "Menurutmu?"

Arka menarik napas. Ia mencoba mengaktifkan teknik penglihatan dari Hantala. Matanya terasa panas.

Namun kendalinya belum matang.

Alih-alih menembus batu di panggung, pandangannya justru berbelok ke arah Bianca yang berdiri di sampingnya.

Dalam satu kedipan, gaun hitam itu seperti lenyap dari penglihatan qi.

Arka membeku.

Darah langsung naik ke hidungnya.

Bianca melihat wajahnya berubah. "Arka?"

Dua aliran darah tipis keluar dari hidung Arka.

Ia buru-buru menutup hidung. "Tidak apa-apa. Mungkin... agak panas."

Bianca menatapnya dengan curiga.

Arka memaksa matanya kembali ke batu di panggung. Kali ini ia berhasil melihat sekilas isi dalamnya.

"Batu itu ada isinya," gumamnya dengan suara hidung tersumbat, "tapi kecil. Warnanya hijau kusam, seperti kue matcha lama. Ukurannya kira-kira sebesar kepalan tangan. Tidak sepadan dengan Rp3 miliar."

Bianca menatap panggung, lalu menatap Arka yang masih menahan mimisan.

Ia tidak bertanya lagi.

Arka sudah berbalik dan berjalan cepat ke toilet.

1
Sampe Batara
bagus menarik untuk dibaca
Don Juan
Lanjut Thor
Sampe Batara
👍 menarik untuk dibaca
Ismed Aidil
sudah 3 hari gak bisa lanjutan cerita, ya saya hapus aja aplikasi ini ! kecewa banget !
Jefry Maarebia
kalau di baca enak alur ceritanya ,aku puas membacanya ,lanjut..bosku.......
Ismed Aidil
mantap...lanjut thor !
Ismed Aidil
wau seru banget
Don Juan
Mantap thor👍
Ismed Aidil
lanjut cerita
Eva Rosita
up yg banyak and tiap hari ya thor💪
Ismed Aidil
seru sekali cerita nya
Don Juan
Good job Thor
Ismed Aidil
tambah seru !
Dian Purnomo
lanjut thor
Dian Purnomo
tnkyu thor
Don Juan
Terima kasih updatenya thor👍
Don Juan
Ditunggu kelanjutan ceritanya thor👍
Don Juan
Good job
Ismed Aidil
seru, lanjut !
Ismed Aidil
seru banget ! lanjut !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!