NovelToon NovelToon
Legenda Zhou

Legenda Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.

​Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang di Bawah Bintang

​Angin malam di perbatasan barat Kekaisaran Langit berhembus makin menusuk tulang. Dedaunan Hutan Kabut bergoyang pelan, menyanyikan simfoni sunyi yang menyelimuti Desa Hutan Kabut dalam kegelapan pekat. Di saat seluruh penduduk desa telah terbuai dalam lelap, sebuah bayangan hitam meluncur dari dahan ke dahan pohon purba dengan kecepatan yang tak sanggup ditangkap oleh mata telanjang.

​Zhao Gou mendarat tanpa suara di atas atap jerami rumah panggung kayu miliknya. Pijakannya begitu ringan, bagaikan helai bulu burung yang jatuh ke tanah. Dari balik celah papan kayu yang meregang di atap, ia menatap ke bawah—ke dalam ruangan kecil berdinding bambu yang hanya diterangi oleh pendaran redup sebatang lilin yang hampir habis.

​Di dalam ruangan itu, ibunya, Lin Su, duduk tersandar di dekat meja kayu usang. Wajah wanita paruh baya itu tampak kian tirus, dengan lingkaran hitam pekat menyelimuti matanya yang sembap. Di atas meja, terbentang selembar kertas lusuh—surat pamit yang ditulis Zhao Gou sebelum melangkah ke Lembah Keputusasaan. Tangan Lin Su yang kasar membelai garis tulisan tangan itu berulang kali, diselingi oleh isak tangis pelan yang ditahannya rapat-rapat agar tidak membangunkan suaminya.

​"Gou-er... di mana kau, Nak? Hutan di luar sana begitu berbahaya..." bisik Lin Su liris, air matanya menetes membasahi kertas lusuh itu.

​Di atas pembaringan kayu tak jauh dari sana, Zhao Tianhe terbaring kaku. Napas pria paruh baya itu terdengar sangat berat dan tidak teratur. Setiap kali batuk kecil meluncur dari tenggorokannya, dadanya naik-turun menahan rasa sakit luar biasa akibat meridiannya yang rusak dan luka dalam yang tak kunjung sembuh.

​Melihat pemandangan itu dari balik kegelapan, dada Zhao Gou terasa dihantam oleh batu raksasa. Jari-jarinya di balik jubah hitam mengepal erat hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan.

​Rasa bersalah yang teramat sangat menyelimuti jiwanya. Orang tuanya telah mengorbankan seluruh masa depan dan martabat mereka demi menjaga nyawanya, namun ia justru meninggalkan mereka dalam ketakutan yang tiada akhir.

​Ibu... Ayah... maafkan anakmu yang tidak berbakti ini, batin Zhao Gou menjerit pilu. Tapi aku bersumpah, aku tidak akan membiarkan kalian menderita dalam kemiskinan dan rasa sakit ini lebih lama lagi.

​Dengan kehati-hatian tingkat tinggi agar hawa Qi Naga-nya tidak mengagetkan mereka, Zhao Gou memutarkan tubuhnya dan meluncur turun ke tanah di belakang rumah. Memanfaatkan kelenturan tubuhnya dan gerak cepat tanpa suara, ia menyusup masuk melalui jendela dapur yang sengaja tidak terkunci rapat.

​Suara kersik halus dari lantai kayu dapur membuat Zhao Tianhe yang berada di kamar depan mendadak menegakkan tubuhnya di atas tempat tidur.

​Meskipun kultivasi utamanya telah dilucuti secara paksa oleh para pengkhianat klan tiga tahun lalu, insting dan kepekaan indra seorang mantan pakar tingkat puncak tidak pernah hilang sepenuhnya. Tianhe merasakan hawa asing yang sangat kuat namun anehnya terasa begitu familiar masuk ke dalam rumahnya.

​"Siapa di luar?" suara Tianhe terdengar serak dan tegas, mencoba menutupi kelemahannya. Tangannya meraih gagang pisau dapur yang tergeletak di samping pembaringan.

​Lin Su yang terkejut langsung berdiri, mengusap air matanya dengan panik dan berlari kecil mendekati suaminya. "Tianhe, ada apa?"

​"Ada seseorang di dalam rumah kita..." bisik Tianhe dengan mata menyempit menatap pintu dapur yang tertutup rapat.

​Namun, tidak ada jawaban dari balik pintu. Tidak ada dobrakan kasar, tidak ada raungan pembunuh bayaran, dan tidak ada ancaman berdarah. Yang ada hanyalah keheningan total yang ganjil, disusul oleh hembusan angin malam yang berembus pelan dari jendela dapur yang terbuka sedikit.

​Tianhe menahan napasnya. Dengan langkah perlahan dan tertatih-tatih sambil dituntut oleh Lin Su, ia berjalan mendekati area dapur.

​Saat pintu dapur didorong terbuka, ruangan itu kosong melompong. Tidak ada sosok penyusup maupun bayangan yang bersembunyi di sudut-sudut gelap. Jendela kayu kecil di dinding belakang bergoyang pelan tertiup angin.

​"Tidak ada siapa-siapa, Tianhe... Mungkin hanya kucing liar atau angin malam," ujar Lin Su dengan nada cemas, mengira suaminya terlalu tegang akibat memikirkan putra mereka.

​"Tidak... aku yakin ada orang di sini," gumam Tianhe, matanya menyapu sekeliling ruangan dapur yang sempit.

​Tepat saat tatapannya jatuh ke atas meja potong kayu di tengah dapur, napas Zhao Tianhe terhenti seketika.

​Di atas meja kayu yang biasanya hanya berisi pisau dan tumpukan sayur kusam, kini tergeletak sebuah kantong kain sutra berwarna hitam tebal yang menggelembung berat. Pendaran cahaya berwarna-warni yang sangat lembut menguar dari celah kain kantong tersebut, memenuhi ruangan dapur yang remang-remang dengan energi Qi yang begitu murni dan menenangkan!

​Lin Su membelalakkan matanya tak percaya. "Benda apa itu...?"

​Dengan tangan yang gemetaran hebat, Tianhe melangkah mendekat dan membuka ikatan tali pada kantong sutra tersebut.

​Srettt

​Cahaya menyilaukan seketika meledak kecil dari dalam kantong!

​Mata Tianhe dan Lin Su terbelalak hingga hampir melompat keluar dari rongganya. Di dalam kantong sutra itu, tertata rapi tidak kurang dari lima ratus batu spirit kualitas tinggi—batu spirit murni yang berkilau bagaikan kristal abadi, yang nilainya cukup untuk membiayai kehidupan sebuah klan skala menengah selama sepuluh tahun penuh!

​Namun kejutan itu belum berakhir. Di samping tumpukan batu spirit yang berkilauan tersebut, tergeletak tiga buah botol giok putih yang memancarkan aroma obat yang sangat harum. Di bawah botol-botol itu, terdapat selembar gulungan kulit kayu tua yang terukir kaligrafi tulisan tangan.

​Tianhe meraih gulungan kulit kayu itu dengan jari-jari yang bergetar tak terkendali. Ia membukanya perlahan.

​Tulisan di dalam gulungan itu berisi sebuah metode pembukaan meridian terlarang—Teknik Pemulihan Sumsum Ilahi—sebuah teknik kuno khusus yang dirancang untuk menyembuhkan luka dalam yang membeku dan meregenerasi saluran Qi yang telah rusak! Di bagian paling bawah gulungan tersebut, terukir sebaris kalimat pendek yang ditulis dengan gubahan tinta yang sangat tegas dan sarat akan tekad baja:

​“Ayah, Ibu... Sembuhkan luka kalian dan tetaplah hidup dengan tenang. Anjing yang dulu mereka hina telah menemukan jalannya sendiri. Aku akan kembali saat kepala para pengkhianat telah berada di bawah telapak kakiku.”

​Bruk

​Gulungan kulit kayu itu hampir terlepas dari genggaman Tianhe. Pria paruh baya yang selama tiga tahun ini selalu bersikap tenang, menelan setiap hinaan dengan senyuman lelah, dan menunduk di hadapan dunia... kini menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

​Bahu Tianhe berguncang hebat. Air mata kebanggaan dan haru yang telah lama membeku akhirnya pecah, mengalir deras membasahi pipinya yang kusam.

​"Gou-er... Putraku..." tangis Tianhe pecah dalam bisikan tertahan. Ia tahu betul, tulisan tangan yang tajam ini tidak bisa dipalsukan oleh siapa pun. Putranya tidak mati di dalam gua rawa atau dimangsa oleh binatang buas. Putranya telah bangkit, melompati batas kemampuannya, dan sedang merangkak kembali ke puncak dunia!

​Lin Su memeluk suaminya dengan erat, menangis bahagia sambil menggenggam botol-botol giok penyembuh tersebut. Dapur kecil di rumah panggung yang reot itu malam ini tidak lagi diliputi oleh keputusasaan, melainkan oleh fajar harapan baru yang membara.

​Sementara itu, ratusan meter di atas puncak pohon tertinggi yang menjulang di batas luar Desa Hutan Kabut.

​Zhao Gou berdiri tegak di atas dahan tipis yang bergoyang pelan. Dari tempat yang tinggi ini, ia menyaksikan cahaya lilin di dapur rumahnya kembali menyala terang, dan ia bisa merasakan gelombang energi pemulihan yang mulai mengalir saat ayahnya meminum cairan obat dari botol giok tersebut.

​Bibir di balik topeng kainnya mengukir senyuman legah yang amat tulus. Satu beban besar yang selama ini menindih dadanya telah terangkat. Kini, ia tidak lagi memiliki keraguan atau kekhawatiran yang membelenggu langkah kakinya.

​Ia membalikkan badan, menatap jauh ke arah timur—ke arah Lapangan Agung Kota Awan Biru, tempat di mana ribuan panggung pendaftaran dan arena seleksi murid baru Sekte Awan Langit akan segera dibuka dalam beberapa pekan mendatang.

​Mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou menyala dalam kegelapan malam, memancarkan aura pembunuh yang amat dingin.

​"Klan Xie... Xie Yanfeng... Xie Lin..." bisik Zhao Gou pelan, suaranya sarat dengan nada penghakiman yang tak terelakkan. "Persiapkan panggung kalian dengan megah. Karena saat aku melangkah ke arena itu... pesta milik kalian akan berubah menjadi neraka berdarah."

​Dengan satu hembusan napas panjang, Zhao Gou melompat dari dahan pohon, melesat menembus kegelapan malam bagaikan bayangan naga yang siap menerjang mangsanya.

1
Raju
tolak aja secara baik...
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
Raju
makasih up nya Thor....👍👍
Raju
penghianatan zhengtian berahir !!
Raju
ambil jgn tabambil.... kopi meluncur untuk mu thor...💪💪
Lanz: terimakasih 😍
sehat sehat selalu yahh
total 1 replies
Raju
penghianat klan harisnmati.
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
Raju
hah.... kapan malam nya..... ??
Lanz
terimakasih atas kejeliannya
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
Raju
darimnakah zhao gou tau jika pil itu beracun ??
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
Raju
vote dulu buat karya mu Thor...
ttp semangt...💪💪💪
Raju
tingkat kultivasi tuan muda zhao mana yg bener thor !! awal atau puncak ??
Lanz: di bab sebelumnya sudah ada penjelasannya ko 🙏
total 1 replies
Raju
persiapkan dirimu tuan muda zhao.... perang antr saudara akn dimulai !!
Deutsch
lanjut 🙏
Raju
emjadikan racun sebagai nutrisi tambahan.... HEBAT.
Raju
tmbh satu lagi penghianat klan pucat pasi...
Raju
hati yg beriah baik...
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
Raju
bunuh dan tuntaskan samapai ke akar²nya...
Raju
PUAS.....!!
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
Raju
ta ada yg perlu dconfirmasi nona es...kehancuran klan xie kalian itu pasti...
Raju
saling menyusun rencana...
adu taktik...bikan tiktok...
Raju
satu panggung kota dsekte terbesar dbuat geger....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!