NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang Ahli Forensik

Dinikahi Sang Ahli Forensik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Sebagai wedding planner, Cala Danendra percaya pada kisah bak dongeng. Namun, hidupnya berubah mencekam dalam semalam setelah ia tak sengaja merekam aksi pembunuhan di pesta kliennya.

​Demi melindunginya dari kejaran pembunuh bayaran, kepolisian menawarkan solusi ekstrem: menyembunyikan Cala dalam ikatan pertunangan palsu dengan Dr. Ronan Maheswara, ahli forensik jenius yang dingin dan antisosial. Kini, Cala si perangkai romansa harus hidup di apartemen Ronan yang steril bagai ruang operasi, lengkap dengan aturan ketat dan foto TKP yang berserakan.

​"Cinta itu hanyalah lonjakan hormon oksitosin dan reaksi kimiawi di otak yang akan memudar dalam waktu empat tahun," ucap Ronan datar tanpa mengalihkan pandangan dari mikroskopnya. "Dan tolong, sepatumu mengontaminasi karpetku."

​Cala memutar bola matanya. "Kalau begitu, mari kita lihat reaksi kimiawi apa yang terjadi kalau aku nekat memelukmu sekarang, Dokter."


​Namun, ketika ancaman maut semakin mendekat, batas antara sandiwara dan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Merangkai Puzzle

​"Geser tubuhmu, Dokter," dorong Cala pelan ke dada bidang Ronan. "Berdiri terlalu dekat membuat ruang gerakku sangat terbatas."

​Ronan menarik tubuhnya tegak. Pria itu mundur satu langkah, membiarkan Cala kembali mengambil kendali atas laptopnya.

​"Kalau Zeta Katering adalah perusahaan hantu, mereka pasti tidak memasak makanan itu sendiri," ucap Cala cepat. Otaknya berputar sangat keras. Jemarinya menari lincah di atas papan ketik. "Standar makanan Hotel Grand Valera sangat tinggi. Makanan fiktif tidak akan lolos uji rasa dari koki kepala hotel. Mereka pasti menyubkontrakkan pesanan itu ke pihak ketiga yang punya dapur asli."

​"Logika yang akurat," tanggap Ronan. Ia menarik kursi tunggal dan duduk tepat di sebelah Cala. Mata tajamnya ikut menatap layar laptop. "Tim siber kesulitan melacak aliran dana keluar dari Zeta karena mereka memakai puluhan rekening anonim. Tapi jika kita bisa menemukan restoran fisik yang menjadi pemasok makanan mereka, kita bisa melacak siapa manajer lapangan sindikat ini."

​Cala membuka berkas data vendor gelap miliknya. Sebagai perencana pernikahan, ia punya daftar hitam berisi nama-nama perusahaan nakal yang sering bermain curang di lapangan.

​"Di dunia acara pernikahan, vendor nakal selalu punya pola manipulasi yang sama," jelas Cala tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. "Mereka memanipulasi faktur pembelian. Mereka menaikkan harga bahan baku daging dan sayuran impor, lalu membaginya dengan restoran pemasok. Kita hanya perlu mencari tahu ke mana Zeta Katering membuang uang logistik mereka."

​Ronan mengambil tabletnya. Jari-jarinya bergerak sangat cepat meretas basis data kepolisian. "Katakan padaku nama-nama restoran mewah yang punya rekam jejak kerja sama dengan Zeta Katering. Aku akan mencocokkan data kepemilikan saham mereka dengan daftar buronan pencucian uang Valera Group."

​Mereka berdua tenggelam dalam lautan data. Cahaya matahari perlahan bergeser semakin condong ke arah barat, mengubah warna ruangan steril itu menjadi sedikit lebih temaram. Suara ketikan papan ketik dan layar tablet beradu memenuhi udara. Keduanya bekerja sangat cepat, saling melempar informasi, menyatukan kepingan teka-teki dari dua dunia yang sangat berbeda. Cala dengan pengetahuan bisnis lapangannya, dan Ronan dengan akses data kriminal forensik tingkat tinggi.

​"Restoran Bintang Rasa?" sebut Cala sambil menunjuk satu nama di layarnya.

​"Nihil. Pemiliknya bersih. Tidak ada aliran dana mencurigakan," sahut Ronan cepat.

​"Bagaimana dengan Katering Mega Selera?"

​"Itu perusahaan rintisan baru. Laporan pajak mereka terlalu kecil untuk ukuran sindikat kelas atas. Cari nama lain."

​Cala mendengus kesal. Ia menggulirkan mousenya ke bagian paling bawah daftar hitam tersebut. Matanya tertuju pada sebuah nama restoran elit yang sering menolak kerja sama dengan perencana pernikahan independen seperti dirinya.

​"Tunggu dulu," gumam Cala pelan. Ia membuka detail dokumen tersebut. "Ini sangat aneh. Ada satu restoran kelas atas yang selalu memenangkan tender katering untuk acara internal Valera Group selama tiga tahun berturut-turut. Tapi mereka selalu memakai nama Zeta Katering sebagai perantara di atas kertas kontrak hukum."

​Ronan menoleh cepat. "Sebutkan nama restorannya sekarang."

​"Restoran Lumina," jawab Cala mantap. "Restoran ini terkenal sangat tertutup. Mereka hanya melayani tamu undangan khusus dan pejabat tinggi. Menu andalan mereka adalah daging sapi impor yang harganya tidak masuk akal."

​Jari Ronan langsung mengetik nama tersebut ke dalam basis data kepolisian. Layar tabletnya berkedip beberapa kali sebelum menampilkan bagan struktur organisasi yang sangat rumit.

​Mata Ronan memicing tajam. "Kena kau."

​Cala mencondongkan tubuhnya ke arah Ronan. "Apa yang kamu temukan, Dokter?"

​"Restoran Lumina terdaftar atas nama sebuah perusahaan cangkang di luar negeri," jelas Ronan dengan suara berat. "Tapi kalau dilihat pola aliran dana operasionalnya. Setiap akhir putaran bulan, mereka mentransfer miliaran rupiah ke rekening yang sama persis dengan rekening penerima dana dari Zeta Katering. Restoran Lumina dan Zeta Katering dikendalikan oleh satu jaringan sindikat yang sama."

​Cala menepuk tangannya sekali dengan keras. "Tepat dugaanku! Mereka mencuci uang kotor itu lewat bisnis restoran mewah. Harga daging sapi impor yang mahal adalah alasan paling sempurna untuk menutupi aliran dana gelap mereka. Tidak ada auditor yang akan curiga jika sebuah restoran mematok harga fantastis untuk sepotong daging premium."

​Ronan menatap Cala dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ada kilat kekaguman yang nyata di sana. "Analisis lapanganmu ternyata jauh lebih berguna daripada sekadar mengatur warna pita kursi. Kamu baru saja memecahkan jalan buntu investigasi kepolisian."

​Cala tersenyum bangga, menepuk dadanya pelan. "Sudah kubilang, jangan pernah meremehkan perencana pernikahan. Kami tahu semua rahasia kotor di balik pesta mewah. Lalu apa langkah kita selanjutnya? Melaporkan ini pada komandanmu agar mereka menggerebek restoran itu?"

​Ronan menggeleng tegas. Pria itu meletakkan  tabletnya ke atas meja kaca. "Penggerebekan resmi hanya akan membuat mereka memusnahkan semua barang bukti. Sindikat Valera Group pasti punya informan di dalam kepolisian yang akan membocorkan rencana itu sebelum pasukan kita tiba di lokasi."

​"Lalu kita harus diam saja melihat markas mereka beroperasi bebas?" protes Cala tidak terima.

​"Tentu saja tidak," sahut Ronan. Pria itu berdiri tegap, merapikan lengan kemejanya dengan gerakan yang sangat tenang namun penuh perhitungan. "Kita butuh bukti fisik. Kita butuh sesuatu yang mengikat Restoran Lumina secara langsung dengan pembunuh bayaran berjaket hitam itu. Sebuah bukti forensik yang tidak bisa disangkal di pengadilan."

​Cala menelan ludah. Firasat buruk mulai merayapi tengkuknya. "Dan bagaimana caramu mendapatkan bukti forensik itu, Dokter?"

​Ronan menatap Cala lurus-lurus. Sudut bibir pria itu sedikit terangkat, membentuk senyum tipis yang sama sekali tidak terlihat ramah, melainkan sangat mengintimidasi.

​"Kita akan mendatangi sarang mereka secara langsung," ucap Ronan sangat tenang. Pria itu melirik sekilas ke arah jam pintar di pergelangan tangannya. "Bersiaplah. Ganti bajumu dengan gaun yang paling bagus dan jangan lupa pakai cincin platina di jarimu."

​Cala membelalakkan matanya lebar-lebar. "Kamu mau mengajakku ke sana? Ke markas sindikat pembunuh itu?"

​"Bukan markas. Itu restoran mewah," ralat Ronan santai. "Kita butuh alibi untuk tetap berada di area publik yang memancing perhatian. Tidak ada tempat yang lebih sempurna dari restoran milik sindikat itu sendiri. Mereka tidak akan berani melakukan tindakan gegabah di tempat usaha mereka sendiri yang penuh dengan tamu pejabat penting."

​Cala menggelengkan kepala tidak percaya. Logika pria ini benar-benar berada di luar nalar manusia normal. "Ini ide gila. Kita bisa mati diracun lewat makanan!"

​"Racun bekerja dengan prinsip kimia dasar. Sianida memiliki aroma kacang almond pahit, arsenik memicu reaksi perubahan warna pada logam, dan risin butuh waktu inkubasi lama sebelum melumpuhkan organ pencernaan. Aku bisa mendeteksi semuanya sebelum makanan itu masuk ke kerongkonganmu," urai Ronan dengan sangat terperinci dan dingin.

​"Luar biasa menenangkan. Sangat romantis," sindir Cala sambil memutar bola matanya malas. "Bagaimana kalau mereka menyewa penembak jitu dan menembak kepalaku saat aku sedang mengunyah daging sapi mahal itu?"

​"Kaca jendela Restoran Lumina terbuat dari material komposit polikarbonat tebal setara dengan kaca mobil kepresidenan. Tembakan dari luar tidak akan bisa menembus masuk," sanggah Ronan lagi, mematahkan setiap keraguan Cala dengan fakta logis. "Berhenti membuat skenario ketakutan yang tidak masuk akal di kepalamu. Fokus saja pada tugasmu."

​"Baiklah, Dokter Mesin," gerutu Cala pasrah. Ia menutup laptopnya dengan kasar.

​"Ini bukan kencan. Ini inspeksi lapangan tingkat tinggi. Kita akan keluar makan malam di Restoran Lumina untuk memancing reaksi mereka. Pastikan aktingmu sempurna, Sayang," bisik Ronan dingin.

1
Watie Zack
wow keren, serasa ikut didalam cerita👍
Anbu Hasna
Tanteku punya hotel. dan benar, dia lebih jujur ke pihak WO biar printilan pesta bisa masuk tanpa menganggu pelanggan, daripada ke pihak paspampres. masa bodo sama keselamatan presiden, biarkan dia lewat pintu depan 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ronan takut terjadi sesuatu pada cala. dia takut gagal dalam melindungi cala.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
puyeng aq
ElHi
seruuu euyyy....kyk detective conan🔥🔥
Savana Liora: maacii
total 1 replies
Nor aisyah Fitriani
uppp truss thirt
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai terkuak semoga saja cepat tertangkap ya mereka" yg jahat sama Cala biar mereka mendekam dlm sel penjara dan di hukum mati 😡😡
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
wajarlah Ronan kesel sama kepolisian karna nyawa mereka td dipertaruhkan untung Ronan bisa menghindar dan saksi satu"nya malah di bawa pergi lelet banget atasan dan bawahannya 😏😏
Watie Zack
semoga kebongkar dalangnya
Watie Zack
wow Ronan aku padamu😍
Watie Zack
ada apa dgn tasnya Cala????
Watie Zack
awalnya drama lama² kecantol beneran nih si Rolan
Watie Zack
jgn² orang dekat cala ada yg terlibat😄
Watie Zack
semakin penasaran semangat Thor
Deasy Suryandari
ikut deg²qn bacanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Ronan kamu sdh antisipasi dngn menancapkan alat pelacak ke pelayan palsu itu 👍👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo bawa ke markas Ronan biar th dalang semuanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
gerakan Ronan gercep banget sigap kl enggak pasti Cala dlm bahaya oleh cairan itu 🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Cala bawa tas mu dr sana
Fariedha Rahman Khan
suka bngett
berasa nonton adegan action
Fariedha Rahman Khan: mesame kak
semngt trus up nya ya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!