NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Terasa Lebih Hangat?

...⚜️⚜️⚜️...

Udara malam terasa menusuk tulang di sepanjang perjalanan kembali menuju Istana Riverdale. Iring-iringan kereta kuda melaju cepat membelah kegelapan sebelum malam kian larut. Di barisan paling depan, Stephen dan Eilish berkuda berdampingan untuk memimpin jalan. Jalur berbatu dan berbukit yang mereka lalui tampak sunyi senyap, di mana satu-satunya sumber cahaya hanyalah pendar obor yang digenggam erat oleh para pengawal demi menerangi jalanan yang buta.

Di dalam kereta yang berguncang pelan, Anastasia menunduk. Ia menatap Nicholas yang tengah merebahkan kepala di atas pangkuannya. Jemari tangannya bergerak perlahan, mengusap lembut helaian rambut sang pangeran—sebuah gestur yang tadi sempat diminta oleh pria itu sebelum memejamkan mata. Nicholas tampak tertidur dengan begitu tenang, seolah sama sekali tidak terusik oleh hawa dingin yang menyusup ke dalam kereta.

Anastasia memandangi paras tampan itu lekat-lekat, tenggelam dalam dialog batin yang sepi. Ia mempertanyakan apakah semua kegilaan ini benar-benar nyata? Jauh di lubuk hatinya, rasa cemas dan takut masih bercokol kuat. Ada firasat aneh yang berbisik bahwa segalanya terlalu instan untuk menjadi kenyataan.

Memang benar, Nicholas adalah satu-satunya pria yang pernah singgah di hatinya. Namun, selama ini Anastasia tidak pernah berani bermimpi untuk memiliki atau dimiliki oleh sang pangeran karena jurang kasta yang terbentang lebar di antara mereka.

Anastasia juga tidak bisa menampik ingatan masa lalu tentang rumor-rumor kelam yang sempat mematahkan hatinya tentang tabiat buruk Nicholas. Padahal, dulu ia adalah salah satu pengagum rahasia yang memuja sang pangeran karena keahlian berburunya yang legendaris, serta ketampanannya yang disebut-sebut setara dengan Pangeran William.

Kehadiran Nicholas yang tiba-tiba dan begitu intens malam ini telah membangkitkan kembali rasa yang seharusnya sudah terkubur dalam-dalam. Hal itulah yang membuatnya lumpuh dan tak kuasa menolak sentuhan sang pangeran kala itu. Anastasia membatin getir, apakah ini artinya ia adalah wanita yang tidak tahu diri? Atau justru ia terlalu bodoh karena membiarkan hatinya kembali diperdaya oleh perasaan semu?

Nicholas perlahan membuka mata, menangkap basah Anastasia yang sedang menatapnya lekat sejak tadi. Dalam remang kabin kereta, ia menyadari bibir ranum gadis itu sedikit gemetar. Namun karena minimnya pencahayaan, Nicholas tidak bisa melihat dengan jelas bahwa warna bibir itu sebenarnya mulai membiru akibat tusukan hawa dingin malam.

"Kau kedinginan, Stasia?"

"Sama sekali tidak, Pangeran," kilah Anastasia, berusaha bersikap formal.

"Bibirmu yang gemetar mengatakan hal sebaliknya." Nicholas mengulurkan tangan, menyusurkan ibu jarinya dengan usapan lembut di bibir bawah Anastasia, menyalurkan sedikit kehangatan dari kulitnya.

Anastasia menahan napas, dadanya bergemuruh hebat hanya karena sentuhan sederhana itu.

"Aku tidak membawa mantel tebal ekstra di kereta ini. Namun... aku punya cara lain untuk menghangatkanmu," ujar Nicholas, menyunggingkan senyum penuh arti yang sengaja memancing reaksi Anastasia.

Anastasia tersentak, imajinasinya langsung berkelana ke kejadian semalam di atas ranjang. "U-uhm... Tuanku! Ti-tidak perlu. Kita... kita tidak mungkin melakukan itu di dalam kereta kuda yang sedang melaju. Pe-pengawal Anda juga sangat banyak di luar sana. Mereka pasti akan menyadarinya jika kita... jika kita melakukannya. Hamba benar-benar tidak apa-apa, hawa dingin ini masih bisa ditahan.”

Nicholas menatap gadis itu dengan binar usil, enggan mengubah posisinya yang telanjur nyaman berbantalkan paha Anastasia.

"Memangnya... kau pikir kita mau melakukan apa, hmm?"

Astaga!

Anastasia mendadak bungkam, bumi seolah berhenti berputar. Jangan bilang kalau logikanya baru saja melompat terlalu jauh? Itu akan menjadi hal paling memalukan seumur hidupnya!

"Stasia, Stasia... kepalamu ini rupanya dipenuhi oleh pikiran yang sangat berani, ya? Aku bahkan sama sekali tidak berniat ke arah sana." Nicholas terkekeh renyah, lalu menjentik kening Anastasia dengan ujung jarinya secara gemas.

Anastasia rasanya ingin menghilang dari muka bumi sekarang juga. Tebakan meleset itu sukses membuat seluruh wajahnya merona merah padam hingga ke ujung telinga. Sial, ia tidak tahu harus menyembunyikan wajah malunya di mana lagi. Bagaimana bisa dia berpikiran sekotor itu di depan sang pangeran?

Nicholas menelisik lekat-lekat ekspresi salah tingkah Anastasia. Gadis di hadapannya ini benar-benar tampak begitu polos dan murni. Untuk sesaat, Nicholas tertegun, ada sebentuk getaran asing yang mendadak menggelitik dadanya melihat tingkah menggemaskan itu. Senyuman Nicholas mengembang dengan tulus, merasa sangat terhibur oleh kepolosan perempuan kecilnya malam ini.

Nicholas bangkit dari posisi berbaringnya dan mendudukkan diri di samping Anastasia. Tanpa ragu, ia melepas jubah mantel tebalnya, lalu menyampirkannya dengan erat ke sekeliling tubuh Anastasia yang masih menggigil. "Kau saja yang pakai. Aku tidak merasa kedinginan," ujarnya lembut.

"Terima kasih, Tuanku." Anastasia tersenyum simpul, merasakan kehangatan mantel itu mulai menjalar ke kulitnya.

Nicholas mengusap pelan puncak kepala Anastasia, lalu mencondongkan wajah untuk mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir merah muda gadis itu. Anastasia yang masih belum terbiasa dengan kecupan mendadak seperti itu hanya bisa mematung kaku. Reaksi polos tersebut lagi-lagi memancing tawa kecil dari bibir sang pangeran.

“Stasia…”

“Ya, Tuanku?”

"Hmm... jika kita sedang berduaan seperti ini, lebih baik kau memanggilku dengan namaku saja. Sama seperti aku memanggil namamu."

Anastasia mengerjap ragu. "Tetapi... hamba hanyalah rakyat biasa, sedangkan Tuanku adalah seorang keturunan raja yang terhormat."

Nicholas menghela napas panjang, berpura-pura gusar. "Mendengarmu memanggilku dengan sebutan sekaku itu justru membuatku risih. Panggil saja Nicholas, aku sama sekali tidak keberatan. Lagi pula, sebentar lagi kau akan menjadi istriku."

Anastasia sempat ragu, memikirkan konsekuensi tata krama istana.

"Bagaimana, Stasia?" desak Nicholas lembut.

"Baiklah... Tuan—eh, maksud hamba, Nicholas."

Nicholas mengulas senyum lebar yang menawan, lalu merangkul bahu Anastasia dengan erat. "Kau boleh memelukku, Stasia. Jangan sungkan," bisiknya tepat di dekat telinga gadis itu.

Anastasia mengangguk pelan, lalu memberanikan diri melingkarkan kedua lengannya di pinggang Nicholas. Menanggapi itu, Nicholas meraih jemari kanan Anastasia dengan tangan kirinya. Ia menggenggamnya erat namun lembut, lalu mengecupi punggung tangan gadis itu beberapa kali. Perlakuan manis itu sukses membuat pipi Anastasia kembali merona merah karena tersipu.

"Sudah terasa lebih hangat?" tanya Nicholas, memastikan.

“Sudah.. Nicholas.”

"Kalau begitu, tidurlah kembali, Stasia. Nanti aku bangunkan jika kita sudah sampai di istana."

Anastasia mengangguk, lalu menyandarkan kepalanya dengan nyaman di ceruk leher Nicholas, menghirup aroma maskulin sang pangeran yang memabukkan. Nicholas mengecup kening Anastasia dengan penuh kelembutan, dan tak butuh waktu lama bagi gadis yang kelelahan itu untuk akhirnya terpejam pulas.

Nicholas menundukkan kepala, memandangi wajah teduh Anastasia yang hanya terlihat lamat-lamat dalam kegelapan kabin kereta. Dengan gerakan yang sangat perlahan agar tidak mengusik tidur lelap sang gadis, jemari panjangnya bergerak menyibak beberapa helai rambut emas yang menutupi paras cantik itu.

Saat matanya memerhatikan guratan wajah Anastasia yang begitu damai, sebuah perasaan asing mendadak menyusup ke lubuk hati Nicholas. Wanita di dekapannya ini tampak begitu tulus, murni, dan baik-baik—tipe wanita yang belum pernah ia temui di lingkaran istana yang penuh kemunafikan. Kehadiran Anastasia sesaat memicu getaran halus di dadanya, sebuah letupan emosi asing yang selama ini tak pernah ada dalam kamus hidupnya.

Merasa ada yang salah dengan hatinya, Nicholas tersentak kecil.

Dengan cepat ia membuang pandangan ke arah luar jendela kereta. Ia menyibak tirai beludru tebal di sampingnya, melemparkan tatapan dingin ke arah hutan gelap gulita yang tengah mereka lewati dengan kecepatan tinggi. Nicholas mengepalkan tangan kirinya kencang-kencang, mencoba membunuh benih rasa bersalah yang baru saja mencoba tumbuh.

Tidak. Rencana ini harus berhasil, batinnya dingin, mengeraskan rahang.

Pikirannya kembali fokus pada tujuan utama. Nicholas harus membuktikan kepada Raja Luther bahwa dirinya tidak bisa diremehkan. Ia harus merebut takhta, kekuasaan, dan pengakuan yang selama ini seolah sengaja dijauhkan darinya.

Pengorbanan Anastasia adalah harga mati yang harus dibayar demi kelancaran bidak catur politiknya. Nicholas menarik napas dalam-dalam, membiarkan kehangatan tubuh Anastasia di dekapannya menjadi pengingat bahwa jebakannya kini telah terkunci sempurna.

1
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!