NovelToon NovelToon
Cinta Yang Menunggu Waktu

Cinta Yang Menunggu Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Single Mom
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Amoreiza Aneta

Andira merupakan seorang wanita yang di tinggal oleh suaminya ketika pernikahan mereka memasuki usia 6 tahun. suaminya meninggalkannya karena meninggal pada saat kecelakaan. Andira terpukul dan sedih karna harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya. menjelang 4 bulan kepergian suaminya banyak cinta yang datang kepadanya tetapi dia tidak terlalu menanggapinya sampai akhirnya ada yang muncul dan itu cinta pertama nya, akhirnua dia menerima tapi banyak cobaan dan godaan yang dialamin mereka tapi pada akhirnya mereka bisa sampai pada jenjang pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amoreiza Aneta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Sabar

*Tiga hari setelah Imel balik ke rumah dengan koper pink,* suasana rumah Ikbal masih dingin.

Jam 7 pagi. Meja makan sepi. Cuma ada piring nasi anget, telur ceplok, dan sambal.

Imel duduk paling ujung. Main HP. Nggak nyentuh makanan. Ikbal nyuapin anak bungsu pelan-pelan. Si sulung makan sendiri, tapi sesekali ngelirik Mamanya.

"Pa... Mama kenapa nggak makan?" bisik si sulung.

Ikbal senyum tipis. "Mama lagi diet, Nak. Makan ya yang banyak."

Imel denger. Tapi mukanya datar. Dia berdiri. "Aku ke salon dulu, Mas. Bedak udah habis."

Ikbal noleh. "Jatah kamu 7,5 juta, Mel. Udah aku transfer tanggal 25. Kalau mau beli bedak, pakai dari situ ya."

Imel berhenti di depan pintu. Tangannya mengepal di gagang pintu. "Mas pelit banget sekarang."

"Bukan pelit, Mel. Tanggung jawab," jawab Ikbal tenang.

_Prak._ Pintu ditutup. Imel pergi.

Anak bungsu langsung nangis. "Mama pergi lagi..."

Ikbal langsung peluk anaknya. "Enggak, Nak. Mama cuma ke salon. Nanti pulang."

Hatinya sendiri perih.

...****************...

*Siang jam 1, di rumah Andira.*

Andira lagi lipat baju. HP-nya bunyi. Aditia telpon.

"Halo, Dit?"

"Ndir, kamu di rumah? Aku di depan nih. Bawain bubur ayam. Kamu belum makan kan dari pagi?" Suara Aditia kedengeran khawatir.

Andira buka pintu. Bener. Aditia berdiri bawa dua bungkus bubur masih anget. Keringatan.

"Makasih, Dit. Kamu kok tau?" tanya Andira sambil nerima.

"Story kamu kemarin jam 6 pagi. Tulisan doang: 'Nggak nafsu makan.' Aku hafal," jawab Aditia sambil garuk kepala. Canggung.

Andira diem. Dadanya anget. "Masuk dulu, Dit. Minum teh."

Mereka duduk di teras. Angin lumayan sejuk.

"Dit..." panggil Andira pelan.

"Hmm?"

"Terima kasih ya. Udah nemenin aku ziarah. Udah jagain nama aku. Tapi..." Andira narik napas. "Aku takut, Dit. Takut orang ngomong lagi. Kayak Imel kemarin."

Aditia noleh. Matanya serius. "Ndir, aku nggak minta apa-apa. Aku cuma mau pastikan kamu baik-baik aja. Kalau kamu nggak nyaman, aku mundur. Tapi kalau kamu kasih aku waktu buat buktiin... aku mau."

Andira nunduk. Jari mainin sendok bubur. "Aku masih janda, Dit. Bekas luka Renaldi masih ada di sini," dia nunjuk dada.

"Aku tau. Dan aku nggak mau gantiin Mas Renaldi. Aku cuma mau jadi temen jalan kamu ke depan," kata Aditia tulus.

Andira nggak jawab. Tapi dia dorong bubur satu ke arah Aditia. "Makan. Dingin nanti."

Itu udah cukup buat Aditia.

...----------------...

*Sore jam 5, rumah Ikbal kembali rame.*

Imel pulang. Kantong belanja dua. Mukanya merah karena emosi.

"Mas! Lihat nih!" Dia banting kantong ke sofa. "Bedak 1,2 juta! Skincare 800 ribu! Itu aja udah 2 juta! Jatah aku 7,5 juta kurang, Mas!"

Ikbal baru pulang kerja. Jas masih dipake. Dia liat struk belanjaan. Terus liat anak-anak yang dari tadi makan indomie lagi.

"Mel... anak-anak makan indomie lagi. Dari kemarin." Suaranya rendah. Tapi nusuk.

"Ya karena kamu nggak kasih aku uang lebih! Aku kan istri kamu, Mas! Masa kalah sama janda!" teriak Imel.

Ikbal narik napas panjang. Dia jongkok di depan anak-anak. "Nak, Papa minta maaf ya. Makan indomie lagi."

Si sulung geleng. "Nggak apa-apa, Pa. Yang penting sama Papa."

Kalimat itu yang bikin dada Ikbal sesek.

Dia berdiri. melepaskan jas. "Mel, ikut aku ke dapur. Sekarang."

Di dapur, Ikbal buka kulkas. Kosong. Cuma ada air mineral.

"Ini rumah kita, Mel. Bukan hotel. Kamu mau tas, bedak, skincare... silakan. Tapi anak-anak harus makan nasi. Listrik harus nyala. Sekolah harus lunas." Ikbal nunjuk kulkas kosong. "Kamu pilih. 2 juta buat bedak kamu, atau 2 juta buat isi kulkas sebulan?"

Imel diam. Matanya berkaca. Tapi egonya masih tinggi. "Aku... aku istri kamu. Aku berhak."

"Berhak, iya. Tapi bukan berarti nggak punya batas," tegas Ikbal.

Imel nggak jawab. Dia masuk kamar. _Brak._

Malamnya, Ikbal belanja sendiri. Bawa anak-anak. Beli beras 10 kilo, ayam, sayur, susu. Habis 350 ribu.

Mereka masak bareng. Ketawa-ketawa. Imel ngintip dari kamar. Nggak keluar.

Jam 9 malam, HP Ikbal bunyi. Transfer masuk. 2 juta dari rekening dia pribadi ke rekening Imel. Dengan catatan: "Buat bedak. Tapi mulai besok, masak ya, Mel. Anak-anak kangen masakan Mama."

Imel baca pesan itu. Nangis di kamar. Sendiri.

...----------------...

*Malam jam 11, Andira belum tidur.*

Dia scroll IG. Nggak sengaja liat story Imel. Foto koper pink lagi. Caption: "Rumah yang nggak ngerti harga diri perempuan, mending ditinggal."

Andira tutup HP. Dada sesak.

Dia liat foto Renaldi di meja. "Mas... aku capek, Mas. Dijadiin bahan omongan terus."

Tiba-tiba WA masuk. Dari nomor Ikbal.

*Ikbal:* _"Ndir, maaf ganggu malam-malam. Makasih ya udah kuat. Tolong doain rumah aku ya. Aku lagi belajar jadi bapak dan suami yang bener. Maaf kalo Mel nyakitin kamu lagi."_

Andira baca lama. Jari gemetar mau ngetik. Akhirnya dia balas singkat.

*Andira:* _"Saya doain Mas Ikbal. Semoga rumah Mas adem lagi. Saya juga lagi belajar ikhlas, Mas."*

Dikirim.

Andira letak HP. Sujud lagi. "Ya Allah... cukupkan aku. Jangan sampe aku benci."

Di luar, Aditia masih duduk di motor depan rumah Andira. Nggak pergi-pergi. Cuma jagain dari jauh.

Karena janji dia: "Tugas aku jagain kamu, Ndir."

Dan kali ini, Andira nggak bilang apa-apa. Tapi dia nggak nutup gorden.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!