NovelToon NovelToon
Cinta Si Anak Kepala Desa

Cinta Si Anak Kepala Desa

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:161.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vey Vii

Gwen, mendapatkan ujian dari sang ayah untuk tinggal di desa selama tiga puluh hari. Wanita itupun setuju demi mengembalikan kepercayaan sang ayah padanya.

Di desa, ia bertemu dengan Wira, anak kepala desa yang memiliki sifat menyebalkan. Gwen dan Wira sering kali bertengkar dan berdebat meski dalam hal-hal kecil. Namun setelah banyak waktu mereka lalui bersama, benih-benih cinta pun tumbuh secara diam-diam.

Keduanya belum sempat saling mengungkapkan sampai tiba saatnya Gwen harus segera kembali ke kota.

Bagaimana kisa mereka akan berlanjut? Akankah keduanya kembali bertemu dan mengungkapkan isi hati masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesona

Gwen merasa ada sesuatu yang benar-benar menyentuh hatinya. Sebuah kasih sayang yang lama ia rindukan.

Sejak kematian ibunya beberapa tahun lalu, Gwen seakan kehilangan separuh hidupnya. Meskipun Theo begitu mencintainya dan memanjakannya, namun Theo tidak bisa mengisi sosok cinta seorang ibu dalam diri Gwen.

Kini, Gwen bisa merasakan perhatian itu lagi. Wira memang sering marah padanya, sering menyuruhnya melakukan ini dan itu dan selalu memprotes perilakunya. Itu adalah hal yang sama seperti yang selalu dilakukan oleh Ibu Gwen. Dibalik semua sikap itu, ada perhatian dan cinta yang dicurahkan diam-diam.

"Hei, kau baik-baik saja?" tanya Wira saat melihat Gwen melamun menatapnya. Ia menjentikkan jari di depan wajah Gwen.

"Ah, ya. Terima kasih." Gwen mengangguk.

"Masuk dan istirahatlah. Tidak perlu membantu Ibu, aku akan mengatakan padanya jika kau sudah lelah karena membantuku."

"Tidak, aku akan membantu orang-orang memasak," ujar Gwen. Ia melihat beberapa ibu-ibu keluar masuk dari rumah Wira karena mulai mempersiapkan hidangan untuk acara nanti malam.

"Lihat kakimu, istirahat saja. Malam nanti kau bisa ikut bersama kami ke balai desa," ujar Wira.

"Baiklah." Gwen pun setuju. Ia segera masuk ke dalam rumah dan beristirahat.

Wanita itu melihat kakinya yang tak lagi mulus seperti semula. Ada banyak goresan yang meninggalkan bekas di sana. Mulai dari goresan rumput tajam dari pematang sawah, hingga pinggiran telapak kaki yang penuh luka lecet dan kulit kering.

"Aku harus melakukan banyak perawatan setelah pulang dari sini," gumam wanita itu.

Gwen merasa sangat lelah, ia pun merebahkan tubuhnya di kursi ruang tamu hingga tidak sengaja tertidur.

Menjelang sore, Felix datang mengetuk pintu berkali-kali. Gwen yang baru saja terbangun pun terkejut.

"Ada apa?" tanya Gwen dengan kedua mata menyipit. Ia membuka pintu dengan tubuh sempoyongan.

"Kak, kau baru bangun tidur? Aku membawa makanan," ucap Felix. Ia meletakkan makanan di meja dan memperhatikan Gwen.

"Sepertinya aku ketiduran," ujar Gwen.

"Kak Wira datang dua kali tapi kau tidak membuka pintu untuknya. Sekarang dia sibuk, jadi dia menyuruhku kemari. Kau belum makan siang, kan?"

"Hmm, aku lupa."

Felix menutup hidungnya dengan sebelah telapak tangan. Ia mendekati Gwen dan mencium aroma tubuh wanita itu.

"Apa kau benar-benar membantu Kakak di kandang sapi?" tanya Felix.

"Hmm, tadi pagi aku membantunya," jawab Gwen.

"Kak, pantas saja kau bau. Apa kau bahkan belum mandi atau berganti pakaian?" tanya Felix.

Gwen langsung membuka matanya lebar. "Benarkah? Apa tubuhku bau sekali?"

"Hmm, kau bau!" seru Felix.

"Ah, haruskah aku mandi kembang tujuh rupa?" Gwen mengeluh.

"Haruskah aku memetik kembang tujuh rupa?" Felix balik bertanya. "Ada-ada saja kau ini, Kak," lanjutnya sambil terkikik.

"Hmm, aku lelah. Tubuhku seperti baru dipukuli orang sekampung!"

"Haha, kau terlihat tidak pernah melakukan pekerjaan berat, ya, Kak? Andai saja aku jadi dirimu, pasti enak jadi anak konglomerat."

"Aku bekerja dengan ini," jawab Gwen sambil menunjuk kepalanya. "Bukan dengan ini," lanjut wanita itu sambil menunjukkan lengannya yang langsing tak berotot.

"Sudahlah, cepat makan! Aku harus pulang dan membantu Ibu. Bersiaplah pukul lima sore, kita akan pergi ke balai desa bersama," terang Felix. Ia pun meninggalkan Gwen dan kembali ke rumahnya.

......................

Seperti kesepakatan, pukul empat sore Gwen sudah mandi dan mulai bersiap. Ia memakai sebuah gaun selutut berwarna biru tua dengan aksen keemasan serta pita di bagian pinggang.

Wanita itu tampil sangat cantik dan memukau. Gwen pun merias wajahnya dengan sederhana, hanya dengan sedikit taburan bedak dan olesan lipstik tipis, wanita itu sudah sangat mengagumkan. Gwen mengikat rambut pirangnya, menyematkan sebuah pita sebagai hiasan. Kini ia sudah siap, ia duduk menunggu di depan teras rumah panggungnya.

Tepat pukul lima, Wira dan Felix keluar dari rumah mereka. Keduanya sudah berpakaian rapi dengan mengenakan celana panjang dan kemeja lengan pendek.

Dalam penampilan yang rapi, Wira pun nampak sangat tampan di mata Gwen. Hanya saja, keseharian laki-laki itu tidak pernah jauh dari celana olahraga kusam serta kaos oblong lusuh.

"Wow, Kak Gwen! Kau cantik sekali," puji Felix terang-terangan. Wira pun memperhatikan wanita di depannya. Ia terpesona sesaat, namun berusaha terlihat acuh sebelum Gwen menyadari tatapan matanya.

"Benarkah? Apa penampilanku terlalu mencolok?" tanya Gwen.

"Kita sedang menghadiri acara di balai desa, kenapa penampilanmu seakan sedang menghadiri acar Met Gala?" celetuk Wira.

"Kenapa? Apa ini kurang pantas?" Gwen nampak sedih.

"Tidak, Kak. Tidak, kau cantik," sela Felix. "Jangan dengarkan Kak Wira, sukanya mengkritik orang saja, huh!"

...****************...

1
Rita Juwita
selalu seruu thor...
SNN 💠
/Good//Heart/
Srianriani Jaya
aku sngt suka novel yg eps x sedkit sperti ini😍
Fitri Riyani
Luar biasa
لا تفوت أي رجل
🤣🤣🤣 cocak
Irma Dwi
cuzzzz meluncur
Irma Dwi
ngak terasa udah ending ajah,,,


kurang gereget Thor endingnya, gimna reaksi kemala melihat Wira dan Gwen menikah, gimna Hana dan Clara d penjara, dan terpenting malam pertama Wira dan Gwen,

tp apapun itu karya othor luar biasa, GK bertele tele kayak film ikan terbang,

sukses selalu buat othor , ,
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Irma Dwi
wanita gila
Irma Dwi
semangat Gwen
Irma Dwi
bagus Gwen, jangan ngalah terus
Irma Dwi
setelah kehilangan baru terasa
Irma Dwi
adegan apa lagi ini, Felix apakah kamu masih ada di situ
Irma Dwi
jadi obat nyamuk felix
Irma Dwi
nyesek banget jadi Gwen, cinta sendiri
Irma Dwi
sebelum janur kuning, boleh tikung2 dikit lahh
Irma Dwi
udah mulai nyaman mereka berdua,,,,,
mari kita kawal sampai halal 🤭
Irma Dwi
Felix selalu mencairkan suasana
Irma Dwi
ehem ehem , Meleng dikit udah jadian tuh dua orang,,,,
Irma Dwi
kayaknya Wira juga ada rasa deh sama Gwen tp gengsi aja
Irma Dwi
ternyata Gwen yg jatuh cinta pertama,,,,
semoga ngak bertepuk sebelah tangan y Gwen ,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!