NovelToon NovelToon
Blizt'N Demon

Blizt'N Demon

Status: tamat
Genre:Demon Slayer / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Light Novel / Tamat
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: hanani

Raja iblis yang kejam jatuh ke dunia manusia dan menjadi seorang anak kecil tanpa ingatan. Bertemu dengan seorang manusia yang merupakan anak dari iblis kepercayaannya. Apa yang akan terjadi padanya kedepannya?

Alur santai dan agak lambat. Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like jika suka❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 -Pria Asing

Leon membuka matanya di tengah malam. Ia merasa sangat tidak enak badan sampai terbangun. Ia melirik Rafa yang tertidur di tepi kasur. Ketika ia bangun, sebuah kain jatuh dari atas kepalanya. Ia menatapnya sejenak dan menyimpannya di atas meja.

Leon turun dari kasur dengan perlahan agar tidak membangunkan Rafa. Sesekali matanya terus melirik Rafa untuk memastikan pemuda itu masih tertidur. Setelah yakin, ia dengan perlahan membuka pintu.

Krieett

"Em.."

Leon membeku di tempat saat Rafa bergumam. Beberapa saat kemudian, pemuda itu kembali tenang dalam tidurnya. Leon pun menutup pintu dengan hati hati.

Ia pergi keluar rumah sambil terus memegangi kepalanya. Kepalanya begitu pusing. Tubuhnya terasa panas. Ia tidak bisa terus berada di dalam sana dan memilih untuk pergi keluar diam diam.

Jalanan begitu sepi karena kini tengah malam. Hanya ada dirinya seorang di tempat yang hanya disinari oleh lampu jalan ini.

Leon menyandarkan tubuhnya ke salah satu pagar rumah dan terduduk di sana. Angin bertiup dengan dingin, namun itu tidak bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya.

Seorang pria berjalan dengan oleng. Tercium bau alkohol dari tubuhnya. Wajahnya pun nampak merah. Di sepanjang jalan, ia terus marah marah tidak jelas.

Saat sedang berjalan, tanpa sengaja kakinya menyandung kaki Leon hingga dirinya hampir terjatuh. Ia melihat kaki kecil itu dan pandangannya naik hingga melihat wajahnya. Ekspresinya bertambah kesal.

"Hei, taruh kakimu dengan benar! Aku hampir hik.. saja terjatuh gara gara kau! Apa kau tidak memiliki mata?! Hik.. ada orang yang lewat di depanmu! Seharusnya kau menyingkirkan kaki itu! Hik.."

Pria itu berkata sambil cecegukan. Cara berdirinya saja sudah tidak benar. Emosinya pun tidak stabil. Lalu ketika ia tidak juga mendengar balasan Leon, ia semakin marah. Kakinya langsung menendang kaki bocah itu, "Dasar sampah! Kau tidak bisa bicara ya?! Apa kau bisu?!"

Leon mengangkat kepalanya yang tertunduk. Matanya berkilat merah gelap dengan tatapan tajam yang diarahkan pada pejalan kaki itu. Bagaikan predator yang menatap mangsanya, mungkin seperti itulah Leon bisa dikatakan sekarang.

"Hii..," pejalan kaki itu memundurkan langkahnya ketika Leon menatap dengan tajam. Ia menelan ludahnya. Walaupun ia tidak sadar saat ini, sepertinya masih ada perasaan takut dalam dirinya.

Leon perlahan berdiri dan mendekati pejalan kaki itu. Namun pejalan kaki itu malah mundur dan menjauh darinya.

Entah mengapa pria itu terlihat begitu lezat dalam pandangannya. Ia ingin merobek tubuhnya hingga menjadi potongan potongan kecil dan memakannya. Darahnya yang mengalir dari potongan daging, bagai madu yang memberikan tambahan rasa pada hidangan utama. Memikirkan itu saja sudah meningkatkan selera makannya.

Kukunya memanjang seolah siap untuk merobek tubuhnya. Ia pun mengayunkan tangannya pada pria itu hingga melukai lengannya.

Tess Tess

Darah menetes dari luka kecil itu. Pejalan kaki ketakutan setengah mati melihat apa yang dilakukan Leon padanya, "Hiii.. j-jangan, tolong maafkan ucapanku tadi!" ia berusaha untuk menjauh dari Leon.

Ia ingin berlari. Namun, saat dirinya membalikkan badan dan hendak berlari, Leon melompat dan langsung mencakar punggungnya dengan cukup dalam. Ia berteriak kesakitan dan terjatuh dengan lutut yang lebih dahulu menghantam tanah, "T-tolong..!! Tolong aku..!! TOLONG!!"

Tidak ada seorang pun yang mendengar suara teriakannya. Jalan pun sepi tanpa ada yang melintas. Padahal ada beberapa rumah di sini, namun tidak ada yang mendengar suara permintaan tolong dan datang untuk menolongnya.

Tetapi, ia tidak menyerah begitu saja. Ia membalikkan badannya dan berusaha menendang tubuh Leon, namun usahanya hanya sia sia. Kakinya dicengkram kuat oleh Leon dan ditusuk dengan kukunya yang tajam itu, "Aaakhhh.." ia menggeram kesakitan saat kuku panjang itu menembus kulitnya. Bahkan terasa mengenai tulang di dalamnya.

"T-tolong.. siapapun tolong aku..!! Bocah gila, lepaskan kakiku!" ia berusaha untuk memberontak dan menendang nendang tangan Leon yang mencengkram kakinya. Tetapi, anak itu langsung menarik tubuhnya dan melemparnya hingga menghantam tanah dengan keras.

Bruukk

"Aakhh.. k-kakiku.. Kakiku.."

Pejalan kaki itu tidak bisa menggerakkan kaki kanannya yang sudah dicengkram Leon. Bahkan saat ini kulitnya mengelupas dan menunjukkan daging hingga tulang di kakinya. Ia menatap Leon yang mendekat padanya. Ia benar benar takut. Sekarang dirinya menyesal karena sudah mengganggunya.

Saat Leon akan menusuk leher pria itu dengan tangannya, pergelangan tangannya segera ditahan oleh seseorang. Pada saat itu terjadi, pejalan kaki sudah pingsan saking ketakutannya.

Leon menggeram. Ia menatap orang yang sudah mengganggunya. Seorang pria dengan mata hitam yang begitu gelap menatapnya dengan datar. Hal yang paling mencolok darinya adalah sebuah tanda lahir di pelipis kirinya yang cukup besar.

"Hentikan ini, dasar iblis."

Leon melepaskan tangannya dengan paksa dan melompat mundur. Ia menatap pria itu dengan waspada. Ia bisa merasakan aura yang dimilikinya cukup kuat.

Pria itu memegang sebuah tombak di tangannya. Ia menatap Leon dengan tajam Untung saja dirinya tak sengaja lewat ke tempat ini. Jika tidak, mungkin nyawa pejalan kaki itu sudah tamat.

"Maaf saja mengganggu waktumu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu memangsa manusia," pria itu menyerang Leon dengan tombaknya.

Kini Leon harus bertarung melawan pria asing itu. Ia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, namun ia terus bergerak dengan instingnya.

Setiap ayunan tombak yang dilakukan pria itu memberikan tekanan angin yang besar, sehingga terkena sekitar tombaknya saja sudah dianggap serangan yang bisa membuat musuh terpental.

Seperti yang terjadi pada Leon sekarang. Ia terpental hingga menghantam tanah cukup keras. Seolah tidak merasakan sakit, Leon kembali berdiri dan menyerang pria itu.

Tombak beradu dengan kuku tajam Leon terus menerus. Gerakan mereka cepat hingga cukup sulit diikuti oleh mata.

Setelah cukup lama beradu serangan, akhirnya Leon berhasil menggoreskan luka yang dalam pada kaki pria itu. Darah kembali mengotori tangannya.

"Huh, ternyata kau boleh juga. Aku harus segera menyingkirkanmu agar tidak ada orang lain yang menjadi korban," ucap pria itu sambil memutar tombaknya.

Whuuss Whuuss Whuus

Setelah tombaknya berhenti ia putar, tombak itu berubah menjadi sebuah busur. Pria itu menarik tali busur dan menciptakan sebuah panah yang terlihat seperti cahaya dengan warna biru.

Leon tidak gentar sama sekali. Ia berlari secara zigzag mendekati musuhnya.

Whuss Whuuss

Berkali kali pria itu menembakkan panah pada Leon. Cukup sulit karena anak itu terus bergerak tidak tentu arah sambil mendekatinya. Namun, bukan berarti ia tidak bisa mengenainya. Ia menghentikan tembakannya dan hal itu membuat Leon berpikir bila ia sudah kehabisan panah.

Saat Leon melompat ke arahnya sambil memperlihatkan cakar tajam itu, dirinya tersenyum dan langsung menembakkan panah itu hingga tepat mengenai perutnya. Pada saat itu juga, panah nya langsung memudar.

Leon merasa kesakitan saat panah menembus tubuhnya. Namun, ia tidak menghentikan serangannya. Disaat saat itu, ia langsung mencakar leher musuhnya hingga membuat luka padanya.

"Ugh..," pria itu kesakitan. Ia memegangi lehernya yang terluka dengan tangan kiri. Ia sudah memperhitungkan serangan jarak dekat yang akan dilakukan iblis itu. Namun ia tidak menyangka dirinya tidak bisa menghindarinya.

Leon mendaratkan kedua kaki dan tangannya di tanah. Ia pun langsung memegangi perutnya yang terluka akibat tusukan itu.

"Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini," gumam pria itu. Walaupun lehernya terasa begitu sakit, tetapi melihat peluang membunuh iblis ada di depannya, membuatnya tidak mau melewatkan hal itu. Ia menahan rasa sakit di lehernya sambil memunculkan panah pada busur.

Whuuss

Saat panah diluncurkan ke tempat Leon berada, Leon tiba tiba menghilang begitu saja. Panah pun menancap di tanah dan perlahan memudar.

Pria itu terkejut. Dirinya langsung melihat sekitar dengan waspada. Namun, Leon tidak juga menunjukkan dirinya dan dia benar benar menghilang, "Ck, sepertinya aku kehilangan kesempatan membunuh iblis. Dia kabur dengan sangat cepat."

1
Wana Sifah
🤣saudara sendiri di kira pencuri
Wana Sifah
ehmmm
Wana Sifah
ehmm
Ayano
Tipo di kata langsung wak
Ayano
Belum melakukan bukan berarti gak akan dilakukan Need. Dibilang Leon yang dulu bukan Leon yang sekarang
Ayano
Aku selalu merasa, di saat lawan terluka menunjukkan wujud aslinya, disitu dia akan tamat
Ayano
Mohon maap, Leon yang dulu bukan Leon yang sekarang
Ayano
Ulti instan 🤣
Ayano
Belum kena ulti kau
Fadea Sinukaban
wah makin seruuu
「Hikotoki」
hmm
Ayano
Itu sifat dasar
mustahil akan hilang 🤣🤣🤣
Sabar yak
Ayano: Keknya malah gak bisa dirubah senpai
total 2 replies
Ayano
Fix ash akan jadi musuh Leon kayaknya
Ayano
God damn

Masuk berita wak 😭😭😭

Gimana ini nasibnya Kevin Rafa

Semoga gak tau pembunuhnya si Leon ampe akhir (meskipun gak mungkin)
Ayano
Jangan cerita dulu jangan cerita apapun dulu


Apalagi soal kematian teddy
Ayano
Aku akan anggap dia the real mvp
Kevin di sini... meeeeh
Helmi Sintya Junaedi
sukses thorrr,,, aku suka karyamu... bikinnya baru y thor... 👍👍👍
Aliz: Heheh gimana nanti😂lagi pula ini masih ada 1 chap lagi, Last
total 1 replies
Ayano
Ngamuk kan 😱😱
Kalo dia tau Teddy mokad di tangan Leon bakalan habis Leon
Ayano: Kirain 😅😅
total 4 replies
Ayano
Bentar lagi dikau akan ngamuk lebih parah. Aku gak kuat wak
Ayano
Kamu harus siap dengan berita duka ya
Jan esmoni dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!