"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan
Setelah sarapan Nayshi langsung bergegas pergi ke Kantor dengan mobil marun kesayangannya.
Setelah setengah jam Ia pun sampai dikantor, Ia hanya mengambil berkas untuk meating hari ini, dan masuk mobil Bosnya Arvin kearah Kafe untuk meating disana.
Mereka meating di Kafe itu pilihan pimpinan Zaydan Group karena mereka ingin meating ini lebih santai.
" Semangat besttt, semoga meatingnya lancar yaa agar Gua bisa lihat langsung wajah si Keenan Zaydan. " Ucap Nadia pada Nayshi yang tengah mempersiapkan berkas.
Nayshi mendengar tutur konyol temenannya hanya geleng-geleng kepala " Ngasih semangat karena ada maunya. "
" By the way kok tumben baju Lu ga ada unsur marun? " Tanya Nadia yang tiba-tiba salfok dengan pakaian Nayshi yang berbeda dari biasanya.
" Lagi pengen aja pakai baju warna Navy, kenapa aneh? " Sahut santai Nayshi sambil merapihkan tantanan bajunya.
" hmm.. engga sih, malah jadi warna baru yang cocok buat Lu. Aku sih yess. " Balas Nadia dengan nada menggoda.
Nayshi terkekeh kecil karena temennya ini malah cosplay jadi mas Anang Hermansyah.
" Nayshi jalan sekarang, jangan sampai Mereka sudah sampai duluan. " Panggil Pak Arvin yang sudah keluar dari ruangannya dan sudah siap dengan Jaz coklat pilihan istrinya.
" Siap Bos. " Sahut Nayshi sigap.
" Nay tolong jadi paparazi buat Gua!!! " Ucap Nadia dengan sedikit berteriak.
Pak Arvin berhenti sejenak dan menoleh " Kerjaan Kamu udah selesai belum Nadia? cowok mulu otaknya. " Tegur Pak Arvin dengan berteriak juga tapi nada bercanda.
" Iya Pak maaf. " Jawab Nadia dengan wajah merona malu, dan langsung pura-pura sibuk membolak-balik kertas di mejanya.
Nayshi yang mendengar itu semua terkekeh kecil dan puas temennya yang cegil ini ditegur langsung oleh bosnya.
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil, lalu Supir langsung menancap gas.
Untungnya pagi ini jalanan tidak terlalu padat sehingga kesempatan mereka sampai kafe lebih dulu dari pada Zaydan Group.
" Pak, kenapa pemimpin Zaydan Group ini sangat privat? bahkan di instagramnya wajahnya tidak diperlihatkan? " Tanya Nayshi polos dengan pura-pura membaca ulang map ditangannya.
Pertanyaan spontan itu membuat Pak Arvin yang sedang Video call dengan istrinyaistrinya dan mereka berdua bicara melalui tatapan.
" Oh lihat profil perusahaan itu harus sampai ke instagram pribadi? " goda Bu Clara dari layar video call dengan suara terdengar cukup nyaring.
Pak Arvin menimpali Istrinya untuk menggoda Asisten plus sekretarisnya ini " Aku juga baru tau Sayang, mungkin sekarang biar lebih detai kali si Nayshi sampai kepoin instagram pribadi."
Nayshi yang sadar dirinya telah digoda habis-habisan dengan dua pasangan itu membuat pipinya terasa hangat, langsung reflek sedikit meremas map yang ada ditangannya.
" Eh hmm bukan begitu Pak," ngelesnya cepat dengan wajah panik yang tak dapat di sembunyikan " Tapi cuman aneh aja pemilik perusahaan tapi menyembunyikan wajahnya dari publik. "
" Ga aneh kok, Pak Kevin dari Orion Group juga privasi wajahnya di sosial media. "
Sebelum Nayshi bernapas lega, Bu Clara menyambar lagi dari balik video call itu untuk memojokan nya " Tuh, berarti bukan aneh tapi Kamu aja yang penasaran. "
" eng-ngga kok biasa aja. " Jawab Nayshi gagap Ia berusaha keras menata ekspresi wajahnya biar terlihat tenang dan profesional tapi wajah merona tidak bisa ia tutupi.
Pak Arvin dan Bu Clara terkekeh kecil melihat kepanikan Nayshi, dan pada akhirnya Bu Clara menyudahi panggil video call itu.
Suasana didalam mobil kembali tenang, sehingga Nayshi bisa mengatur nafas dan mengembalikan wajahnya yang merona.
Tak lama kemudian, mobil mereka telah sampai di Kafe eksklusif bernuansa industri. mereka berdua turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam Kafe serta duduk disofa yang sudah mereka pesan.
Perhitungan waktu Pak Arvin sangat tepat, mereka sampai lebih dulu sebelum pemimpin dan asisten Zaydan Group sampai.
Setelah beberapa saat, tak lama Pria gagah, berkharisma, Maskulin akhirnya tiba dengan warna Jaz Navy senada dengan dress Nayshi.
" Hai Bro, masih inget Gua ga? " Tanya Pria itu pada Arvin.
Membuat mata Arvin tak percaya sosok di hadapannya adalah teman satu kuliah " Serius Keenan Zaydan itu Lu? si Nanan temen Gue. "
" Yaa masa sih Lu ga kenal Gue?" Ucapnya lalu mendekati Arvin dan Nayshi.
Arvin dengan senang langsung tos ala Pria cool " Ahhh Nanan temen Gue, gila ga nyangka Gua. "
Nayshi melihat itu hanya tersenyum anggun dan bingung ' Kok bisa Pak Arvin sampe ga inget sama temennya sendiri?'
Pak Arvin memperkenalkan Nayshi pada Keenan " Bay the way, Ini Nashi Nirwana. Dia Asisten sekaligus Sekretaris kepercayaan Istri Gua. "
Nayshi pun memberi salam hormat dengan menyodorkan tangannya " Salam kenal Pak keenan, Saya Nayshi. "
" Salam kenal juga Saya Keenan. " Sahutnya dengan membalas salam Nayshi serta tangan keduanya saling menjabat.
Keenan juga memperkenalkan Asistennya " Ini juga Asisten yang merangkap Sekretaris, Namanya Keysa. Bedanya dengan Nayshi, Dia kepercayaan orang tua Saya. "
Candaan Keenan membuat mereka terkekeh " Hahahaaa Nanan Nanan ga hilang ilang lucunya dari zaman kuliah. " Ucap Arvin sambil menggelengkan kepalanya.
Keysa memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan bergantian dari Arvin lalu Nayshi " Salam kenal Pak Arvin dan Nyonya Nayshi, Saya Keysa. "
" Saya Nayshi. " Balas Nayshi anggun.
" Sudah-sudah kita duduk, biar obrolan makin enjoy. " Ucap Arvin mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
" Kita langsung topik serius aja, Lu kalo penasaran banget ama Gua kapan-kapan aja yaa. Soalnya Asisten Lu udah sangat siap untuk mulai meating. "
Nayshi yang tengah membuka laptop dan map berkas langsung terkekeh kecil sangat anggun " Hehehe, kalo masih mau berbincang santai karena pertemuan kembali setelah tak berjumpa bertahun-tahun lamanya ga masalah. Saya hanya mempersiapkan saja. "
" Kita langsung ke hal serius aja, karena kalo terus berbincang santai yang ada meeting nya ga akan pernah mulai. " Canda Arvin.
Mereka pun langsung masuk ke perbincangan serius, Asisten Keenan mulai menerangkan garis besar serta tujuan utama pada kerja sama.
Selama persentasi berlangsung Ia memperhatikan dengan seksama, sambil tangannya mengetik dengan lihai mencatat hal hal kursial yang disampaikan Keysa.
"Mohon maaf menyela sedikit, Keysa," ucap Nayshi lembut namun terdengar sangat tegas dan berbobot.
"Mengenai alokasi dana darurat di poin ketiga yang kamu paparkan jika kita mengalihkan 15% dari anggaran cadangan untuk penguatan digital marketing di kuartal pertama, efisiensi operasional kita bukan hanya aman, tapi potensi yield nya bisa meningkat hingga dua kali lipat dalam enam bulan."
Arvin mendengar pendapat Asistennya pun setuju dengan Masukan yang diberikan Nayshi " Satu pemikiran, bagaimana dengan Kamu Nan? "
" Wow, Nona Nayshi ini cepet tanggap banget yaa. Saya pun sepakat dengan saran yang diberikan Nona Nayshi. " Sahutnya dengan tatapan kagum.
Keenan menatap Asistennya untuk merubah anggaran " Keysa ubah anggaran itu dengan saran dari Nona Nayshi. "
" Siap Pak Keenan. " Ucap Keysa dengan cepat mengetik hal yang harus di revisi.
Singkat cerita, kerja sama ini pun jadi dengan menyatukan dua pendapat dari kedua perusahaan itu, sehingga meeting pertama ini sangat lancar.