[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Acara Pertama
“Yang Mulia Raja Zaven Clardeus dan Yang Mulia Ratu Abella Clardeus bersama memasuki aula!”
Raja bersama dengan Abella memasuki aula begitu nama mereka di umumkan. Raja dengan santai nya meraih pinggang Abella agar tidak terpisah dari nya.
Seluruh pasang mata menatap kearah mereka sambil menunduk memberikan penghormatan. Dan itu membuat Abella merasa tak nyaman karena tak biasa.
“Apa ada masalah?” tanya raja yang menyadari Abella bertingkah aneh.
“Ah, bukan apa apa” sanggah Abella cepat, ia harus cepat terbiasa dengan suasana ini.
“Salam hormat kepada Raja dan Ratu Clardeus, saya dari keluarga Vincent yang mengurus perbatasan negeri ini dan kota Zeus” sapa pria paruh baya pada raja.
“Ah, benarkah? Kuharap kau lebih teliti dalam mengawasi orang yang datang dari sana, Tuan Vincent”
Pria itu tersentak kemudian menundukan kepala nya karena raja sudah memberikan aura tak enak nya. Kabar penyekapan ratu dan pangeran di Hutan Zeus sudah cukup membuat keluarga Vincent yang bertugas menjaga perbatasan panik akan hukuman yang akan di berikan oleh raja.
“Ba.. baik, Yang Mulia”
“Dan kau—” pandangan raja beralih ke pria di sebelah Tuan Vincent yang ikut menyapanya tadi.
“Bukankah kau dari Keluarga George? Pengurus perbatasan Finn? Kuharap kau juga cepat memberikan laporan tentang kontruksi pembangunan disana”
“Ah, a.. akan saya kirim secepat nya, Yang Mulia”
Satu persatu dari keluarga yang berbeda menyapa dan memberikan laporan tentang tugas dan pekerjaan mereka. Sedangkan Abella yang baru memulai mempelajari negeri ini masih belum paham dengan apa yang mereka bicarakan.
“Pangeran Lucius Clardeus memasuki aula”
Abella menoleh kearah pintu aula begitu pengumuman itu di ucapkan. Disana ada pangeran bersama dengan Luke berjalan ke arah nya.
“Ibunda!” Seru pangeran senang, ia langsung berlari kearah Abella.
“Jangan berlarian seperti itu” ujar Abella yang langsung menangkap pangeran kedalam pelukan nya.
Kini banyak orang yang menatap kepada mereka. Karena berdasarkan rumor ataupun perbuatan ratu dahulu, tidak pernah sekalipun dekat dengan pangeran, apalagi raja.
“Salam hormat kepada Raja, Ratu dan Pangeran Clardeus. Saya senang bertemu anda kembali, sebuah kehormatan anda mengundang saya kemari” ujar pria yang memakai lencana berbentuk bunga dan kuda, yang tidak lain adalah Duke Hovart.
Abella melirik pria yang baru saja menyapa mereka. Ia masih tampak muda, sama seperti raja, dan ia dengar Duke Hovart adalah keluarga yang paling diandalkan oleh Kerajaan Clardeus.
Tapi di detik berikut nya pandangan nya beralih ke arah gadis kecil yang bersembunyi di balik Duke. Gadis itu menatap pangeran yang masih memeluk Abella.
Ah, ia ingat. Gadis dengan mata coklat dan rambut blonde nya adalah calon yang akan di jodohkan dengan pangeran nanti ketika pangeran berumur tujuh tahun.
“Siapa nama mu gadis kecil?” tanya Abella sambil berjongkok menyamai posisi gadis itu.
“Na.. nama saya Lylianna Hovart, Yang Mulia Ratu” ujar gadis itu malu, ia berhenti bersembunyi dan melangkah maju sebelum akhir nya menunduk hormat pada Abella.
“Siapa nama panggilan mu?” tanya Abella lagi.
“Lily, nama panggilan saya Lily, ratu”
“Kau menggemaskan” Abella mengelus puncak kepala Lily, ia benar benar sopan untuk gadis seusianya. Ditambah lagi ia lebih muda setahun dari pangeran.
Lily yang malu karena di puji kembali bersembunyi di balik Duke Hovart, sedangkan Abella terkekeh dengan sikap nya.
“Aku tidak tahu kau sangat menyukai anak kecil” ujar raja saat mereka mengundurkan diri untuk bergabung dengan bangsawan lain nya.
“Apa menyukai suatu hal harus memiliki alasan?”
Acara terus berlanjut, beberapa bangsawan lain nya menyapa mereka terus berdatangan dan menyapa mereka satu per satu.
Dan di karenakan Abella yang belum terbiasa, ia berakhir duduk di singgasana yang tersedia bersama pangeran. Sedangkan raja bergabung dalam sekelompok bangsawan dan seperti nya mulai membicarakan tentang politik ataupun ekonomi negara.
Ia hanya menatap orang orang yang berlalu lalang sambil bercengkrama satu sama lain. Wajar saja ia sendiri, karena ia memang tidak mengenal satu orang pun disini.
Karena bosan, Abella memilih pergi ke taman kecil yang kebetulan berada di depan aula. Lebih baik mencari udara segar daripada diam di antara banyak nya orang yang tidak di kenal nya.
Sebenarnya ia mau saja ikut bergabung dalam percakapan mereka, tapi beberapa orang masih tidak menganggap keadaan ratu, seperti dulu. Dan ia sedang tidak mau mencari masalah baru.
“Peter, biarkan aku sendiri. Kau bisa mengawasi ku dari jauh” ujar Abella pada Peter yang mulai mengikuti nya sejak ia keluar dari aula.
Awalnya pangeran dan juga Luke ada bersama nya, tapi Luke pergi menemani pangeran untuk ke kamar kecil.
“Baik, ratu”
Abella berdiri di depan air mancur berukuran sedang, mata nya ia pejamkan untuk menikmati udara malam.
Kepala nya sejak tadi penat karena mengurus dokumen yang menumpuk di tambah banyak nya orang yang berkumpul di aula. Dan untungnya ia punya kesempatan untuk menghirup udara segar walau hanya sebentar.
“Oh, lihat. Siapa yang berada disini” sebuah suara seketika muncul dari arah belakang.
Abella sontak membalikan badan nya dan mendapati seorang wanita mendekat kearahnya.
“Siapa anda?!” Peter dengan secepat kilat datang menghalangi wanita itu yang sudah berjarak beberapa langkah saja dari Abella.
“Apa kau pengawal baru nya? Kurasa rumor bahwa raja peduli pada mu itu benar ya...” ujar nya dengan nada merendahkan.
“Berani berani nya kau menyebut ratu dengan sebutan itu!” Peter menggeram marah, sedangkan Abella mengerutkan keningnya. Mencoba berpikir siapa yang berada di depan nya.
“Itu bukan masalah besar, bukankah dia juga biasa nya juga tidak dianggap keberadaan nya? Untuk apa memanggilnya sebagai ratu?”
“KAU!”
“Perhatikan wajahku Yang Mulia Ratu Abella, aku yakin kau mengenal ku”
Wanita itu maju selangkah, dan tepat saat itu juga wajah nya yang tadi tak terlihat jelas karena gelap terkena cahaya lampu taman yang membuat Abella dapat melihat nya.
“Kau?! Ughh...”
Kepala Abella seketika terasa sakit, memori tentang wanita di depan nya seketika muncul di hadapan nya. Tapi dada nya ikut terasa sesak hanya karena melihat siapa dia sebenar nya.
“Ratu!” seru Peter panik dan berusaha menahan tubuh Abella agar tidak terjatuh.
“A.. apa yang kau.. lakukan disini?!” tanya Abella terengah engah. Ia berusaha tetap berdiri walaupun rasa sakit menyerangnya.
“Untuk apa? Kau bertanya itu? Tentu saja untuk mengambil apa yang seharus nya menjadi milik ku”
TBC
@yooazaa
Bantu vote dan share ya~
sukaaaaa😻😻😭