NovelToon NovelToon
AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO Amnesia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:720k
Nilai: 4.9
Nama Author: LichaLika

Namaku Nurul Cinta, Aku berusia 19 tahun, gadis desa yang biasa berjualan di warung kopi milik Bapak, kenapa Bapak memberikan nama itu, karena Bapak berharap Aku bisa memberikan cahaya cinta kepada orang-orang di sekeliling ku.

Hingga suatu hari, Aku menemukan seorang laki-laki yang tengah tergeletak di atas bangku warung kopi milik ku, Pria itu tampak terluka parah, Karena kasihan, Aku dan Bapak membawa pria asing itu pulang ke rumah untuk kami rawat. Tak disangka kami pun jatuh cinta.

Hingga suatu hari pria itu pergi entah kemana, disaat Aku dan dia sudah resmi menjadi suami istri, dia pergi tidak bilang-bilang. Hingga akhirnya Aku dan Dia berjumpa kembali di suatu tempat yang berbeda, Dia pun terlihat lebih modern dan tidak mengenaliku. Mas Tejo yang biasa berpakaian kaos oblong dan celana tiga seperempat, kini Ia berubah menjadi seorang Sultan. Siapakah Dia? Kenapa Dia tidak mengenali ku lagi? Apa salahku padanya?

Akankah Nur dan Tejo bisa bersatu lagi?😊❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai hari ini

Tak terasa sudah 3 hari, Aku dan Evan tinggal di rumah Bi Rodiah, Aku pun tidak mau berpangku tangan, mengingat Aku datang membawa seorang anak yang tentunya Ia juga membutuhkan makan, sedangkan selama ini Bi Rodiah dan Rini sudah berbaik hati membantu kami, meskipun mereka tidak keberatan, tapi Aku yang tidak enakan. Aku berinisiatif untuk membantu Bi Rodiah jualan gado-gado di depan rumahnya, sambil Aku mencari informasi tentang lowongan pekerjaan yang sesuai dengan ijazah ku yang hanya lulusan SMA.

Hingga suatu hari Rini pulang membawa sebuah berita jika perusahaan ditempatnya bekerja sedang membutuhkan karyawan cleaning servis.

"Mbak Nur! Aku punya informasi lowongan pekerjaan, apa Mbak Nur bersedia bekerja di sana?" kata Rini sembari memberiku informasi tentang lowongan pekerjaan itu.

"Opo iku, Rin?" ( Apa itu, Rin?) tanyaku sembari menerima selembar informasi mengenai syarat-syarat agar diterima sebagai karyawan cleaning servis.

"Ini loh, Mbak! Perusahaan tempat Rini bekerja sedang membutuhkan tenaga cleaning servis cewek, jika Mbak Nur mau, nanti biar Saya bantu untuk daftarin Mbak Nur? Piye Mbak! Ini cocok buat Mbak Nur." Aku pun mulai berpikir untuk menerima pekerjaan itu, asalkan pekerjaan halal dan sesuai dengan ijazah yang kumiliki, yang hanya sebagai tamatan SMA.

Aku pun menyetujuinya, hari itu juga Rini yang mengurusi semuanya, dia yang membantu segala tentang syarat untuk masuk sebagai cleaning servis, mengingat Rini adalah karyawan lama, sehingga lebih mudah untuk ku masuk ke dalam perusahaan besar itu, meskipun sebagian cleaning servis.

"Wis Mbak, semuanya sudah beres, tinggal besok Mbak Nur datang ke kantor, semoga saja Mbak bisa diterima kerja di sana, tapi Mbak Nur jangan kaget yo Mbak!" kata Rini mengingatkan ku.

"Kenapa, Rin?"

"Yang punya perusahaan itu galak Mbak orangnya, karyawan pada takut semuanya." ucap Rini yang saat itu sedang makan batagor di tangannya.

"Masa sih?" tanyaku yang penasaran dengan sosok yang dibicarakan oleh Rini.

"Iyo, Mbak! Ya itu Mr. Alvaro, dia yang sekarang memimpin perusahaan menggantikan Pak Hartawan yang waktunya pensiun hehehe." ucapnya sembari tertawa kecil, seketika anakku datang menghampiri kami.

"Eh Evan! Evan mau ini?" tawar Rini sembari menyodorkan batagor kepada Evan. Rupanya Evan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Sudah, Rin! Makan saja Evan sudah makan tadi." kataku yang melihat Rini tampak lapar sekali, kemudian Rini melanjutkan ceritanya.

"Tahu nggak sih, Mbak! Mr. Alvaro itu ganteng banget beneran dah, tampan dan masih lajang, sayang banget kan, dia tampan, kaya raya kurang apa coba, tapi ya itu dia nggak punya pasangan, Mr. Alvaro itu susah banget dideketin, banyak wanita-wanita yang mengejar cinta Mr. Alvaro, tapi tak satupun yang bisa meluluhkan hati CEO itu." rupanya saat Rini sedang bercerita tentang Mr. Alvaro, Evan tampak memperhatikan Rini dengan seksama, Seolah-olah Evan begitu menyukai sosok Mr. Alvaro yang diceritakan oleh Rini.

"Mr. Alvaro itu siapa, Tante?" tiba-tiba saja Evan bertanya hal itu kepada Rini.

"Hehehe ... Mr. Alvaro itu Bos nya Tante di tempat kerjanya Tante." jawab Rini.

"Boleh nggak Evan ketemu sama Mr. Alvaro?" celetuk Evan yang tidak aku mengerti, kenapa tiba-tiba anakku ingin bertemu dengan bos nya Rini.

"Ketemu sama Mr. Alvaro? Hmm nanti deh Tante lihatin kalau sedang di jalan, biasanya Mr. Alvaro lewat jalan depan, tapi Evan jangan pergi sendiri ya, di sana jalanan ramai banyak mobil, ya! Tunggu Tante saja. Lagian kenapa Evan tiba-tiba ingin bertemu dengan Mr. Alvaro?" tanya Rini sembari menatap wajah polos anakku.

"Evan mau main-main sama Mr. Alvaro!" jawabnya polos. Rini terlihat tertawa kecil mendengar ucapan anakku.

"Ya ampun Evan! Kamu tuh lucu banget. Ngomong-ngomong kamu tuh mirip banget loh sama Mr. Alvaro, kalau kamu jadi anaknya pasti cocok banget." celetuk Rini yang membuatku tertawa kecil.

"Kamu itu ada-ada saja toh, Rin!" kataku sembari tersenyum melihat keseruan Rini dan Evan.

*

*

*

Pagi ini, Aku akan pergi ke kantor utama dimana Aku akan memulai kehidupan ku yang baru, melupakan Mas Tejo dan menatap masa depanku, Duh Gusti! Berikan Hamba kesabaran menghadapi semua ini, semoga saja kehadiran ku di kota ini bisa membuat ku melupakan semua kenangan bersama Mas Tejo.

"Ayo Mbak, kita berangkat!" ajak Rini yang saat itu hendak memboncengku naik sepeda maticnya bareng ke kantor. Aku terpaksa menitipkan Evan kepada Bi Rodiah.

Bi Rodiah pun tak keberatan untuk menjaga Evan, karena Evan anak yang penurut dan tidak nakal.

"Ya sudah, Nur! Kamu pergi saja, biar Evan sama Aku, iya toh Le?" ucap Bi Rodiah sambil mengusap rambut Evan.

"Evan! Ibu pergi dulu, ya! Kamu tidak boleh nakal, jangan ngerepotin Uti loh ya!" kataku kepada Evan. Ia pun mengangguk.

"Iya, Bu! Evan nggak nakal kok." jawabnya.

Kemudian Aku dan Rini segera berangkat ke kantor PT CANTIK GLOWING, perusahaan yang terkenal di kota ini. Di mana Aku akan interview untuk menjadi cleaning servis. Rini sudah mengajarkan ku bagaimana cara menjawabnya jika nanti bertemu dengan personalia.

Setelah beberapa menit, kami tiba di gedung PT CANTIK GLOWING. Aku tidak menyangka jika gedung itu sangat besar sekali, rupanya pemilik perusahaan besar itu pasti bukan orang sembarangan. Mr. Alvaro, iya dia lah CEO perusahaan besar ini, Aku pun penasaran seperti apa pimpinan perusahaan kosmetik terbesar di kota ini.

"Ayo Mbak Nur! Kita masuk!" ajak Rini kepadaku yang masih terkesima dengan gedung tinggi yang tegap berdiri itu. Di kampung ku tidak ada gedung-gedung seperti ini, yang ada hanyalah rumah dari anyaman bambu yang sangat sederhana yang beratapkan genteng tanah liat bukan cor-coran macam gedung-gedung ini.

Aku pun mengikuti kemana Rini pergi, hingga akhirnya kami telah sampai di sebuah ruangan. Mereka langsung meminta ku untuk duduk di sebuah kursi, sementara Rini tampak pergi menjalankan pekerjaannya.

"Mbak Nur! Aku tinggal sebentar. Mbak Nur disini saja, Mbak Nur tinggal jawab sesuai pengalaman Mbak Nur, Oke! Nanti aku kesini lagi kok!" Aku pun mengangguk kepada Rini yang tentunya dia juga sibuk dengan pekerjaannya.

Hingga akhirnya seorang wanita sedang duduk dihadapan ku, dia menanyakan tentang jenjang pendidikan ku dan motivasi apa yang menuntun ku untuk bekerja sebagai cleaning servis. Aku pun menjawab jika Aku sangat membutuhkannya untuk membiayai hidup ku dan anakku, Aku menjawab pertanyaan pimpinan HRD tersebut dengan apa adanya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menerimaku sebagai cleaning servis.

"Mulai hari ini kamu bisa bekerja di sini, semoga kamu betah bekerja di perusahaan ini." ucap kepala HRD tersebut.

"Terima kasih banyak, Bu!" jawabku yang tentu saja Aku begitu bahagia akhirnya Aku mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

...BERSAMBUNG...

1
Katherina Ajawaila
Giman tes DNA aja selesai ko di buat ribet sih, muter aja seperti gang sing🥰
Katherina Ajawaila
Alva bos Somplak, edan plinplan ngk jelas mesti kejedot lagi pasti langsung mudeng dia
Katherina Ajawaila
kalau kerja jgn pakai bengong Nurul udh tau tejo lg ngk mudeng sm kamu. walau dia suami mu tapi otak lg gesrek🥳
Katherina Ajawaila
Tejo., edan yg kamu ngerasa enak org mmg tempat anak cintanya bersarang rugi. ya Nur lah 🤪
Katherina Ajawaila
apa Tejo hanya sengaja ua thour, kasihan amat liat Nur,
Katherina Ajawaila
pasti suami nya, ya thour, Tejo
Katherina Ajawaila
semoga saja Tejo ingat ttg anaknya Nur ya thour, dan. kalungnya tetap msh dipakai
Katherina Ajawaila
Andre, di kira nyawa manusia nyamuk x y, nyawa itu yg kuasa yg punya, tunggu tgl main nya 🤬
Katherina Ajawaila
untung outhour ada artinya, aku bacanya ngk ngerti, maaf ya thour 😎
Katherina Ajawaila
Nurul ayu tenan, , cocok lah dgn Mas tejo aka Nurul 🙅‍♀️
ira rodi
bisa2 nur keguguran krn stres akibat ulah alvaro....
ira rodi
kelewat sekali nurmasa dari awal kerja ceroboh trs...apa gak bisa gt kerja yg becus....
Anggita Putri
Giman,, seprti nama Abang tukang bakso di kmpung ku Thor 😁🙏🙏
Dyah Oktina
ending happy lan sedih... tp masih blm tuntas nih ceritanya... masih mau nambah...
Dyah Oktina
dasar munafik...
Dyah Oktina
yo ngak nolak... la memang enak to nur...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 cah polos... tp wes nyekeli ekor buaya... wah.. gawat tenan
Dyah Oktina
adik keponakan.. atau adik sepupu thor???🤭
Dyah Oktina
Lumayan
Dyah Oktina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!