NovelToon NovelToon
MENUNGGU

MENUNGGU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:521.3k
Nilai: 5
Nama Author: Payung Hujan

⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.

Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK TEGA

Rea baru selesai membersihkan dirinya lalu berjalan keluar kamar mengeringkan rambutnya, sudah ia lihat disana koper miliknya juga makanan yang tersaji lengkap di atas meja mulai dari hidangan pembuka sampai penutup.

Ia lirik ke kanan dan ke kiri tidak ada makhluk yang paling menyebalkan untuknya itu, "Tumben baik banget!"

Rea mulai menyantap makanannya, ia sudah sangat kelaparan, nyaris seperti orang yang sudah tidak makan berhari-hari. Sejenak Rea mengingat ucapan dan perlakuan laki-laki itu tadi kepadanya.

Khawatir.

"Hemm, jangan bilang punya niat terselubung." Sesaat dia bengong, andai suatu hari diperlakukannya suami seperti itu, bahagia sekali dia, sialnya sedari awal sudah ditegaskan ini bukan pernikahan sungguhan.

...*** ...

Jarum waktu bergerak maju, kini sudah pukul 2 dini hari, Rea terjaga dari tidur ayamnya ia merasa sudah tidak ngantuk lagi. Lalu ia rasakan di belakangnya ada deru nafas dan orang yang menempati sisi lain ranjangnya.

Rea terkesiap di tamaramnya lampu kamar, lalu segera ia nyalakan terang lampu semuanya untuk bergegas bangkit. Kelan sudah ada di sebelahnya ia meringkuk memeluk dirinya sendiri.

"Hemm lampunya, Rea." Kelandru menggeliat.

Rea lihat bibir lelaki itu tampak pucat, ia juga tampak menggigil, matanya seperti berat sekali membuka.

"K-kau kenapa tidur disini?"

Lelaki itu tidak menjawab ia tedengar mengerang seperti kedinginan membuat Rea sedikit heran melihatnya.

"Kau sakit?" Rea mendekati Kelan lalu merangkak naik ke ranjag dan ia rasakan dahi laki-laki itu dengan punggung tangannya, "Kau demam, panas sekali badanmu."

Rea segera turun dan berfikir apa yang harus ia lakukan tidak ada obat penurun panas disana, ia juga tidak tahu harus mencari obat dimana.

Rea segera mengambil handuk kecil yang bersih lalu menyalakan pemanas air disana untuk mengompres laki-laki itu. Susah payah ia menyirami handuk itu sebab tidak ada wadah lalu ia peras kuat saat masih suam-suam kuku dan segera ia tempelkan pada dahi laki-laki itu.

Kelan kembali mengerang, panas tubuhnya sangat tinggi membuat dia terus mengeluarkan suara-suara aneh.

Rea tatapi wajah lelaki itu jika seperti ini dia tampak tidak berdaya dan manis sekali.

"Minum."

"Minum?" Rea cepar turun berjalan mengambili botol air mineral lalu segera membukanya, "Ayo duduk. minum air putih yang banyak agar panasmu turun, besok pagi kita cari obat."

Dengan tidak berdayanya Kelandru bangkit lalu menenggak air botol mineral itu. Rea kembali memunguti handuk kompres Keland dan membuatnya hangat lagi.

Lelaki itu tercenung sembari memegangi botol ia lihat Rea disana memerasi kain hangat itu di wastafle bersih kamar lalu berjalan kembali ke tempat Kelan.

"Tidurlah lagi, kompres air hangat bisa memicu kau berkeringat lalu panasmu akan turun." Rea membuat Kelan kembali berbaring, lalu kembali ia kompresi. "Kau mungkin tidak bisa terkena hujan."

"Pergi kemana seharian?" Lelaki itu mulai sedikit sadar bisa berbicara jelas.

"Dari-- bawah sana. Ada ayunan lalu aku naik kesana dan tertidur, air laut pasang membuat punggungku basah lalu aku terbangun."

"Tidur dari siang sampai malam? Kau spesies apa? Kau membuat semua orang mencarimu, setelah pulang kau dengan santainya seperti tidak bersalah memakan semua makanan tidak mengingat ada orang lain yang belum makan seharian."

"Kau belum makan? Kau tidak makan bersama dia?"

"Menurutmu?"

Suara kerucuk-kerucuk perut Kelandru mengudara dalam berdebatan mereka, sukses membuat Rea tertawa.

Rea menahan tawa bisa-bisanya ia mendengar itu, "Tunggu, aku tidak memakannya semua sebahagian roti aku simpan disana, aku fikir jika aku kelaparan lagi bisa memakannya."

Rea mengambilikan beberapa potongan roti lalu ia berikan pada Kelandru. "Buka mulutmu." Suapi Rea potongan roti yang ia sobek.

Suapan demi suapan Rea masukan kedalam mulut Kelandru, gadis itu duduk ditepi ranjangnya, biasa jika dia sakit sang ibulah yang akan seperti ini atau kedua kakaknya jika sang ibu pergi ikut ayah mereka pergi keluar kota, kali ini ada makhluk ini yang melakukannya dan sama selalu menyuapinya dengan potongan-potongan besar.

"Kecil-kecil saja."

"Lama, biar cepat masuk semua dan perutmu berisi."

Kelan melepas kompresnya, "Kau membuatku seperti bocsh."

Rea mendengkus kesal, "Pasang lagi Keland, kecil atau besar jika sudah demam sama saja. Kau butuh ini."

"Aku butuh mengudarakan asap rokokku agar berkeringat dan sembuh." Keland hendak beranjak dari ranjang

"Aku akan membuangnya jika kau tidak dengar." Ancam Rea sangat menegas.

Keland tersenyum menyimpulkan cibiran, "Kau seperti ibu-ibu." Ia terus berdiri hendak meraih kotak rokoknya di nakas.

Namun Rea segera Meraihny duluan dan bangkit, "Kembali tidur, aku tidak akan memberikannya sampai panasmu turun."

"A-aku tidak bisa tidur."

"Bisa." Rea mendorong laki-laki itu agar kembali ke ranjangnya, Kelan pun menurut, "Geser sedikit ke tengah!" Perintah Rea lalu ia duduk disebalah sisi Kelandru, "Aku akan memijat kepalamu, dulu jika aku sakit aku selalu suka ibu memijat kepalaku. Aku yang gelisah tidak bisa tidur pasti akan langsung tertidur."

Sentuhan tangan lembut mulai Kelan rasakan di dahinya lalu perlahan naik ke kepalanya, ia merasakan nyaman dan terasa amat menikmatinya.

"Pejamkan matamu." Perintah Rea. "Apa kau datang kesini karena mencari makanan itu? Maaf menghabiskan makanan utamanya, aku fikir kau sudah makan. Kembalilah besok pagi-pagi sekali sebelum Sania bangun aku tidak mau terjadi kesalahpahaman.

Kesalahanpahaman dan perpecahan Itu yang Kelan mau awalnya, berpura-pura bermesraan dengan Rea lalu Sania akan murka. Tapi entah kenapa ia tidak bisa melakukannya, rasa tidak tega itu muncul untuk membuat Rea menjadi korban lagi.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
bagus ceritanya 😍
RithaMartinE
semangat Rea 🤗🤗
RithaMartinE
kurang ajar emng si keland 🤣🤣
Praba Tini LA
terimakasih cerita bagusnya.
dee
keren ceritanya.. gemessss sama Kelan..
Laily
jangan d.hapus dong kak payung 😔
Abdul Hamid Rasyid Dly
Mbak ceritanya bagus lho
adakah karya author yg lain
Yulia Aziz
lhoooo.... kok langsung tamat 😌
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
Nadira Anggraini
untung q dah baca...pdhl cerita na bgus ..konflikna ringan dan yg pasti semgat wt otorna...semoga da karya baru lain.na dri otor teteh payung hujan...lovu😗
Nadira Anggraini
aduch...ternyata reana borok (tibo ngorok)...
Nadira Anggraini
butuh bantuan kak? q siap kok wakilin para readers wat ngomelin si kalandru...sedia 24jam..😁
Wiwin Cibby
happy ending
love kak
LenidewiLestari
jangan di hapus kak, ini critanya bagus lho.. semangat
Atun TuchiZhama
happy ending 😘😘
Umi Ningsih Mujung
❤️❤️
epyi⸙ᵍᵏ
ehh udah tamat☹️
Atun TuchiZhama
hahaha gol
Atun TuchiZhama
Ah sedappp 😂😂
Atun TuchiZhama
hihihi kesian kamu keland 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!