NovelToon NovelToon
Suamiku Pura-pura Buta

Suamiku Pura-pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?

Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.

Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16 Pertengkaran

Hidangan unik yang ada dihadapan Yuna sangat menggugah selera. Yuna yang tadinya tidak merasa lapar, tiba-tiba perutnya mendadak keroncongan dan ingin segera minta diisi dengan makanan unik itu. Ada sepiring makanan yang disajikan dengan nasi putih yang dilengkapi dengan udang goreng, telur orak arik, serta ayam suwir ditambah dengan sambal terasi yang nikmat, benar-benar membuat Yuna ingin segara menyantapnya.

Senyum mengembang menghiasi sudut bibir Yeon tatkala melihat wanita yang dicintainya menyukai menu makanan yang dipilihnya. Beberapa terakhir ini Yuna kurang memperhatikan kesehatannya sehingga Yeon jadi sedikit khawatir. Ada baiknya juga ia membuntuti Yuna kemanapun ia pergi. Dengan begitu, Yeon bisa memberikan sedikit perhatian pada tunangannya sebagai pengganti waktu yang hilang karena tak bisa menemani Yuna selama ini.

“Makanlah, ini sangat enak. Menu ini adalah makanan khas daerah sini. Rasanya jauh lebih enak bila kita makan sambil memandangi area hutan yang ada di sekitar sini.” Yeon memerhatikan sekeliling yang dipenuhi hijaunya tanaman pohon jati.

Tanpa berkata sepatah katapun, Yuna yang sedang kelaparan langsung menyantap hidangan unik yang ada di depannya. Dikatakan unik, karena makanannya disajikan di atas daun pisang dan diletakkan diatas piring. Rasanya benar-benar berbeda dari rasa makanan yang pernah Yuna makan selama ini. Otomatis, Yuna langsung senang karena memang rasanya benar-benar enak.

“Bagaimana?” tanya Yeon melihat Yuna makan dengan lahap bahkan dalam sekejap, hidangan itu cepat habis.

“Enak, apa nama makanan ini? Sungguh, aku baru pertama kali menyantap hidangan seenak ini. tampilannay sedehhana, tapi rasanya tak kalah enak dengan makanan yang ada di kota.” Yuna tersenyum menatap Yeon tapi langsung terkejut karena Yeon dengan penuh perhatiannya mengusap sisa nasi yang ada di sudut bibir Yuna.

“Aku tidak tahu persis apa nama hidangan ini, karena aku bukan asli orang sini, tapi pemilik rumah makan ini merekomendasikan makanan ini untuk kita santap. Kalau tidak salah ... nama makanan ini adalah nasi Flambe.”

“Nama yang unik, tapi sangat enak.” Yuna melanjutkan aksi makannya hingga habis tak tersisa.

“Pelan-pelan makannya, kau bisa tersedak.” Yeon menyodorkan nasi Flambe miliknya dihadapan Yuna. “Ini, makan punyaku juga kalau kau mau.”

Siapa yang bisa menolak memakan hidangan seenak ini, rasanya perut Yuna masih ingin tambah dan tambah terus. Mendadak, ia merasa tidak enak hati karena baru sadar kalau ia malah menghabiskan makanan orang yang baru saja ia temui. Rasa canggung yang begitu besar mulai menyerang Yuna. Ini pertama kalinya ia makan dihadapan seorang pria apalagi pria itu sampai mengusapkan sisa nasi yang menempel di sudut bibirnya. Sungguh ini sangat memalukan bagi seorang Yuna.

“Bagaimana denganmu? Apa kau tidak makan?” tanya Yuna mencoba mengusir rasa canggungnya.

“Aku sudah kenyang. Jangan khawatirkan aku. Apa kau mau tambah lagi? Sepertinya kau sangat lapar sekali.”

“Tidak, ini sudah cukup, aku harus hemat karena aku tak punya banyak uang untuk membayar semua makanan ini.”

“Tenang saja, makanan ini sangat murah meriah, dan kau tak perlu bayar karena aku sudah membayarnya tadi.”

“Terimakasih, tapi lain kali jangan lakukan ini lagi, aku tak terbiasa berhutang budi pada orang lain.” Yuna menundukan kepalanya dan kembali memikirkan tunangannya.

Harusnya yang ada dihadapan Yuna adalah calon suaminya, harusnya yang membayar makanan ini adalah Yeon, harusnya yang datang dan melindunginya adalah tunangan yang ia rindukan, harusnya yang mencium dan menyentuhnya pertama kali adalah Yeon. Tapi kenapa malah orang asing ini yang selalu ada untuk Yuna. Yuna bahkan tidak tahu siapa orang asing ini sebenarnya. Apakah Yuna tak berjodoh dengan Yeon? Mungkinkah Diluar sana, Yeon juga makan seperti ini dengan wanita lain selain dirinya?

Itulah yang ada di hati Yuna saat ini, ia galau dan juga sedih. Rasanya ingin menangis tapi tidak mungkin ia menangis dihadapan pria yang sebenarnya adalah Yeon … orang yang sedang dipikirkan Yuna.

***

Setelah rehat sejenak, dua insan inipun bermaksud kembali melanjutkan perjalanan, tapi perhatian Yuna teralih pada suami istri yang sedang bertengkar tak jauh dari lokasi Yuna dan Yeon berdiri saat ini. Yuna langsung mengenali si wanita karena ia sedang menggendong bayinya. Yah, tidak salah lagi, wanita itu adalah wanita yang ditolong Yuna saat ia hendak melahirkan di dalam bis. Wanita malang itu adalah bibi yang tempo hari melahirkan dan ia sedang bersama dengan bayinya serta orang yang Yuna yakini sebagai suaminya.

Alih-alih berbahagia karena buah hati mereka telah lahir ke dunia, pasangan suami istri itu malah bertengkar hebat dan ternyata alasannya adalah hadirnya orang ketiga. Raut wajah Yuna langsung menegang tatkala memerhatikan apa yang terjadi diantara mereka. Ibu satu anak itu menangis dihadapan suaminya. Dan dengan kejamnya, si suami malah menggandeng erat tangan wanita lain yang jauh lebih muda dan lebih cantik dari istrinya.

“Mas, jangan pergi! Jangan tinggalin aku, Mas!” seru wanita itu sambil menangis pilu.

Satu tangannya mencekal kuat lengan suaminya dan menahannya agar tidak pergi meninggalkannya. Sementara tangannya yang lain menggendong bayi yang masih berusia beberapa hari. Bayi itu mulai menangis dan semua orang yang ada di sini memerhatikan pertengkaran mereka. Sebagian besar langsung merasa iba namun mereka juga tak berani ikut campur urusan rumah tangga orang.

“Lepasin! Kita sudah cerai! Jangan ganggu hidupku lagi! Pergi!” usir pria kejam itu dan menepis tangan si wanita dengan kasar. Bahkan pria itu tega mendorong tubuh istrinya sendiri hingga terjatuh. Untung ia dan bayinya tidak apa-apa karena ibunya sigap melindunginya walau hatinya sedang terluka.

Sontak, Yuna yang melihat kejadian menyedihkan itu langsung berlari dan menolong wanita itu. Tangisan bayi mungil tak berdosa semakin kencang terdengar, tapi si suami tak peduli. Dengan wajah tanpa dosa, pria itu malah masuk ke dalam mobil dengan gundiknya.

“Bibi, Bibi tidak apa-apa?” seru Yuna sedikit cemas. Ia membantu ibu itu berdiri dan mendudukkannya di salah satu cup mobil yang terparkir didekatnya. Entah mobil itu milik siapa Yuna tidak tahu. “Bibi, tenangkan dulu bayi Bibi, kasihan dia karena mungkin terkejut,” pinta Yuna dan ibu itu langsung menyusui anaknya sambil berlinang air mata.

“Nona, suamiku … dia akan pergi dengan wanita lain! Aku tak bisa membarkan itu terjadi Nona …” ibu itu menangis sedih tapi juga tak bisa berbuat apa-apa.

Orang yang dicintainya pergi dengan wanita lain tepat di depan mata kepalanya sendiri dan disaat putra mereka lahir ke dunia. Hati wanita mana yang tidak hancur bila diperlakukan tidak adil begini. Sang suami bukannya iba, malah mulai menyalakan mesin mobilnya dan hendak pergi dengan selingkuhannya.

“Serahkan saja padaku, Bi!” Geram Yuna menatap tajam mobil yang hendak beranjak pergi itu.

Napas Yuna kembang kempis dan siap melakukan sesuatu. Kedua tangan Yuna mengepal kuat menatap tajam pria yang sudah berani membuang istrinya sendiri demi bersama dengan wanita lain. Benar-benar tidak bisa dibiarkan.

BERSAMBUNG

***

1
Siska Sutartini
untung gak pindah alam tuh dua pemuda gegara keonengan mereka sendiri 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
mau juga dong dibelikan sawah sama ayang beb.. tapi ayang bebnya masih ntah dimana keberadaan nya 😂😂 ikut menghaluu juga
Siska Sutartini
hadeh Yuna, itu namanya berlebihan. membantu sih membantu tapi ga gitu jg konsepnya. ya udah skrg giliran kalian yg jualan barang dagangan td biar ada duitnya lg 😁😁
Siska Sutartini
astaga dragon itu nama...wow keonengan yg kasih nama ruar biasaa. haluuu nya udah tingkat tinggi ini 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
ampun dah bengek bener dikatain bekantan 🤣🤣🤣. hayoo yuna palsu ketemu sama. yeon palsu cucok. meong 😆
Siska Sutartini
ya ampun bisa bengek kita kalo ngeja nama penduduk desa ni satu-satu 🤣🤣🤣
Teh Yen
haha Shena keren rasain emng enk d timpuk pake sandal ada hak tingginya pula hihiii 😁
Teh Yen
xixiii kalian lucu sekali
Teh Yen
waduh kecolongan siapa tuh yg brnai nembak Yeon ????
Teh Yen
baru ngeeh saat ayah mertuamu blng kalau suamimu itu engg buta pdhl td Yeon udh d ngaku d bilang kalau dia engg buta malah d sangka bercanda hihii
Teh Yen
itu pasti ayahmu yah Yeon
Teh Yen
siapa dia Yuna ??? bukan Pana refald yah hemm tebakan ku salah ternyata hehe 😁✌️
Teh Yen
knp aku merasa ini ada yg janggal ,,jangan" ini perbuatan biksu tong (paman refald ) yg ingin menggelar suprise pesta pernikahan Yeon d Yuna benarkah itu ???
Teh Yen
haah rasain hajar lagi sheina wanita seperti Ida memang harus d beri pelajaran huh 😤
Teh Yen
nah loh tau rasa makanya jangan berlebihan Yuna kasih saja seperlunya engg ush nguras dompet jg hadeuuh
Teh Yen
ah aku penasaran apa yg d lakukan Shena pad wanita jalang itu yah ???
Teh Yen
akhirnya pedang naga Geni nya bisa masuk sarangnya wkwkkk 🤭
Teh Yen
xixii kasian Yeon d dorong ampe jatuh dari kasur 🤭🤭
Teh Yen
wah hilang lah sudah masa depanmu mike bisa bisa d potong habis tuh burung hihiii
Teh Yen
hahahaa rasain mike enk jg yah pura pura buta c yeon bisa melakukan sesuatu tanpa tau d depan ada apa kan engg bisa liat kalau kena orang blng aj engg sengaja 🤭 kan engg liat haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!