NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dwiezy

Dapatkah Kisah Kanaya Zavira berakhir bahagia?

Kanaya Zavira memiliki kehidupan yang nyaris sempurna dengan keberadaan sahabatnya Devan permana, saudara kembarnya Devita, dan kedua orang tua yang menyayanginya.

Mengagumi dan mencintai seseorang juga menjadi bagian dari diri Kanaya saat ia melihat sosok Yohanes Elvano Alvarendra. Seorang Ceo yang muda, tampan dan sukses dari kerajaan bisnis Alvarendra. Namun cinta Kanaya bertepuk sebelah tangan saat Elvano justru mencintai Devita, Saudara kembar Kanaya.

Suatu hari naas yang membuat segala sesuatunya berubah, Ketika Elvano tiba - tiba memaksa dan mengancam Kanaya untuk menikah dengannya karena sebuah kebencian dan dendam yang tidak semestinya.

Akankah Kanaya mendapatkan kebahagiaan bersama Tuan Muda Elvano? Atau siksaan yang di dapat? Saat hati telah tersakiti dan tumbuh benih cinta lain, akankah jalan hidup menyatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwiezy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukankah Aku Ini Istrimu?

Bunda dan Devan berjalan mendekati Kanaya dan Elvano hendak memberikan selamat.

"Ratna, Rayhan, selamat ya." Ujar Alika saat mereka berpapasan dengan kedua orang tua Kanaya.

"Alika, Devan terima kasih sudah menyempatkan untuk datang," ujar Ratna sambil tersenyum kepada Alika, kemudian ia menatap Devan.

"Kanaya pasti sangat senang sekali dengan kehadiran kalian. Kalian sudah bertemu dengan Kanaya?" tanyanya tapi matanya masih menatap ke arah Devan, seperti memberi simpati ke arah Devan.

"Belum, kami baru mau kesana," jawab Alika

"Ayo, aku antar!" ujar Ratna sambil merangkul pundak Alika dan memandu mereka mendekati Kanaya dan Elvano.

"Kanaya, ada Bunda Devan," ujar Ratna sambil menepuk pundak Kanay dengan lembut sesaat sebelum ia meninggalkan mereka karena Rayhan memanggilnya.

"Selamat ya, Nak. Bunda mendoakan semoga kalian bahagia," ujar Bunda Alika sambil memeluk dan mencium Kanaya.

"Terima kasih, Bunda," jawab Kanaya sambil membalas pelukkan Bunda Alika.

Setelah itu, Bunda Alika menyalami Elvano, sementara Devan mengucapkan selamat kepada Kanaya.

"Ay, selamat ya. Aku doakan yang terbaik untukmu," ujar Devan mengulurkan tangannya sambil menatap manik mata Kanaya. Tenggorokan Devan seperti tercekat, tetapi di paksa juga untuk mengucapkan kalimat itu.

"Terima kasih, Van. Maafkan Kanaya ya, Van," ujar Kanaya sambil menerima uluran tangan Devan yang menggenggamnya dengan erat. Ingin rasanya ia memeluk Devan dan menangis di pelukannya tetapi di tahannya, karena Elvano ada di sampingnya. Walaupun Elvano sedang berbicara dengan Bunda Alika, tetapi ia tahu mata Elvano sedang mengawasinya.

Devan hanya mengangguk dan tersenyum, meskipun ia ingin mengutarakan banyak hal, tetapi di tahannya.

"Aku pamit ya, Ay. Besok aku sudah berangkat." ucap Devan sambil memaksakan sebuah senyum.

"Iya, Van. Kamu baik - baik disana. Maaf Kanaya nggak bisa antar. Aku doakan semoga kamu sukses dan bisa meraih cita - citamu." ujar Kanaya akhirnya.

"Terima kasi, Ay." ujar Devan. Kemudian ia mendengar Elvano berdehem.

"Selamat Elvano." ujar Devan pada Elvano sambil menyalaminya.

"Terima kasih sudah datang dan ikut berbahagia bersama kami," ujar Elvano sambil merangkul mesra Kanaya.

"Ayo Van." ujar Alika sambil menarik lengan putranya itu kemudian mengangguk sopan pada Elvano.

Alika dan Devan pun berjalan menjauh di gantikan oleh tamu - tamu yang lain yang ingin mengucapkan selamat.

"Jangan mempermalukan aku dengan menatap laki - laki lain dengan mesra!" gertak Elvano di telinga Kanaya saat tidak orang di dekat mereka.

"Aku...aku tidak..." ujar Kanaya sambil menatap Elvano, dan Elvano menatapnya balik penuh arti.

"Lupakanlah kekasihmu itu, karena kamu tidak pernah bertemu dengannya lagi," bisik Elvano kemudian tersenyum pada kedua orang wanita yang datang menghampiri mereka.

Kanaya menoleh ke arah pandangan Elvano. Ia sangat mengenal kedua orang wanita itu, mereka adalah Maya dan Lisda.

Maya dan Lisda adalah teman kuliah Kak Devita. Kanaya memang tidak dekat dengan mereka tetapi ia mengetahui mereka karena Kak Devita sering pergi bersama dengan mereka.

"Elvano,selamat ya," ujar Maya sambil berjalan melewati Kanaya, dan langsung menyalami Elvano dan memberikan cipika - cipiki pada Elvano, sedangkan Lisda tersenyum sambil menunggu Maya menyalami Elvano. Kedua orang itu sama sekali mengabaikan Kanaya yang ada di samping Elvano.

Bukan kali pertama mereka melakukan itu. Setelah kepergian Kak Devita kedua perempuan itu yang tadinya teman dekat Kak Devita itu, sering mengabaikan dirinya dan melihat sinis kearah Kanaya. Ia tidak tahu mengapa, karena mereka tidak pernah mengatakannya, dan Kanaya pun tidak pernah menanyakannya. Toh mereka tidak dekat dengan Kanaya.

"Maya, senang sekali akhirnya kamu bisa datang juga,bukankah katamu kamu tidak ingin datang?" tanya Elvano sambil mengerling pada Maya.

Kanaya hanya diam berdiri di samping Elvano, meskipun ia baru mengetahui ternyata Maya pun kenal dekat dengan Elvano dari gestur tubuh yang di tampakkanya.

"Aku terpaksa datang karena aku sangat merindukanmu," jawab Maya sambil melirik sinis kearah Kanaya.

"Tenanglah Maya kekhawatiranmu tidak akan terjadi," ujar Elvano sambil melirik ke arah Kanaya, dan tersenyum mengejek.

"Baiklah telepon aku, jika kamu membutuhkanku malam ini," bisik Maya di telinga Elvano, tapi dapat di dengar oleh Kanaya.

Kanaya pun menoleh kearah lain, menyadari jika Maya baru saja menggoda Elvano.

Ia tidak menyangka sama sekali jika Elvano dan juga Maya memiliki suatu hubungan. Tetapi mengapa Elvano justru menikahinya dan bukannya dengan Maya? Seketika pikiran aneh berkelebat di benak Kanaya.

"Kalian pergilah dan menikmati makanan yang di sediakan. Aku tidak ingin memberikan kesan kalau aku mengabaikan istriku ini." ujar Elvano sambil merangkul Kanaya.

Maya dan Lisda pun pergi meninggalkan Elvano dan juga Kanaya.

"Apakah kalian mempunyai hubungan?" tanya Kanaya memberanikan diri.

"Aku tidak ingin membahasnya disini." jawab Elvano masih merangkul pada Kanaya dan melambai pada seorang koleganya tidak jauh dari mereka.

"Lagi pula bukan urusanmu dengan siapa aku berhubungan!" jawab Elvano lagi sambil menoleh ke arah Kanaya dan tersenyum sinis.

"Bukankah aku ini istrimu," tanya Kanaya lagi.

"Aku memang menikahimu, tapi bukan berarti kamu bisa mengatur - ngatur aku. Dan ingat Kanaya, aku yang memegang kendali disini dan bukan kau!" ucap Elvano dengan tajam.

Kanaya hanya diam menghela napas mendengar perkataan Elvano yang tidak peduli sama sekali pada perasaannya. Dan Kanaya pun harus pura - pura bahagia sampai acara selesai.

Saat acara selesai, Kanaya ikut bersama Elvano ke kamar Elvano di hotel itu. Kanaya terpaksa harus melakukannya untuk menghindari kecurigaan keluarganya.

Rencanya mereka akan tinggal di hotel itu hingga besok, sebelum Kanaya pindah dan tinggal di rumah Elvano.

"Pak Elvano dan juga Mbak Kanaya silahkan istirahat dulu, nanti sore akan kita lajutkan untuk persiapan resepsi nanti malam," ujar Linda memberitahu Elvano dan juga Kanaya, setelah ia selesai membantu membenahi tatanan rambut Kanaya dan mengganti kebayanya dengan gaun tidur panjang.

"Baiklah, Kalau tidak ada yang lain kami mau beristirahat dulu," ujar Elvano.

Linda pun undur diri dari kamar mereka.

Kanaya menuju ranjang hendak merebahkan diri, ketika Elvano menegurnya.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Elvano.

"Aku mau istirahat, Kak El." jawab Kanaya.

"Jangan sentuh ranjangku, Aku tidak sudi tidur denganmu! Tidur saja di sofa!" ujar Elvano sambil melempar sebuah bantal ke arah sofa yang ada di dekat mereka, kemudian ia naik keranjang tanpa mempedulikan Kanaya yang sudah sangat lelah.

Kanaya pun berjalan ke arah sofa dan tidur disana. Ia sangat lelah dan segera tertidur saat kepalanya menyentuh bantal.

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa like komen dan vote. Di tunggu komentarnya ya~~

1
Vivo V9
udh berapa x baca nya juga tetap mewek 😭😭😭
Yusni
Kanaya jangan egois kamu
Yusni
Kanaya jangan di pisahkan sama Elvano...beri kesempatan buat Elvano untuk menyadari perbuatannya 🤗
Yusni
lari dari rumah Kanaya 😭
Yusni
Luar biasa
Yusni
kasian Devan sabar yah Devan🤗
Nita Emes
berlian di buang
Shifa Burhan
novel wanita membuktikan sendiri
cinta lelaki lebih tulus dan besar dari cinta wanita
cinta pemeran utama pria pada pemeran utama wanita tulus, besar, tak tergantikan oleh wanita manapun
sedangkan
cinta pemeran utama wanita pada pemeran utama pria, berubah, gampang pindah hati, ada lelaki baik sedikit jatuh cinta, wanita kayak gini rawan dan tidak pantas dipertahankan

ingat thor novel adalah hasil pola pikirmu yang artinya novel mu adalah cerminan karaktermu
Vivi An
Kecewa
Vivi An
Biasa
tri kutmiati
cerita yg bagus...pnjng...tdk menjemukan ...endingnya...siiiip...!
tri kutmiati
buah dari kesabaran..pasiti " Indah pada waktunya"....👍
tri kutmiati
thor...tdk adil kalo sampe devan meninggal....
tri kutmiati
perasaan ...tampilan peran wajahnya sama semua...
tri kutmiati
melisa menyingkir...pelakor baru monika ngepet....
tri kutmiati
cewek gak punya harga diri...sdh dicuekin...msh ngepet aja ..
tri kutmiati
harusnya waktu dicambuk pertama kali itu kanaya pergi....
Taufq I
keren bagus semangat thor...
Junita Simanullang
agak ngk nyambung ya sama judulnya,disini ceritanya sama Devan apa sama elvano,terlalu banyak etypo
Elga Cynthia
awal menyedihkan awal menakutkan ..bersabar .,pasti kebahagiaan membawamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!